Senin, 03 Mei 2010

Pendidikan Yang Tidak Lazim

Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal1:8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

Amsal 4:13 Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

Amsal 19:20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Kita sering mendengar kata pendidikan. Kalau sudah bicara tentang pendidikan, pasti kita teringat akan sekolah. Sekolah merupakan tempat di mana anak-anak mendapatkan ilmu dan pendidikan sekuler untuk bekal di masa depan. Sekarang telah banyak model-model sekolah dari yang berbasis umum, sampai agama yang mendominasi di kota-kota besar. Tapi tahukah anda bila sekolah sekarang merupakan tempat mendapatkan pendidikan yang tidak lazim?

Di sekolah tingkat sma/smk umum, penekanan terhadap religiositas mulai marak terjadi. Terbukti dengan adanya pelaporan murid kepada orang tuanya atas tindakan sang guru pengajar yang tidak mengajarkan pendidikan dibidang studinya, justru mengajarkan untuk menjelekkan dan menyudutkan suatu agama tertentu.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Ini merupakan ketidakprofesionalan pihak sekolah maupun guru dalam menjalankan roda pendidikan. Yang menjadikan pelajaran umum, menjadi pelajaran yang berbau sara terhadap siswanya. Begitupun juga, dalam pelajaran agama yang sejatinya mengajarkan toleransi dan akhlak mulia, tetapi mengajarkan untuk membenci/menyudutkan agama lainnya.

Suatu contoh yang diambil dari kisah nyata. Seorang guru mata pelajaran sosiolagi disalah satu SMAN di Surabaya yang mengajarkan bahwa “Keselamatan bukan dibawah oleh Salib”. Menurut anda para pembaca, apakah tindakan ini dibenarkan? Bukankah ini mengajarkan kebencian terhadap agama tertentu? Apakah guru sosiolagi mengajarkan materi seperti itu? Apalagi di dalam satu kelas terdapat berbagai kepercayaan yang dianut para siswanya. Ini merupakan kebobrokan guru yang sangat tidak terpuji.

Dan juga seorang guru agama yang mengajarkan bahwa “Agama Nasrani adalah sesat, maka kita harus menjahuinya atau bila perlu kita menjihadinya”. Apakah pendidikan agama Islam selalu mengajarkan untuk menbenci atau merendahkan agama lainnya? Agama Islam merupakan agama yang mengajarkan toleransi dan saling menghormati satu sama lain. Akan tetapi kenapa bisa jadi seperti ini?

Kita semua paham bahwa sekolah merupakan sarana umum yang didirikan pemerintah maupun swasta untuk menunjang pendidikan anak-anak di Indonesia. Berbagai macam agama dan kepercayaan ada di Indonesia. Indonesia bukanlah negara yang berbasis syariat agama tertentu. Indonesia merupakan negara yang demokrasi di dalam Pancasila. Jadi kebebasan beragama haruslah ditegakkan di negeri ini, termasuk di lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan merupakan sarana bagi para pelajar untuk menimbah ilmu. Bila ilmu yang didapatkan salah atau melenceng dari norma-norma sosial, apakah tidak berbahaya untuk psikologi anak didik kelak?

Penananam kebencian terhadap kepercayaan tertentu pada anak didik akan berdampak buruk pada kehidupan dewasa kelak. Kefanatikan yang tidak berdasar, menghalalkan membunuh seseorang yang berbeda keyakinan, sampai menjerumus ke tindak terorisme.Tindakan-tindakan ini tidak lain karena pendidikan di sekolah terutama, agama yang seharusnya mengajarkan toleransi justru mengajarkan kebencian.

Seharusnya, semua sekolah yang tidak berbasis pada agama maupun berbasis pada agama, tetap menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama. Di sekolah umum, haruslah ada rasa saling mengasihi satu sama lain tanpa memandang agama tertentu. Semuanya harus dilakukan ikhlas dari lubuk hati, bukan hanya karena dilhat orang atau sungkan dengan pemeluk agama lain didepannya. Di sekolah yang berbasis agama, juga harus memelihara tolerensi umat beragama sekalipun sekolah tersebut menganut agama mayoritas. Agama mayoritas tidak ver bila menekan agama minoritas di sekolah yang berbais agama. Karena sekolah yang berbasis agama biasanya menanamkan nilai luhur pada peserta didiknya.

Kiranya kita mendapatkan pencerahan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi beragama. Dan juga untuk instansi pendidikan supaya juga menjunjung tinggi nilai demokrasi tanpa membedakan suku, agama, ras maupun gender.

Narasi

Sumbangan

Paguyuban masyarakat Tionghoa Surabaya serta Persekutuan GerejaInjili Surabaya, Gereja Bethani Surabaya, dan Persekutuan Visi Misi Kristen Surabaya pada hari selasa (2/1) menyerahkan sumbangan uang kepada Suharmin, orang tua almarhum Riyanto, anggota Banser yang tewas akibat ledakan bom dalam menjalankan tugas pengamanan Malam Natal di Gereja Eben Heiser Mojokerto, Minggu, 24 Desember 2000.

Alim Markus dari paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya menjelaskan bantuan itu dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhum, karena almarhum meninggal dunia dalam mengemban tugas yang mulia. “Sekalipun kita berbeda agama, tetapi bisa mewujudkan kerukunan serta kesatuan,” Kata Alim Markus.

Masyrakat Tionghoa Surabaya menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 10 juta, Persekutuan Gereja Injili sebesar Rp 7,5 juta, sedangkan Gereja Bethani Surabaya dan Persekutuan Visi dan Misi Kristen Surabaya tidak menyebutkan jumlah bantuannya. Acara penyerahannyaitu disaksikan juga oleh Ketua Partai PKB Jatim Choirul Anam serta Ketua PW NU Jatim, Drs. Ali Maschan Musa yang juga menyerahkan sumbangan sebesar Rp 1 juta.


(Sumber: Harian Suara Pembaruan, 4 Januari 2001)

Semua Gereja Orthodox itu Sama dan Satu

Orthodox Rusia, Orthodox Yunani, Orthodox Syria, Orthodox Jepang, Orthodox Korea, Orthodox Arab, Orthodox India, Orthodox Koptik, Orthodox Timur, Orthodox Oriental, dll. Sering di telinga kita mendengar kata-kata seperti itu. Dari berbagai banyak nama Gereja di atas menunjukan bahwa Gereja Orthodox itu adalah Gereja yang terpecah-pecah. Benarkah seperti itu? Seperti yang kita tahu, bahwa Kitab Suci membenci adanya perpecahan dalam tubuh:

I Korintus 1:10. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

I Korintus 12:25. supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.


Gereja Orthodox dimanapun sejatinya tidaklah pernah terpecah-pecah seperti tuduhan kaum Protestan & Roma Katolik. Di dalam pemerintahan Gereja Purba ada istilah Pentarkhi yang artinya adalah Lima Penguasa/Pemimpin. Yaitu Konstantinopel, Roma, Aleksandria, Anthiokia, & Yerusalem. Dalam seribu tahun pertama, kelima Kepatriarkhan menjalin persekutuan yang sangat mesra antara satu sama lain. Namun, pada tahun 1054 salah satu Kepatriakhan menyatakan keluar dari persekutuan mesra dengan Keempat Patriakhat lainnya. Inilah awal perpecahan yang ditimbulkan di Barat yaitu Gereja Roma. Setelah berpisahnya Gereja Roma dengan Empat Gereja di Timur, maka Gereja Roma resmi berdiri sendiri dengan nama Gereja Roma Katolik (Roman Catholic Church). Sedangkan di Timur, Keempat Kepatriarkhan itu tetap SATU dalam persekutuan mesra dan menamakan diri Orthodox Timur (Orthos=Lurus/Benar Doxa=Pengajaran/Ajaran). Jadi, nama Gereja Orthodox bukanlah berarti kolot atau kuno seperti dalam kamus bahasa Indonesia, melaikan Gereja yang masih memegang teguh Ajaran yang Benar dari Timur. Geraja Orthodox juga bisa disebut Gereja yang Katolik (yang artinya Universal/ Kepenuhan dalam Ajarannya) bukan Gereja Roma Katolik (Universal di seluruh Gereja Roma/Kepenuhan dalam Ajaran Gereja Roma)

Seiring bertambahnya waktu, muncul Kepatriarkhan baru yang mandiri dan tetap memiliki suksesi Para Rasul (Succesio Apostolica) dalam Gereja Timur, misalnya Rusia, Serbia, Romania, Georgia dll. Meskipun terlihat mempunyai banyak anggota baru, tetapi Gereja tetaplah SATU dalam Orthodoxia (Pengajaran yang Benar), Ortholatria (Penyembahan yang Benar), dan Orthopraxia (Praktek Hidup yang Benar). Tidak ada penyimpangan, perpecahan, ataupun krisis spiritual.

Sedangkan di Gereja Roma yang kelihatannya satu, di bawah Kepausan Roma yang monarkhi bukan pentarkhi sejatinya mengalami perpecahan. Perpecahan pertama adalah Gerakan Reformasi Protestan tahun 1517 yang dipelopori pastor Matin Luther. Selanjutnya adanya Gereja Katolik Timur (East Catholic Church) yaitu Gereja Timur yang menggunakan ritus Timur akan tetapi tunduk pada Roma. Gereja-Gereja ini Tunduk pada Roma karena politik Gereja Roma hingga berhasil memecah Persatuan Gereja Orthodox Timur. Gereja ini sering kita dengar dengan nama Gereja Uniat(Persekutuan Gereja Timur dengan Paus Roma). Contoh Orthodox dengan Uniat: Kepatriarkhan Yerusalem (Orthodox) resmi menggantikan rasul Yakobus saudara Yesus dengan Kepatriarkhan Yerusalem Latin (Roma Katolik) bentukan Gereja Roma yang tidak memiliki suksesi apostolik.

