Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Jonah dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
12. Sang Pengaku Iman (Konfesor; Confessor): orang yang telah menderita karena iman tetapi tidak martir langsung, yaitu panggilan bagi mereka, yang banyak menderita bagi Kristus, tetapi tidak menderita kematian sebagai martir.
Misal:
1. St. Chariton Sang Konfesor, Hegumen dari Palestina (wafat 28 September 350)
2. St. Maximus Sang Konfesor (juga dikenal sebagai St. Maximus Sang Teolog dan St. Maximus dari Konstantinopel) (kira-kira 580 – 13 Agustus 662)
3. St. Theophanes Sang Konfesor, (kira-kira 752 - .kira-kira 818)
4. Para Rahib-Martir dan Pengaku Iman: Yohanes, Konon, Yeremia, Kiril, Theoktistus, Barnabas, Maximus, Theognostus, Joseph, Gennadius, Gerasimus, Markus, dan Herman dari Siprus, yang menderita di bawah kaum Latin (1231)
5. St. Elias (Iorest) (1678) dan St. Sava (Brancovici) (1683), para Metropolitan dari Ardeal (Transylvania), para Pengaku Iman yang menentang Kaum Protestan Calvinis
6. St. Yohanes Orang Rusia, Sang Pengaku Iman, yang relikwinya ada di pulau Euboea (wafat 1730)
7. St. Yohanes orang Rusia, Konfesor Baru dari Prokopion dan Evia (1690-27 Mei 1730)
8. Hiero-Konfesor (Imam-Pengaku Iman) St. Athanasius (Sakharov), Uskup dari Kovrov (2 Juli 1887 – 28 Oktober 1962)
9. St. Matrona Sang Konfesor dari Diveyevo (1963),
10. Metropolitan Philaret Sang Konfesor Baru dari Kota New York (1903-1985).
13. Sang Imam Pengaku Iman (Hieroconfessor): seorang Pengaku Iman yang adalah juga seorang imam
Misal:
1. Imam-Pengaku Iman Baru St. Yohanes Kalinin, Imam dari Olenevka (wafat 1951)
2. Hiero-Konfesor St. Lukas (Voino-Yasenetsky), Uskup Agung Simferopol dan Crimea (1877- 11 Juni 1961)
3. Hiero-Konfesor (Imam-Pengaku Iman) St. Athanasius (Sakharov), Uskup dari Kovrov (2 Juli 1887 – 28 Oktober 1962)
14. Sang Pengemban Allah (Pemanggul Tuhan; God-bearing; God-bearer): seseorang yang mengemban Allah dalam dirinya sendiri dan menyala dalam hati dengan cinta kepada-Nya; juga gelar yang diberikan kepada salah satu dari Bapa Suci (Bapa Gereja)
Misal:
1. St. Ignatius dari Antiokhia (bhs. Yunani Kuno: Ἰγνάτιος, juga dikenal sebagai Theophorus dari bhs. Yunani: Θεοφόρος "God-bearer"; yang berarti "Pemanggul Tuhan; Pengemban Allah") (kira-kira 35 atau 50 – antara 98 dan 117)
2. St. Kristophorus Sang Sang Pengemban Allah (“God-bearer”) dan Pemanggul Kristus (“Christ-bearer”) (wafat kira-kira 251)
3. Yang Kudus dan Benar St. Simeon Sang Pengemban Allah atau St. Simeon Sang Penerima Allah (the God-Receiver) (wafat 360)
4. St. Theosebius Sang Sang Pengemban Allah dari Arsinoe di Syprus (diperingati 12/25 Oktober)
5. St. Georgius Sang Pengemban Allah dari Pegunungan Hitam, guru dari St. Georgius dari Gunung Athos (wafat 1068)
15. Yang Mulia atau Yang Pantas Dihormati (Venerable; mencapai keserupaan dengan Tuhan): seorang kudus yang membiara (monastik), "Yang Mulia" umumnya digunakan sebagai terjemahan bahasa Inggris untuk gelar yang diberikan kepada orang-orang kudus yang hidup membiara (hidup monastik) (bhs. Yunani: Hosios, Slavonik: Преподобной ; Prepodobne). Yang Mulia atau Yang Pantas Dihormati adalah orang-orang kudus, yang mencapai kemuliaan dari jerih payah hidup membiara (monastik). Melalui puasa, doa, karya, mereka terbentuk dalam kebajikan-kebajikan agung jiwa - kerendahan hati, kesucian, kelemahlembutan. Mungkin setiap monasteri (biara; pertapaan) dimuliakan di hadapan Tuhan dengan suci para orang kudus.
Misal:
1. Yang Pantas Dihormati St Maria dari Mesir (kira-kira 344-421)
2. Yang Pantas Dihormati St. Bede rahib di monasteri Northumbrian (kira-kira 673-26 Mei 735)
3. Yang Pantas Dihormati St Sergius dari Radonezh, Hegumenos dari Tanah Rus, Sang Pelaku Mukjizat Agung dan Mulia dari Rusia (1314 – 1392)
4. Yang Pantas Dihormati St Seraphim Sang Pelaku Mukjizat dari Sarov (1759-1833)
16. Sang Martir Yang Mulia (Venerable-martyr): Seorang kudus monastik yang martir bagi Iman Orthodox atau mereka yang tewas terbunuh dalam jenjang kehidupan monastik.
Misal:
1. Sang Martir Yang Mulia St. Vadim (wafat 376)
2. Sang Martir Yang Mulia St. Anastasius (wafat 22 Januari 628)
3. Sang Martir Yang Mulia St. Theodosia dari Konstantinopel (wafat 730)
4. Sang Martir Yang Mulia dan Kudus St. Stefanus yang Baru (wafat767)
5. St. Philothei (kadang-kadang disebut ‘Philothea’) Sang Martir Yang Mulia dari Athena (1522-1589)
6. Sang Martir Yang Mulia St. Athanasius, abbas dari Brest (wafat 4 -5 September 1648)
7. Sang Martir Yang Mulia St. Nicodemus (wafat 11 Juli 1722)
8. Sang Martir Yang Mulia St. Nicetas rahib dari Gunung Athos (wafat 1808)
9. Sang Martir Yang Mulia St. Nectarius (wafat 11 Juli 1820)
10. Sang Martir Yang Mulia St. Cheltsov Mikhail Pavlovich (1870-1931)
11. St. Veniamin (Kazansky), Sang Martir Yang Mulia, Metropolitan dari Petrograd dan Gdov (1874-1922)
17. Sang Penyembuh Kudus tanpa Bayaran (Holy Unmercenaries, Unmercenary Healer; bhs. Yunani: Άγιοι Ανάργυροι; Agioi Anargyroi ): orang kudus yang menggunakan karunia penyembuhan atau kuasa Tuhan untuk menyembuhkan penyakit dan cedera tanpa dikenakan biaya, orang kudus yang menolak untuk mengambil pembayaran untuk penyembuhan, adalah julukan yang diterapkan kepada sejumlah orang kudus Kristen yang tidak menerima pembayaran untuk perbuatan-perbuatan baik. Ini termasuk para penyembuh atau dokter Kristen yang, dalam oposisi mencolok untuk praktek medis hari ini, cenderung untuk membebaskan biaya orang sakit.
Misal:
1. St. Zenaida and Philonella (kira-kira wafat 100)
2. St Tryphon (kira-kira wafat 250)
3. St. Panteleimon Sang Penyembuh Kudus tanpa Bayaran dan Martir Agung (kira-kira 275 - 303 AD)
4. St. Kosmas and Damianos (bhs. Yunani: Κοσμάς και Δαμιανός) (kira-kira wafat 303), Tabib Kudus tanpa Bayaran (anargyroi) dan Pelaku Mukjizat
5. St. Hermolaos Imam Martir dari Nikomedia (kira-kira wafat 305)
6. St. Kiros dan Yohanes Sang Anargyroi dan Pelaku Mukjizat (kira-kira wafat 304 AD, atau 311)
7. St. Sampson Yang Bermurah Hati (Yang Ramah) (kira-kira wafat 530)
8. St Paulus Sang Tabib dari Korintus (kira-kira abad 7)
9. St. Agapitus, Sang Tabib tanpa Bayaran dari Gua-gua Kiev (wafat 1095)
10. St. Luka Voyno-Yasenetsky Uskup Agung Simferopol dan Krimea dan dokter ahli bedah (27 April /9 Mei 1877 - 11 Juni 1961)
18. Sang Penerang (lluminator; Enlightener): orang kudus yang pertama kali membawa iman kepada orang-orang atau wilayah, atau yang melakukan karya utama evangelisasi di sana
Misal:
1. St. Aetius orang kasim (sida-sida) Ethiopia (Eunuch; saris; seorang pria yang dikebiri), Sang Penerang Ethiopia yang dibaptis oleh St. Filipus Sang Rasul (kira-kira abad 1)
2. St. Nino Yang disamakan dengan para Rasul dan Sang Penerang Georgia (kira-kira 296 –338 atau 340)
3. Imam Marrtir St. Bonifasius (Wynfrith) dari Crediton, Inggris, Uskup Agung Mainz dan Sang Penerang dari Jerman (wafat 754)
4. St. Sava I atau St. Sabbas dari Serbia (1175 – 1235), Sang Penerang dan Uskup Agung pertama Serbia.
5. St. Innosensius dari Alaska, St. Innosensius dari Moskow (bhs. Rusia: Митрополит Инноке́нтий) (1797 – 1879), Sang Penerang Alaska dan Siberia
19. Yang Bodoh bagi Kristus (Fool-for-Christ; Rusia: юродивый, yurodivy): orang kudus yang dikenal karena penampilan dan perilaku anehnya, namun kegilaannya yang kudus. Mereka mengambil penampilan kegilaan dan penderitaan akibat penistaan, penghinaan dan fitnah dari orang-orang di sekitar mereka, terkena kejahatan-kejahatan manusia, membawa mereka dalam kekuasaan pada indra mereka, untuk menghibur penderitaan.
Misal:
1. St. Daud Dendrite (St. Daud sang Penghuni Pohon), Orang Bodoh yang Kudus (wafat 540)
2. St. Simeon Orang Bodoh yang Kudus (Abba Simeon, St. Simeon Salos atau Saint Simeon Salus) (wafat 570)
3. St. Andreas dari Konstantinopel yang Bodoh bagi Kristus (bhs. Yunani: Andreas ho Salos) (wafat 936)
4. St. Sabbas yang Bodoh bagi Kristus dari Vatopedi, Gunung Athos (wafat 1349)
5. St. Michael of Klops Monastery (Novgorod), fool-for-Christ (1453-1456).
6. St. Basilius Yang Terberkati yang Bodoh bagi Kristus, Sang Pelaku Mukjizat dari Moskow ( Rusia: Василий Блаженный, Vasily Blazhenny) – lahir Desember 1468 atau 1469 dan wafat 2 Augustus 1552 atau 1557
7. Yang Berbahagia St Yohanes yang Berbulu (Yohanes yang Bermurah Hati dari Rostov), Orang Bodoh yang Kudus (Yurodivy) (wafat 3 September 1580)
8. Yang Berbahagia St. Yohanes dari Moskow yang Bodoh bagi Kristus, Sang Pelaku Mukjizat dari Moskow (wafat 1589)
9. St. Procopius dari Vyatka yang Bodoh bagi Kristus [1578-12/21/1627]
10. St. Xenia dari Saint Petersburg yang Bodoh bagi Kristus (Rusia: Святая блаженная Ксения Петербургская [Xenia Grigoryevna Petrova - Ксения Григорьевна Петрова]; kira-kira 1719–1730 – kira-kira 1803
20. Sang Pemurah Hati (Merciful): seseorang yang dikenal untuk karya amal (karya karitas), terutama terhadap orang miskin
Misal:
1. St. Panteleimon si Pemurah Hati atau yang Berbelas Kasih pada semua (kira-kira 275-303)
2. St. Martinus yang Murah Hati, Uskup Tours (316-397)
3. St Theophanes Sang Pemurah Hati dari Gaza (abad ke 4)
4. St. Paulinus Sang Pemurah Hati, uskup dari Nola (wafat 431)
5. St. Yohanes Sang Pemurah Hati, (juga dikenal sebagai Yohanes Pemberi Sedekah, Yohanes Almoner, Yohanes V Patriarkh Alexandria) (616-620)
6. St. Philaret Sang Pemurah Hati dari Amnia di Asia Kecil (wafat 792)
7. St. Yuliana dari Lazarevo Sang Pemurah Hati (sekitar 1530 –1604)
21. Para Pembawa Rempah-rempah (Myrrh-bearers; bhs. Yunani: Μυροφόραι, Myrophorae; Slavonic: Жены́-мѷроно́сицы; Zhenie mironosiţe): salah satu wanita yang hadir pada saat penderitaan Kristus dan pergi ke kubur untuk meminyaki tubuh Yesus atau saksi pertama Kebangkitan Yesus.
Misal:
1. Maria Magdalena (†pertengahan sampai akhir abad 1)
2. Maria , istri Kleopas
3. Martha dari Bethany, saudara Lazarus
4. Yohana, istri Chuza pelayan Herodes Antipas
5. Salome, ibu Yakobus dan Yohanes, putra Zebedeus
6. Susanna
7. Yusuf dari Arimathea
8. Nikodemus
9. Injil juga menyebutkan "Maria, ibu Yakobus dan Yoses" (Matius 27:56, Markus 15:40).
10. Ada juga secara umum diterima menjadi Pembawa Rempah-rempah lainnya, yang namanya tidak diketahui.
22. Sang Alir Narwastu (Minyak Mur, Dupa; Myrrh-streaming, Myrrh-streamer, Myrrh-gusher, atau Myroblete): relikwi orang kudus yang mengeluarkan minyak kudus dan harum (dan seringkali bermukjizat)
Misal:
1. St. Demetrius dari Thessaloniki Sang Alir Narwastu (270 – wafat 306).
2. St. Simon Sang Alir Narwastu, pendiri Monasteri Simonopetra, Gunung Athos (wafat 1287)
3. St. Theophilus Sang Alir Narwastu dari Monasteri Pantokrator, Gunung Athos (wafat 1548)
4. St. Yuliana dari Lazarevo (wanita awam yang menikah), relikwinya memancarkan harum mur saat digali pada tahun 1614, 10 tahun setelah meninggalnya dan terjadi penyembuhan dari mur ini (1530-1/10/1604)
5. St. Leontios dari Gunung Athos, Yang Dimuliakan, Yang Berbau Dupa dan penyembuhan dari mur yang mengalir dari relikwinya (1520-3/16/1605)
6. St. Dionysius dari Zakynthos, Uskup yang tubuhnya tidak membusuk dan memancarkan bau kesucian (bunga & dupa) (1547-12/17/1622)
7. St. Ayub Sang Pelaku Mukjizat dari Pochaev (Ivan Zhelezo: rahib Orthodox Ukraina yang menentang penggunaan roti tidak beragi dari Uniatisme dan Roma Katolik, namun demikian tetap dihormati di antara Katolik di Ukraina), relikwinya awet dan mengeluarkan bau kekudusan (1551-10/28/1651)
8. St. Nilus yang memancarkan minyak mur (the Myrrh-gusher) dari Gunung Athos (wafat 1651)
23. Sang Pengemban Sengsara Kudus Kristus (The holy Passion-bearers; Rusia: strastoterpets, страстотéрпец): seorang yang menghadapi kematiannya dengan cara seperti Kristus. Tidak seperti martir, para Pengemban Sengsara Kudus (Passion-bearers) tidak secara eksplisit dibunuh karena iman mereka, meskipun mereka berpegang pada iman itu dengan kesalehan dan cinta sejati dari Allah. Para Pengemban Sengsara Kudus di Rusia dihormati secara terpisah, mereka adalah orang-orang kudus yang tewas di tangan para pembunuh dan bandit. Jadi semua martir adalah Sang Pengemban Sengsara, tetapi tidak semua Sang Pengemban Sengsara adalah martir. Misal:
1. St. Doulas Sang Pengemban Sengsara dari Mesir (kira-kira abad 4)
2. St. Edward Sang Martyr, Raja Inggris (sekitar 962 – 18 Maret 978/979)
3. St. Boris dan St. Gleb Sang Pengemban Sengsara Kudus (wafat 1015)
4. St. Harold dari Inggris (kira-kira 1022 – 14 Oktober 1066)
5. St. Nicholas II dari Rusia atauTsar Nicholas Alexandrovich Romanov (6 [17] Mei 1868-16 Juli 1918)
24. Yang Beriman Benar atau Yang Baik dan Benar (Right-believing; The good and true) sebuah julukan yang digunakan untuk para penguasa sekuler suci, yaitu para tsar/kaisar dan pangeran yang baik dan benar yang menggunakan kebesaran-keagungan dan kekayaan Allah yang diberikan pada mereka untuk karya amal (karya karitas), pencerahan, perlindungan relikwi-relikwi suci umum.
Misal:
1. Yang Beriman Benar Pangeran Agung St. Igor dari Chernigovski dan Kiev (wafat 1147)
2. Yang Beriman Benar St. Tamara, Ratu dari Georgia (sekitar 1165 – 1213)
3. Yang Beriman Benar Pangeran Basil (Vasilko)dari Rostov (7 Desember 1208 – 4 Maret 1238)
4. Yang Beriman Benar Pangeran St. Basil (wafat 1249) dan Konstantin (wafat 1257) dari Yaroslavl
5. Yang Beriman Benar St. Alexander Nevsky Sang pangeran agung dari Novgorod (1221-1263)
6. Yang Beriman Benar Pangeran St. Peter dari Rostov atau Tsarevitch Peter Ordynsky (†1290)
7. Yang Kudus dan Beriman Benar Puteri St. Anna dari Kashin (sekitar 1285-2 Oktober 1368)
8. Yang Beriman Benar Pangeran Agung St. Dmitry Donskoy (1350- 1389)
9. Yang Beriman Benar dan secara ilahi dimahkotai kemartiran St. Iotam Zedgenidze (†1465)
10. Yang Beriman Benar Raja St. Stefanus Agung, dari Moldavia, Romania (1433 – 2 Juli 1504)
11. Yang Kudus dan Beriman Benar Tsar St. Nicholas Alexandrovich Romanov (6 [17] Mei 1868 – 16 Juli 1918)
25. Sang Orang Benar, Yang Benar, Yang Adil (Righteous; Tzadik / Zadik / Shadiq; al-Syidiq; ha-Tsadiq): orang suci di bawah Perjanjian Lama (Perjanjian Lama Israel) tetapi juga kadang-kadang digunakan untuk orang-orang kudus menikah dari Perjanjian Baru (Gereja). Ini adalah atribut yang menyiratkan bahwa tindakan seseorang dibenarkan, dan dapat memiliki konotasi bahwa orang tersebut telah "dinilai" atau "diperhitungkan" sebagai pemimpin sebuah kehidupan yang berkenan kepada Allah. Sang Orang Saleh juga dapat digunakan sebagai terjemahan untuk bahasa Yunani hosios, yang biasanya diterjemahkan sebagai "Yang Mulia; Yang Pantas Dihormati".
Misal:
1. Yang Benar Bapa leluhur Nabi Ibrahim (2000 S.M.)
2. Yang Benar St. Joachim dan St. Anna, Datuk Moyang Sang Kristus (sekitar abad 1-2)
3. St. Yakobus Yang Adil, Yakobus dari Yerusalem, Yakobus Adelphotheos, atau Yakobus, Saudara Tuhan Yesus (wafat 62 M)
4. Yang Benar St. Xenia Sang Orang Benar dari Roma (wafat kira-kira 450)
5. St. Marcellus Sang Orang Benar (wafat kira-kira 485)
6. Yang Benar dan Pengemban Allah St. Yohanes dari Damaskus (kira-kira 676 – 5 Desember 749) juga dikenal sebagai Yuḥannā Al Demashqi , Yohanes Damaskenus, Chrysorrhoas, "mengalir dengan emas" (yaitu, pembicara emas).
7. Yang Benar St. Ilia (†1907)
8. Yang Benar St. Yohanes dari Kronstadt (1829-1908)
9. Yang Benar St. Alexis dari Moskow (Metchev) (17 Maret 1859 - 9 / 22Juni 1923)
26. Sang Pelaku Mukjizat (Wonderworker; miracle-worker; Θαυματουργός ; Thaumatourgos): seorang kudus yang dikenal karena melakukan mukjizat-mukjizat. Thaumaturgi (dari kata Yunani θαῦμα (thaûma), yang berarti "keajaiban" atau "mukjizat” dan ἔργον (ergon), yang berarti "kerja") adalah kemampuan seorang kudus untuk melakukan mukjizat atau keajaiban Allah, sumber dari segala mukjizat dan keajaiban, yang telah bekerja melalui mereka. Kadang-kadang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai wonderworking. Praktisi dari thaumaturgi adalah Thaumatourgos atau pelaku mukjizat.