Bisa dilihat bahwa Gereja Orthodox Timur yang memiliki banyak Kepatriarkhan dan budaya yang berbeda satu sama lain tetap dipersatukan dalam Orthodoxia (Pengajaran yang Benar), Ortholatria (Penyembahan yang Benar), dan Orthopraxia (Praktek Hidup yang Benar). Sedangkan Gereja Roma Katolik yang kelihatannya satu dalam persekutuan dengan Paus Roma yang esa, memiliki perpecahan gereja di dalamnya yang sejatinya umat Roma Katolikpun tidak tahu. Perlu diingat, bahwa Pemerintahan Gereja Bukalah Monarkhi (Satu Pemimpin) melainkan Pentarkhi (Lima Pemimpin), seperti Tuhan Kita Yesus Kristus memilih Dua Belas rasulNya untuk menyebarkan Kabar Gembira (Injil) BUKAN satu rasul.

Matius 10:2-8. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Banyak Kepatriarkhan/Gereja akan tetapi tetap SATU dalam Kristus Yesus

Roma 12:4. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,

I Korintus 12:14. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

I Korintus 12:20. Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

I Korintus 12:25. supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

Selasa, 27 April 2010

Paus Temui Korban Pelecehan Seksual Pendeta di Malta

Malta - Menyusul skandal pelecehan seksual yang melanda gereja Katolik beberapa bulan terakhir, Paus Benedict XVI secara pribadi hari Minggu menemui sekelompok korban pelecehan seksual oleh para pendeta. Paus menyampaikan rasa malu dan duka citanya atas keadaan yang menimpa mereka, kata Vatikan.

"Paus sangat terharu atas cerita-cerita mereka dan menyampaikan rasa malu dan duka citanya atas apa yang dialami para korban dan keluarganya," kata Vatikan dalam sebuah pernyataan setelah Paus bertemu delapan pria Malta yang dilecehkan saat mereka muda dalam sebuah panti asuhan.

"Dia berdoa bersama mereka dan menjamin bahwa gereja akan bertindak, dan akan terus bekerja, dengan seluruh kekuatannya untuk menyelidiki dugaan itu, melaporkan mereka yang bertanggng jawab atas pelecehan dan melakukan tindakan efektif untuk menjaga anak-anak muda di masa depan," kata pernyataan itu.

Gereja menghadapi gelombang tuduhan dalam beberapa bulan ini, yaitu telah menutup-nutupi pelecehan seksual anak-anak oleh pendeta dan gagal mengambil tindakan hukum gereja untuk menghukum para pendeta pedofil dan memindahkan mereka dari pekerjaan bersama anak-anak.

Minggu lalu Vatikan menerbitkan sebuah petunjuk yang menjelaskan prosedur yang harus diikuti uskup dalam kasus-kasus pelecehan.

Namun, hingga Minggu, Paus tidak secara langsung menyebut isu tersebut sejak skandal itu terungkap.

Lawrence Grech, 37, salah satu pria yang bertemu dengan Paus hari Minggu, mengatakan pertemuan itu sebuah penebusan.

"Anda berdoa untuk saya dan mengisi kekosongan yang saya rasakan 25 tahun terakhir," kata Grech kepada Paus. "Saya kehilangan iman, segalanya, karena orang-orang seperti anda telah melakukan kerusakan pada saya."

"Saya bangga dengan anda," kata Paus, menurut Grech. "Saya berdoa untuk anda atas keberanian anda untuk datang dan berbicara."

Grech adalah salah satu dari 10 pria pada 2003 yang mengajukan gugatan kriminal terhadap empat pendeta yang menurut mereka telah melecehkan mereka saat mereka berada di sebuah panti asuhan di Malta. Dia dan lainnya telah mengeluhkan bahwa keuskupan Malta telah menyelidiki kasus itu selama tujuh tahun namun tidak mengambil tindakan terhadap para pendeta. Tiga masih bekerja sebagai pendeta di Malta dan satu sekarang di Italia, kata Grech.

Paus bertemu dengan para korban selama 20 menit dalam kapel Apostolic Nunciature di Malta, jauh dari media. Dua uskup lokal dan beberapa anggota rombongan Paus juga hadir. "Suasananya sangat antusias namun tenang," kata juru bicara Vatikan, Pastor Federico Lombardi, dalam konferensi pers.

Ini merupakan kunjungan keempat Paus yang serupa. Dia juga bertemu dengan korban pelecehan saat mengunjungi Amerika dan Australia tahun 2008, dan di Roma tahun lalu.

Paus Benediktus Akan Ambil Tindakan Soal Pelecehan Pastor


Vatikan -Paus Benediktus untuk pertama kalinya secara terbuka menjanjikan pengambilan tindakan terhadap skandal dunia tuduhan pelecehan seksual para pastor.

Berbicara pada audiensi yang biasa dilakukan di Lapangan Santo Petrus di Roma, Paus menyatakan dirinya dapat merasakan penderitaan korban pelecehan saat baru-baru ini mengunjungi Malta.

"Saya ikut merasakan penderitaan mereka, dan secara emosional berdoa bersama mereka, menjamin adanya tindakan gereja," kata Paus Benekditus. Meski begitu dia tidak berbicara secara rinci tentang aksi yang akan diambil oleh Vatikan.

Setelah melalui sebuah pertemuan tertutup Minggu (18/4), Vatikan mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa gereja, berdasarkan pernyataan Paus Benediktus, akan melakukan semua hal yang berada dalam wewenangnya. Hal itu tak lain guna menegakkan keadilan atas pastor-pastor yang terlibat dalam tuduhan itu.

Pernyataan itu juga menegaskan Vatikan akan menempuh langkah-langkah yang efektif untuk melindungi anak-anak. Dan Rabu (21/4) muncul pernyataan dari Paus, walaupun tanpa rincian lebih lanjut.

Sementara itu kantor berita Associated Press melaporkan bahwa Paus sudah menerima pengunduran diri Uskup James Moriarty dari Irlandia.

Desember tahun lalu Moriarty mengaku tidak mempertanyakan praktek di masa lalu tentang penanganan kasus dugaan pelecehan anak yang dilaporkan polisi. Namun hingga saat ini masih belum ada pengumuman resmi dari Vatikan.

Zeitun: Keajaiban di Gereja Santa Maria

Oleh: Pearl Zaki


Di tanah Mesir, tepatnya di Zeitun, Bunda Tuhan kita Yesus Kristus datang mengunjungi dunia di bulan April 1968. Zeitun, sebuah distrik di pinggiran kota Kairo, membatasi daerah yang pernah menjadi bagian Heliopolis (bangsa Mesir mengenalnya dengan nama On, dalam bahasa Yunani dikenal sebagai Kota Matahari). Sekarang Zeitun memiliki banyak penduduk, padahal beberapa tahun yang lalu, Zeitun merupakan pinggiran kota Kairo yang sebagian besar adalah wilayah gurun pasir dan berlokasi kira-kira 10 mil dari Sungai Nil. Dengan bertambahnya penduduk dan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang membawa irigasi, daerah ini menjadi berkembang. Bangunan-bangunan dan taman-taman bertebaran di daerah gurun yang kering ini dan akhirnya dibagi-bagi menjadi beberapa distrik di pinggiran kota Kairo. Zeitun sebagai salah satu distrik kota Kairo dikelilingi oleh daerah Matariya, Ayn Shams dan Heliopolis.

Di persimpangan Jalan Tumanbay (jalan raya utama) dan jalan Khalil di Zeitun, ada sebuah gereja Koptik Ortodoks yang diberi nama Gereja Santa Maria, nama yang diambil untuk menghormati Sang Perawan. Nama Khalil diambil dari nama keluarga Khalil Ibrahim, keluarga yang sangat besar dedikasinya pada gereja ini. Pada tahun 1918, salah satu anggota keluarga kaya raya ini memiliki tanah kecil di Zeitun. Ia sedang mengalami krisis keluarga. Lalu Bunda Maria menampakkan diri dalam sebuah penglihatan atau mimpi dan mengatakan padanya agar membangun sebuah gereja Koptik (Gereja Ortodoks di Mesir berdasarkan tahta Santo Markus) di atas tanah itu untuk menghormati Bunda Maria. Bunda Maria berjanji akan memberkati gereja itu dalam waktu 50 tahun. Maka, dibangunlah gereja itu dengan alasan tersebut. Gereja itu selesai dibangun pada tahun 1924. Jika anda melihat di bagian dalam kubah yang besar dari gereja ini, kita akan menemukan lukisan Perawan Maria.

Sekarang, gereja ini berada di tengah kesibukan sehari-hari. Dari jalan-jalan sibuk disekelilingnya, orang-orang datang dan pergi dengan urusannya, kadang berhenti sebentar, memasuki gereja dan membungkukan kepala mereka untuk berdoa. Pohon-pohon disekeliling gereja memberi keindahan tersendiri. Matahari memperanggun gereja ini dengan kehangatan sinarnya, dan di malam hari, sinar bulan memperindah dengan refleksi bangunannya. Tetapi Tuhan kita memperanggun gereja kecil ini dengan sinar yang lebih terang dari banyak sinar matahari atau bulan. Rahmat-Nya benar-benar telah menghentikan rutinitas sehari-hari Zeitun.