Mukjizat tersebut meliputi:
• Penyembuhan penyakit fisik dan spiritual
• Kebangkitan dari antara orang mati
•Kekuatan fisik dari keajaiban besar
• Penyembuhan dari kerasukan setan
• Relikwi dan ikon yang memancarkan narwastu
Thaumaturgos Kristen kuno terkenal misalnya:
1. St. Gregorius dari Neo-Kaisarea, juga dikenal sebagai St. Gregorius Sang Thaumaturgus, Uskup dan Pengaku Iman (kira-kira 213 – kira-kira 270)
2. St.Menas dari Mesir, Sang Martir dan Pelaku Mukjizat (285 – kira-kira 309)
3. St.Nicholas Sang Pelaku Mukjizat dan Uskup dari Myra (kira-kira 270–6 December 343)
4. St. Moses, Sang Pelaku Mukjizat dari Gua-Gua Kiev (abad 13-14)
5. St. Euthymius Sang Pelaku Mukjizat dan Arkhimandrit dari Suzdal (1404)
6. St. Yohanes dan St. Longinus, para Pelaku Mukjizat dari Yarenga (Solovki) (wafat 1544-45)
7. St.Seraphim Sang Pelaku Mukjizat dari Sarov (30 Juli [kalender lama 19 Juli] 1759 – 14 Januari [2 Januari] 1833)
8. St.Ambrosius dari Optina (5 Desember 1812 – 23 Oktober 1891)
27. Sang Manusia Allah, Sang Abdi Allah atau Sang Utusan Allah (the Man of God) dalam Alkitab Ibrani adalah gelar penghormatan diterapkan untuk nabi dan para pemimpin agama tercinta. Istilah ini muncul 77 kali dalam 71 ayat dari Alkitab Ibrani. Sang Manusia Allah atau Sang Abdi Allah adalah seorang pria yang hidup untuk menyenangkan Allah dan melakukan kehendak-Nya
Misal:
1. Nabi Semaya (Shemaiah, Samaia, Semeias) Sang Abdi Allah (abad 10 S.M.)
2. St. Nikolas Sang Manusia Allah dari Myra di Lycia (270-345)
3. St. Alexios dari Roma (380-440)
4. St. Patricius Sang Manusia Allah (kira-kira 387-493)
5. St. Benediktus Sang Manusia Allah dari Nursia (sekitar 480-543)
6. St. Cadoc (ataur Cadog) (Latin: Cadocus), Sang Manusia Allah dan Abbas dari Llancarfan, Wales (sekitar 497-580)
7. St. Ekvtime (Euthymius) Taqaishvili Sang Manusia Allah dari Tbilisi (1863 - 1953)
8. Sang Manusia Allah dan Pelaku Mukjizat St. Yohanes Maximovitch dari Shanghai dan San Francisco (1896-1966)
Referensi
1. ____________, Sinaksarion (Kisah Orang Kudus). Dikumpulkan oleh Rm. Kirill dari bulletin Gereja Orthodox Indonesia dan sumber-sumber lain. Malang. 2000.
2. ____________, Saint Herman Calender 2006. Saints of the German – Speaking Lands. Printed with the blessing of His Grace Longin, Serbian Orthodox Bishop of the U.S.A. and Canada, New Gracanica Metropolitanate, and Bishop Adminstrator of Serbian Orthodox Diocese of Western America. Thirty-fourth year of publication. Copyright 2006 by the St. Herman of Alaska Brotherhood. 2006.
3. From Wikipedia, the free encyclopedia: Apostle (Christian), List of Eastern Orthodox saint titles
4. From OrthodoxWiki: Saint titles
5. orthodoxphotos.com : How Saints are Called
6. Rev. Nicon D. Patrinacos M.A., D. Phil. (Oxon). A Dictionary of Greek Orthodoxy. With a Foreword by Archbishop Iakovos, Primate of the Greek Orthodox Church in the Americas. Hellenic Heritage Publications. Pleasantville. N.Y. 10570. Second Printing. February 1987.
Kamis, 11 Agustus 2011
Gelar-Gelar Orang Kudus di Gereja Orthodox Timur (1)
Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Jonah dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Orang-orang melayani Allah dengan cara yang berbeda. Bapa Surgawi mencurahkan talenta-talenta dalam ukuran yang diperlukan dan menerima karya-karya masing-masing orang dalam kemuliaanNya. Gereja memuliakan para pekerja Allah dalam peringkat yang berbeda.
Tokoh-tokoh suci Gereja Orthodox Timur memiliki berbagai gelar-gelar orang kudus lazim dimana mereka diperingati pada kalender liturgis dan dalam Liturgi Suci.
Daftar berikut menjelaskan referensi itu:
1.Para Malaikat Kudus (Angels) - adalah roh-roh inkorporeal (Bodiless Powers; segenap kuasa sorgawi yang tak berjasad jasmani), para hamba Allah, para utusan dari kehendak-Nya.
Misal:
Malaikat Agung St. Mikhael dan lain: Malaikat Agung St. Gabriel, St. Raphael, St. Uriel, St. Salaphiel, St. Jedudiel, St. Barachiel, dan St. Jeremiel
2. Sang Nabi/Nabiah (Prophet; Prophetess atau seer; bhs. Yunani: προφήτης profitis yang berarti “meramalkan”): adalah orang kudus (nabi=laki-laki; nabiah=wanita) Perjanjian Lama yang yang menubuatkan masa depan atau menerima karunia kemampuan untuk tahu akan hal-hal masa depan dari Allah, yang berkaitan dengan dunia jalan penyelenggaraanNya. Seorang kudus Perjanjian Lama yang berbicara dengan ilham ilahi atau sebagai penafsir melalui siapa kehendak allah dinyatakan.
Di antara para nabi yang paling dihormati adalah:
1. Nabi Musa atau digelari Moshe Rabbenu (Ibrani: רַבֵּנוּ מֹשֶׁה, Musa Sang Guru/Rabbi kami) (bhs. Ibrani: מֹשֶׁה, Moshe, Mōšéh; bhs. Arab: موسىٰ Mūsa) (1391-1271 SM)
2. Nabi dan Raja Daud (bhs. Ibrani: דָּוִד, דָּוִיד, David, Dāwîḏ;; bhs. Arab: داود, Dāwūd) (kira-kira 1040–970 S.M.)
3. Nabi Sulaimān Raja Israel (bhs. Ibrani: שְׁלֹמֹה, Shlomoh, Šəlōmōh; bhs. Arab: سليمان Sulaymān) (kira-kira 971 - 931 S.M.)
4. Nabi yang Mulia Elia (bhs.Ibrani: אליהו, Eliyahu; bhs.Arab: إلياس, Ilyās) (abad 9 S.M.)
5. Nabi Yunus bin Amittai (bhs.Ibrani: יוֹנָה, Yônā ; bhs.Arab: يونس, Yūnus) (sekitar abad 8 S.M.)
6. Nabi Daniel (bhs.Ibrani: דָּנִיֵּאל, Daniyyel ; bhs.Arab: دانيال, Danyal) (abad 7 - 8 S.M.)
7. Nabiah Sarah, Hana/Chana, Deborah/Dvorah, Miriam, Esther, Abigail/Avigail dan Hulda
8. Nabi Kudus yang Mulia, Sang Bentara Kristus dan Perintis Jalan, St. Yohanes Sang Pembaptis (bhs.Ibrani: המטביל יוחנן, Yoḥanan ha-mmatbil, bhs.Arab: يحيى Yahyá atau يوحنا المعمدان Yūhannā al-ma’madān) (kira-kira 6–2 S.M. – kira-kira 36 M.)
3. Para Rasul (Apostles): adalah murid Kristus, menyertai-Nya dalam pelayanan umumNya di masyarakat, dan kemudian menyebarkan iman ke seluruh dunia.
Misal:
1.) St. Petrus Sang Rasul (bhs. Yunani: Πέτρος, Pétros) atau St. Simon Kephas (bhs Yunani: Σιμων Κηφᾶς, Simōn Kēphas; Aramaik: Šimʻōn Kêfâ; Syria: Sëmʻān Kêfâ), yang Terutama/Dituakan dari Para Rasul (1 S.M.-67 M.). Nama aslinya adalah Simon bar Yunus; [Mrk. 3:16] adalah seorang nelayan dari Betsaida "di Galilea" [Yoh 1:44], lih. Yoh 12:21. Juga dikenal sebagai Simon bar Jochanan (Aram), Kefas (Aram.), dan Simon Petrus. Setelah bekerja untuk mendirikan gereja Antiokhia selama tujuh tahun memimpin sebagai uskup kota dan berkotbah kepada komunitas-orang percaya (Yahudi, Kristen Ibrani dan orang kafir), di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, Petrus pergi ke Roma, karena itu St. Petrus adalah Patriarkh pertama dari Takhta Suci Rasuliah Patriarkhat Antiokhia, Gereja Orthodox Syria (tahun 45-53).
2.) St. Andreas Sang Rasul (bhs. Yunani: Ἀνδρέας, Andreas; awal abad ke-1-pertengahan hingga akhir abad 1), dalam tradisi Orthodox disebut sebagai Prōtoklētos, atau Yang Pertama-Dipanggil, adalah Rasul Kristen dan saudara Santo Petrus, seorang nelayan Betsaida, dan mantan murid St. Yohanes Pembaptis. Nama "Andreas" (bhs. Yunani: jantan, berani, dari ἀνδρεία, Andreia, "kedewasaan, keberanian"), seperti nama Yunani lainnya, tampaknya telah umum di kalangan orang-orang Yahudi dari abad ke-3 SM atau 2. Tidak ada nama Ibrani atau bahasa Aram dicatat baginya. Dia dianggap sebagai pendiri dan uskup pertama Gereja Byzantium dan akibatnya santo pelindung dari Patriarkhat Ekumenis Konstantinopel.
3.) St. Yakobus Sang Rasul (wafat 44; bhs. Ibrani: יעקב, Ya’aqov) adalah salah satu dari keduabelas rasul Yesus. Ia adalah putra dari Zebedeus dan Salome, juga merupakan saudara dari St. Yohanes, ia dan saudaranya disebut Bo-aner'ges yang berarti anak-anak guruh. Ia disebut Yakobus besar untuk membedakannya dengan rasul lainnya yakni Yakobus anak Alfeus.
4.) St. Yohanes Sang Rasul (kira-kira 6 – kira-kira 100) atau Yohanes Sang Murid Terkasih (bhs. Yunani Kuno: Ἰωάννης; Ionnes), saudara St. Yakobus. Yesus menamakan keduanya Bo-aner'ges, yang berarti "anak-anak guruh'.'"[ Mrk 3:17]
5.) St. Filipus (bhs. Yunani: Φίλιππος, Philippos; wafat kira-kira 80): Dari Betsaida di Galilea [Yoh. 1:44] [12:21]. Tradisi Kristen kemudian menjelaskan Filipus sebagai rasul yang berkhotbah di Yunani, Suriah, dan Frigia.
6.) St. Bartolomeus Sang Rasul (wafat abad 1; bhs. Yunani: Βαρθολομαίος; transliterasi: "Bartholomaios") berasal dari bahasa Aram bar-Tôlmay (תולמי - בר), berarti putra Tolmay (Ptolemy) atau anak dari furrows (mungkin pembajak), putra Talemai, biasanya diidentifikasi dengan Natanael, yang disebutkan dalam Yoh. 1:45-51. Bersama dengan sesama Rasul, St. Yudas Tadeus, Bartolomeus dianggap telah membawa Kekristenan ke Armenia di Kaukasia pada abad ke-1, bahkan ke India. Jadi kedua orang kudus ini dianggap orang-orang kudus pelindung dari Gereja Apostolik Armenia dan Gereja Orthodox Assyria Timur (Gereja Nestorian).
7.) St. Matius Sang Rasul dan Penginjil (wafat abad 1; מתי/מתתיהו, "Anugerah dari Yahweh", Ibrani Standar dan Ibrani Tiberian: Mattay or Mattithyahu; bhs. Yunani Septuaginta: Ματθαῖος, Matthaios), adalah si pemungut cukai. Kesamaan antara Mat. 9:9-10, Mrk 2:14-15 dan Luk. 5:27-29 mungkin menunjukkan bahwa Matius juga dikenal sebagai Lewi.
8.) St. Thomas Sang Rasul (wafat 72): Yudas Thomas Didimus - = bhs. Aram: Toma' = kembar, dan bhs. Yunani: Didymos = kembar. Thomas si peragu. St. Thomas melakukan karya misi sampai ke Syria, Persia dan India. Gereja Orthodox Syria Malankara percaya bahwa Rasul Thomas mendirikan Gereja di India dan Katolikos Orthodox Malankara pertama. Begitu juga Gereja Assyria Timur atau Gereja Nestorian yang disebut juga Gereja Assyria Timur yang Kudus, Katolik dan Apostolik menganggap Mar Thoma Shilkha (St. Thomas Sang Rasul), Tulmay (St. Bartolomeus Sang Rasul) dan Mar Addai (St. Thaddeus dari Edessa) sebagai Katolikos-Patriarkhnya yang pertama.
9.) St. Yakobus Sang Rasul, anak Alfeus (wafat 62; bhs. Yunani: Ἰάκωβος, Iakōbos). Umumnya diidentifikasi dengan "Yakobus Kecil", dan juga dikenal dengan "Yakobus yang Adil".
10.) St. Yudas Tadeus Sang Rasul (wafat abad 1): Dalam beberapa manuskrip Matius, nama "Lebbaeus" terjadi di tempat ini. Tadeus secara tradisional diidentifikasi dengan Yudas; lihat di bawah.
11.) St. Simon orang Zelot Sang Rasul bhs. Ibrani Standar: Šim’on, Ibrani Tiberian: Šim’ôn), Simon Zelotes, Simon Kananaios atau Simon Cananeus (wafat 107): Beberapa telah mengidentifikasi dirinya dengan Simeon dari Yerusalem.
12.) St. Matthias Sang Rasul (wafat kira-kira 80; transliterasi Ibrani: Mattityahu)), yang menggantikan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus
13.) St. Paulus dari Tarsus (bhs. Yunani Kuno: Παῦλος (Paulos); Ibrani: שאול התרסי; Ša’ul HaTarsi) , Rasul untuk kaum Goyim (bangsa-bangsa kafir) (kira-kira 5 –67M.)
14.) St. Barnabas Sang Rasul (bhs. Yunani Kuno: Βαρναβᾶς), Rasul untuk Antiokhia dan Siprus (wafat 61)
15.) St. Silas atau St. Silvanus (wafat kira-kira 50) (bhs. Yunani:. Σίλας / Σιλουανός) adalah anggota terkemuka dari komunitas Kristen awal, yang kemudian menemani Paulus dalam beberapa perjalanan misinya.
16.) St. Andronicus dari Pannonia dan Junia (abad 1)
17.) St. Timótius (kira-kira 17-80; bhs. Yunani: Τιμόθεος; Timótheos), Uskup Efesus
18.) St. Apollos (bhs. Yunani: Απολλως; berasal dari: Apollonius), Uskup Korintus (abad 1)
19.) Tujuh Puluh Murid atau Tujuh puluh dua murid atau 70 Rasul-rasul: St. Yakobus, saudara Tuhan, St. Kleopas, Uskup Yerusalem, St. Prochorus, Uskup Nicomedia, St. Timon, Uskup Bostra, St. Parmenas, Uskup Soli, St. Nicolaus, Uskup Samaria, St. Barnabas, Uskup Milan, St. Stachys, Uskup Byzantium dan Patriarkh kedua Patriarkhat Konstantinopel, St. Fiilemon, Uskup Gaza, St. Thaddeus dari Edessa, St. Markus Sang Penginjil dan Patriarkh pertama Gereja Orthodox Patriarkhat Alexandria, dll.
4. Yang disamakan dengan para Rasul (Equal-to-the-Apostles; bhs. Yunani: ἰσαπόστολος, isapostolos; Rusia: равноапостольный, ravnoapostolni): adalah orang kudus yang, seperti Para Rasul, bekerja keras untuk mengubah negara dan bangsa untuk Kristus, yaitu orang yang sangat berkarya membangun Gereja, baik melalui karya misionaris secara langsung atau melalui membantu tempat Gereja dalam masyarakat
Misal:
1. Sang Pembawa Rempah-rempah Kudus dan Yang disamakan dengan para Rasul St. Maria Magdalena (abad 1)
2. Yang disamakan dengan para Rasul St. Photini, Wanita Samaria di Sumur (abad 1)
3. Yang disamakan dengan para Rasul St. Thekla, Perawan dan Martir (abad 1)
4. Yang disamakan dengan para Rasul St. Aberkius Uskup dan Pelaku Mukjizat dari Hieropolis (abad ke 2)
5. Yang disamakan dengan para Rasul St. Konstantin I, Agung (sekitar 272 – 337) dan ibunya St. Helena dari Konstantinopel (sekitar 250 –330)
6. St. Patrick, Rasul dari Irlandia (abad ke 5)
7. St. Kirill (827 – 869) dan St. Methodius (826 – 885), para Uskup, Konfesor, Yang disamakan dengan para Rasul dan Rasul untuk bangsa Slavia.
8. St. Boris I dari Bulgaria, kadang dikenal sebagai St. Boris-Mihail (Michael) (Борис-Михаил), juga St. Bogoris (meninggal 907), Pangeran dan Pembaptis Bulgaria dan Yang disamakan dengan para Rasul.
9. Yang Terberkati dan Yang disamakan dengan para Rasul St. Olga dari Kiev, juga digelari St. Olga Prekrasa (Ольга Прекраса) atau St. Olga yang Cantik (kira-kira 890 – 969)
10. St. Vladimir Svyatoslavich Agung (bhs. Slavonik Timur Kuno: Володимѣръ Свѧтославичь) atau St. Vladimir I dari Kiev, Pangeran Agung dari Kiev dan Pembaptis dari Rus (kira-kira 958 – 1015)
11. St. Kosmas dari Aetolia, St. Kosmas Orang Aetolian atau Patrokosmas ("Bapa Cosmas") (bhs. Yunani: Κοσμάς Αιτωλός, Kosmas Aitolos) (1714 – 1779), Sang Pencerah Yunani, Imam Syuhada Baru dan Yang disamakan dengan para Rasul
12. St. Nikholai Kasatkin, Yang disamakan dengan para Rasul dan Uskup Agung dari Jepang (1836 – 1912)
5. Para Hierarki Kudus (Hierarchal Saints): adalah para patriarkh, metropolitan, uskup agung dan uskup, yang mencapai kesucian dengan memperhatikan dengan tak kenal lelah dari kawanan domba (umat) mereka, menjaga iman Orthodox dari bidat dan perpecahan. Di antara sejumlah besar dari mereka terutama yang dihormati rakyat Rusia adalah berikut:
1. St. Nicholas Sang Pelaku Mukjizat, Uskup Agung dari Myra di Lycia (270-345)
2. St. Basilius yang Agung atau St. Basilius dari Caesarea, Uskup dari Caesarea Mazaca di Cappadocia, Asia Minor (Turki) (329-379)
3. St. Gregorius dari Nazianzus atau St. Gregorius Sang Teolog, Uskup Agung Konstntinopel (330 - 389 atau 390)
4. St. Yohanes Krisostomus, Patriarkh dan Uskup Agung Konstntinopel (349 - 407)
5. Para Hierarkis Moskow: St. Petrus (wafat 1326), St. Aleksei (wafat 1378), St. Iona (wafat 1461), St. Filipus (wafat 1569), St. Hermogenes (Germogen) (wafat 1612), St. Philaret (wafat 1867), St. Innocentius (Veniaminov) (wafat 1879) dan St. Tikhon (wafat 1925), para Metropolitan dari Moskow
6. Sang Protomartir (Protomartyr; bhs. Yunani Koine: πρότος prótos "pertama" + μάρτυρας mártyras "martir"): martir Kristen pertama di dalam wilayah tertentu atau di sebuah negara. Sebagai alternatif, frase Protomartir (tanpa kualifikasi lain dari negara atau wilayah) dapat berarti martir pertama dari gereja Kristen.