Bisakah anda bayangkan, kebahagiaan apa yang datang ke hati dan pikiran orang-orang beriman di Zeitun saat mereka tidak takut lagi, dan kagum atas fenomena yang terjadi pada tanggal 2 April 1968. Mereka sadar sepenuhnya bahwa dengan rahmat Tuhan, figur bergerak yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri di kubah gereja itu adalah transfigurasi dari Bunda Maria sendiri!

Foto yang bisa anda lihat disini diambil oleh Fawzi Mansour, seorang arsitek yang tinggal di Heliopolis, dibuat pada hari-hari awal penampakan Bunda Maria. Lihatlah betapa salib yang terbuat dari semen di depan Bunda Maria sepertinya memancarkan kilatan sinar. Menurut berita di harian Mesir Watani, kejadiannya adalah sebagai berikut: “Hari itu adalah hari Selasa, 2 April 1968, pukul 8.30 malam. Beberapa pekerja di hanggar milik Angkutan Kota yang terletak di seberang gereja sedang melakukan pergantian jam kerja. Ada juga beberapa wanita yang sedang menyeberangi jalan. Tiba-tiba, muncul gerakan-gerakan yang aneh di tengah-tengah kubah gereja dimana terpancang sebuah salib. Gerakan ini menarik perhatian para wanita tadi dan dua dari pekerja yang sedang menikmati secangkir teh di pintu masuk hanggar (mereka adalah kaum Muslim).

Pemandangan yang nampak dalam gelap adalah seperti seorang gadis muda dengan pakaian putih yang berlutut dibawah salib yang terletak di atas kubah gereja. Hal ini sangatlah aneh karena kubah itu begitu bulat, dengan permukaan yang sangat licin. Semua pria dan wanita pejalan kaki terpaku di tempat mereka masing-masing.

Saat mereka semua menunjuk ke kubah, seorang pekerja berteriak kepada gadis muda itu agar tidak melompat turun. Karena ia tidak bisa melihat wajahnya, ia berpikir gadis itu hendak bunuh diri. Pekerja itu lalu berbicara dengan seorang pria disebelahnya dan setiap orang mulai berbisik. Lalu bisikan-bisikan itu berubah menjadi teriakan peringatan. Gadis itupun berdiri.

“Mereka semua melihatnya seperti berpakaian terang cahaya, sama seperti pemandangan yang sering dihubungkan dengan Perawan Maria. Salah satu wanita yang ada di sana berteriak “Za Gha ruta” atau teriakan kebahagiaan. Tanpa sadar, dia berteriak: “Settena Mariam,” yang berarti “Bunda kita, Maria.” Wanita itu lalu meminta berkat dari Bunda Maria.

Seseorang bergegas mencari pastur, yang lain mencoba mencari pasukan penolong. Lalu wanita itu menghilang. Seorang pekerja di hanggar yang telah menunjuk dengan jari telunjuknya yang diperban kepada Bunda Maria dan berteriak: “Ibu, jangan melompat”. Pekerja itu dijadwalkan untuk melakukan operasi amputasi jari esok harinya karena pembusukan, tetapi saat penutup luka dibuka, dokter menyatakan bahwa jarinya sembuh total.

Kejadian-kejadian setelah pemberitaan di koran-koran seperti Egyptian Gazette, Watani dan koran-koran lain tidak akan dapat menceritakan kembali dengan utuh karena akan melibatkan banyak saksi dan keterangan dari jutaan jiwa dan emosi-emosi mereka. Dampak keseluruhan dari penampakan ini tidak dapat begitu saja dilupakan. Penganut Kristen lebih sedikit dari kaum Muslim di Mesir, tetapi doa-doa penganut Kristen tidak pernah putus. Tidaklah mengherankan atau aneh bagi kita - orang-orang di luar Mesir yang mengetahui keadaan di dalam Mesir - untuk menemukan keajaiban yang terjadi di Gereja Santa Maria. Allah Bapa telah memilih Maria karena ketaatan dan kerendahan hatinya untuk menjadi Bunda sang Penebus. Peran Maria dalam Rencana PenebusanNya tidak dapat disangkal. Untuk yang percaya, Maria bukanlah obyek penyembahan. Maria mendapat hormat yang dalam dari orang-orang yang mengetahui kasih Allah dan yang mengetahui bahwa lewat kasih-lah mereka dapat bertahan dalam pengharapan untuk seluruh manusia.

Foto yang lain diambil oleh fotografer dari Jerman yang datang ke Kairo untuk mengambil film bagi stasiun televisi. Foto tersebut mencerminkan bagaimana saya bertemu dengan Perawan Maria pada 13 Agustus 1968, jam 4.30 pagi. (Dalam 3 minggu kunjungan saya ke Mesir di bulan Agustus 1968, saya menghabiskan total waktu 8 hari di Gereja Santa Maria, Zeitun). Saya telah menghabiskan 4 malam pertama di Gereja Zeitun dan tidak melihat apa-apa.

Pada malam kelima, kira-kira pukul 4.15 pagi, saya melihat empat kilatan atau kobaran api berwarna kuning yang menyelimuti depan gereja. Selanjutnya, kira-kira pukul 4.30 pagi, Perawan Maria menampakkan figurnya secara utuh dengan kedua belah tangannya di samping dan kemudian, secara perlahan-lahan, tangan itu bergerak, mengatup dalam sikap doa. Dua meteor atau bintang jatuh yang seolah-olah bergerak turun dari surga, membentuk salib di belakang kepalanya. Dia menghilang dan kembali lagi dalam posisi yang sama sekali lagi. Saya mengucapkan doa Rosario, sesuatu yang tak pernah saya lakukan sebelumnya. Orang banyak dari segala penjuru terus membanjiri gereja Santa Maria, semuanya memohon perantaraan Bunda Maria dalam memuji Allah.

Setelah saya berkunjung tiga kali lagi, pada malam kunjungan yang ketiga, saya melihatnya sebentar. Kali ini, seberkas sinar tampak melingkupi gereja dan dia berdiri disana, di atas tanah di sebelah gereja Santa Maria dengan posisi yang sama seperti yang kita kenal lewat patung penampakan Bunda Maria di Fatima. Dia menampakkan diri, lalu menghilang dan lalu menampakkan diri lagi, setiap kali membungkuk dan bergerak seperti manusia hidup. Anak laki-laki saya, Nagi, pada umur 9 tahun melihat siluet Perawan Maria.

Berikut adalah pernyataan seorang saksi mata yang kata-katanya menggambarkan dengan tepat penglihatan yang saya dapat:

“Saya melihat pemandangan yang bermandikan cahaya terang dengan lingkaran biru yang terbingkai kilatan cahaya. Perlahan-lahan, pemandangan itu menjadi lebih jelas, hingga figur Maria menjadi lebih jelas bagi banyak orang-orang yang berkumpul memenuhi wilayah di sekeliling Gereja Zeitun. Lingkaran kilatan cahaya, bagi saya, sepertinya melambangkan kesempurnaan yang kekal, sebagai perbandingan yang kontras dengan waktu kita yang terbatas di dunia.”

Setelah tanggal 2 April, sejalan dengan pergerakan waktu, banyak saksi yang mengatakan melihat Bunda Maria setiap malam harinya. Sejak awalnya, sepertinya Bunda Maria keluar menemui pria, wanita dan anak-anak dari balik tirai yang tak kelihatan. Sewaktu dia datang, Tuhan kita Yesus Kristus-lah yang membukakan tirai itu baginya. Dia tidak akan melakukannya sendiri. Dua ribu tahun yang lalu, Bunda Penebus kita dan Puteranya, Yesus Kristus, dikenal oleh Santo Markus. Bersama Santo Petrus, Santo Markus melakukan perjalanan dan berakhir di Alexandria, Mesir. Di sinilah tempat pertama kali Santo Markus memulai pewartaan iman Kristiani dan menjadi Uskup pertama Gereja Kristen Mesir (dikenal dengan sebutan Gereja Koptik Ortodoks).

Pada saat ini, Yang Mulia Shenouda III, adalah pengganti Santo Markus yang ke 117 dalam suksesi apostolik. Mesir memiliki kira-kira 40 juta penduduk yang mayoritas beragama Islam. Sepuluh juta penduduknya adalah umat Kristen dan kebanyakan memeluk Koptik Ortodoks. Di seluruh wilayah Timur Tengah, ada kira-kira 20 juta penganut Koptik Ortodoks. Kepada umat Koptik Ortodoks inilah Bunda Maria menampakkan diri sebagaimana ia dilihat oleh banyak umat yang sedang berada di seputar Gereja. Penampakkan Bunda Maria terjadi selama hampir 2 tahun dengan frekuensi 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Seseorang harus berada di gereja Santa Maria Zeitun untuk menyaksikan kehadirannya. Waktu penampakannya tidak dapat diperkirakan. Bunda Maria lebih sering menampakkan diri pada hari-hari raya Gereja atau sehari sebelumnya. Ada 32 hari raya Gereja dalam kalender Koptik Ortodoks untuk menghormati Ibunda Yesus, Santa Perawan Maria.

Semburan sinar akan muncul diatas gereja, dan kemudian di dalam sinar tersebut, sang Perawan akan muncul.

Dalam beberapa malam, Bunda Perawan Maria akan menampakkan diri untuk waktu beberapa menit hingga 8 jam. Umat dapat melihatnya dan lalu pulang untuk mengajak keluarganya ke gereja, mengajak teman-teman atau mengambil kamera, dan kembali ke gereja lagi untuk menemui Bunda Maria dalam kemuliaan Allah. Bunda Maria terlihat dalam ujud penuh, bergerak seperti manusia biasa, membungkuk kepada orang banyak. Terkadang, dia memegang pucuk daun palem yang dilambaikannya kepada orang banyak sebagai berkatnya. Terkadang, dia memegang salib yang dipakainya untuk memberkati orang banyak. Dalam waktu lainnya, dia terlihat berseri-seri dan bercahaya, dengan mahkota bintang, melayang-layang melintasi Gereja, kakinya terlihat tidak menyentuh atap gereja.

Setelah beberapa waktu lewat penampakannya yang intensif, banyak yang mencoba membuat fotonya. Tetapi saat penampakan berlangsung, kebanyakan dari mereka begitu terpesona, takjub dan diliputi kebahagiaan tak terhingga sehingga tak mungkin untuk melakukan apa pun. Tangan dan jari tidak dapat digerakkan untuk menekan tombol kamera. Tetapi, dengan rahmat Tuhan, dan juga untuk bukti bagi keturunan kita, foto-foto berhasil juga dibuat.

Pada pagi 13 April, dua buah foto diambil oleh Wagih Risk Matta (yang telah menulis buku yang sangat indah dalam bahasa Arab tentang penampakan Santa Maria yang disertai lebih dari 12 foto-foto). Hanya cahaya disekitar figur Maria di lantai Gereja nampak dalam foto-foto ini. Jika Anda pernah datang ke sana dan melihat penampakannya, Anda dapat melihat figur Bunda Maria di dalam foto-foto itu, meskipun film kamera hanya menangkap sinar disekeliling figur Maria. Lihatlah kepala dalam gambar pertama.

Dalam gambar kedua, kepala terlihat mulai menghilang. Saya teringat akan sebuah bacaan tentang penampakan Maria di Fatima, Portugal tahun 1917. Saat ketiga anak-anak yang telah melihat Perawan Maria ditanya secara terpisah, mereka mengatakan bahwa kepalanya terlihat menghilang dahulu.

Foto-foto ini diambil saat penampakan Maria selama 10 menit dengan selang waktu 5 menit yang diterbitkan oleh koran-koran di Mesir. Foto-foto ini tidak mengundang komentar banyak pihak karena, seperti yang saya katakan sebelumnya, figur Bunda Maria tidak tampak jelas. Kepala Bidang Fotografi dari koran semi-resmi Mesir, Al Ahram, mengatakan bahwa tidak ada permainan dalam pencetakan foto-foto itu. Wagih Risk Matta sendiri memperoleh penyembuhan saat mengunjungi Gereja Zeitun.

Ini adalah foto lain yang dibuat oleh Wagih Risk Matta. Obyek yang menyerupai burung merpati, bulat dan berwarna keemasan terlihat memancarkan cahaya dan biasanya terlihat dengan sayap-sayap yang tidak bergerak. Petugas Kebun Binatang Kairo yang dimintai keterangan dan datang ke Zeitun menyatakan bahwa burung merpati tidak terbang di malam hari. “Jika dipaksakan, mereka akan jatuh ke tanah”. Burung-burung merpati secara spiritual terlihat sebelum dan sesudah penampakan Bunda Maria, setiap jam saat malam hari dan menjelang petang. Terkadang, burung-burung itu muncul dalam hitungan dua atau tujuh ekor yang membentuk salib, terkadang 12 ekor dalam sebuah formasi dan selalu ada seekor yang menjadi pemimpinnya. Jika mereka menghilang, mereka akan kembali dengan formasi yang sama.

Foto ini dikirim oleh editor koran Watani. Michael Takla mengatakan bahwa foto ini diambil oleh “seorang saksi mata yang terpercaya, seorang wanita dari Alexandria.” Saya tidak memiliki namanya. Foto ini sama dengan foto yang diambil oleh pemotret asal Jerman tetapi memperlihatkan rupa dari merpati-merpati atau obyek-obyek sedang terbang yang dilihat oleh saksi mata yang hadir saat itu di Gereja.

Seluruh foto, gambar, lukisan yang diperlihatkan disini telah dibuktikan oleh banyak saksi mata dengan ekspresi berbeda-beda. “Dia nampak sama seperti ini!” “Ya, seperti inilah saat saya melihatnya!” “Dari mana engkau mendapatkan foto ini?” “Ya, beginilah saya melihatnya pada tanggal 1 April 1968!” dan sebagainya dan sebagainya.

Pengkajian dengan komputer oleh pakar-pakar telah pula dilakukan dan hasilnya, mereka menyatakan tidak adanya tipuan kamera.

Para perupa yang hadir saat penampakan di Zeitun menggunakan talenta mereka untuk menggambar apa yang telah mereka lihat, dan tampaknya mereka lebih menangkap keindahan surgawi Bunda Maria dibanding dengan foto-foto yang dibuat. Saat benar-benar bertemu Bunda Maria, sangatlah sukar untuk secara jelas melihat bagian-bagiannya. Tetapi beberapa dari mereka dapat menangkap rambutnya, matanya, tangannya, bentuk tubuhnya dan warna kulitnya. Bunda Maria kebanyakan digambarkan “gelap dan bercahaya” dan “putih kebiru-biruan” atau “biru keputih-putihan”. Terkadang kekuningan dan bersinar, berkilauan, cantik, muda, sehat, seperti seorang ratu. Lukisan di bawah halaman ini dikerjakan oleh Sabri Ibrahim pada tahun 1973. Katanya, beginilah ia melihat Bunda Maria di tahun 1968 di Gereja Zeitun. Lukisan berwarna ini, sedikit lebih besar daripada aslinya, sekarang digantung di pintu masuk Gereja Santa Maria. Bagi yang pertama kali melihatnya, lukisan ini akan mengundang decak kagum.

Gambaran para perupa akan Bunda Maria, Zeitun.

Pastur Morcos, seorang pastur Coptic menjadi saksi mata penampakan Bunda Maria pada tahun 1968. Ia mengatakan, “dan turunlah bias-bias sinar dari tangannya seperti ini!”. Bias-bias sinar itu akan keluar dari tangannya kepada orang-orang dan menembus tanah. Kita tahu dari wahyu-wahyu bahwa cara ini adalah rahmat Tuhan dalam memberikan berkatNya kepada kita lewat saluran rahmatNya, yaitu Bunda Maria, ibundaNya. Seorang saksi mata menggambarkan Bunda Maria seperti “disanalah dia, disudut Gereja, membungkukkan badannya sebatas pinggang kepada kita semua!!!! Saya tak dapat mempercayainya! Tetapi memang dia ada disana, SAYA MELIHATNYA!!”

Kesembuhan juga terjadi. Ini menambah kebahagiaan yang meliputi penampakan Bunda Maria. Masyarakat segera menyadari adanya orang buta yang dapat melihat, orang tuli yang dapat mendengar, orang bisu yang dapat berbicara setelah mereka hadir dalam salah satu penampakan-penampakan Bunda Maria. Mereka yang sakit jasmani, yang cacat, melihat Bunda Maria, dan dengan iman mereka akan Tuhan kita Yesus Kristus, disembuhkan oleh Allah Bapa, lewat penampakan Bunda Maria.

(Perlu juga diketahui, dengan kuasa kudus Tuhan, orang-orang yang sakit jasmani di Gereja Zeitun yang beriman teguh, juga disembuhkan, meskipun mereka tidak melihat penampakan Bunda Maria.)

Juga, di hari-hari Tuhan Yesus tinggal di dunia, Bunda Maria memohon padaNya atas nama orang lain. Maria sendiri tidak memiliki kuasa untuk membuat mukjijat. Hanya dengan kehadirannya bersama Anaknya, Yesus Kristus, dan dalam ketulusan permohonannya, kita mendapatkan mukjijat pertama di Kana. Sekarang, lewat perantaraannya, kita dapat hidup lewat pembaharuan iman, bukan kita yang membuatnya, tetapi Dia yang secara terus menerus memberikan mukjijat dalam cinta yang tak putus-putus.

Kesaksian akan kesembuhan di Zeitun kemudian didata, diuji dan didokumentasikan oleh sebuah komisi yang terdiri dari 7 orang dokter dan profesor. Bapa Suci Kyrollos VI, Paus dari Alexandria. sendiri yang memerintahkan hal ini. Tidak dapat disangkal lagi, mukjijat kesembuhan benar-benar terjadi. Sembuh, tanpa dapat dijelaskan secara medis, memang terjadi dalam setiap penampakan Bunda Maria.

Saya yakin, Maria memiliki setiap nama dan identitas dari orang yang disembuhkan didalam hatinya, didata di dunia, diuji dalam penampakannya dan didokumentasikan di surga. Setiap dari mereka yang sembuh tahu akan dirinya dan kita dapat bersukacita bersama mereka dalam kemuliaan kuasa Tuhan. Dalam tahun-tahun setelah penampakan Maria, mukjijat kesembuhan terus berlanjut di National Shrine of Our Lady of Zeitun. Saat kesembuhan itu diberitakan oleh mereka yang beriman, mereka semua terpesona dan kagum akan kemuliaan Tuhan.

Tetapi, tidak semua yang hadir mengalami mukjijat kesembuhan baik dari sakit jasmani maupun rohani. Sudah tentu, semuanya bergantung dari kehendak Allah yang kudus.

Saat kunjungan saya ke Kairo di tahun 1974, Uskup Gregorius mengatakan pada saya bahwa banyak orang yang dia ketahui mengalami pembaharuan harapan dan kekuatan iman dalam Tuhan setelah melihat penampakan Bunda Maria di Gereja Santa Maria. Banyak yang kembali mengunjungi Gereja itu setelah lama meninggalkan Tuhan karena satu dan lain hal.