Misal:
1. Yang Kudus, Mulia dan Terpuji St. Stefanus Sang Protomartir, Rasul dan Diakon Agung (wafat 34 AD)
2. St. Tekla, Sang Perawan dan martir perempuan pertama (wafat abad 1 AD)
3. St. Alban Sang Protomartir dari Inggris (kira-kira 305)
4. St. Gayane dan St. Hreespseemeh, Protomartir Armenia (sekitar 209)
5. St. Vincensius dari Saragossa Protomartir Spanyol (wafat kira-kira 304)
6. St. Rajden atau St. Razdhen dari Tsromi Martir Pertama Persia (wafat 457)
7. St. Adalbert, Czech: Vojtěch; Polandia: Wojciech, (kira-kira 956 – 23 April 997), Uskup Prague, missionaris dan Protomartir Polandia
8. St. Juvenaly dari Alaska, atau Juvenal, Protomartir dan Hieromartir dari Amerika (1761-1795)
7. Sang Martir atau Sang Syuhada (Martyr): adalah yang di antara orang-orang kudus merupakan mayoritas, mereka memasuki kemartiran melalui penderitaan dan kematian dalam nama Kristus, karena iman yang benar, karena menolak untuk melayani berhala. Seorang martir adalah seseorang yang menderita penganiayaan dan kematian karena menolak untuk meninggalkan keyakinan atau penyebab, biasanya agama. Seorang Martir Kristen adalah orang yang memberi hidupnya untuk Kristus, mati secara fisik sebagai saksi iman. Martir sendiri berasal dari bahasa Yunani: μάρτυς, mártys μαρτυρος , yang berarti "saksi", berasal μάρτυρ-, martir-). Pada jenjang liturgis tradisional, martir adalah yang pertama diantara orang-orang kudus.
Misal:
1. Martir St. Djan Darada, orang kasim (sida-sida) Ethiopia (Eunuch; saris; seorang pria yang dikebiri) dari Ratu Sri Kandake (sekitar abad 1 M)
2. Martir Anak St. Vasilissa (300-309)
3. Martir St. Bargabdesian, Diakon di Arbela di Assyria (wafat 354)
4. Martr St. Manuel, St. Sabel dan St. Ismael dari Persia (wafat 362)
5. Martir Ratu Kudus St. Sushanik dari Georgia (wafat antara 476-483),
6. Martir Anak St. Philothea (Philofthea atau Philothei) dari Pelindung Romania (1206-1208)
7. Martir St. Shalva dari Akhaltsikhe, Georgia (wafat 1227)
8. Para rahib dari Monasteri (biara) Iveron yang dimartir oleh orang-orang Latin pada abad 13
9. Abbas St. Makarius dan 34 rahib dan novis Monasteri Valaam yang dimartir oleh kaum Protestan Lutheran: : hieromonakh/imam rahib Titus, rahib skhema Tikhon, rahib Gelasius, Sergius, Varlaam, Sabbas, Konon, Silvester, Kyprianus, Pimen, Yohanes, Simonas, Iona, Daud, Kornelius, Niphon, Athanasius, dan Serapion, dan para novis Varlaam, Athanasius, Anthonius, Lukas, Leontius, Thomas, Dionysius, Filipus, Ignatius, Basil, Pakhomius, Basil, Theofilus, Yohanes, Theodorus, dan Yohanes (wafat 1578)
10. Martir Anak St. Gabriel dari Zabludov (wafat1690)
11. Para Martir Anak dari Kekaisaran Suci Rusia: St. Alexis, St. Olga, St. Tatiana, St. Maria dan St. Anastasia (wafat 1918)
12. St. Sergius (Florinskiy), Seorang imam di Rakvere di Estonia (wafat 1918)
13. Martr Baru Tentara St. Evgeny dari Chechnya (23 Mei 1977 - 23 Mei 1996).
8. Sang Martir Agung atau Sang Syuhada Agung (Great-martyr; bhs. Yunani: μεγαλομάρτυρ, megalomartir, dari megas, "agung" + "martir"): orang yang mati syahid (mati sebagai martir; mengalami kemartiran) karena iman dan menderita penyiksaan, terutama melalui hukuman keji.
Misal:
1. St. Pantaleon atau St. Panteleimon, Sang Tabib tanpa Bayaran dan Martir Agung (kira-kira 275 - 303 AD)
2. St. Georgius Sang Martir Agung dari Lydda (kira-kira 275/281-303)
3. St. Katherina Sang Martir Agung dari Alexandria (kira-kira 282-305)
4. St. Barbara Sang Martir Agung (wafat 306)
5. St. Menas dari Mesir, Sang Martir Agung dan Pelaku Mukjizat (285 – kira-kira 309)
6. St. Theodorus Stratelates ("sang Jenderal"), dikenal juga sebagai St. Theodorus dari Heraclea, seorang Martir Agung dan Orang Kudus Prajurit (wafat 8 Februari 319)
7. St. Stefan Lazar Hrebeljanović (Kirillik Serbia : Стефан Лазар Хребељановић) (1329 – 28 Juni 1389)
9. Sang Imam Martir atau Sang Imam Syuhada (Hieromartyr): seorang martir yang juga seorang imam, yaitu mereka yang menderita kematian sebagai imam.
Misal:
1. Imam Martir St. Isidorus dan 72 sahabatnya di Yuriev (Dorpats) di Estonia, yang dibunuh oleh kaum Latin pada tahun 1472
2. Imam Martir St. Theodorus dari Kvelta, Georgia (wafat 1609)
3. St. Hermogenes (Patriarkh anti-Katolik dari Moskow "yang dimartir" oleh kaum Katolik) [1530-2/17/1612]
4. St. Juvenaly dari Alaska, atau Juvenal, Protomartir dan Hieromartir dari Amerika dan Alaska (1761-1795)
5. Hieromartir St. Metrophanes dan para Martir Baru dari Pemberontakan Pendekar (Boxer Rebellion; Yihetuan Movement), di Peking dan tempat-tempat lain (wafat 1900)
6. Hieromartir St. Hermogen dari Tobolsk (25 April 1858 - wafat 1918)
7. Imam Martir Baru (New Hieromartyr) St. Sergius Florensky dari Rakvere, Estonia (wafat 1918)
10. Sang Perawan-Martir (Virgin-martyr): seorang yang tidak menikah, non-monastik, martir perempuan yang masih suci
Misal:
1. Sang Perawan-Martir St. Seraphima dari Antiokhia (abad ke-2)
2. St. Archelais, St. Thecla, dan St. Susanna, yang dipenggal di Salerno (wafat 293)
3. St. Theodosia, Sang Perawan-Martir dari Tyre (wafat 308)
4. St. Potamiaena, Sang Perawan-Martir dari Alexandria (wafat 420)
5. Sang Perawan-Martir St. Yulia dari Kartago (wafat 440)
6. St. Cunera, Sang Perawan-Martir dari Rhenen, Netherland (wafat 451)
7. Sang Perawan-Martir St. Marcella dari Chios (wafat sekitar 1500)
11. Sang Martir Baru atau Neo Martir (New-martyr; bhs. Yunani: νεο, neo, prefiks bagi "baru ", dan μάρτυς, martys, "saksi"): seorang martir sering menyandang nama yang sama sebagai seorang martir lebih kuno, tetapi biasanya lebih baru dalam sejarah Gereja. Di Gereja Orthodox Timur pada awalnya diberikan kepada para martir yang meninggal di bawah penguasa bid'ah (mula-mula para martir yang di bawah kaum kafir). Kemudian Gereja menambahkan ke daftar mereka yang syahid (mengalami kemartiran) di bawah Islam dan berbagai rezim modern, khususnya yang Komunis, yang didukung ateisme militan. Secara resmi, era dari para Martir Baru dimulai dengan jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453. Di antara mereka diperingati tidak hanya mereka yang memberikan hidup mereka dalam kemartiran, tetapi juga mereka yang dicatat sebagai para Pengaku Iman (Konfesor) bagi Iman Orthodox.
Misal:
Martir Baru di bawah penguasa Turki:
1. St. Ahmad Sang Pelukis Kaligrafi (wafat 3 Mei 1682) the Deftedar
2. St. Kosmas dari Aetolia (1714 - 1779)
3. St. Paisius dan Habakkuk para rahib di monasteri Tavna dekat Čačak di Serbia (wafat 17 Desember 1814)
4. St. Konstantin Hagarit (2 Juni 1819)
5. St. Habeeb Kheshy (1894-1948)
Martir Baru di bawah penguasa komunis:
1. St. Elizabeth Fyodorovna, Grand Duchess (Puteri Bangsawan Agung) dan Biarawati dari Russia (24 Februari 1864 – 18 Juli 1918)
2. St. Nikolay II atau St. Nikolay Alexandrovich Romanov, Tsar terakhir Rusia (18 Mei 1868 – 17 Juli 1918)
3. St. Varvara Yakovleva. Biarawati (wafat 18 Juli 1918)
4. St. Benjamin/ Veniamin (Kazansky), Sang Martir Kudus, Metropolitan dari Petrograd and Gdovsk (17 April 1873 – 13 August 1922)
5. St. Tikhon Patriarkh dari Moskow (31 Januari 1865 – 7 April 1925)
Martir Baru Serbia:
1. St. Platon Uskup dari Banja Luka (29 September 1874 - 5 Mei 1941)
2. St. Rafailo (Momcilović), arkhimandrit, igumen dan ikonografer dari Monasteri Šišatovac (23 April 1875 – 3 September 1941)
3. St. Gorazd Uskup dari Prague yang dieksekusi oleh Nazi Jerman (26 Mei 1879 – 4 September 1942)
4. St. Joanikije (Lipovac) Metropolitan Keuskupan Montenegro dan daerah pesisir di Yugoslavia (16 Februari 1880 – 20 Juli 1942)
Martir Baru dari Pemberontakan para Pendekar (Yihetuan Movement ; Boxer Rebellion):
1. St. Mitrophan Yang, Imam Martir Cina Pertama (Yang Jizhong atau Yang Jisong), istrinya St. Tatiana dan ketiga puteranya: St. Isaiah; St. Sergiy, imam; dan St. Ioann (wafat 11 Juni 1900)
2. St. Ia Sang Guru (wafat sekitar 11 Juni 1900)
Martir Baru Era Modern:
1. St. Maxim Sandovich, Imam Martir (wafat 6 August 1914), dieksekusi oleh Kekaisaran Austria-Hongaria
2. St. Philoumenos (Hasapis) (15 Oktober 1913 - November 16, 1979), Arkhimandrit dan Igumen dari biara Orthodox Yunani Sumur Yakub dekat kota di Samaria, sekarang disebut Nablus (Neapolis), di Tepi Barat, dibunuh oleh ekstremis Zionis Yahudi
3. St. Paulus de Ballester-Convallier, Uskup Nazianzus di Mexico, sebelumnya seorang biarawan Fransiskan (1927-1984)
4. St. Yohanes (Karastamatis) dari Santa Cruz (1937-1985), dibunuh oleh kaum Satanis (pemuja setan)
5. Alexander Men Sang Martir (1935-wafat 9 September 1990)
6. Imam Rahib –Martir Nestor (Savchuk) (wafat 31 Desember 1993)
7. Para Martir Baru dari Pertapaan Optina: Imam Rahib Vasily (Igor Roslyakov), Rahib Trophim (Alexei Tatarnikov), Rahib Ferapont (Vladimir Pushkariov), dibunuh oleh kaum Satanis (wafat malam Paskah 1993)
8. Rahib José Muñoz-Cortes (Chili, 1950 – wafat di Yunani, 31 Oktober 1997) – belum dikanonisasikan
9. Daniel Sysoyev, Konfesor dan Martir (1974 – wafat 19 November 2009), dibunuh seorang Muslim militan
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Jonah dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Orang-orang melayani Allah dengan cara yang berbeda. Bapa Surgawi mencurahkan talenta-talenta dalam ukuran yang diperlukan dan menerima karya-karya masing-masing orang dalam kemuliaanNya. Gereja memuliakan para pekerja Allah dalam peringkat yang berbeda.
Tokoh-tokoh suci Gereja Orthodox Timur memiliki berbagai gelar-gelar orang kudus lazim dimana mereka diperingati pada kalender liturgis dan dalam Liturgi Suci.
Daftar berikut menjelaskan referensi itu:
1.Para Malaikat Kudus (Angels) - adalah roh-roh inkorporeal (Bodiless Powers; segenap kuasa sorgawi yang tak berjasad jasmani), para hamba Allah, para utusan dari kehendak-Nya.
Misal:
Malaikat Agung St. Mikhael dan lain: Malaikat Agung St. Gabriel, St. Raphael, St. Uriel, St. Salaphiel, St. Jedudiel, St. Barachiel, dan St. Jeremiel
2. Sang Nabi/Nabiah (Prophet; Prophetess atau seer; bhs. Yunani: προφήτης profitis yang berarti “meramalkan”): adalah orang kudus (nabi=laki-laki; nabiah=wanita) Perjanjian Lama yang yang menubuatkan masa depan atau menerima karunia kemampuan untuk tahu akan hal-hal masa depan dari Allah, yang berkaitan dengan dunia jalan penyelenggaraanNya. Seorang kudus Perjanjian Lama yang berbicara dengan ilham ilahi atau sebagai penafsir melalui siapa kehendak allah dinyatakan.
Di antara para nabi yang paling dihormati adalah:
1. Nabi Musa atau digelari Moshe Rabbenu (Ibrani: רַבֵּנוּ מֹשֶׁה, Musa Sang Guru/Rabbi kami) (bhs. Ibrani: מֹשֶׁה, Moshe, Mōšéh; bhs. Arab: موسىٰ Mūsa) (1391-1271 SM)
2. Nabi dan Raja Daud (bhs. Ibrani: דָּוִד, דָּוִיד, David, Dāwîḏ;; bhs. Arab: داود, Dāwūd) (kira-kira 1040–970 S.M.)
3. Nabi Sulaimān Raja Israel (bhs. Ibrani: שְׁלֹמֹה, Shlomoh, Šəlōmōh; bhs. Arab: سليمان Sulaymān) (kira-kira 971 - 931 S.M.)
4. Nabi yang Mulia Elia (bhs.Ibrani: אליהו, Eliyahu; bhs.Arab: إلياس, Ilyās) (abad 9 S.M.)
5. Nabi Yunus bin Amittai (bhs.Ibrani: יוֹנָה, Yônā ; bhs.Arab: يونس, Yūnus) (sekitar abad 8 S.M.)
6. Nabi Daniel (bhs.Ibrani: דָּנִיֵּאל, Daniyyel ; bhs.Arab: دانيال, Danyal) (abad 7 - 8 S.M.)
7. Nabiah Sarah, Hana/Chana, Deborah/Dvorah, Miriam, Esther, Abigail/Avigail dan Hulda
8. Nabi Kudus yang Mulia, Sang Bentara Kristus dan Perintis Jalan, St. Yohanes Sang Pembaptis (bhs.Ibrani: המטביל יוחנן, Yoḥanan ha-mmatbil, bhs.Arab: يحيى Yahyá atau يوحنا المعمدان Yūhannā al-ma’madān) (kira-kira 6–2 S.M. – kira-kira 36 M.)
3. Para Rasul (Apostles): adalah murid Kristus, menyertai-Nya dalam pelayanan umumNya di masyarakat, dan kemudian menyebarkan iman ke seluruh dunia.
Misal:
1.) St. Petrus Sang Rasul (bhs. Yunani: Πέτρος, Pétros) atau St. Simon Kephas (bhs Yunani: Σιμων Κηφᾶς, Simōn Kēphas; Aramaik: Šimʻōn Kêfâ; Syria: Sëmʻān Kêfâ), yang Terutama/Dituakan dari Para Rasul (1 S.M.-67 M.). Nama aslinya adalah Simon bar Yunus; [Mrk. 3:16] adalah seorang nelayan dari Betsaida "di Galilea" [Yoh 1:44], lih. Yoh 12:21. Juga dikenal sebagai Simon bar Jochanan (Aram), Kefas (Aram.), dan Simon Petrus. Setelah bekerja untuk mendirikan gereja Antiokhia selama tujuh tahun memimpin sebagai uskup kota dan berkotbah kepada komunitas-orang percaya (Yahudi, Kristen Ibrani dan orang kafir), di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, Petrus pergi ke Roma, karena itu St. Petrus adalah Patriarkh pertama dari Takhta Suci Rasuliah Patriarkhat Antiokhia, Gereja Orthodox Syria (tahun 45-53).
2.) St. Andreas Sang Rasul (bhs. Yunani: Ἀνδρέας, Andreas; awal abad ke-1-pertengahan hingga akhir abad 1), dalam tradisi Orthodox disebut sebagai Prōtoklētos, atau Yang Pertama-Dipanggil, adalah Rasul Kristen dan saudara Santo Petrus, seorang nelayan Betsaida, dan mantan murid St. Yohanes Pembaptis. Nama "Andreas" (bhs. Yunani: jantan, berani, dari ἀνδρεία, Andreia, "kedewasaan, keberanian"), seperti nama Yunani lainnya, tampaknya telah umum di kalangan orang-orang Yahudi dari abad ke-3 SM atau 2. Tidak ada nama Ibrani atau bahasa Aram dicatat baginya. Dia dianggap sebagai pendiri dan uskup pertama Gereja Byzantium dan akibatnya santo pelindung dari Patriarkhat Ekumenis Konstantinopel.
3.) St. Yakobus Sang Rasul (wafat 44; bhs. Ibrani: יעקב, Ya’aqov) adalah salah satu dari keduabelas rasul Yesus. Ia adalah putra dari Zebedeus dan Salome, juga merupakan saudara dari St. Yohanes, ia dan saudaranya disebut Bo-aner'ges yang berarti anak-anak guruh. Ia disebut Yakobus besar untuk membedakannya dengan rasul lainnya yakni Yakobus anak Alfeus.
4.) St. Yohanes Sang Rasul (kira-kira 6 – kira-kira 100) atau Yohanes Sang Murid Terkasih (bhs. Yunani Kuno: Ἰωάννης; Ionnes), saudara St. Yakobus. Yesus menamakan keduanya Bo-aner'ges, yang berarti "anak-anak guruh'.'"[ Mrk 3:17]
5.) St. Filipus (bhs. Yunani: Φίλιππος, Philippos; wafat kira-kira 80): Dari Betsaida di Galilea [Yoh. 1:44] [12:21]. Tradisi Kristen kemudian menjelaskan Filipus sebagai rasul yang berkhotbah di Yunani, Suriah, dan Frigia.
6.) St. Bartolomeus Sang Rasul (wafat abad 1; bhs. Yunani: Βαρθολομαίος; transliterasi: "Bartholomaios") berasal dari bahasa Aram bar-Tôlmay (תולמי - בר), berarti putra Tolmay (Ptolemy) atau anak dari furrows (mungkin pembajak), putra Talemai, biasanya diidentifikasi dengan Natanael, yang disebutkan dalam Yoh. 1:45-51. Bersama dengan sesama Rasul, St. Yudas Tadeus, Bartolomeus dianggap telah membawa Kekristenan ke Armenia di Kaukasia pada abad ke-1, bahkan ke India. Jadi kedua orang kudus ini dianggap orang-orang kudus pelindung dari Gereja Apostolik Armenia dan Gereja Orthodox Assyria Timur (Gereja Nestorian).
7.) St. Matius Sang Rasul dan Penginjil (wafat abad 1; מתי/מתתיהו, "Anugerah dari Yahweh", Ibrani Standar dan Ibrani Tiberian: Mattay or Mattithyahu; bhs. Yunani Septuaginta: Ματθαῖος, Matthaios), adalah si pemungut cukai. Kesamaan antara Mat. 9:9-10, Mrk 2:14-15 dan Luk. 5:27-29 mungkin menunjukkan bahwa Matius juga dikenal sebagai Lewi.
8.) St. Thomas Sang Rasul (wafat 72): Yudas Thomas Didimus - = bhs. Aram: Toma' = kembar, dan bhs. Yunani: Didymos = kembar. Thomas si peragu. St. Thomas melakukan karya misi sampai ke Syria, Persia dan India. Gereja Orthodox Syria Malankara percaya bahwa Rasul Thomas mendirikan Gereja di India dan Katolikos Orthodox Malankara pertama. Begitu juga Gereja Assyria Timur atau Gereja Nestorian yang disebut juga Gereja Assyria Timur yang Kudus, Katolik dan Apostolik menganggap Mar Thoma Shilkha (St. Thomas Sang Rasul), Tulmay (St. Bartolomeus Sang Rasul) dan Mar Addai (St. Thaddeus dari Edessa) sebagai Katolikos-Patriarkhnya yang pertama.
9.) St. Yakobus Sang Rasul, anak Alfeus (wafat 62; bhs. Yunani: Ἰάκωβος, Iakōbos). Umumnya diidentifikasi dengan "Yakobus Kecil", dan juga dikenal dengan "Yakobus yang Adil".
10.) St. Yudas Tadeus Sang Rasul (wafat abad 1): Dalam beberapa manuskrip Matius, nama "Lebbaeus" terjadi di tempat ini. Tadeus secara tradisional diidentifikasi dengan Yudas; lihat di bawah.