“Seorang pria yang cukup terkenal di Gereja karena kemurahan hatinya, kebaikannya dan hidup kekristenannya, tiba-tiba berubah pikiran. Ia mengejek orang-orang yang menghadiri kebaktian sambil bertanya, “apa yang dilakukan orang-orang bodoh ini, membuang-buang waktu?” Ia juga pergi ke Gereja Zeitun dan berbuat hal yang sama. Saat tiba disana, ia melihat ribuan orang sedang berkumpul. Hal ini menambah keyakinannya akan kesia-siaan percaya kepada Allah. “Bagaimana mungkin Bunda Maria menampakkan diri disini?” Tiba-tiba, datanglah Maria dalam kemegahannya di depan mata orang itu. Ia jatuh berlutut dan hingga sekarang ia masih menyesali saat-saat dimana ia jauh dari Tuhan.”

Dalam 2 minggu terakhir bulan April hingga bulan Mei, kami mengalami penampakan yang paling mulia dari Bunda Maria. Sejalan dengan penampakannya, orang-orang yang berkumpul menjadi berlipat ganda. Pada beberapa malam, diperkirakan hampir ¼ juta orang berkumpul diseputar gereja. Seorang kakak ipar saya menuliskan kesaksiannya:

“Kami harus berdiri tegak dengan tangan di samping, hampir-hampir tak dapat bernafas dan terdorong ke depan atau ke belakang karena sesaknya pengunjung. Sesaat setelah kita bergabung dalam keramaian, sangatlah tidak mungkin untuk pergi dari sana. Kita harus menunggu hingga mereka membubarkan diri saat matahari terbit.”

Fawzia, kakak ipar saya yang lain menulis bahwa pada hari saya meninggalkan Kairo setelah kunjungan saya di tahun 1968 (sehari sebelum FEAST OF THE ASSUMPTION), Bunda Maria menampakkan diri selama 10 menit di gereja itu pada pukul 6 sore “sama terangnya seperti berjuta-juta matahari”. Dia melihat Bunda Maria malam itu.

Dikarenakan massa yang semakin membengkak jumlahnya dan sebagian dari mereka menjadi bingung dan menganggap semuanya adalah cerita bohong, pemerintah lalu mencoba melindungi rakyatnya. Beberapa petugas lalu mencopot kabel-kabel listrik dan mengatakan semuanya adalah tipuan. Ada juga yang memanjat pohon untuk naik ke kubah Gereja untuk mencoba memegang bayangan. Petugas melakukan penyelidikan hingga radius 15 mill untuk memastikan bahwa memang digunakan alat-alat elektronik. Tetapi setelah melakukan penyelidikan yang seksama dan berkat pertolongan Bunda Maria yang terus menerus menampakkan diri, para petugas akhirnya percaya bahwa memang Bunda Maria sendiri yang datang mengunjungi mereka. Para petugas lalu membantu mengamankan Gereja untuk dapat menerima kedatangan Bunda Maria secara wajar.

Pemerintah lalu membongkar hanggar yang memakan area sebelah selatan Gereja, sehingga massa dapat tertampung. Dari pintu masuk hanggar inilah pertama kalinya Bunda Maria tampak. Sebenarnya, beberapa orang berpikir bahwa penglihatan yang mereka dapatkan dari atas kubah gereja itu berasal dari refleksi yang datang dari hanggar. Tetapi, setelah hanggar itu dibongkar, Bunda Maria tetap menampakkan dirinya.

Pohon-pohon disekitar gereja juga ditebang sehingga massa tidak dapat memanjat pohon yang dapat mengakibatkan mereka jatuh dan terluka. Yang paling besar pun di pangkas hingga tidak dapat dipanjat lagi. Saat Bunda Maria menampakan diri di dekat pohon palem, beberapa orang mengatakan itu adalah refleksi pohon palem, tetapi setelah pohon palem itu juga di pangkas, Bunda Maria tetap menampakan diri dengan cahayanya.

Pada 5 Mei 1968, sebulan setelah penampakan Bunda Maria yang pertama, Bapa Suci Kyrollos VI menerbitkan Surat Kepausan yang menyatakan keaslian penampakan itu. Bahwa memang benar, Bunda Perawan Maria, Ibu dari Tuhan menampakan dirinya. Kepercayaan ini juga didasarkan bahwa Bunda Tersuci datang kembali sebab dia pernah mengungsi ke Mesir bersama Anaknya, Yesus Kristus, dan Yosef.

Gereja Santa Maria di Zeitun memang terletak di dekat rute perjalanan Keluarga Kudus saat mereka dikejar-kejar Herodes dan melakukan perjalanan ke Mesir. Untuk memperingati perjalanan ini, menurut tradisi, ada 14 perhentian yang dibangun di sepanjang perjalanan. Banyak orang beriman yang telah mendapatkan keteduhan dan rahmat setelah mengunjungi perhentian-perhentian ini.

Komite Kepausan menerima banyak kesaksian dan pernyataan resmi dari orang banyak.

Pastur Constantine, seorang pastur di Gereja Santa Maria, delegasi pemerintah, para saksi mata dari kaum Muslim, para Kristen dari aliran yang berbeda dan para pejabat di dalam hirarki Gereja Coptic. Mereka semua telah menyaksikan penampakan Bunda Maria satu atau lebih kali.

Pada pertemuan saya dengan Bapa Suci Kyrollos VI di tahun 1968, Bapa suci memberitahukan tentang penampakan Perawan Maria dan memberikan berkat pribadinya. Kesaksian oleh Bapa Suci ini melampaui pengetahuannya untuk berkomentar secara pribadi. Bapa Suci menginginkan para orang beriman untuk datang ke Zeitun dan mengalaminya sendiri. Untuk “meyakinkan diri mereka sendiri” tentang kunjungan yang kudus ini. Apa yang diperlihatkan Bapa Suci kepada saya mencerminkan bahwa pada waktunya, Tuhan akan memperlihatkan buah-buah keberimanan kita.

Mengapa Tuhan mengirim Bunda Maria pada waktu itu di tempat yang khusus? Diketahui bahwa Bunda Maria tidak berbicara dan jika ada pesan-pesan lisan yang disampaikan, pastilah tidak akan disebarluaskan. Saya pikir, lewat kebijaksanaan Tuhan, kita di dunia ini sekali lagi diperingatkan akan rahmatNya yang besar saat Ia turun ke dunia 2000 tahun yang lalu. Saat Ia datang ke dunia dan menjadi serupa anak kecil yang digendong Maria. Ia ingin menunjukkan pada kita, bahwa Dia sangat amat menyayangi kita.

Pada tahun 1974, Pastor Xavier Eid, pastor dari Gereja Katolik Santa Maria Pendamai, Garden City, Kairo mengatakan pada saya:

“Penampakan di Zeitun adalah berharga untuk seluruh dunia. Mesir sangat membutuhkan perhatian dan pertolongan Tuhan dalam masa-masa sulitnya. Ini merupakan salah satu bukti bagi rakyat Mesir yang amat sangat religius. Penampakan ini juga membantu Gereja Coptic Orthodox untuk lebih dikenal di seluruh dunia, untuk memperbaiki kesalahpahaman selama ini. Gereja Coptic Orthodox selalu taat menjalani penyembahan, kesalehan doa-doa dari para pastor gurun pasir, pendalaman Alkitab dan puasa yang kesemuanya sudah ditinggalkan oleh dunia barat. Para penganut Coptic Orthodox berpuasa selama 200 hari dalam setahun. Seluruh praktek-praktek ini akan lebih dikenal di dunia. Salah satu cara yang dipilih oleh Tuhan, saya pikir, adalah penampakan Bunda Maria yang telah membawa orang-orang dari seluruh dunia ke Mesir dan ini membuat orang-orang mengerti akan tradisi Coptic Orthodox.

Di bulan Mei 1973, Bapa Suci Shenouda III diundang ke Roma oleh Bapa Suci Paus Paulus VI. Inilah kali pertama dalam kurun waktu 1600 tahun pertemuan dua Bapa Suci dari Roma dan dari Alexandria terjadi. Mereka memperingati Santo Athanasius, Bapa Suci ke-20 dari Alexandria. Dalam kunjungan ini, Bapa Suci Shenouda III mengatakan pada Bapa Suci Paus Paulus VI mengenai penampakan Bunda Maria di Zeitun di tahun 1968 dan 1969.


Awal tahun 1974, dalam surat kepada Yang Mulia Kardinal Stephanos I, saya memohon pendapatnya yang dapat saya bagikan kepada orang-orang lain mengenai penampakan Bunda Maria. Bapa Kardinal mengatakan pada saya tentang penundaan kunjungannya ke Amerika. Bapa Kardinal adalah pemimpin Coptic Orthodox di Mesir yang bergabung kembali dengan Roma. Bapa Kardinal mengunjungi kami di New Jersey, tahun 1974, memberikan berkatnya pada saya untuk apa yang telah saya kerjakan bagi usaha Bunda Maria membawa semua jiwa kepada Tuhan Yesus Kristus dan mengadakan Misa untuk kira-kira 800 anak-anak dari jemaat kami. Pada saat awal penampakan Bunda Tersuci, Bapa Kardinal dimintai tolong oleh teman karibnya yang juga seorang Paus, Bapa Suci Paus Paulus VI untuk mengadakan penyelidikan akan apa yang terjadi di Zeitun. Kata-kata pertama yang tertulis dalam pernyataan Bapa Kardinal adalah : “Tidak diragukan lagi, penampakan ini adalah nyata…” Kunjungan Bunda Maria ke Zeitun sekarang menjadi sejarah gereja. Bunda Maria menampakkan diri paling banyak disekitar Hari-Hari Raya. Pada Hari Raya ke-32, yaitu Hari Raya Bunda Cahaya atau Bunda Zeitun, untuk menghormati penampakan Maria di tempat ini, diperingati setiap tanggal 2 April. Pada perayaan pertama penampakan di tahun 1969, foto dibawah ini digunakan untuk menandai saat penuh rahmat dari kunjungan Bunda Tersuci yang dikirim oleh Allah.