11.) St. Simon orang Zelot Sang Rasul bhs. Ibrani Standar: Šim’on, Ibrani Tiberian: Šim’ôn), Simon Zelotes, Simon Kananaios atau Simon Cananeus (wafat 107): Beberapa telah mengidentifikasi dirinya dengan Simeon dari Yerusalem.
12.) St. Matthias Sang Rasul (wafat kira-kira 80; transliterasi Ibrani: Mattityahu)), yang menggantikan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus
13.) St. Paulus dari Tarsus (bhs. Yunani Kuno: Παῦλος (Paulos); Ibrani: שאול התרסי; Ša’ul HaTarsi) , Rasul untuk kaum Goyim (bangsa-bangsa kafir) (kira-kira 5 –67M.)
14.) St. Barnabas Sang Rasul (bhs. Yunani Kuno: Βαρναβᾶς), Rasul untuk Antiokhia dan Siprus (wafat 61)
15.) St. Silas atau St. Silvanus (wafat kira-kira 50) (bhs. Yunani:. Σίλας / Σιλουανός) adalah anggota terkemuka dari komunitas Kristen awal, yang kemudian menemani Paulus dalam beberapa perjalanan misinya.
16.) St. Andronicus dari Pannonia dan Junia (abad 1)
17.) St. Timótius (kira-kira 17-80; bhs. Yunani: Τιμόθεος; Timótheos), Uskup Efesus
18.) St. Apollos (bhs. Yunani: Απολλως; berasal dari: Apollonius), Uskup Korintus (abad 1)
19.) Tujuh Puluh Murid atau Tujuh puluh dua murid atau 70 Rasul-rasul: St. Yakobus, saudara Tuhan, St. Kleopas, Uskup Yerusalem, St. Prochorus, Uskup Nicomedia, St. Timon, Uskup Bostra, St. Parmenas, Uskup Soli, St. Nicolaus, Uskup Samaria, St. Barnabas, Uskup Milan, St. Stachys, Uskup Byzantium dan Patriarkh kedua Patriarkhat Konstantinopel, St. Fiilemon, Uskup Gaza, St. Thaddeus dari Edessa, St. Markus Sang Penginjil dan Patriarkh pertama Gereja Orthodox Patriarkhat Alexandria, dll.
4. Yang disamakan dengan para Rasul (Equal-to-the-Apostles; bhs. Yunani: ἰσαπόστολος, isapostolos; Rusia: равноапостольный, ravnoapostolni): adalah orang kudus yang, seperti Para Rasul, bekerja keras untuk mengubah negara dan bangsa untuk Kristus, yaitu orang yang sangat berkarya membangun Gereja, baik melalui karya misionaris secara langsung atau melalui membantu tempat Gereja dalam masyarakat
Misal:
1. Sang Pembawa Rempah-rempah Kudus dan Yang disamakan dengan para Rasul St. Maria Magdalena (abad 1)
2. Yang disamakan dengan para Rasul St. Photini, Wanita Samaria di Sumur (abad 1)
3. Yang disamakan dengan para Rasul St. Thekla, Perawan dan Martir (abad 1)
4. Yang disamakan dengan para Rasul St. Aberkius Uskup dan Pelaku Mukjizat dari Hieropolis (abad ke 2)
5. Yang disamakan dengan para Rasul St. Konstantin I, Agung (sekitar 272 – 337) dan ibunya St. Helena dari Konstantinopel (sekitar 250 –330)
6. St. Patrick, Rasul dari Irlandia (abad ke 5)
7. St. Kirill (827 – 869) dan St. Methodius (826 – 885), para Uskup, Konfesor, Yang disamakan dengan para Rasul dan Rasul untuk bangsa Slavia.
8. St. Boris I dari Bulgaria, kadang dikenal sebagai St. Boris-Mihail (Michael) (Борис-Михаил), juga St. Bogoris (meninggal 907), Pangeran dan Pembaptis Bulgaria dan Yang disamakan dengan para Rasul.
9. Yang Terberkati dan Yang disamakan dengan para Rasul St. Olga dari Kiev, juga digelari St. Olga Prekrasa (Ольга Прекраса) atau St. Olga yang Cantik (kira-kira 890 – 969)
10. St. Vladimir Svyatoslavich Agung (bhs. Slavonik Timur Kuno: Володимѣръ Свѧтославичь) atau St. Vladimir I dari Kiev, Pangeran Agung dari Kiev dan Pembaptis dari Rus (kira-kira 958 – 1015)
11. St. Kosmas dari Aetolia, St. Kosmas Orang Aetolian atau Patrokosmas ("Bapa Cosmas") (bhs. Yunani: Κοσμάς Αιτωλός, Kosmas Aitolos) (1714 – 1779), Sang Pencerah Yunani, Imam Syuhada Baru dan Yang disamakan dengan para Rasul
12. St. Nikholai Kasatkin, Yang disamakan dengan para Rasul dan Uskup Agung dari Jepang (1836 – 1912)
5. Para Hierarki Kudus (Hierarchal Saints): adalah para patriarkh, metropolitan, uskup agung dan uskup, yang mencapai kesucian dengan memperhatikan dengan tak kenal lelah dari kawanan domba (umat) mereka, menjaga iman Orthodox dari bidat dan perpecahan. Di antara sejumlah besar dari mereka terutama yang dihormati rakyat Rusia adalah berikut:
1. St. Nicholas Sang Pelaku Mukjizat, Uskup Agung dari Myra di Lycia (270-345)
2. St. Basilius yang Agung atau St. Basilius dari Caesarea, Uskup dari Caesarea Mazaca di Cappadocia, Asia Minor (Turki) (329-379)
3. St. Gregorius dari Nazianzus atau St. Gregorius Sang Teolog, Uskup Agung Konstntinopel (330 - 389 atau 390)
4. St. Yohanes Krisostomus, Patriarkh dan Uskup Agung Konstntinopel (349 - 407)
5. Para Hierarkis Moskow: St. Petrus (wafat 1326), St. Aleksei (wafat 1378), St. Iona (wafat 1461), St. Filipus (wafat 1569), St. Hermogenes (Germogen) (wafat 1612), St. Philaret (wafat 1867), St. Innocentius (Veniaminov) (wafat 1879) dan St. Tikhon (wafat 1925), para Metropolitan dari Moskow
6. Sang Protomartir (Protomartyr; bhs. Yunani Koine: πρότος prótos "pertama" + μάρτυρας mártyras "martir"): martir Kristen pertama di dalam wilayah tertentu atau di sebuah negara. Sebagai alternatif, frase Protomartir (tanpa kualifikasi lain dari negara atau wilayah) dapat berarti martir pertama dari gereja Kristen.
Misal:
1. Yang Kudus, Mulia dan Terpuji St. Stefanus Sang Protomartir, Rasul dan Diakon Agung (wafat 34 AD)
2. St. Tekla, Sang Perawan dan martir perempuan pertama (wafat abad 1 AD)
3. St. Alban Sang Protomartir dari Inggris (kira-kira 305)
4. St. Gayane dan St. Hreespseemeh, Protomartir Armenia (sekitar 209)
5. St. Vincensius dari Saragossa Protomartir Spanyol (wafat kira-kira 304)
6. St. Rajden atau St. Razdhen dari Tsromi Martir Pertama Persia (wafat 457)
7. St. Adalbert, Czech: Vojtěch; Polandia: Wojciech, (kira-kira 956 – 23 April 997), Uskup Prague, missionaris dan Protomartir Polandia
8. St. Juvenaly dari Alaska, atau Juvenal, Protomartir dan Hieromartir dari Amerika (1761-1795)
7. Sang Martir atau Sang Syuhada (Martyr): adalah yang di antara orang-orang kudus merupakan mayoritas, mereka memasuki kemartiran melalui penderitaan dan kematian dalam nama Kristus, karena iman yang benar, karena menolak untuk melayani berhala. Seorang martir adalah seseorang yang menderita penganiayaan dan kematian karena menolak untuk meninggalkan keyakinan atau penyebab, biasanya agama. Seorang Martir Kristen adalah orang yang memberi hidupnya untuk Kristus, mati secara fisik sebagai saksi iman. Martir sendiri berasal dari bahasa Yunani: μάρτυς, mártys μαρτυρος , yang berarti "saksi", berasal μάρτυρ-, martir-). Pada jenjang liturgis tradisional, martir adalah yang pertama diantara orang-orang kudus.
Misal:
1. Martir St. Djan Darada, orang kasim (sida-sida) Ethiopia (Eunuch; saris; seorang pria yang dikebiri) dari Ratu Sri Kandake (sekitar abad 1 M)
2. Martir Anak St. Vasilissa (300-309)
3. Martir St. Bargabdesian, Diakon di Arbela di Assyria (wafat 354)
4. Martr St. Manuel, St. Sabel dan St. Ismael dari Persia (wafat 362)
5. Martir Ratu Kudus St. Sushanik dari Georgia (wafat antara 476-483),
6. Martir Anak St. Philothea (Philofthea atau Philothei) dari Pelindung Romania (1206-1208)
7. Martir St. Shalva dari Akhaltsikhe, Georgia (wafat 1227)
8. Para rahib dari Monasteri (biara) Iveron yang dimartir oleh orang-orang Latin pada abad 13
9. Abbas St. Makarius dan 34 rahib dan novis Monasteri Valaam yang dimartir oleh kaum Protestan Lutheran: : hieromonakh/imam rahib Titus, rahib skhema Tikhon, rahib Gelasius, Sergius, Varlaam, Sabbas, Konon, Silvester, Kyprianus, Pimen, Yohanes, Simonas, Iona, Daud, Kornelius, Niphon, Athanasius, dan Serapion, dan para novis Varlaam, Athanasius, Anthonius, Lukas, Leontius, Thomas, Dionysius, Filipus, Ignatius, Basil, Pakhomius, Basil, Theofilus, Yohanes, Theodorus, dan Yohanes (wafat 1578)
10. Martir Anak St. Gabriel dari Zabludov (wafat1690)
11. Para Martir Anak dari Kekaisaran Suci Rusia: St. Alexis, St. Olga, St. Tatiana, St. Maria dan St. Anastasia (wafat 1918)
12. St. Sergius (Florinskiy), Seorang imam di Rakvere di Estonia (wafat 1918)
13. Martr Baru Tentara St. Evgeny dari Chechnya (23 Mei 1977 - 23 Mei 1996).
8. Sang Martir Agung atau Sang Syuhada Agung (Great-martyr; bhs. Yunani: μεγαλομάρτυρ, megalomartir, dari megas, "agung" + "martir"): orang yang mati syahid (mati sebagai martir; mengalami kemartiran) karena iman dan menderita penyiksaan, terutama melalui hukuman keji.
Misal:
1. St. Pantaleon atau St. Panteleimon, Sang Tabib tanpa Bayaran dan Martir Agung (kira-kira 275 - 303 AD)
2. St. Georgius Sang Martir Agung dari Lydda (kira-kira 275/281-303)
3. St. Katherina Sang Martir Agung dari Alexandria (kira-kira 282-305)
4. St. Barbara Sang Martir Agung (wafat 306)
5. St. Menas dari Mesir, Sang Martir Agung dan Pelaku Mukjizat (285 – kira-kira 309)
6. St. Theodorus Stratelates ("sang Jenderal"), dikenal juga sebagai St. Theodorus dari Heraclea, seorang Martir Agung dan Orang Kudus Prajurit (wafat 8 Februari 319)
7. St. Stefan Lazar Hrebeljanović (Kirillik Serbia : Стефан Лазар Хребељановић) (1329 – 28 Juni 1389)
9. Sang Imam Martir atau Sang Imam Syuhada (Hieromartyr): seorang martir yang juga seorang imam, yaitu mereka yang menderita kematian sebagai imam.
Misal:
1. Imam Martir St. Isidorus dan 72 sahabatnya di Yuriev (Dorpats) di Estonia, yang dibunuh oleh kaum Latin pada tahun 1472
2. Imam Martir St. Theodorus dari Kvelta, Georgia (wafat 1609)
3. St. Hermogenes (Patriarkh anti-Katolik dari Moskow "yang dimartir" oleh kaum Katolik) [1530-2/17/1612]
4. St. Juvenaly dari Alaska, atau Juvenal, Protomartir dan Hieromartir dari Amerika dan Alaska (1761-1795)
5. Hieromartir St. Metrophanes dan para Martir Baru dari Pemberontakan Pendekar (Boxer Rebellion; Yihetuan Movement), di Peking dan tempat-tempat lain (wafat 1900)
6. Hieromartir St. Hermogen dari Tobolsk (25 April 1858 - wafat 1918)
7. Imam Martir Baru (New Hieromartyr) St. Sergius Florensky dari Rakvere, Estonia (wafat 1918)
10. Sang Perawan-Martir (Virgin-martyr): seorang yang tidak menikah, non-monastik, martir perempuan yang masih suci
Misal:
1. Sang Perawan-Martir St. Seraphima dari Antiokhia (abad ke-2)
2. St. Archelais, St. Thecla, dan St. Susanna, yang dipenggal di Salerno (wafat 293)
3. St. Theodosia, Sang Perawan-Martir dari Tyre (wafat 308)
4. St. Potamiaena, Sang Perawan-Martir dari Alexandria (wafat 420)
5. Sang Perawan-Martir St. Yulia dari Kartago (wafat 440)
6. St. Cunera, Sang Perawan-Martir dari Rhenen, Netherland (wafat 451)
7. Sang Perawan-Martir St. Marcella dari Chios (wafat sekitar 1500)
11. Sang Martir Baru atau Neo Martir (New-martyr; bhs. Yunani: νεο, neo, prefiks bagi "baru ", dan μάρτυς, martys, "saksi"): seorang martir sering menyandang nama yang sama sebagai seorang martir lebih kuno, tetapi biasanya lebih baru dalam sejarah Gereja. Di Gereja Orthodox Timur pada awalnya diberikan kepada para martir yang meninggal di bawah penguasa bid'ah (mula-mula para martir yang di bawah kaum kafir). Kemudian Gereja menambahkan ke daftar mereka yang syahid (mengalami kemartiran) di bawah Islam dan berbagai rezim modern, khususnya yang Komunis, yang didukung ateisme militan. Secara resmi, era dari para Martir Baru dimulai dengan jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453. Di antara mereka diperingati tidak hanya mereka yang memberikan hidup mereka dalam kemartiran, tetapi juga mereka yang dicatat sebagai para Pengaku Iman (Konfesor) bagi Iman Orthodox.
Misal:
Martir Baru di bawah penguasa Turki:
1. St. Ahmad Sang Pelukis Kaligrafi (wafat 3 Mei 1682) the Deftedar
2. St. Kosmas dari Aetolia (1714 - 1779)
3. St. Paisius dan Habakkuk para rahib di monasteri Tavna dekat Čačak di Serbia (wafat 17 Desember 1814)
4. St. Konstantin Hagarit (2 Juni 1819)
5. St. Habeeb Kheshy (1894-1948)
Martir Baru di bawah penguasa komunis:
1. St. Elizabeth Fyodorovna, Grand Duchess (Puteri Bangsawan Agung) dan Biarawati dari Russia (24 Februari 1864 – 18 Juli 1918)
2. St. Nikolay II atau St. Nikolay Alexandrovich Romanov, Tsar terakhir Rusia (18 Mei 1868 – 17 Juli 1918)
3. St. Varvara Yakovleva. Biarawati (wafat 18 Juli 1918)
4. St. Benjamin/ Veniamin (Kazansky), Sang Martir Kudus, Metropolitan dari Petrograd and Gdovsk (17 April 1873 – 13 August 1922)
5. St. Tikhon Patriarkh dari Moskow (31 Januari 1865 – 7 April 1925)
Martir Baru Serbia:
1. St. Platon Uskup dari Banja Luka (29 September 1874 - 5 Mei 1941)
2. St. Rafailo (Momcilović), arkhimandrit, igumen dan ikonografer dari Monasteri Šišatovac (23 April 1875 – 3 September 1941)
3. St. Gorazd Uskup dari Prague yang dieksekusi oleh Nazi Jerman (26 Mei 1879 – 4 September 1942)
4. St. Joanikije (Lipovac) Metropolitan Keuskupan Montenegro dan daerah pesisir di Yugoslavia (16 Februari 1880 – 20 Juli 1942)
Martir Baru dari Pemberontakan para Pendekar (Yihetuan Movement ; Boxer Rebellion):
1. St. Mitrophan Yang, Imam Martir Cina Pertama (Yang Jizhong atau Yang Jisong), istrinya St. Tatiana dan ketiga puteranya: St. Isaiah; St. Sergiy, imam; dan St. Ioann (wafat 11 Juni 1900)
2. St. Ia Sang Guru (wafat sekitar 11 Juni 1900)
Martir Baru Era Modern:
1. St. Maxim Sandovich, Imam Martir (wafat 6 August 1914), dieksekusi oleh Kekaisaran Austria-Hongaria
2. St. Philoumenos (Hasapis) (15 Oktober 1913 - November 16, 1979), Arkhimandrit dan Igumen dari biara Orthodox Yunani Sumur Yakub dekat kota di Samaria, sekarang disebut Nablus (Neapolis), di Tepi Barat, dibunuh oleh ekstremis Zionis Yahudi
3. St. Paulus de Ballester-Convallier, Uskup Nazianzus di Mexico, sebelumnya seorang biarawan Fransiskan (1927-1984)
4. St. Yohanes (Karastamatis) dari Santa Cruz (1937-1985), dibunuh oleh kaum Satanis (pemuja setan)
5. Alexander Men Sang Martir (1935-wafat 9 September 1990)
6. Imam Rahib –Martir Nestor (Savchuk) (wafat 31 Desember 1993)
7. Para Martir Baru dari Pertapaan Optina: Imam Rahib Vasily (Igor Roslyakov), Rahib Trophim (Alexei Tatarnikov), Rahib Ferapont (Vladimir Pushkariov), dibunuh oleh kaum Satanis (wafat malam Paskah 1993)
8. Rahib José Muñoz-Cortes (Chili, 1950 – wafat di Yunani, 31 Oktober 1997) – belum dikanonisasikan
9. Daniel Sysoyev, Konfesor dan Martir (1974 – wafat 19 November 2009), dibunuh seorang Muslim militan
Senin, 23 Mei 2011
Gereja-gereja Orthodox di Iran pada Masa Kekaisaran Parthia hingga Masa Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi
Oleh:
Presbiter Rm. Kirill J.S.L.
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
I. Iran (Persia) dan Gereja-Gereja Orthodox yang Apostolik
Iran (atau Persia) (bahasa Persia: ایران) adalah sebuah negara Timur Tengah yang terletak di Asia Barat Daya. Meski di dalam negeri, negara ini telah dikenal sebagai Iran sejak zaman kuno, hingga tahun 1935 Iran masih dipanggil Persia di dunia Barat. Pada tahun 1959, Mohammad Reza Shah Pahlavi [Shah/Raja Iran (bahasa Farsi: پهلوی محمدرضا Moḥammad Rez̤ā Pahlavī) (lahir di Tehran, Iran, 26 Oktober 1919 – meninggal di Kairo, Mesir, 27 Juli 1980 pada umur 60 tahun), yang menyebut dirinya Yang Mulia Baginda, dan memegang gelar kerajaan Shahanshah (Raja segala raja), dan Aryamehr (Terang bangsa Arya), adalah kaisar Iran dari 16 September 1941 hingga Revolusi Iran pada 11 Februari 1979. Ia adalah kaisar kedua dari Dinasti Pahlavi and Shah terakhir dari monarki Iran] mengumumkan bahwa kedua istilah tersebut boleh digunakan. Nama Iran adalah sebuah kognat perkataan "Arya" yang berarti "Tanah Bangsa Arya".
Iran berbatasan dengan Azerbaijan (500 km) dan Armenia (35 km) di barat laut dan Laut Kaspia di utara, Turkmenistan (1000 km) di timur laut, Pakistan (909 km) dan Afganistan (936 km) di timur, Turki (500 km) dan Irak (1.458 km) di barat, dan perairan Teluk Persia dan Teluk Oman di selatan.
Pada tahun 1979, sebuah Revolusi Iran yang dipimpin Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini (lahir di Khomein, Provinsi Markazi, 24 September 1902 – meninggal di Tehran, Iran, 3 Juni 1989 pada umur 86 tahun) mendirikan sebuah Republik Islam teokratis sehingga nama lengkap Iran saat ini adalah Republik Islam Iran.
Dalam sejarahnya Iran (Persia) dibagi atas:
1.1 Sejarah awal, Kekaisaran Media dan Kekaisaran Achaemenid (3200 SM – 330 SM)
1.2 Kekaisaran Iran Ketiga: Kekaisaran Parthia (248 SM – 224 M)
1.3 Kekaisaran Iran Keempat: Kekaisaran Sassania (226–651)
1.4 Islam Persia dan Zaman Kegemilangan Islam Persia (700–1400)
1.5 Islam Syi'ah, Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi dan Iran Modern (1501 – 1979)
1.6 Revolusi Islam dan Perang Iran-Irak (1979-88)
Di Iran (Persia) sejak masa Kekaisaran Iran Ketiga: Kekaisaran Parthia sudah ada Gereja Orthodox yang dikenal sebagai Gereja Assyria Timur atau Gereja Nestorian disebut juga Gereja Assyria Timur yang Kudus, Katolik dan Apostolik (Bhs. Syriac: ܥܕܬܐ ܩܕܝܫܬܐ ܘܫܠܝܚܝܬܐ ܩܬܘܠܝܩܝ ܕܡܕܢܚܐ ܕܐܬܘܪ̈ܝܐ) (‘Ittā Qaddishtā wa-Shlikhāitā Qattoliqi d-Madnĕkhā d-Āturāyē) (Arab: كنيسة المشرق الاشورية الرسولية الجاثلقية المقدسة), adalah Gereja Kristen yang berasal Takhta Suci Babilon yang didirikan oleh St. Thomas Sang Rasul (antara tahun 33-77 Masehi). Beberapa orang menamakan Gereja Orthodox Assyria. Di Barat dikenal secara tidak tepat sebagai Gereja Nestorian. Mereka berasal dari orang-orang Kristen dari Gereja Syria Timur yang tinggal di wilayah Kerajaan Persia. Mereka menerima ajaran Injil dari Rasul Mar Thoma Shilkha (St. Thomas Sang Rasul - th. 33-77) dan Mar Addai, (St. Thaddeus Sang Rasul, salah satu dari ketujuh puluh Utusan - th. 33-66), salah satu dari ke 70 Utusan (Lukas 10:17) yang mengabarkan Injil ke Mesopotamia antara tahun 33-66 Masehi.
Gereja Assyria Timur ini banyak mengalami penderitaan yang dialaminya sejak dari masa para Shah Persia, Arab Muslim, para Khan Mongolia hingga jaman modern ini, sehingga Gereja Assyria Timur dikenal oleh para sarjana dan ahli sejarah sebagai “Gereja Para Martir” (“The martyrs’ church”) karena tidak sebuah Gerejapun mengalami penderitaan sebanyak kemartiran Kekristenan Gereja Assyria Timur ini.
Kadang-kadang Gereja Assyria diasosiasikan dengan Gereja Nestorian, yaitu yang melangsungkan ajaran Nestorius, Patriarkh Konstantinopel (kira-kira 386– 451) yang dipecat tahun 431 M, walaupun data paling akhir tidak sepakat dengan dugaan ini. Ajaran mereka sebenarnya tak sejauh bidat Nestorianisme yang dituduhkan pada mereka, dan praktek-praktek mereka tak beda dengan praktek-praktek Gereja Orthodox lainnya. Dalam segi aqidah (ajaran), ibadah dan mu’amallah (praktek kehidupan dan kemasyarakatan) Gereja Nestorian ini tidak berbeda secara hakiki dengan Gereja Orthodox lainnya, kecuali dalam hal Kristologi mereka. Itupun sekarang sedang dalam dialog dengan Gereja Orthodox Kalsedon Antiokhia, Syria, maupun Gereja Yakobit (Non Kalsedon), dan bahkan dengan Gereja Katolik Roma. Sehingga ada beberapa sarjana modern yang menyebut mereka sebagai Gereja Orthodox pre-Efesus/pre-Kalsedonian.
Selain ini di Iran juga ada Gereja Orthodox Apostolik Armenia (Bahasa Armenia: Հայ Առաքելական Եկեղեցի) pada masa Islam Syi'ah, yaitu pada masa Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi. Gereja Orthodox Apostolik Armenia adalah Gereja Nasional tertua di dunia dan satu dari komunitas Kristen Purba. Pengenalan iman Kristen yang paling awal ke Armenia adalah pada abad, ketika pewartaan pertama oleh dua Rasul Yesus, St. Thaddeus (43-66) (bahasa Armenia: Թադէոս [tʰɑdɛos] Tadeos, atau (bentuk pendek) Թադէ [tʰɑdɛ] Tadeh) dan St. Bartolomeus (60-68) (bahasa Armenia: Բարթողիմէոս [pʰɑɾtʰoʁimɛjos]). Gereja Apostolik Armenia berdiri sejak karya para Rasul itu. Gereja Armenia adalah salah satu dari Gereja-Gereja yang disebut Monofisit, atau atau pada masa kini akibat hubungan-hubungan ekumenis, untuk menghormati mereka disebut sebagai Gereja-Gereja Oriental Orthodox, atau Gereja-Gereja Timur Alur Kecil, atau Gereja-Gereja Orthodox Non-Kalsedonia.
Ikon Kebangkitan dari Gereja Assyria Timur atau Gereja Nestorian dari Alkitab bahasa Syria abad 13, biara Al-Za'faran – Turkey
Ikon Gereja Assyria Timur atau Gereja Nestorian Mor Afrem Suryoyo (St. Efraim dari Syria)(306 - 373 A.D.)
Banyak orang beranggapan Gereja Orthodox bukan satu, seperti yang dibesar-besarkan adalah perbedaan Orthodox pre-Kalsedonian, Non-Kalsedonian, dan Kalsedonian. Peneliti-peneliti yang hanya tertarik melihat perbedaan kecil sering hanya terpaku dengan data-data minor untuk membenarkan posisinya yang pada kenyataannya tidak seperti itu. Orthodoxia bagaimanapun harus dilihat secara menyeluruh sebagai yang menjaga tradisi rasuliyah dan Kredo Nikea-Konstantinopel. Sebaliknya heterodoxia (kaum heretik/bidat) adalah keluar dari iman Nikea-Konstantinopel tersebut. Tradisi pre-Kalsedonian (Gereja Assyria Timur/Nestorian) dengan tradisi Kalsedonian (Gereja Orthodox Timur, yaitu Eastern Orthodox Church) dan tradisi non Kalsedonian (Monofisit, Oriental Orthodox Church) tidak jauh berbeda karena keduanya memegang iman yang sama, sebab pada tahun 410 M, Gereja Assyria (pre-Kalsedonian) yang tidak hadir pada Konsili Ekumenis Nikea 325 dan Konstantinopel 381, oleh desakan Uskup-uskup Syria telah meratifikasi Kredo Nikea sehingga sudah masuk dalam Orthodoxia. Sebaliknya perbedaan antara Orthodox non-Kalsedonian (Orthodox Oriental/Monofisit) dan Kalsedonian (Eastern Orthodox Church), jelas tidak ada karena kedua tradisi itu sama-sama hadir di 3 Konsili pertama. Contohnya di Gereja Orthodox non Kalsedonian Syria, Koptik Mesir, Gereja Apostolik Armenia, maupun Gereja Orthodox Tewahedo Ethiopia, Afrika, terdapat juga penggunaan ikon-ikon yang berarti mengakui Kemanusiaan Firman Allah, sebagaimana yang telah diputuskan oleh Konsili Ekumenis Kalsedon dan dikuatkan oleh Konsili Ekumenis Nikea II 787 M.
II. Gereja-gereja Orthodox Armenia di Iran pada Masa Islam Persia dan Zaman Kegemilangan Islam Persia hingga Masa Islam Syi'ah, Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi
Mayoritas gereja-gereja di Iran yang memiliki nilai sejarah dan artistik dibangun sekitar abad ke delapan atau abad ke 14 AH (Latin: Anno Hegirae (pada tahun Hijriah); Indonesia: Kalender Hijriah; Arab: التقويم الهجري; at-taqwīm al-hijrī; Persia: تقویم هجری قمری taqvim-e hejri-ye qamari; Kurdi: Salnameya Hicrî; Turki: Hicri Takvim; Urdu: اسلامی تقویم Islami taqwīm; Malay: Takwim Hijrah), dan periode sesudahnya. Tentu saja, ini tidak berarti bahwa tidak ada gereja-gereja yang ada di negara sebelum periode tersebut.
Selama masa pemerintahan Shah Abbas I Agung (1587 – 1629), raja Safawi (Kesultanan Safavid, 1502 - 1736), kebijakan cerdas itu menyebabkan sejumlah besar orang Armenia dari Armenia dan Azarbaijan untuk berpindah dan menetap di Esfahan dan daerah lain di Iran. Sebuah tempat disebut Jolfa dibangun di tepi Sungai Zayande-Rud di Esfahan dan menjadi tempat tinggal orang-orang bermigrasi ini. Akibatnya, gereja-gereja didirikan di kota itu. Sementara itu, setelah selang waktu yang singkat, beberapa orang Armenia pindah ke Gilan dan beberapa tinggal di Shiraz.
Gereja Beit-ol Lahm (Bethlehem) di Esfahan, Iran
Setelah kematian Shah Abbas Pertama, penggantinya, Shah Abbas Kedua (1642 - 1667), juga memberikan perhatian dekat dengan kesejahteraan orang-orang Armenia dan gereja-gereja lebih banyak didirikan di Jolfa.
Masuknya banyak orang Eropa selama masa pemerintahan dinasti Qajar (1794-1925) menyebabkan berkembangnya gereja-gereja lain, selain yang dibangun sebelumnya. Sejumlah bangunan-bangunan tersebut telah berlangsung dan mempunyai arti arsitektural dan artistik yang signifikan.
Azarbaijan adalah tuan rumah gereja-gereja tertua di Iran. Di antaranya yang paling signifikan adalah Tatavous Vank (Katedral St Tatavous), yang juga disebut Ghara Kelissa (biara hitam). Ini terletak di Siahcheshmeh (Ghara-Eini) batas wilayah selatan Makou. Ada juga gereja yang dikenal sebagai Santo Stepanous, yang berdiri pada 24 kilometer dari selatan kota Jolfa Azarbaijan.
Umumnya, setiap gereja memiliki aula besar untuk shalat jamaah (sembahyang harian umat); bagian terdahulunya dinaikkan seperti panggung, dihiasi dengan ikon-ikon atau gambar tokoh-tokoh agama dan juga berfungsi sebagai altar. Di sini, lilin-lilin yang dinyalakan dan ibadah Khidmat al-Quddus (Liturgi Suci) atau ibadah gereja adalah dilakukan oleh imam. Pada latar depan adalah jemaat melakukan sholat yang menghadap podium/panggung dimana imam memimpin ibadah di gereja, ini mirip dengan praktek kaum Muslim bershalat menghadap ke ceruk/relung di dalam masjid. Sementara liturgi yang sedang dilakukan, jemaah berdiri, berlutut, atau duduk, tergantung pada apa yang harus dilakukan dalam ibadah.
Struktur gereja-gereja di Iran mengikuti kurang lebih pola arsitektur Iran, atau mereka adalah campuran desain konstruksi Iran dan non-Iran.
III. Gereja-gereja Orthodox Bersejarah di Iran
1. Gereja Santo Stepanous
Ini adalah gereja tua lain yang terletak pada sebelah barat persimpangan dari jalan raya Marand-Jolfa dan timur dari jalan Khoy-Jolfa. Juga memiliki kubah piramida, itu, meskipun demikian, cukup indah dan jauh lebih menyenangkan untuk dilihat daripada gereja Santo Tatavous.
Gereja Santo Stephanos di Azarbaijan, Iran
Struktur umum kebanyakan menyerupai arsitektur Armenia dan Georgia dan bagian dalam bangunan ini dihiasi dengan lukisan yang indah oleh Honatanian, seorang seniman terkenal Armenia. Hayk Ajimian, seorang sarjana Armenia dan sejarawan, mencatat bahwa gereja itu awalnya dibangun pada abad kesembilan Masehi, tetapi dbangun-ulang akibat gempa bumi di Azarbaijan yang mengikis habis struktur sebelumnya. Gereja itu dibangun pada masa pemerintahan Syah Abbas Kedua.
2. Gereja Santa Maria di Tabriz:
Gereja ini dibangun pada abad keenam AH (abad ke-12 AD) dan dalam catatan perjalanannya, Marco Polo (lahir 15 September 1254 – meninggal 8 Januari 1324 pada umur 69 tahun), penjelajah terkenal Venesia, Itali, yang hidup pada abad ke delapan AH (abad ke-14 AD), menyebut gereja ini dalam perjalanannya ke China. Selama beberapa tahun lamanya, gereja Santa Maria melayani sebagai pusat Keuskupan Agung dari Armenia Azarbaijan. Gereja ini merupakan suatu bangunan besar yang dibangun indah dan megahnya, dengan bangunan ruang tambahan berbeda membentang di area yang luas. Sebuah dewan persahabatan Armenia mengatur agar gereja dihadiri dengan baik.
Selain dari tiga gereja di atas, ada gereja-gereja lain di Azarbaijan seperti gereja tua yang dibangun pada abad ke delapan AH di desa Modjanbar, yang terletak sekitar 50 kilometer dari Tabriz. Satu gereja lagi adalah gereja besar Santo Sarkis, terletak di Khoy, bangunan ini telah selamat dari masa Shah Abbas yang Kedua (abad ke-12 AH). Selama masa pemerintahan raja Safawi dikatakan, bangunan besar lain yang disebut gereja Santo Gevorg (Santo Georgius atau Jurjis) dibangun, menggunakan batu marmer dan dirancang dengan kubah besar, di desa Haft Van dekat Shapur (Salmas). Sebuah gereja, juga dengan kubah sangat besar, juga berdiri di desa Derishk di sekitar Shapur, di Azarbaij
3. Monasteri/Biara Santo Tatavous atau Ghara Kelissa:
Awalnya, gereja ini terdiri dari sebuah ruang kecil dengan kubah berbentuk piramida di bagian atas dan 12 celah-celah mirip dengan bangunan berbentuk kubah Islam dari era Mongol. Perbedaannya adalah bahwa kubah gereja terbuat dari batu. Bagian utama dari struktur piramida diikuti arsitektur Bizantium (Romawi Timur), termasuk pinggiran horizontal dan paralel terbuat dari batu-batu putih dan hitam pada interior dan batu-batu hitam pada bagian yang menghadap eksterior.
Gereja Santa Maria di Jolfa Square di Esfehan, Iran
Karena fasad (bagian muka gedung) didominasi oleh batu-batu hitam, gereja itu sebelumnya disebut Ghara Kelissa (atau biara hitam) oleh penduduk asli. Selama masa pemerintahan penguasa Qajar, Fath'Ali Shah (1797 – 1834), struktur baru yang ditambahkan ke gereja Santo Tatavous atas pemerintah Abbas Mirza (26 Agustus 1789 – 25 Oktober 1833), putra mahkota, dan gubernur Azarbaijan. Renovasi-renovasi mengakibatkan perluasan ruang sholat dan gereja tua kecil diubah menjadi panggung sholat, ruangan altar, ornamen-ornamen suci dan tempat dimana imam dapat memimpin shalat. Menara lonceng dan pintu masuk gereja yang terletak di salah satu sisi bangunan baru, tapi sayangnya, bagian ini masih belum selesai.
Sementara itu, karena pertempuran di perbatasan dan kerusuhan-kerusuhan politik lainnya di daerah tersebut selama periode selanjutnya, gereja itu ditinggalkan dan hancur. Beberapa perbaikan kecil telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahun, selama musim khusus (di musim panas), banyak orang Armenia dari semua bagian dari Iran melakukan perjalanan ke situs ini untuk berdoa dan berziarah. Mereka datang dengan jip-jip atau truk-truk setelah melintasi sebuah bagian pegunungan yang sangat sulit medannya. Mereka berkumpul di sekitar gereja, tinggal selama beberapa hari dan melakukan upacara-upacara agama mereka. Untuk sisa tahun lainnya, gereja tetap sunyi di daerah terpencil.
Penambahan dibuat untuk gereja Santo Tatavous atas perintah Abbas Mirza terdiri dari gambar-gambar ikon timbul dari para rasul pada fasad dan dekorasi bunga-bunga, semak-semak, bentuk singa dan matahari dan arabesque (seni dekorasi artistik Islam), semua yang telah dilakukan oleh para pengrajin Iran. Arsitektur interior gereja adalah kombinasi dari rancangan desain Bizantium, Armenia dan Georgia. Selain gereja besar, kamar khusus telah dibangun di halaman untuk tempat tinggal para peziarah dan para pertapa eremit.
4. Gereja-gereja bersejarah di Jolfa dari Esfahan
Gereja bersejarah yang paling penting di Iran adalah katedral tua, sering disebut sebagai Vank (yang berarti "katedral" dalam bahasa Armenia). Bangunan besar ini dibangun pada masa pemerintahan Shah Abbas Pertama dan benar-benar mencerminkan arsitektur Iran. Katedral ini memiliki kubah bata dua lapis yang sangat mirip dengan yang dibangun oleh Safawi. Bagian dalam gereja yang dihiasi dengan lukisan-lukisan yang mulia dan indah dan karya-karya miniatur yang mewakili tradisi-tradisi alkitabiah dan ikon-ikon malaikat dan rasul, semua yang telah dilaksanakan dalam campuran gaya Iran dan Italia. Langit-langit dan dinding dilapisi dengan ubin dari zaman Safawi.
Pada sudut halaman besar katedral, kantor-kantor dan ruang-ruang telah dibangun untuk menampung tamu, uskup agung Esfahan dan pengiringnya, serta hirarki keagamaan Armenia lain yang penting di Iran. Kompleks gereja juga mencakup sebuah museum yang terletak di gedung terpisah. Museum ini menampilkan catatan-catatan sejarah dan relikwi-relikwi yang dilindungi, dan fatwa raja-raja Iran yang bertanggal kembali ke zaman Shah Abbas Pertama. Hal ini juga berisi koleksi menarik dari karya seni.
Gereja Beit-ol Lahm (Bethlehem) di Esfahan, Iran
Esfahan memiliki gereja-gereja bersejarah lain, yang paling penting adalah Gereja Beit-ol Lahm (Betlehem) di Nazar Avenue. Ada juga gereja Santa Maria di Jolfa Square dan gereja Yerevan di daerah Yerevan.
5. Gereja Armenia di Shiraz:
Gereja Armenia di Shiraz yang dinamakan: "Sare Jouye Aramaneh"
Di bagian timur Ghaani Avenue, di sebuah distrik yang disebut "Sare Jouye Aramaneh", sebuah bangunan yang menarik telah selamat dari era Shah Abbas Kedua. Struktur utamanya berdiri di tengah-tengah kebun -seperti sebuah kompleks dan terdiri dari ruang shalat dengan langit-langit datar yang tinggi dan beberapa sel mengapit dua sisi bangunan. Langit-langit yang dihiasi dengan lukisan-lukisan asli dari era Safawi dan sel-sel bersebelahan dihiasi dengan relung dan lengkungan dan cetakan plester, juga dalam gaya Safawi. Hal ini dianggap sebagai monumen bersejarah di Shiraz dan pasti layak dikunjungi.
6. Gereja Santo Simon di Shiraz:
Gereja ini adalah secara relatif penting, tetapi bukan gereja yang terlalu tua di Shiraz. Aula besar benar-benar dilakukan dalam gaya Iran sementara atap Romawi. Kubah seperti gentong kecil, banyak karya seni Iran dan kaca jendela mosaik menghiasi gereja.
Sementara itu, gereja lain yang disebut Kemuliaan Kristus, berdiri di Ghalat, 34 kilometer dari Shiraz. Bangunan ini telah selamat dari periode Qajar dan dikelilingi oleh taman-taman yang menawan.
7. Gereja Santo Tatavous, Teheran:
Bangunan besar ini terletak di distrik Chaleh Meidan, salah satu distrik tertua di Teheran. Ia berdiri di sebelah selatan Mausoleum Seyed Esmail, pada awal dari bagian utara dari apa yang disebut Jalan Armenia. Gereja tertua dari Teheran, itu dibangun pada masa pemerintahan raja Qajar, Fat′h Ali Shah. Bangunan ini memiliki atap berbentuk kubah dan empat ceruk, sebuah altar dan kursi khusus diperuntukkan bagi pemimpin agama Armenia atau uskup. Ruang depan menuju ke gereja berisi kuburan orang Kristen non-Iran terkemuka yang telah meninggal di Iran, dan di tengah halaman gereja, Gribaydof, duta besar Tsar di istana Fat′h Ali Shah, dan rekan-rekannya telah dibaringkan untuk beristirahat. Mereka dibunuh oleh pasukan revolusioner Teheran pada waktu itu.
Sementara itu di Bushehr, ada sebuah gereja dari periode Qajar yang merupakan spesimen baik dari arsitektur Iran. Semua jendela adalah model setelah bangunan-bangunan Iran yang tua dan kaca-kaca berwarna adalah murni karya seni Iran.