Sejak penampakan Maria yang pertama, yaitu April 1968, beribu-ribu rakyat Mesir, baik yang beragama Kristen maupun Islam, mulai berimigrasi ke Amerika atau tempat lain di belahan dunia. Mayoritas yang datang ke Amerika sekarang telah bergabung bersama komunitas kami dan telah menjadi warga negara Amerika. Di kota-kota yang lebih besar, dimana lebih banyak orang tinggal, gereja-gereja Coptic Orthodox sekarang banyak dijumpai. Banyak dari jemaat di gereja-gereja ini yang pernah menyaksikan penampakan Bunda Maria di Zeitun.

Di tahun 1975, Yang Mulia Uskup Gregorius, salah seorang pemimpin gereja Coptic Orthodox mengatakan pada saya:

“Bunda Maria Perawan Tersuci atau Santa Maria menampakan diri dalam 10 cara yang berbeda. Allah mengirimnya dalam cara-cara yang alamiah yang dapat kita kenal. Saat ia menampakan diri, ia akan menyapa gerombolan orang, membungkuk pada mereka, memberkati mereka dan berbalik menghadap salib. Dalam 9 dari 10 penampakannya, ia akan terlihat dalam sikap berdoa, sepertinya ia ingin mengatakan ‘lakukan seperti apa yang saya kerjakan, dunia perlu doa-doa untuk penebusan’ dan saya percaya, penampakan-penampakannya adalah persiapan selanjutnya dari Kedatangan kembali Tuhan dan Penebus kita, Yesus Kristus.”

Beribu-ribu orang tumpah ruah di Zeitun dan melihat Bunda Maria. Mereka terhibur dan terobati. Saat para beriman menunggu dan berdoa, awan-awan serasa bergerak menyatu, seperti sebuah kilatan cahaya yang memancarkan cahaya tiba-tiba dan menerangi sekitarnya. Disanalah Bunda Maria berdiri, dalam figur yang penuh berarak perlahan-lahan dan anggun di udara, berdiri di atas kubah gereja atau pohon palem dengan satu kakinya seperti menginjak pohon palem, atau terkadang terlihat berdiri di atas tanah. Bajunya dan kerudungnya bergerak tertiup angin. Dia bergerak dari sisi yang satu ke sisi yang lain dan semuanya tampak jelas sekali.

Untuk menggambarkan penampakan Bunda Maria yang membawa rahmat Tuhan secara penuh, kami mengambil kesimpulan dari penampakannya itu, sekali lagi, untuk membawa kepada kita pembaharuan harapan dan penghiburan dalam Anaknya, Yesus Kristus. Sebuah hadiah yang diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan.

Dia memberikan hidupnya untuk kita di gunung Kalvari, bangkit dari mati, sekarang, Yesus Kristus yang telah bangkit mengirim Bunda Maria untuk mengingatkan kita akan kasihNya yang besar.

Kita dapat mengatakan, cerita dari Zeitun adalah sebuah tanda nyata dari peristiwa adikodrati. Dampak dari penampakan-penampakan itu terangkum dalam waktu yang akan terus diingat. Pesan dan arti penampakan itu akan terus berkembang dalam Roh Kudus. Pesan-pesan yang dinyatakan kepada para beriman dan siapa saja mungkin dapat di pelihara dan direnungkan hingga kedatangan kembali Tuhan kita Yesus Kristus.

Untuk informasi lanjut kunjungi :

Zeitun Apparitions, Virgin Mary on the Roof of the Temple
The Virgin on the Roof of St. Mary's Coptic Church
Our Lady of Light, Zeitoun
The Apparitions to Millions, Christians, Muslims... Photos
Virgin Mary on TV... the Message... without Words! Mary on TV
How The Virgin Made Her Apparition At El-Zeitoun Unusual Phenomena
Our Lord's Mother Visits Egypt When Millions Saw Mary
Zeitun Web Gallery Zeitoun Apparitions
Our Lord's Mother Visits Egypt... on the Bible Site... Zeitoun Gallery
Newspaper Scraps On The Apparition Of The Virgin Mary At Zeitoun, Egypt More Scraps
Scraps and Photos from Arabic Newspapers (Translated to English)
Scraps and Photos from English and French Newspapers
The Virgin Mary's Church At El-Zeitoun Inside The Church At El-Zeitoun
The New Cathedral Of The Virgin Mary At Zeitoun
The Clergy at Zeitun's Coptic Church
The Miracles Of The Virgin's Apparition At Zeitoun (Part 1) (Part 2)
The Message: Why Has The Virgin Made Her Apparition? And Why At El-Zeitoun?
An Outline Of The History Of Virgin Mary: The Holy Family's Journey To Egypt

Kamis, 22 April 2010

HUKUMAN MATI, HUKUMAN PEMISKINAN DAN HUKUMAN PENGUCILAN BAGI KORUPTOR, MANA YANG TEPAT?

Disusun dari berbagai
sumber oleh:
Rm.Kirill JSL

I. Hutang Luar Negeri dan Status Indonesia Sebagai Negara Terkorup di Asia

Hutang luar negeri Republik Indonesia terus membumbung tinggi. Data Bank Indonesia (BI) mencatat, sampai akhir Januari 2010, hutang luar negeri mencapai 174,041 miliar dollar AS. Bila dikonversi ke dalam mata uang Rupiah dengan kurs Rp 10.000 per dollar AS nominal hutang itu hampir mencapai Rp 2.000 triliun.
Nilai hutang ini naik 17,55 persen dari periode yang sama tahun lalu. Akhir Januari 2009, nilai hutang luar negeri Indonesia baru sebesar 151,457 miliar dollar AS. "Dari sisi nominal memang naik, namun jika kita melihat dari persentase debt to GDP ratio, angkanya terus menurun," ungkap Senior Economic Analyst Investor Relations Unit (IRU) Direktorat Internasional BI Elsya Chani di Jakarta, Jumat (16/4/2010).
Nilai hutang tersebut terdiri atas hutang pemerintah sebesar 93,859 miliar dollar AS, lalu hutang bank sebesar 8,984 miliar dollar AS. Lalu, hutang swasta alias korporasi non-bank sebesar 75,199 miliar dollar AS.
Sebagian besar hutang tersebut bertenor di atas satu tahun. Nilai hutang yang tenornya di bawah satu tahun hanya sebesar 25,589 miliar dollar AS. Elsya menuturkan, meski secara nominal nilai hutang luar negeri Republik Indonesia terus naik. Namun, nilai rasio hutang terhadap GDP terus terjadi penurunan. "Debt to GDP ratio tahun 2009 sebesar 27 persen. Sedangkan tahun 2008 masih 28 persen.

Sebuah karikatur: “tangkap tikus koruptor!”

Kalau kita lihat memang hutang Indonesia ini tidak sebanding dengan hutang negara-negara lain yang nilainya melebihi Indonesia. Akan tetapi apa kita gak malu mempunyai hutang sebesar itu ditambah lagi dengan status negara terkorup di Asia. Ini adalah hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin, 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan "Political & Economic Risk Consultancy" (PERC) yang berbasis di Hong Kong. Hasil survei itu menyebutkan Indonesia mencetak nilai 9,07 dari angka 10 sebagai negara paling korup yang disurvei pada 2010. Nilai tersebut naik dari tahun lalu yang poinnya 7,69. Responden survei berjumlah 2,174 dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia, Australia, dan Amerika Serikat. Berapa triliuan uang negara yang mereka tilep untuk kesejahteraan dirinya, keluarganya dan kelompoknya. Sementara akibat perbuatan mereka, banyak anak-anak dan anggota masyarakat lainnya menjadi korban sia-sia karena dibelit kebodohan dan kemiskinan.