Ada juga gereja-gereja lain di Ourumieh, di dusun sekitar Arasbaran, Ardabil, Maragheh, Naqadeh, Qazvin, Hameadan, Khuzestan, Chaharmahal, Arak, di utara desa Vanak lama di Teheran, dll. Gereja-gereja ini, meskipun semuanya ditinggalkan dan memiliki sedikit nilai artistiknya.
Referensi
1.____________. Is The Theology Of The Church Of The East Nestorian? “Orthodoxy and Catholicity in the Syriac Tradition with Special Attention to the Theology of the Church of the East in the Sasanian Empire” 24-29 June 1994. Holy Apostolic Catholic Assyrian Church of the East Commission on Inter-Church Relations and Education Development. Copyright 2002 Assyrian Church of the East. All rights reserved.
2. ____________. Iranian Visual Arts. Iranian Monuments. Historical Churches in Iran. Copyright © 2001-2011 Iran Chamber Society. http://www.iranchamber.com
3. Episkop Timothy Ware (Penterjemah : Arkhimandrit Daniel Bambang PhD). Mari Mengenal Kekristenan Timur. Sejarah Gereja Orthodox. Satya Widya Graha. 2001.
4. Fr. Marc Dunaway. (Editor Rm. Arkhimandrit Daniel Bambang). Apakah Gereja Orthodox Itu? Suatu Gambaran Singkat Tentang Iman Orthodox. Satya Widya Graha. Jakarta. 2001.
5. Rev John H Erickson, Dean. Beyond Dialogue: The Quest for Eastern and Oriental Orthodox Unity Today. Symposium on 1700th Anniversary of Christian Armenia. St. Vladimir’s Orthodox Theological Seminary. October 27-28, 2000. http://www.svots.edu.
6. From Wikipedia, the free encyclopedia: Iran, Armenian Catholic Patriarchs, Armenian Apostolic Church, Catholicoi of the Holy See of St. Etschmiadzin and All Armenians, Catholicoses and Patriarchs of Babylon and Ur of the Chaldees for the Chaldeans, Assyrian Church of the East.
7. Dan lain-lain.
Presbiter Rm. Kirill J.S.L.
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
I. Iran (Persia) dan Gereja-Gereja Orthodox yang Apostolik
Iran (atau Persia) (bahasa Persia: ایران) adalah sebuah negara Timur Tengah yang terletak di Asia Barat Daya. Meski di dalam negeri, negara ini telah dikenal sebagai Iran sejak zaman kuno, hingga tahun 1935 Iran masih dipanggil Persia di dunia Barat. Pada tahun 1959, Mohammad Reza Shah Pahlavi [Shah/Raja Iran (bahasa Farsi: پهلوی محمدرضا Moḥammad Rez̤ā Pahlavī) (lahir di Tehran, Iran, 26 Oktober 1919 – meninggal di Kairo, Mesir, 27 Juli 1980 pada umur 60 tahun), yang menyebut dirinya Yang Mulia Baginda, dan memegang gelar kerajaan Shahanshah (Raja segala raja), dan Aryamehr (Terang bangsa Arya), adalah kaisar Iran dari 16 September 1941 hingga Revolusi Iran pada 11 Februari 1979. Ia adalah kaisar kedua dari Dinasti Pahlavi and Shah terakhir dari monarki Iran] mengumumkan bahwa kedua istilah tersebut boleh digunakan. Nama Iran adalah sebuah kognat perkataan "Arya" yang berarti "Tanah Bangsa Arya".
Iran berbatasan dengan Azerbaijan (500 km) dan Armenia (35 km) di barat laut dan Laut Kaspia di utara, Turkmenistan (1000 km) di timur laut, Pakistan (909 km) dan Afganistan (936 km) di timur, Turki (500 km) dan Irak (1.458 km) di barat, dan perairan Teluk Persia dan Teluk Oman di selatan.
Pada tahun 1979, sebuah Revolusi Iran yang dipimpin Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini (lahir di Khomein, Provinsi Markazi, 24 September 1902 – meninggal di Tehran, Iran, 3 Juni 1989 pada umur 86 tahun) mendirikan sebuah Republik Islam teokratis sehingga nama lengkap Iran saat ini adalah Republik Islam Iran.
Dalam sejarahnya Iran (Persia) dibagi atas:
1.1 Sejarah awal, Kekaisaran Media dan Kekaisaran Achaemenid (3200 SM – 330 SM)
1.2 Kekaisaran Iran Ketiga: Kekaisaran Parthia (248 SM – 224 M)
1.3 Kekaisaran Iran Keempat: Kekaisaran Sassania (226–651)
1.4 Islam Persia dan Zaman Kegemilangan Islam Persia (700–1400)
1.5 Islam Syi'ah, Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi dan Iran Modern (1501 – 1979)
1.6 Revolusi Islam dan Perang Iran-Irak (1979-88)
Di Iran (Persia) sejak masa Kekaisaran Iran Ketiga: Kekaisaran Parthia sudah ada Gereja Orthodox yang dikenal sebagai Gereja Assyria Timur atau Gereja Nestorian disebut juga Gereja Assyria Timur yang Kudus, Katolik dan Apostolik (Bhs. Syriac: ܥܕܬܐ ܩܕܝܫܬܐ ܘܫܠܝܚܝܬܐ ܩܬܘܠܝܩܝ ܕܡܕܢܚܐ ܕܐܬܘܪ̈ܝܐ) (‘Ittā Qaddishtā wa-Shlikhāitā Qattoliqi d-Madnĕkhā d-Āturāyē) (Arab: كنيسة المشرق الاشورية الرسولية الجاثلقية المقدسة), adalah Gereja Kristen yang berasal Takhta Suci Babilon yang didirikan oleh St. Thomas Sang Rasul (antara tahun 33-77 Masehi). Beberapa orang menamakan Gereja Orthodox Assyria. Di Barat dikenal secara tidak tepat sebagai Gereja Nestorian. Mereka berasal dari orang-orang Kristen dari Gereja Syria Timur yang tinggal di wilayah Kerajaan Persia. Mereka menerima ajaran Injil dari Rasul Mar Thoma Shilkha (St. Thomas Sang Rasul - th. 33-77) dan Mar Addai, (St. Thaddeus Sang Rasul, salah satu dari ketujuh puluh Utusan - th. 33-66), salah satu dari ke 70 Utusan (Lukas 10:17) yang mengabarkan Injil ke Mesopotamia antara tahun 33-66 Masehi.
Gereja Assyria Timur ini banyak mengalami penderitaan yang dialaminya sejak dari masa para Shah Persia, Arab Muslim, para Khan Mongolia hingga jaman modern ini, sehingga Gereja Assyria Timur dikenal oleh para sarjana dan ahli sejarah sebagai “Gereja Para Martir” (“The martyrs’ church”) karena tidak sebuah Gerejapun mengalami penderitaan sebanyak kemartiran Kekristenan Gereja Assyria Timur ini.
Kadang-kadang Gereja Assyria diasosiasikan dengan Gereja Nestorian, yaitu yang melangsungkan ajaran Nestorius, Patriarkh Konstantinopel (kira-kira 386– 451) yang dipecat tahun 431 M, walaupun data paling akhir tidak sepakat dengan dugaan ini. Ajaran mereka sebenarnya tak sejauh bidat Nestorianisme yang dituduhkan pada mereka, dan praktek-praktek mereka tak beda dengan praktek-praktek Gereja Orthodox lainnya. Dalam segi aqidah (ajaran), ibadah dan mu’amallah (praktek kehidupan dan kemasyarakatan) Gereja Nestorian ini tidak berbeda secara hakiki dengan Gereja Orthodox lainnya, kecuali dalam hal Kristologi mereka. Itupun sekarang sedang dalam dialog dengan Gereja Orthodox Kalsedon Antiokhia, Syria, maupun Gereja Yakobit (Non Kalsedon), dan bahkan dengan Gereja Katolik Roma. Sehingga ada beberapa sarjana modern yang menyebut mereka sebagai Gereja Orthodox pre-Efesus/pre-Kalsedonian.
Selain ini di Iran juga ada Gereja Orthodox Apostolik Armenia (Bahasa Armenia: Հայ Առաքելական Եկեղեցի) pada masa Islam Syi'ah, yaitu pada masa Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi. Gereja Orthodox Apostolik Armenia adalah Gereja Nasional tertua di dunia dan satu dari komunitas Kristen Purba. Pengenalan iman Kristen yang paling awal ke Armenia adalah pada abad, ketika pewartaan pertama oleh dua Rasul Yesus, St. Thaddeus (43-66) (bahasa Armenia: Թադէոս [tʰɑdɛos] Tadeos, atau (bentuk pendek) Թադէ [tʰɑdɛ] Tadeh) dan St. Bartolomeus (60-68) (bahasa Armenia: Բարթողիմէոս [pʰɑɾtʰoʁimɛjos]). Gereja Apostolik Armenia berdiri sejak karya para Rasul itu. Gereja Armenia adalah salah satu dari Gereja-Gereja yang disebut Monofisit, atau atau pada masa kini akibat hubungan-hubungan ekumenis, untuk menghormati mereka disebut sebagai Gereja-Gereja Oriental Orthodox, atau Gereja-Gereja Timur Alur Kecil, atau Gereja-Gereja Orthodox Non-Kalsedonia.
Ikon Kebangkitan dari Gereja Assyria Timur atau Gereja Nestorian dari Alkitab bahasa Syria abad 13, biara Al-Za'faran – Turkey
Ikon Gereja Assyria Timur atau Gereja Nestorian Mor Afrem Suryoyo (St. Efraim dari Syria)(306 - 373 A.D.)Banyak orang beranggapan Gereja Orthodox bukan satu, seperti yang dibesar-besarkan adalah perbedaan Orthodox pre-Kalsedonian, Non-Kalsedonian, dan Kalsedonian. Peneliti-peneliti yang hanya tertarik melihat perbedaan kecil sering hanya terpaku dengan data-data minor untuk membenarkan posisinya yang pada kenyataannya tidak seperti itu. Orthodoxia bagaimanapun harus dilihat secara menyeluruh sebagai yang menjaga tradisi rasuliyah dan Kredo Nikea-Konstantinopel. Sebaliknya heterodoxia (kaum heretik/bidat) adalah keluar dari iman Nikea-Konstantinopel tersebut. Tradisi pre-Kalsedonian (Gereja Assyria Timur/Nestorian) dengan tradisi Kalsedonian (Gereja Orthodox Timur, yaitu Eastern Orthodox Church) dan tradisi non Kalsedonian (Monofisit, Oriental Orthodox Church) tidak jauh berbeda karena keduanya memegang iman yang sama, sebab pada tahun 410 M, Gereja Assyria (pre-Kalsedonian) yang tidak hadir pada Konsili Ekumenis Nikea 325 dan Konstantinopel 381, oleh desakan Uskup-uskup Syria telah meratifikasi Kredo Nikea sehingga sudah masuk dalam Orthodoxia. Sebaliknya perbedaan antara Orthodox non-Kalsedonian (Orthodox Oriental/Monofisit) dan Kalsedonian (Eastern Orthodox Church), jelas tidak ada karena kedua tradisi itu sama-sama hadir di 3 Konsili pertama. Contohnya di Gereja Orthodox non Kalsedonian Syria, Koptik Mesir, Gereja Apostolik Armenia, maupun Gereja Orthodox Tewahedo Ethiopia, Afrika, terdapat juga penggunaan ikon-ikon yang berarti mengakui Kemanusiaan Firman Allah, sebagaimana yang telah diputuskan oleh Konsili Ekumenis Kalsedon dan dikuatkan oleh Konsili Ekumenis Nikea II 787 M.
II. Gereja-gereja Orthodox Armenia di Iran pada Masa Islam Persia dan Zaman Kegemilangan Islam Persia hingga Masa Islam Syi'ah, Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi
Mayoritas gereja-gereja di Iran yang memiliki nilai sejarah dan artistik dibangun sekitar abad ke delapan atau abad ke 14 AH (Latin: Anno Hegirae (pada tahun Hijriah); Indonesia: Kalender Hijriah; Arab: التقويم الهجري; at-taqwīm al-hijrī; Persia: تقویم هجری قمری taqvim-e hejri-ye qamari; Kurdi: Salnameya Hicrî; Turki: Hicri Takvim; Urdu: اسلامی تقویم Islami taqwīm; Malay: Takwim Hijrah), dan periode sesudahnya. Tentu saja, ini tidak berarti bahwa tidak ada gereja-gereja yang ada di negara sebelum periode tersebut.
Selama masa pemerintahan Shah Abbas I Agung (1587 – 1629), raja Safawi (Kesultanan Safavid, 1502 - 1736), kebijakan cerdas itu menyebabkan sejumlah besar orang Armenia dari Armenia dan Azarbaijan untuk berpindah dan menetap di Esfahan dan daerah lain di Iran. Sebuah tempat disebut Jolfa dibangun di tepi Sungai Zayande-Rud di Esfahan dan menjadi tempat tinggal orang-orang bermigrasi ini. Akibatnya, gereja-gereja didirikan di kota itu. Sementara itu, setelah selang waktu yang singkat, beberapa orang Armenia pindah ke Gilan dan beberapa tinggal di Shiraz.
Gereja Beit-ol Lahm (Bethlehem) di Esfahan, IranSetelah kematian Shah Abbas Pertama, penggantinya, Shah Abbas Kedua (1642 - 1667), juga memberikan perhatian dekat dengan kesejahteraan orang-orang Armenia dan gereja-gereja lebih banyak didirikan di Jolfa.
Masuknya banyak orang Eropa selama masa pemerintahan dinasti Qajar (1794-1925) menyebabkan berkembangnya gereja-gereja lain, selain yang dibangun sebelumnya. Sejumlah bangunan-bangunan tersebut telah berlangsung dan mempunyai arti arsitektural dan artistik yang signifikan.
Azarbaijan adalah tuan rumah gereja-gereja tertua di Iran. Di antaranya yang paling signifikan adalah Tatavous Vank (Katedral St Tatavous), yang juga disebut Ghara Kelissa (biara hitam). Ini terletak di Siahcheshmeh (Ghara-Eini) batas wilayah selatan Makou. Ada juga gereja yang dikenal sebagai Santo Stepanous, yang berdiri pada 24 kilometer dari selatan kota Jolfa Azarbaijan.
Umumnya, setiap gereja memiliki aula besar untuk shalat jamaah (sembahyang harian umat); bagian terdahulunya dinaikkan seperti panggung, dihiasi dengan ikon-ikon atau gambar tokoh-tokoh agama dan juga berfungsi sebagai altar. Di sini, lilin-lilin yang dinyalakan dan ibadah Khidmat al-Quddus (Liturgi Suci) atau ibadah gereja adalah dilakukan oleh imam. Pada latar depan adalah jemaat melakukan sholat yang menghadap podium/panggung dimana imam memimpin ibadah di gereja, ini mirip dengan praktek kaum Muslim bershalat menghadap ke ceruk/relung di dalam masjid. Sementara liturgi yang sedang dilakukan, jemaah berdiri, berlutut, atau duduk, tergantung pada apa yang harus dilakukan dalam ibadah.
Struktur gereja-gereja di Iran mengikuti kurang lebih pola arsitektur Iran, atau mereka adalah campuran desain konstruksi Iran dan non-Iran.
III. Gereja-gereja Orthodox Bersejarah di Iran
1. Gereja Santo Stepanous
Ini adalah gereja tua lain yang terletak pada sebelah barat persimpangan dari jalan raya Marand-Jolfa dan timur dari jalan Khoy-Jolfa. Juga memiliki kubah piramida, itu, meskipun demikian, cukup indah dan jauh lebih menyenangkan untuk dilihat daripada gereja Santo Tatavous.
Gereja Santo Stephanos di Azarbaijan, IranStruktur umum kebanyakan menyerupai arsitektur Armenia dan Georgia dan bagian dalam bangunan ini dihiasi dengan lukisan yang indah oleh Honatanian, seorang seniman terkenal Armenia. Hayk Ajimian, seorang sarjana Armenia dan sejarawan, mencatat bahwa gereja itu awalnya dibangun pada abad kesembilan Masehi, tetapi dbangun-ulang akibat gempa bumi di Azarbaijan yang mengikis habis struktur sebelumnya. Gereja itu dibangun pada masa pemerintahan Syah Abbas Kedua.
2. Gereja Santa Maria di Tabriz:
Gereja ini dibangun pada abad keenam AH (abad ke-12 AD) dan dalam catatan perjalanannya, Marco Polo (lahir 15 September 1254 – meninggal 8 Januari 1324 pada umur 69 tahun), penjelajah terkenal Venesia, Itali, yang hidup pada abad ke delapan AH (abad ke-14 AD), menyebut gereja ini dalam perjalanannya ke China. Selama beberapa tahun lamanya, gereja Santa Maria melayani sebagai pusat Keuskupan Agung dari Armenia Azarbaijan. Gereja ini merupakan suatu bangunan besar yang dibangun indah dan megahnya, dengan bangunan ruang tambahan berbeda membentang di area yang luas. Sebuah dewan persahabatan Armenia mengatur agar gereja dihadiri dengan baik.
Selain dari tiga gereja di atas, ada gereja-gereja lain di Azarbaijan seperti gereja tua yang dibangun pada abad ke delapan AH di desa Modjanbar, yang terletak sekitar 50 kilometer dari Tabriz. Satu gereja lagi adalah gereja besar Santo Sarkis, terletak di Khoy, bangunan ini telah selamat dari masa Shah Abbas yang Kedua (abad ke-12 AH). Selama masa pemerintahan raja Safawi dikatakan, bangunan besar lain yang disebut gereja Santo Gevorg (Santo Georgius atau Jurjis) dibangun, menggunakan batu marmer dan dirancang dengan kubah besar, di desa Haft Van dekat Shapur (Salmas). Sebuah gereja, juga dengan kubah sangat besar, juga berdiri di desa Derishk di sekitar Shapur, di Azarbaij
3. Monasteri/Biara Santo Tatavous atau Ghara Kelissa:
Awalnya, gereja ini terdiri dari sebuah ruang kecil dengan kubah berbentuk piramida di bagian atas dan 12 celah-celah mirip dengan bangunan berbentuk kubah Islam dari era Mongol. Perbedaannya adalah bahwa kubah gereja terbuat dari batu. Bagian utama dari struktur piramida diikuti arsitektur Bizantium (Romawi Timur), termasuk pinggiran horizontal dan paralel terbuat dari batu-batu putih dan hitam pada interior dan batu-batu hitam pada bagian yang menghadap eksterior.
Gereja Santa Maria di Jolfa Square di Esfehan, IranKarena fasad (bagian muka gedung) didominasi oleh batu-batu hitam, gereja itu sebelumnya disebut Ghara Kelissa (atau biara hitam) oleh penduduk asli. Selama masa pemerintahan penguasa Qajar, Fath'Ali Shah (1797 – 1834), struktur baru yang ditambahkan ke gereja Santo Tatavous atas pemerintah Abbas Mirza (26 Agustus 1789 – 25 Oktober 1833), putra mahkota, dan gubernur Azarbaijan. Renovasi-renovasi mengakibatkan perluasan ruang sholat dan gereja tua kecil diubah menjadi panggung sholat, ruangan altar, ornamen-ornamen suci dan tempat dimana imam dapat memimpin shalat. Menara lonceng dan pintu masuk gereja yang terletak di salah satu sisi bangunan baru, tapi sayangnya, bagian ini masih belum selesai.
Sementara itu, karena pertempuran di perbatasan dan kerusuhan-kerusuhan politik lainnya di daerah tersebut selama periode selanjutnya, gereja itu ditinggalkan dan hancur. Beberapa perbaikan kecil telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahun, selama musim khusus (di musim panas), banyak orang Armenia dari semua bagian dari Iran melakukan perjalanan ke situs ini untuk berdoa dan berziarah. Mereka datang dengan jip-jip atau truk-truk setelah melintasi sebuah bagian pegunungan yang sangat sulit medannya. Mereka berkumpul di sekitar gereja, tinggal selama beberapa hari dan melakukan upacara-upacara agama mereka. Untuk sisa tahun lainnya, gereja tetap sunyi di daerah terpencil.
Penambahan dibuat untuk gereja Santo Tatavous atas perintah Abbas Mirza terdiri dari gambar-gambar ikon timbul dari para rasul pada fasad dan dekorasi bunga-bunga, semak-semak, bentuk singa dan matahari dan arabesque (seni dekorasi artistik Islam), semua yang telah dilakukan oleh para pengrajin Iran. Arsitektur interior gereja adalah kombinasi dari rancangan desain Bizantium, Armenia dan Georgia. Selain gereja besar, kamar khusus telah dibangun di halaman untuk tempat tinggal para peziarah dan para pertapa eremit.