II. Hukuman Mati Bagi Koruptor

Melihat gelagat bahwa hukuman penjara tidak menimbulkan efek jera bagi para koruptor, belakangan ini muncul desakan dari berbagai kalangan agar koruptor dihukum mati saja. Hukuman mati terhadap koruptor diusulkan karena hukuman untuk koruptor di Indonesia dianggap terlalu ringan. Selain itu ada juga yang mengusulkan supaya para penjahat kerah putih itu dikucilkan dalam pergaulan sosial, serta tindak pemiskinan bagi pelaku korupsi .Berikut pendapat beberapa petinggi negara dan tokoh peneliti yang mendukung hukuman mati bagi koruptor:

1. Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)

Di Surabaya, Jawa Timur, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengakui, korupsi di negeri ini sudah parah dan merajalela. Karena itu, Indonesia perlu belajar dari Latvia dan China yang berani melakukan perombakan besar untuk menumpas korupsi di negaranya. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendukung hukuman mati bagi koruptor kakap. Mahfud menilai hukuman ini tidak melanggar undang-undang. "Coba dalam waktu dekat ini ada koruptor yang dihukum mati," kata dia kepada wartawan di gedung MK, Selasa 6 April 2010. "Saya setuju."
Sebetulnya, kata dia, hukuman mati dimungkinkan karena sudah diatur dalam undang-undang. Seharusnya, pidana mati bagi korupsi itu bisa diterapkan dengan pertimbangan tertentu.
Hanya saja, Mahfud menilai butuh keberanian dari penegak hukum. "Keberanian hakim dan jaksanya untuk memutus dan menuntut." Saat ini, pidana mati baru siap dilaksanakan pada terpidana narkoba dan teroris. Menurut hukum yang berlaku di republik ini, memang ada pasal-pasal yang memungkinkan para koruptor dihukum mati. Namun ganjaran itu hanya berlaku bagi pelaku korupsi dalam situasi gawat darurat, misalnya bencana alam atau saat negara terlibat perang. Dan ternyata, pasal ini tidak diterapkan kepada para koruptor yang menilep dana bantuan bagi korban tsunami di Aceh.
Saat menjabat Menteri Kehakiman pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Mahfud pernah mengusulkan rancangan UU lustrasi dan UU pemutihan. Namun, usulan itu kandas karena Gus Dur lengser. Mahfud menilai korupsi di Indonesia sedemikian merajalela dan menjadi penyakit kronis, bahkan negara ini sudah rusak. ”Korupsi terjadi di mana-mana, mulai polisi, jaksa, hakim, hingga kantor sepak bola. Ironisnya, korupsi justru merajalela dan menjadi penyakit setelah kita mengamandemen UUD 1945 selama empat kali sejak tahun 1999 hingga 2002,” ujarnya.
Menurut Mahfud, sistem pemberantasan korupsi di Indonesia sudah bagus. Namun, mentalitas dan moralitas masyarakat Indonesia telah rusak. Mahfud juga menyatakan, dia baru mendapat laporan dugaan kasus korupsi dari anggota DPR. Dugaan kasus korupsi yang nilainya lebih besar dibandingkan dengan korupsi pegawai pajak Gayus Halomoan P Tambunan itu akan dibukanya.
Dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, hukuman mati ini diatur dalam 2 pasal, yakni Pasal 2 ayat (2). Pasal itu berbunyi 'Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan. Dalam penjelasannya, yang dimaksud dengan keadaan tertentu dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter, dan pengulangan tindak pidana korupsi.

2. Busyro Muqoddas, Ketua Komisi Yudisial

Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas mendukung penerapan hukuman mati bagi koruptor di Indonesia. Sebab, korupsi sudah menggurita dan menyengsarakan serta memiskinkan rakyat. "Saya mendukung dengan catatan," kata Busyro usai pelantikan Hakim Agung di Gedung MA, Jakarta, Rabu 7 april 2010.
Busyro memberikan tiga catatan untuk penerapan hukuman mati itu. Pertama, pelaku korupsi yang dijerat hukuman mati itu harus sudah memiliki rekam jejak sebagai pelaku korupsi beberapa kali. Kedua, harus dilihat dia kaya raya atau tidak, yang kaya karena hasil korupsi yang layak dihukum. Ketiga, nilai yang dikorupsi massif. "Rp 100 miliar ke atas sudah termasuk massif lah," ujarnya.

Karikatur Hukuman Mati pada April Fool


3. Patrialis Akbar, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Patrialis Akbar di Jakarta, Senin (5/4), menyetujui penerapan hukuman mati bagi terpidana korupsi dan penyuapan. Patrialis mengatakan, kesetujuannya terhadap penerapan hukuman mati bagi para koruptor di Indonesia bukanlah pendapat pribadinya melainkan sudah tercantum di dalam undang-undang antikorupsi. Hakim harus berani menerapkan hukuman itu karena sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.
UU No 31/1999, yang diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, mengatur hukuman mati dapat dijatuhkan antara lain pada pelaku korupsi saat negara sedang dilanda krisis, saat bencana alam, atau dalam keadaan tertentu. Yang kini belum ada adalah keberanian majelis hakim untuk menerapkan hukuman mati. Patrialis di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, menyatakan, ”Undang-Undang Korupsi sudah mengatur soal itu dan membolehkan. Saya setuju penerapannya itu. Masa kita harus berdebat terus mengenai itu. Sekarang tergantung bagaimana majelis hakim menafsirkan dan berani memutuskannya.”
Perlunya sanksi yang keras pada pelaku korupsi muncul kembali karena meski sudah banyak pejabat dihukum terkait kasus korupsi, sanksi tidak membuat pejabat atau orang lain jera untuk korupsi. Korupsi, khususnya suap, bahkan kini dinilai sebagai budaya (Kompas, 5/4). Menurut Patrialis, untuk mengikis korupsi dan penyuapan, pemerintah sebenarnya menerapkan aturan yang keras agar membuat kapok pelakunya. ”Jika sekarang masih terjadi, mungkin harus lebih keras lagi cara penerapan sanksinya,” ujarnya.
Patrialis mengatakan, selain hukuman berat, kesejahteraan pegawai juga harus lebih baik dan memadai lagi. ”Kalau ada orang yang seperti Gayus HP Tambunan lagi, tentu harus dihajar dengan hukuman yang lebih berat dan keras lagi,” paparnya. Dia menambahkan, "Ada baiknya suatu saat para koruptor yang luar biasa, yang betul-betul menghancurkan perekonomian negara, perlu kita seperti di Cina itu (hukuman mati-red) agar ada efek jera," kata Menteri Patrialis. Patrialis mengatakan, setidaknya empat UU di Indonesia mencatumkan ancaman hukuman mati untuk perbuatan-perbuatan pidana yang dikategorikan sebagai tindakan yang bisa menghancurkan bangsa dan negara. Salah satu diantara yang empat itu adalah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi.
Dalam wawancara dengan BBC, Patrialis menegaskan bahwa para koruptor di Indonesia adalah pengkhianat. Sebab, katanya, mereka diberi kepercayaan untuk mengelola keuangan negara, tetapi malahan mereka memakan uang negara itu. Tanpa ragu-ragu lagi, Menkumham mengatakan para koruptor melakukan kejahatan luar biasa yang menghancurkan negara.

4. Hifdzil Alim SH, Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Hukuman mati bagi koruptor tidak melanggar hak asasi manusia karena tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa, kata peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Hifdzil Alim SH. "Korupsi termasuk kejahatan luar biasa karena bagian dari pencurian, perampokan, dan penjajahan terhadap hak seluruh rakyat Indonesia. Artinya, pelaku korupsi atau koruptor melanggar hak asasi manusia (HAM)," katanya di Yogyakarta, Rabu (14/04). Dengan demikian, menurut dia, jika koruptor di negeri ini dijatuhi hukuman mati, vonis tersebut tidak melanggar HAM, karena korupsi secara perlahan-lahan membunuh jutaan penduduk Indonesia.
"Teroris yang meledakkan bom Bali I dan membunuh sekitar 200 orang saja divonis hukuman mati, kenapa koruptor yang membunuh jutaan orang tidak bisa dihukum mati. Padahal terorisme dan korupsi merupakan tindak kejahatan luar biasa," katanya. Selain terorisme dan korupsi, menurut dia, pengedar narkoba dan pembantaian ras juga termasuk tindak kejahatan luar biasa. Tindak kejahatan luar biasa harus ditangani secara luar biasa agar kejahatan tersebut bisa dihentikan.
"Negeri ini pernah menjatuhkan hukuman mati bagi pelaku terorisme dan pengedar narkoba, tetapi belum pernah memvonis mati koruptor. Padahal, hukuman mati bagi koruptor diatur dalam undang-undang (UU)," katanya. Ia mengatakan, UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diamendemen menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, memungkinkan pelaku korupsi di negeri ini untuk dijatuhi hukuman mati. Oleh karena itu, menurut dia, hukuman mati bagi pelaku korupsi tidak perlu dipertentangkan dan dikaitkan dengan isu HAM tetapi perlu lebih diperjelas mengenai kriteria korupsi yang bisa dijatuhi hukuman mati.
Ia mengatakan, kriteria korupsi yang bisa dijatuhi hukuman mati antara lain jumlah uang yang dikorupsi, status pelaku, serta berhubungan langsung dengan kepentingan publik. "Kriteria itu perlu didefinisikan secara jelas dan lengkap, kemudian dimasukkan dalam batang tubuh UU. Hal itu perlu dilakukan agar ketentuan UU bisa menjatuhkan hukuman mati bagi koruptor," katanya.

5. Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muhammadiyah

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muhammadiyah Din Syamsuddin secara tegas mendukung hukuman mati bagi para pelaku korupsi. Hal tersebut diungkapkan Din Syamsuddin di Bandar Udara Polonia dalam kunjungan kerjanya di Medan, Sumatra Utara, Jumat (23/4) siang. Menurut dia, korupsi saat ini sudah menjadi penyakit masyarakat yang menggurita dan berdampak sistemik. Korupsi adalah bentuk kejahatan terhadap rakyat dan negara. Apalagi, selama ini hukuman bagi koruptor di Tanah Air, masih sangat ringan sehingga membuat korupsi sulit diredam. Bagi Din, seorang koruptor sama saja dengan orang yang telah merampas hak asasi manusia untuk hidup dan membunuh orang banyak. Efeknya cukup luas seperti berdampak pada kebodohan dan kemiskinan. Terkait kasus makelar perkara korupsi pajak yang dibongkar Susno Duadji, Din berharap pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum mendukung demi tegaknya hukum di negeri ini. Untuk itu, siapa pun yang bersalah dalam kasus harus ditindak secara tegas tanpa pandang bulu.