4. Gereja-gereja bersejarah di Jolfa dari Esfahan
Gereja bersejarah yang paling penting di Iran adalah katedral tua, sering disebut sebagai Vank (yang berarti "katedral" dalam bahasa Armenia). Bangunan besar ini dibangun pada masa pemerintahan Shah Abbas Pertama dan benar-benar mencerminkan arsitektur Iran. Katedral ini memiliki kubah bata dua lapis yang sangat mirip dengan yang dibangun oleh Safawi. Bagian dalam gereja yang dihiasi dengan lukisan-lukisan yang mulia dan indah dan karya-karya miniatur yang mewakili tradisi-tradisi alkitabiah dan ikon-ikon malaikat dan rasul, semua yang telah dilaksanakan dalam campuran gaya Iran dan Italia. Langit-langit dan dinding dilapisi dengan ubin dari zaman Safawi.
Pada sudut halaman besar katedral, kantor-kantor dan ruang-ruang telah dibangun untuk menampung tamu, uskup agung Esfahan dan pengiringnya, serta hirarki keagamaan Armenia lain yang penting di Iran. Kompleks gereja juga mencakup sebuah museum yang terletak di gedung terpisah. Museum ini menampilkan catatan-catatan sejarah dan relikwi-relikwi yang dilindungi, dan fatwa raja-raja Iran yang bertanggal kembali ke zaman Shah Abbas Pertama. Hal ini juga berisi koleksi menarik dari karya seni.
Gereja Beit-ol Lahm (Bethlehem) di Esfahan, IranEsfahan memiliki gereja-gereja bersejarah lain, yang paling penting adalah Gereja Beit-ol Lahm (Betlehem) di Nazar Avenue. Ada juga gereja Santa Maria di Jolfa Square dan gereja Yerevan di daerah Yerevan.
5. Gereja Armenia di Shiraz:
Gereja Armenia di Shiraz yang dinamakan: "Sare Jouye Aramaneh" Di bagian timur Ghaani Avenue, di sebuah distrik yang disebut "Sare Jouye Aramaneh", sebuah bangunan yang menarik telah selamat dari era Shah Abbas Kedua. Struktur utamanya berdiri di tengah-tengah kebun -seperti sebuah kompleks dan terdiri dari ruang shalat dengan langit-langit datar yang tinggi dan beberapa sel mengapit dua sisi bangunan. Langit-langit yang dihiasi dengan lukisan-lukisan asli dari era Safawi dan sel-sel bersebelahan dihiasi dengan relung dan lengkungan dan cetakan plester, juga dalam gaya Safawi. Hal ini dianggap sebagai monumen bersejarah di Shiraz dan pasti layak dikunjungi.
6. Gereja Santo Simon di Shiraz:
Gereja ini adalah secara relatif penting, tetapi bukan gereja yang terlalu tua di Shiraz. Aula besar benar-benar dilakukan dalam gaya Iran sementara atap Romawi. Kubah seperti gentong kecil, banyak karya seni Iran dan kaca jendela mosaik menghiasi gereja.
Sementara itu, gereja lain yang disebut Kemuliaan Kristus, berdiri di Ghalat, 34 kilometer dari Shiraz. Bangunan ini telah selamat dari periode Qajar dan dikelilingi oleh taman-taman yang menawan.
7. Gereja Santo Tatavous, Teheran:
Bangunan besar ini terletak di distrik Chaleh Meidan, salah satu distrik tertua di Teheran. Ia berdiri di sebelah selatan Mausoleum Seyed Esmail, pada awal dari bagian utara dari apa yang disebut Jalan Armenia. Gereja tertua dari Teheran, itu dibangun pada masa pemerintahan raja Qajar, Fat′h Ali Shah. Bangunan ini memiliki atap berbentuk kubah dan empat ceruk, sebuah altar dan kursi khusus diperuntukkan bagi pemimpin agama Armenia atau uskup. Ruang depan menuju ke gereja berisi kuburan orang Kristen non-Iran terkemuka yang telah meninggal di Iran, dan di tengah halaman gereja, Gribaydof, duta besar Tsar di istana Fat′h Ali Shah, dan rekan-rekannya telah dibaringkan untuk beristirahat. Mereka dibunuh oleh pasukan revolusioner Teheran pada waktu itu.
Sementara itu di Bushehr, ada sebuah gereja dari periode Qajar yang merupakan spesimen baik dari arsitektur Iran. Semua jendela adalah model setelah bangunan-bangunan Iran yang tua dan kaca-kaca berwarna adalah murni karya seni Iran.
Ada juga gereja-gereja lain di Ourumieh, di dusun sekitar Arasbaran, Ardabil, Maragheh, Naqadeh, Qazvin, Hameadan, Khuzestan, Chaharmahal, Arak, di utara desa Vanak lama di Teheran, dll. Gereja-gereja ini, meskipun semuanya ditinggalkan dan memiliki sedikit nilai artistiknya.
Referensi
1.____________. Is The Theology Of The Church Of The East Nestorian? “Orthodoxy and Catholicity in the Syriac Tradition with Special Attention to the Theology of the Church of the East in the Sasanian Empire” 24-29 June 1994. Holy Apostolic Catholic Assyrian Church of the East Commission on Inter-Church Relations and Education Development. Copyright 2002 Assyrian Church of the East. All rights reserved.
2. ____________. Iranian Visual Arts. Iranian Monuments. Historical Churches in Iran. Copyright © 2001-2011 Iran Chamber Society. http://www.iranchamber.com
3. Episkop Timothy Ware (Penterjemah : Arkhimandrit Daniel Bambang PhD). Mari Mengenal Kekristenan Timur. Sejarah Gereja Orthodox. Satya Widya Graha. 2001.
4. Fr. Marc Dunaway. (Editor Rm. Arkhimandrit Daniel Bambang). Apakah Gereja Orthodox Itu? Suatu Gambaran Singkat Tentang Iman Orthodox. Satya Widya Graha. Jakarta. 2001.
5. Rev John H Erickson, Dean. Beyond Dialogue: The Quest for Eastern and Oriental Orthodox Unity Today. Symposium on 1700th Anniversary of Christian Armenia. St. Vladimir’s Orthodox Theological Seminary. October 27-28, 2000. http://www.svots.edu.
6. From Wikipedia, the free encyclopedia: Iran, Armenian Catholic Patriarchs, Armenian Apostolic Church, Catholicoi of the Holy See of St. Etschmiadzin and All Armenians, Catholicoses and Patriarchs of Babylon and Ur of the Chaldees for the Chaldeans, Assyrian Church of the East.
7. Dan lain-lain.
Rabu, 18 Mei 2011
Ruang Kadaver: Ingat yang Terakhir … Ingat yang Menghidupkan
⌣»̶► Kita boleh punya mobil yang sangat mewah
º◄:)►º Tetapi Kendaran terakhir hanyalah MOBIL JENASAH sewaan.
⌣»̶► Kita boleh punya tempat tidur ŷğ samgat empuk
º◄:)►º Tetapi terakhir hanya tidur ditepi kayu PETI MATI.
⌣»̶► Kita boleh punya rumah yang sangat mewah.
º◄:)►º Tetapi terakhir hanyalah menginap diKUBURAN dan kembali menjadi debu.
⌣»̶► Kita boleh punya gelar yang sangat hebat.
º◄:)►º Tetapi terakhir hanyalah bergelar ALMARHUM (alm).
⌣»̶► Kita boleh punya wajah yg ganteng/cantik,
º◄:)►º Tetapi terakhir hanyalah TENGKORAK
⌣»̶► Kita boleh punya handphone yg mahal/canggih,
º◄:)►º Tetapi terakhir alat komunikasi yg bisa menyelamatkan kita adalah DOA "
*FM*({})*FM* DOA adalah NAFAS YANG MENGHIDUPKAN …
º◄:)►º Tetapi Kendaran terakhir hanyalah MOBIL JENASAH sewaan.
⌣»̶► Kita boleh punya tempat tidur ŷğ samgat empuk
º◄:)►º Tetapi terakhir hanya tidur ditepi kayu PETI MATI.
⌣»̶► Kita boleh punya rumah yang sangat mewah.
º◄:)►º Tetapi terakhir hanyalah menginap diKUBURAN dan kembali menjadi debu.
⌣»̶► Kita boleh punya gelar yang sangat hebat.
º◄:)►º Tetapi terakhir hanyalah bergelar ALMARHUM (alm).
⌣»̶► Kita boleh punya wajah yg ganteng/cantik,
º◄:)►º Tetapi terakhir hanyalah TENGKORAK
⌣»̶► Kita boleh punya handphone yg mahal/canggih,
º◄:)►º Tetapi terakhir alat komunikasi yg bisa menyelamatkan kita adalah DOA "
*FM*({})*FM* DOA adalah NAFAS YANG MENGHIDUPKAN …
Minggu, 15 Mei 2011
SINAKSARION (Kisah Orang Kudus): St. Tarcisius, Sang Akolit (Putera Altar) dan Martir-Anak dari Ekaristi
Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
I. Biografi St. Tarcisius, Sang Akolit
St. Tarcisius (Tarsicius atau Tarsisius) (Italia dan Spanyol: San Tarsicio atau Tarcisio) adalah seorang martir dari Gereja Kristen awal yang hidup pada abad ke-3. St. Tarcisius adalah orang kudus Romawi Pra-Skisma yang dihormati oleh Gereja Orthodox dan Gereja Katolik Roma. Dia adalah Martir Kudus muda yang meninggal karena melindungi Sakramen Perjamuan Kudus pada masa awal Gereja sebelum Edik Milan (tahun 313).
Sedikit yang diketahui tentang dirinya berasal dari sebuah prasasti metrikal (“Damasi epigrammata”) oleh Paus St. Damasus I (Paus Gereja Roma Pra-Skisma ke-37, Oktober 366 – 11 Desember 384; orang Spanyol), yang menjadi Paus setidaknya satu abad kemudian. Tradisi ini secara positif ditegaskan oleh Damasus dan tidak diragukan lagi secara historis. Tidak diketahui pasti mengenai pribadi Sang Martir Ekaristi ini. Dia mungkin sudah Diakon, karena Damasus membandingkan dia dengan Rasul dan Diakon Agung St. Stefanus Sang Protomartir (Sang Matir Kristen Pertama; martir sekitar tahun 35 M).
Dalam “Penderitaan dari Paus Stefanus I (254 – 2 Agustus 257; orang Romawi)” (”Passion of Pope Stephen”), yang ditulis pada abad keenam, Tarcisius dikatakan menjadi Akolit (Putera Altar) dari Paus sendiri dan, jika demikian, ini menjelaskan penghormatan agung di mana ia ditahan dan alasan mengapa ia dipilih untuk sebuah misi sulit. Penambahan ini, bagaimanapun, adalah didasarkan pada puisi Damasus tersebut. Jelaslah bahwa kematian martir ini terjadi di salah satu penganiayaan yang terjadi antara pertengahan abad ketiga dan awal keempat.
Tarcisius adalah Akolit berumur dua belas tahun selama masa penganiayaan Romawi yang dahsyat dari abad ketiga, mungkin selama pemerintahan Kaisar Valerianus (253–260). St. Tarcisius juga dianggap sebagai Diakon karena tugas Diakon-lah membagikan Sakramen Ekaristi Kudus pada kesempatan-kesempatan khusus serta mengantar Sakramen Perjamuan Kudus dari gereja ke gereja.
Setiap hari, dari tempat pertemuan rahasia di katakombe di mana orang-orang Kristen berkumpul untuk merayakan Liturgi Suci (Misa Kudus), seorang Diakon akan dikirim ke penjara untuk membawa Ekaristi untuk orang-orang Kristen yang dihukum mati. Pada suatu saat, tidak ada Diakon untuk dikirim dan dengan demikian St Tarcisius, seorang Akolit, dikirim membawa "Misteri-misteri Kudus" (Sakramen Perjamuan Kudus) bagi mereka di penjara.
Dalam perjalanan, ia dihentikan oleh anak-anak laki yang seusia dirinya sendiri, yang tidak beragama Kristen tapi mengenal dia sebagai kawan bermain dan pecinta permainan-permainan. Dia diminta untuk bergabung dengan permainan-permainan mereka, tapi kali ini ia menolak dan kerumunan anak laki-laki menyadari bahwa dia membawa sesuatu. Entah bagaimana, ia juga dikenali sebagai seorang Kristen, dan gang kecil anak laki-laki itu ingin sekali melihat "Misteri-Misteri" Kristen. Ia tidak rela membiarkan Sakramen Perjamuan Kudus dipermainkan dan dimusnahkan oleh para berandal itu, oleh karenanya ia berkelahi dengan mereka. Ia lebih suka mati di tangan massa daripada menyerahkan kepada mereka Sakramen Mahakudus, yang ia bawa. Kumpulan orang banyak itu menjadi massa beringas-tak terkendali dan berbalik pada Tarcisius dengan kalap dan marah. Ia terjatuh dibawah pukulan-pukulan banyak orang, dan diyakini bahwa seorang teman Kristen berhasil melepaskan diri dari massa dan menyelamatkan sang Akolit muda. Tubuh hancur dari Tarcisius dibawa kembali ke katakombe, namun anak itu meninggal dalam perjalanan akibat luka-lukanya.
II. Kisah St. Tarcisius, Sang Akolit
Sebagai perbandingan Paus Damasus I membandingkan dia dengan St Stefanus, yang dilempari batu sampai mati, ini mungkin menjadi cara akhir hidupnya. Kisahnya adalah sangat diperluas oleh Kardinal Nicholas Patrick Stephen Wiseman (1802–1865), Uskup Agung pertama Westminster pada pembentukan kembali hirarki Katolik Roma di Inggris dan Wales pada tahun 1850, yang menggambarkan dia sebagai Akolit (putera Altar) muda di novelnya Fabiola, atau Gereja di Katakombe (Fabiola or The Church of the Catacombs). Melalui karya ini, kisahnya kemudian menjadi dikenal secara luas:
Pada masa itu, Kekristenan mengalami penindasan oleh para pagan. Banyak dari orang Kristen yang dibunuh, ada yang diracun, maupun diumpankan kepada singa di Colloseum. Untuk menghindari para pagan, kaum Kristiani membuat jalur-jalur dan ruang-ruang bawah tanah, yang disebut Katakombe. Di tempat ini mereka mengadakan ibadah Liturgi Suci, di mana setiap orang Kristiani menerima Perjamuan Kudus dan juga menerima petunjuk dari uskup dan Imamnya. Pada saat itu, para tawanan Kristen merindukan menerima Perjamuan Kudus, sehingga mereka menyampaikan pesan kepada uskupnya agar mereka dapat menerimanya. Setelah usukupnya mendengar, lalu dipikirkan siapa yang akan membawanya. Para uskup dan Imam jelas tidak bisa, karena resikonya mereka dapat ditangkap dan dipenjarakan; juga banyak dari orang-orang Kristen yang ada. Ketika itu, seorang anak yatim-piatu bernama Tarcisius, berlutut dekat kaki uskup dan memohon agar ia diperbolehkan membawanya. “Aku masih kecil, orang-orang pagan akan berpikir bahwa aku hanyalah anak kecil pengantar pesan, dan membiarkan aku lewat.”
Di jalan, Tarcisius bertemu dengan teman-teman sekolahnya. Mereka akan memulai permainan, namun membutuhkan satu orang lagi agar jumlahnya genap. Ketika dilihatnya oleh mereka Tarcisius yang sedang berjalan, mereka mengajaknya untuk bermain. Tarcisius menolaknya, berkata bahwa ia sedang membawa suatu pesan penting. Anak-anak itu, yang melihat Tarcisius membawa sesuatu, mencoba merebutnya. “Dia orang Kristen. Dia menyembunyikan sesuatu misteri Kristen padanya”. Mereka menendang, memukul, berusaha sekuat tenaga untuk merebut yang ia lindungi, namun tangan kecil itu tetap tak bergerak, tangan itu begitu kerasnya memegang erat apa yang ia bawa dengan penuh kepercayaan. Sepertinya ia mendapat kekuatan yang begitu kuat sehingga dapat menahankan semua serangan itu. Pemandangan itu menarik perhatian orang-orang yang lewat, mereka menanyakan apa yang terjadi. Mengetahui bahwa Tarcisius adalah seorang Kristen, melayanglah pukulan dan serangan kepada anak kecil itu.
Lalu datanglah seorang prajurit, Quadratus, memisahkan gerombolan itu. Quadratus juga seoarng Kristen, Tarcisius mengenalinya karena mereka sering bertemu di katakombe. Ia menyerahkan Sakramen Mahakudus kepada Quadratus, dan dalam senyum kemartirannya ia pun meninggal.
Quadratus lalu membawanya ke pemakaman Santo Callistus, di mana ia dibaringkan di tengah kekaguman kaum beriman lainnya yang lebih tua, dan di kemudian hari Paus Damasus yang suci memberikan epitaph kepadanya, di mana tak seorang pun yang membaca tak dapat menarik kesimpulan bahwa kepercayaan terhadap kehadiran sejati Tubuh Tuhan kita dalam Sakramen Kudus waktu itu adalah sama seperti yang dipercayai Gereja sekarang.
Dia awalnya dimakamkan di Katakombe San Callisto [Paus St. Calixtus I atau St Kalistus I (217 – 222; orang Romawi)] yang terletak di Via Appia, dan sebuah prasasti oleh Damasus kemudian diletakkan di atas makamnya. Di abad keempat Paus Damasus I memahatkan tanggal kematiannya, 15 Agustus 257. Pada abad ketujuh jenazahnya disemayamkan dimakam yang sama dengan Paus St. Zephyrinus (199 – 217; orang Romawi); menurut Willpert mereka dibaringkan di kubah kuburan di atas tanah (trichora cella) yang letaknya ke arah barat di atas katakombe St Kalistus. Tetapi sekarang relikwinya disemayamkan di gereja San Silvestro di Capite di Roma.
III. Pesta Peringatan, Pelindung para Akolit dan Kasih Sang Martir-Anak dari Ekaristi
Pada Gereja Orthodox, pesta peringatan St Tarcisius jatuh pada Pesta Wafat Sang Theotokos, Bunda Maria Tersuci dan Yang Selalu Perawan (The Dormition of Our Most Holy Lady the Theotokos and Ever-Virgin Mary) pada setiap tanggal 15/28 Agustus (Kalender Baru Gregorian/ Kalender Lama Yulianus). Sedang Gereja Katolik Roma merayakan pesta peringatannya pada tanggal 15 Agustus, namun sejak hari itu ditempati oleh hari Pesta Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, ia tidak disebutkan dalam Kalender Romawi Umum, tetapi hanya di Martirologi Romawi.
Ikon Martir Suci Romawi, Akolit St. Tarsicius. Pesta: 15 Agustus. Ikon dilukis oleh: Aidan Hart, Patriarkat Konstantinopel, Gereja Orthodox Inggris.
Dia adalah santo pelindung Putera Altar dan para penerima komuni pertama. Tarcisius, salah satu santo pelindung dari para Putera Altar, selalu menjadi contoh dari keberanian, ketaatan dan pengabdian kaum muda, dan kisahnya adalah salah satu yang diceritakan berulang kali untuk mendorong orang lain bagi sebuah kepahlawanan dalam penderitaan karena iman mereka.
Dalam litani para martir dalam Gereja Katolik Roma, Santo Tarcisius disebut sebagai “pemuda dengan teladan yang baik serta pembela Iman yang berani”. Bahkan pada usia yang amat belia (12 tahun), Tarcisius telah menyadari taruhannya akan Iman. Ia sadar sepenuhnya akan apa yang sedang ia bawa. Yesus mati untuk cinta, seperti yang diberikan oleh Tarcisius; maka demikian juga Tarcisius tidak ragu-ragu untuk mati demi cinta Yesus kepadanya. Mati untuk Yesus, menyerahkan diri kepada Tuhan, dapat dilakukan siapa saja, kapan saja di mana saja. Kecintaan kepada Allah tidak perlu menunggu untuk sesuatu perbuatan besar, yang menimbulkan kemasyhuran. Bahkan dalam perbuatan yang sederhana itupun tersimpanlah kemegahan para martir. Tarcisius berbangga dalam keteguhannya akan iman.