III. Beberapa Data Seputar Hukuman Mati dan Cara Lain Menghapus Korupsi di Beberapa Negara

Di antara beberapa negara yang serius dan keras dalam menjalankan program pemberantasan korupsi, baru Cina yang benar-benar menjalankan hukuman mati. Di RRC ada fakta mengerikan dalam menjujung tinggi nilai - nilai keadilan , dimana sesesorang yang terbukti melakukan korupsi,langsung dieksekusi didepan regu tembak.Di Negara ini tidak ada istilah tebang pilih biarpun orang itu pejabat atau rakyat hukum tetap berlaku, bagi mereka yang melanggar apalagi sampai terbukti melakukan tindakan korupsi, sudah pasti regu tembak yang akan mengeksekusi.
Dari berbagai laporan mengenai pelaksanaan program tersebut dapat disimpulkan, penerapan hukuman mati telah berdampak menurunkan secara drastis tindak pidana korupsi di Cina. Di China dilakukan pemutihan semua koruptor yang melakukan korupsi sebelum tahun 1998. Semua pejabat yang korupsi dianggap bersih, tetapi begitu ada korupsi sehari sesudah pemutihan, pejabat itu langsung dijatuhi hukuman mati.
Inilah data-data tentang keberhasilan eksekusi mati terhadap koruptor di China:
1. Hukuman tembak mati berhasil membuat efek jera koruptor.
2. Kini China akan melaksanakan eksekusi hukuman mati melalui suntikan.
3. Hingga Oktober 2007, sebanyak 4.800 orang pejabat China dijatuhi hukuman mati.
Sekarang China menjadi negara bersih korupsi.
Sedangkan di Latvia, penaggulangan terhadap koruptor sedikit berbada:
1. Sebelum tahun 1998, Latvia Negara Terkorup.
2. Pemerintah Latvia menerapkan UU Lustrasi Nasional atau UU Pemotongan Generasi untuk memberantas korupsi. Pejabat, Tokoh Politik yang aktif sebelum tahun 1998 dilarang aktif kembali.
Sebelum tahun 1998, Latvia adalah negara yang korup. Untuk memberantas korupsi yang parah, negara itu menerapkan UU lustrasi nasional atau UU pemotongan generasi. Melalui UU itu, semua pejabat eselon II diberhentikan dan semua pejabat dan tokoh politik yang aktif sebelum tahun 1998 dilarang aktif kembali. Sekarang, negara ini menjadi negara yang benar-benar bersih dari korupsi.

IV. Hukuman Pemiskinan Bagi Koruptor

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Andalas Unand Padang Fadillah Sabri,SH,MH mengatakan, selain memberlakukan hukuman mati untuk tindak pidana korupsi, pemberlakuan penyitaan harta hasil korupsi dan pemiskinan pelaku korupsi juga efektif menekan tindak pidana korupsi. Menurutnya pemiskinan pelaku korupsi akan mencegah tindak penyuapan pada penegak hukum oleh pelaku korupsi seperti penyuapan untuk pemberian fasilitas mewah di dalam lembaga permasyrakatan. Pakar Hukum Pidana dari Universitas Andalas Unand Padang Fadillah Sabri,SH,MH mengatakan, dalam menangani kasus tindak pidana korupsi, Indonesia perlu mencontoh Negara China yang tegas menetapkan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi. Menurutnya hukuman bagi tindak pidana korupsi tersebut tidak diukur dari besar kecilnya korupsi yang dilakukan, karena besar kecilnya korupsi, tetap merupakan sesuatu tindakan yang merugikan Negara.
Hal senada dikatakan oleh Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar yang berwacana mengupayakan pemiskinan bagi narapidana yang terlibat tindak pidana korupsi. "Selain hukuman mati, napi korupsi harus dimiskinkan,"papar Patrialis, Kamis (8/4). Pilihan hukuman pemiskinan itu agar para koruptor itu sadar harta yang didapat bukan haknya.

V. Hukuman Pengucilan Bagi Koruptor

Bagaimana dengan hukuman pengucilan dalam pergaulan sosial ? Bisa dipastikan metode ini tidak akan jalan. Pasalnya, masyarakat bangsa ini sudah terlanjur dikuasai budaya materialisme, yang melahirkan sikap pragmatis di tengah-tengah masyarakat. Bukan rahasia lagi bahwa tokoh yang paling dihormati dan disegani masyarakat kita bukanlah sosok yang bersih dan jujur, melainkan orang kaya - tanpa mempersoalkan bagaimana caranya orang itu menjadi kaya. Pendek kata, mayoritas warga bangsa ini sebenarnya tidak antikorupsi, tapi malah mendukungnya secara diam-diam. Orang-orang berteriak antikorupsi bukanlah karena menganggapnya perbuatan jahat, tapi karena tidak atau belum kebagian. Yang paling menarik adalah usulan agar para koruptor dihukum dengan cara Soeharto mengucilkan orang-orang yang didakwa PKI, yaitu menerakan inisial ET (eks tapol) di KTP mereka. Para pengusul menyarankan agar pada KTP para koruptor diterakan inisial EK (eks koruptor). Apakah cara ini akan efektif kalau ternyata masuk penjara saja mereka tidak takut, dan tidak merasa malu aibnya dibeberkan secara telanjang oleh media massa ?
Apakah Anda setuju kalau para koruptor di negeri ini dihukum mati ?

Referensi:

1. BBC Indonesia: http://www.bbc.co.uk: Pendapat Anda tentang hukuman mati. 9 April 2010 - 17:27 GMT

2. Blak-blakan.com: http://www.blak-blakan.com: Hutang Luar Negeri Indonesia, Dekati Rp 2.000 Triliun.

3. Erabaru.net: http://erabaru.net/: Koruptor Tidak Langgar HAM. Rabu, 14 April 2010

4. Kompas. Amanat Hati Nurani Rakyat. http://cetak.kompas.com: Hukuman Mati bagi Koruptor . Selasa, 6 April 2010 | 04:32 WIB

5. Liputan 6.com: http://berita.liputan6.com: Din Syamsuddin Setuju Hukuman Mati Koruptor. 23/04/2010 16:16

6. Matabumi For You For Reality: http://www.matabumi.com: Korupsi Di China , Hukumannya Mati!. Wed, 02/04/2008 - 11:19

7. RRI Pro 3 Jaringan Berita Nasional: http://www.pro3rri.com/: Pemiskinan Koruptor Dinilai Efektif Untuk Kurangi Tindak Korupsi Selain Hukuman Mati. Senin, 12 April 2010 15:51

8. Republika. co.id: http://www.republika.co.id: Menkumham: Wacana Upaya Pemiskinan Koruptor. Kamis, 08 April 2010, 10:43 WIB

9. Viva News: http://forum.vivanews.com: Indonesia Negara Terkorup di Asia (Join Date: Feb 2010), Setujukah Anda Kalau Koruptor Dihukum Mati ? (Last edited by AndreA; 22 December 2009 at 15:20), Eksekusi Hukuman Mati Bagi Koruptor di Beberapa Negara (Mar 2010), Mahfud MD Dukung Hukuman Mati Bagi Koruptor (Selasa, 6 April 2010, 16:53 WIB), Busyro Setuju Hukuman Mati Untuk Koruptor (Rabu, 7 April 2010, 19:01 WIB), "Pak Menteri, Apa Gayus Bisa Dihukum Mati?" (Rabu, 7 April 2010, 19:01 WIB)

10. Video Vivanews: http://video.vivanews.com: Usulan Hukuman Mati Terhadap Koruptor, Minggu, 11 April 2010, 10:53 WIB

Senin, 12 April 2010

Ruang Kadaver : Fenomena Lorong Cahaya Jelang Kematian


Fenomena Lorong Cahaya Jelang Kematian

LONDON, KOMPAS.com — Mereka yang punya pengalaman mendekati kematian kerap kali bercerita melihat sinar yang sangat terang atau berjalan melintasi lorong cahaya sebelum akhirnya mereka tersadar dan kembali ke dunia nyata. Fenomena yang masih diselimuti kabut misteri itu mulai sedikit terkuak.
Satu dari 10 pasien penyakit jantung yang mendapat serangan jantung dilaporkan sering mengalami fenomena cahaya atau merasakan rasa damai dan ketenangan yang luar biasa.
Para ahli dalam laporannya di jurnal Critical Care mengatakan, fenomena cahaya tersebut diduga berasal dari karbondioksida. Hasil uji pada 52 pasien penyakit jantung didapati bahwa kadar gas buang gas dalam tubuh orang yang hampir meninggal rata-rata lebih tinggi dari 11.
Pengalaman bersentuhan dengan "dunia sana" itu, menurut para ahli, disebabkan karena matinya sel-sel otak akibat kekurangan oksigen (anoxia). Pendapat lain menyebutkan, hal itu terjadi karena tingginya kadar karbondioksida dalam tubuh orang yang hampir mati.
Studi sebelumnya menemukan bahwa pemberian napas bantuan dengan karbondioksida bisa menimbulkan rasa halusinasi yang mirip dengan pengalaman orang-orang yang mati suri tersebut. Studi lain menyebutkan, efek pembiusan dalam operasi juga bisa menimbulkan halusinasi.
Namun, belum diketahui mengapa dalam tubuh pasien serangan jantung terdapat kadar karbondioksida yang tinggi. "Ini adalah bagian lain dari teka-teki yang harus dipecahkan," kata Zalika Klemenc-Ketis, salah seorang peneliti.
Ahli jantung Dr Pim van Lommel, yang juga pernah mengalami mati suri, mengatakan, fenomena cahaya adalah misteri besar dalam hidup manusia. "Sampai saat ini belum ada kajian ilmiah yang bisa menjelaskannya secara memuaskan," katanya.

Sumber:
Kompas.com - Sabtu, 10 April 2010