Maka demikianlah seperti yang tertulis dalam Injil:
“maiorem hac dilectionem nemo habet ut anImam suam quis ponat pro amicis suis” (Evangelium secundum Ioannem 15:13)
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 15:13)
Tarcisius menyerahkan nyawanya demi Sahabatnya, sama seperti dulu yang Yesus lakukan demi sahabat-sahabat-Nya. Ia melakukan yang terbaik yang dapat dilakukannya demi apa yang ia percayai, demi orang yang ia cintai. Suatu perbuatan, sesederhana apapun, asal dilakukan dengan hati yang tulus, memberikan kepuasan dan ketenangan dalam jiwa. Mungkin Tarcisius mati dalam raga, namun yang pasti jiwanya abadi, teladannya abadi.
IV. Teks Puisi oleh Paus St. Damasus
Pada abad keempat, Paus St Damasus (366-384) menulis puisi tentang St Tarcisius "Martir-Anak dari Ekaristi". Satu-satunya informasi positif mengenai Sang Martir Romawi ini ditemukan dalam puisi yang disusun untuk menghormatinya oleh Paus Damasus ("Damasi epigrammata", ed IHM, 14.). Dalam baris-baris puisi ini Damasus membandingkan Tarsicius dengan protomartir Stefanus: sama seperti yang belakangan dilempari batu oleh orang-orang Yudea begitu juga Tarsicius, membawa Sakramen Mahakudus, diserang oleh gerombolan berandal kafir, dan ia menderita dan mengalami kematian akibat kekerasan di tangan massa daripada menyerahkan Tubuh Suci Kristus untuk anjing-anjing liar: “Ketika segerombolan anak jahat melibatkan diri mereka kepada Tarcisius yang sedang membawa Ekaristi, bermaksud untuk mencemarkan Sakramen itu, anak laki-laki itu memilih menyerahkan hidupnya daripada menyerahkan Tubuh Kristus kepada anjing-anjing liar itu”. Puisi Latin, disusun oleh Damasus dan satu-satunya bukti sejarah positif pada Tarcisius, tertulis seperti ini:
Par meritum, quicumque legis, cognosce duorum,
quis Damasus rector titulos post praemia reddit.
Iudaicus populus Stephanum meliora monentem
perculerat saxis, tulerat qui ex hoste tropaeum,
martyrium primus rapuit leuita fidelis.
Tarsicium sanctum Christi sacramenta gerentem
cum male sana manus premeret uulgare profanis,
ipse anImam potius uoluit dimittere caesus
prodere quam canibus rabidis caelestia membra.
(Damasi Epigrammata, Maximilian Ihm, 1895, n. 14)
Equal merit, to all who gather, then hear me of two people,
Damasus, who, after the titles of the ruler of the rewards of pays it back.
Stephen, the Jewish people better warning,
he had stricken with stones, to those who had taken a trophy from the enemy,
he seized his martyrdom was the first deacon faithful.
Tarsicium wearing the holy sacraments of Christ
since he badly he should press the heal the hands of the profane vulgarize the promotion,
rather, he will save he wanted to put away cut to pieces
to betray it to the dogs than the members of the heavenly rabid.
(Epigrams of Damasus, Maximilian Ihm, 1895,, n. 14)
"Ketika sebuah kelompok jahat fanatik melempari diri Tarcisius
yang membawa Ekaristi,
ingin Sakramen itu tak dicemarkan, anak laki-laki itu lebih suka
memberikan nyawanya daripada memberikan
Tubuh Kristus kepada para anjing liar."
(Kutipan dari sebuah puisi pujian yang disusun oleh St Damasus (sekitar 384), dalam Damasi Epigrammata, Maximilian Ihm, 1895, n. 14)
Renungan:
Hanya seorang anak laki-laki bisa menjadi orang-orang kudus, dan kaum muda tidak ada hambatan untuk mencapai kekudusan. Panggilan untuk kekudusan dimulai pada baptisan, dan kita tidak harus menunggu usia tua dan rambut abu-abu untuk melayani Allah. Para orang kudus muda memberitahu kita sesuatu tentang kesucian, dan contoh mereka adalah terutama bercahaya karena mereka mendedikasikan hidup masa muda mereka kepada Allah.
“ St. St Tarcisius, Akolit dan Martir-Anak dari Ekaristi, doakanlah kami yang berjalan dengan iman bersamamu. Amin! “
Referensi
1. All-Merciful Savior Orthodox Mission. Home of the Western Saints Icon Project & Liturgical Texts Project. Protection of the Holy Mother of God Russian Orthodox Church, Austin, Texas. Церковь Покрова Пресвятой Богородицы Русской Православной Церкви. Icon of St. Tarsicius, martyr, Icon: by the hand of Aidan Hart, Oecumenical Patriarchate, UK. http://www.allmercifulsavior.com
2. CatholicBridge.com. Building Bridges - Healing Division. Is Jesus Present in the Eucharist (Bread). Why can't Protestants receive Communion? http://www.davidmacd.com
3. From Wikipedia, the free encyclopedia. Tarcisius. http://en.wikipedia.org/wiki/Tarcisius
4. Kirsch, Johann Peter. "St. Tarsicius." The Catholic Encyclopedia. Vol. 14. New York: Robert Appleton Company, 1912. 27 Jan. 2011
5. Museum of Learning. Explore a Virtual Museum of Knowledge. Tarcisius: Text Of The Poem By Damasus. http://www.museumstuff.com
6. New Advent. Catholic Encyclopedia. St. Tarsicius: http://www.newadvent.org
7. Rev. Clifford Stevens. St. Tarcisius. Taken from "The One Year Book of Saints" by Rev. Clifford Stevens, published by Our Sunday Visitor Books, Huntington, IN 46750. EWTN. Global Catholic Network. http://www.ewtn.com
8. St. Tarcisius or Tarsicius is on Facebook: http://www.facebook.com/pages/St-Tarcisius-or Tarsicius/48252012615?v=info
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
I. Biografi St. Tarcisius, Sang Akolit
St. Tarcisius (Tarsicius atau Tarsisius) (Italia dan Spanyol: San Tarsicio atau Tarcisio) adalah seorang martir dari Gereja Kristen awal yang hidup pada abad ke-3. St. Tarcisius adalah orang kudus Romawi Pra-Skisma yang dihormati oleh Gereja Orthodox dan Gereja Katolik Roma. Dia adalah Martir Kudus muda yang meninggal karena melindungi Sakramen Perjamuan Kudus pada masa awal Gereja sebelum Edik Milan (tahun 313).
Sedikit yang diketahui tentang dirinya berasal dari sebuah prasasti metrikal (“Damasi epigrammata”) oleh Paus St. Damasus I (Paus Gereja Roma Pra-Skisma ke-37, Oktober 366 – 11 Desember 384; orang Spanyol), yang menjadi Paus setidaknya satu abad kemudian. Tradisi ini secara positif ditegaskan oleh Damasus dan tidak diragukan lagi secara historis. Tidak diketahui pasti mengenai pribadi Sang Martir Ekaristi ini. Dia mungkin sudah Diakon, karena Damasus membandingkan dia dengan Rasul dan Diakon Agung St. Stefanus Sang Protomartir (Sang Matir Kristen Pertama; martir sekitar tahun 35 M).
Dalam “Penderitaan dari Paus Stefanus I (254 – 2 Agustus 257; orang Romawi)” (”Passion of Pope Stephen”), yang ditulis pada abad keenam, Tarcisius dikatakan menjadi Akolit (Putera Altar) dari Paus sendiri dan, jika demikian, ini menjelaskan penghormatan agung di mana ia ditahan dan alasan mengapa ia dipilih untuk sebuah misi sulit. Penambahan ini, bagaimanapun, adalah didasarkan pada puisi Damasus tersebut. Jelaslah bahwa kematian martir ini terjadi di salah satu penganiayaan yang terjadi antara pertengahan abad ketiga dan awal keempat.
Tarcisius adalah Akolit berumur dua belas tahun selama masa penganiayaan Romawi yang dahsyat dari abad ketiga, mungkin selama pemerintahan Kaisar Valerianus (253–260). St. Tarcisius juga dianggap sebagai Diakon karena tugas Diakon-lah membagikan Sakramen Ekaristi Kudus pada kesempatan-kesempatan khusus serta mengantar Sakramen Perjamuan Kudus dari gereja ke gereja.
Setiap hari, dari tempat pertemuan rahasia di katakombe di mana orang-orang Kristen berkumpul untuk merayakan Liturgi Suci (Misa Kudus), seorang Diakon akan dikirim ke penjara untuk membawa Ekaristi untuk orang-orang Kristen yang dihukum mati. Pada suatu saat, tidak ada Diakon untuk dikirim dan dengan demikian St Tarcisius, seorang Akolit, dikirim membawa "Misteri-misteri Kudus" (Sakramen Perjamuan Kudus) bagi mereka di penjara.
Dalam perjalanan, ia dihentikan oleh anak-anak laki yang seusia dirinya sendiri, yang tidak beragama Kristen tapi mengenal dia sebagai kawan bermain dan pecinta permainan-permainan. Dia diminta untuk bergabung dengan permainan-permainan mereka, tapi kali ini ia menolak dan kerumunan anak laki-laki menyadari bahwa dia membawa sesuatu. Entah bagaimana, ia juga dikenali sebagai seorang Kristen, dan gang kecil anak laki-laki itu ingin sekali melihat "Misteri-Misteri" Kristen. Ia tidak rela membiarkan Sakramen Perjamuan Kudus dipermainkan dan dimusnahkan oleh para berandal itu, oleh karenanya ia berkelahi dengan mereka. Ia lebih suka mati di tangan massa daripada menyerahkan kepada mereka Sakramen Mahakudus, yang ia bawa. Kumpulan orang banyak itu menjadi massa beringas-tak terkendali dan berbalik pada Tarcisius dengan kalap dan marah. Ia terjatuh dibawah pukulan-pukulan banyak orang, dan diyakini bahwa seorang teman Kristen berhasil melepaskan diri dari massa dan menyelamatkan sang Akolit muda. Tubuh hancur dari Tarcisius dibawa kembali ke katakombe, namun anak itu meninggal dalam perjalanan akibat luka-lukanya.
II. Kisah St. Tarcisius, Sang Akolit
Sebagai perbandingan Paus Damasus I membandingkan dia dengan St Stefanus, yang dilempari batu sampai mati, ini mungkin menjadi cara akhir hidupnya. Kisahnya adalah sangat diperluas oleh Kardinal Nicholas Patrick Stephen Wiseman (1802–1865), Uskup Agung pertama Westminster pada pembentukan kembali hirarki Katolik Roma di Inggris dan Wales pada tahun 1850, yang menggambarkan dia sebagai Akolit (putera Altar) muda di novelnya Fabiola, atau Gereja di Katakombe (Fabiola or The Church of the Catacombs). Melalui karya ini, kisahnya kemudian menjadi dikenal secara luas:
Pada masa itu, Kekristenan mengalami penindasan oleh para pagan. Banyak dari orang Kristen yang dibunuh, ada yang diracun, maupun diumpankan kepada singa di Colloseum. Untuk menghindari para pagan, kaum Kristiani membuat jalur-jalur dan ruang-ruang bawah tanah, yang disebut Katakombe. Di tempat ini mereka mengadakan ibadah Liturgi Suci, di mana setiap orang Kristiani menerima Perjamuan Kudus dan juga menerima petunjuk dari uskup dan Imamnya. Pada saat itu, para tawanan Kristen merindukan menerima Perjamuan Kudus, sehingga mereka menyampaikan pesan kepada uskupnya agar mereka dapat menerimanya. Setelah usukupnya mendengar, lalu dipikirkan siapa yang akan membawanya. Para uskup dan Imam jelas tidak bisa, karena resikonya mereka dapat ditangkap dan dipenjarakan; juga banyak dari orang-orang Kristen yang ada. Ketika itu, seorang anak yatim-piatu bernama Tarcisius, berlutut dekat kaki uskup dan memohon agar ia diperbolehkan membawanya. “Aku masih kecil, orang-orang pagan akan berpikir bahwa aku hanyalah anak kecil pengantar pesan, dan membiarkan aku lewat.”
Di jalan, Tarcisius bertemu dengan teman-teman sekolahnya. Mereka akan memulai permainan, namun membutuhkan satu orang lagi agar jumlahnya genap. Ketika dilihatnya oleh mereka Tarcisius yang sedang berjalan, mereka mengajaknya untuk bermain. Tarcisius menolaknya, berkata bahwa ia sedang membawa suatu pesan penting. Anak-anak itu, yang melihat Tarcisius membawa sesuatu, mencoba merebutnya. “Dia orang Kristen. Dia menyembunyikan sesuatu misteri Kristen padanya”. Mereka menendang, memukul, berusaha sekuat tenaga untuk merebut yang ia lindungi, namun tangan kecil itu tetap tak bergerak, tangan itu begitu kerasnya memegang erat apa yang ia bawa dengan penuh kepercayaan. Sepertinya ia mendapat kekuatan yang begitu kuat sehingga dapat menahankan semua serangan itu. Pemandangan itu menarik perhatian orang-orang yang lewat, mereka menanyakan apa yang terjadi. Mengetahui bahwa Tarcisius adalah seorang Kristen, melayanglah pukulan dan serangan kepada anak kecil itu.
Lalu datanglah seorang prajurit, Quadratus, memisahkan gerombolan itu. Quadratus juga seoarng Kristen, Tarcisius mengenalinya karena mereka sering bertemu di katakombe. Ia menyerahkan Sakramen Mahakudus kepada Quadratus, dan dalam senyum kemartirannya ia pun meninggal.
Quadratus lalu membawanya ke pemakaman Santo Callistus, di mana ia dibaringkan di tengah kekaguman kaum beriman lainnya yang lebih tua, dan di kemudian hari Paus Damasus yang suci memberikan epitaph kepadanya, di mana tak seorang pun yang membaca tak dapat menarik kesimpulan bahwa kepercayaan terhadap kehadiran sejati Tubuh Tuhan kita dalam Sakramen Kudus waktu itu adalah sama seperti yang dipercayai Gereja sekarang.
Dia awalnya dimakamkan di Katakombe San Callisto [Paus St. Calixtus I atau St Kalistus I (217 – 222; orang Romawi)] yang terletak di Via Appia, dan sebuah prasasti oleh Damasus kemudian diletakkan di atas makamnya. Di abad keempat Paus Damasus I memahatkan tanggal kematiannya, 15 Agustus 257. Pada abad ketujuh jenazahnya disemayamkan dimakam yang sama dengan Paus St. Zephyrinus (199 – 217; orang Romawi); menurut Willpert mereka dibaringkan di kubah kuburan di atas tanah (trichora cella) yang letaknya ke arah barat di atas katakombe St Kalistus. Tetapi sekarang relikwinya disemayamkan di gereja San Silvestro di Capite di Roma.
III. Pesta Peringatan, Pelindung para Akolit dan Kasih Sang Martir-Anak dari Ekaristi
Pada Gereja Orthodox, pesta peringatan St Tarcisius jatuh pada Pesta Wafat Sang Theotokos, Bunda Maria Tersuci dan Yang Selalu Perawan (The Dormition of Our Most Holy Lady the Theotokos and Ever-Virgin Mary) pada setiap tanggal 15/28 Agustus (Kalender Baru Gregorian/ Kalender Lama Yulianus). Sedang Gereja Katolik Roma merayakan pesta peringatannya pada tanggal 15 Agustus, namun sejak hari itu ditempati oleh hari Pesta Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, ia tidak disebutkan dalam Kalender Romawi Umum, tetapi hanya di Martirologi Romawi.
Ikon Martir Suci Romawi, Akolit St. Tarsicius. Pesta: 15 Agustus. Ikon dilukis oleh: Aidan Hart, Patriarkat Konstantinopel, Gereja Orthodox Inggris.Dia adalah santo pelindung Putera Altar dan para penerima komuni pertama. Tarcisius, salah satu santo pelindung dari para Putera Altar, selalu menjadi contoh dari keberanian, ketaatan dan pengabdian kaum muda, dan kisahnya adalah salah satu yang diceritakan berulang kali untuk mendorong orang lain bagi sebuah kepahlawanan dalam penderitaan karena iman mereka.
Dalam litani para martir dalam Gereja Katolik Roma, Santo Tarcisius disebut sebagai “pemuda dengan teladan yang baik serta pembela Iman yang berani”. Bahkan pada usia yang amat belia (12 tahun), Tarcisius telah menyadari taruhannya akan Iman. Ia sadar sepenuhnya akan apa yang sedang ia bawa. Yesus mati untuk cinta, seperti yang diberikan oleh Tarcisius; maka demikian juga Tarcisius tidak ragu-ragu untuk mati demi cinta Yesus kepadanya. Mati untuk Yesus, menyerahkan diri kepada Tuhan, dapat dilakukan siapa saja, kapan saja di mana saja. Kecintaan kepada Allah tidak perlu menunggu untuk sesuatu perbuatan besar, yang menimbulkan kemasyhuran. Bahkan dalam perbuatan yang sederhana itupun tersimpanlah kemegahan para martir. Tarcisius berbangga dalam keteguhannya akan iman.
Maka demikianlah seperti yang tertulis dalam Injil:
“maiorem hac dilectionem nemo habet ut anImam suam quis ponat pro amicis suis” (Evangelium secundum Ioannem 15:13)
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 15:13)
Tarcisius menyerahkan nyawanya demi Sahabatnya, sama seperti dulu yang Yesus lakukan demi sahabat-sahabat-Nya. Ia melakukan yang terbaik yang dapat dilakukannya demi apa yang ia percayai, demi orang yang ia cintai. Suatu perbuatan, sesederhana apapun, asal dilakukan dengan hati yang tulus, memberikan kepuasan dan ketenangan dalam jiwa. Mungkin Tarcisius mati dalam raga, namun yang pasti jiwanya abadi, teladannya abadi.
IV. Teks Puisi oleh Paus St. Damasus
Pada abad keempat, Paus St Damasus (366-384) menulis puisi tentang St Tarcisius "Martir-Anak dari Ekaristi". Satu-satunya informasi positif mengenai Sang Martir Romawi ini ditemukan dalam puisi yang disusun untuk menghormatinya oleh Paus Damasus ("Damasi epigrammata", ed IHM, 14.). Dalam baris-baris puisi ini Damasus membandingkan Tarsicius dengan protomartir Stefanus: sama seperti yang belakangan dilempari batu oleh orang-orang Yudea begitu juga Tarsicius, membawa Sakramen Mahakudus, diserang oleh gerombolan berandal kafir, dan ia menderita dan mengalami kematian akibat kekerasan di tangan massa daripada menyerahkan Tubuh Suci Kristus untuk anjing-anjing liar: “Ketika segerombolan anak jahat melibatkan diri mereka kepada Tarcisius yang sedang membawa Ekaristi, bermaksud untuk mencemarkan Sakramen itu, anak laki-laki itu memilih menyerahkan hidupnya daripada menyerahkan Tubuh Kristus kepada anjing-anjing liar itu”. Puisi Latin, disusun oleh Damasus dan satu-satunya bukti sejarah positif pada Tarcisius, tertulis seperti ini:
Par meritum, quicumque legis, cognosce duorum,
quis Damasus rector titulos post praemia reddit.
Iudaicus populus Stephanum meliora monentem
perculerat saxis, tulerat qui ex hoste tropaeum,
martyrium primus rapuit leuita fidelis.
Tarsicium sanctum Christi sacramenta gerentem
cum male sana manus premeret uulgare profanis,
ipse anImam potius uoluit dimittere caesus
prodere quam canibus rabidis caelestia membra.
(Damasi Epigrammata, Maximilian Ihm, 1895, n. 14)
Equal merit, to all who gather, then hear me of two people,
Damasus, who, after the titles of the ruler of the rewards of pays it back.
Stephen, the Jewish people better warning,
he had stricken with stones, to those who had taken a trophy from the enemy,
he seized his martyrdom was the first deacon faithful.
Tarsicium wearing the holy sacraments of Christ
since he badly he should press the heal the hands of the profane vulgarize the promotion,
rather, he will save he wanted to put away cut to pieces
to betray it to the dogs than the members of the heavenly rabid.
(Epigrams of Damasus, Maximilian Ihm, 1895,, n. 14)
"Ketika sebuah kelompok jahat fanatik melempari diri Tarcisius
yang membawa Ekaristi,
ingin Sakramen itu tak dicemarkan, anak laki-laki itu lebih suka
memberikan nyawanya daripada memberikan
Tubuh Kristus kepada para anjing liar."
(Kutipan dari sebuah puisi pujian yang disusun oleh St Damasus (sekitar 384), dalam Damasi Epigrammata, Maximilian Ihm, 1895, n. 14)
Renungan:
Hanya seorang anak laki-laki bisa menjadi orang-orang kudus, dan kaum muda tidak ada hambatan untuk mencapai kekudusan. Panggilan untuk kekudusan dimulai pada baptisan, dan kita tidak harus menunggu usia tua dan rambut abu-abu untuk melayani Allah. Para orang kudus muda memberitahu kita sesuatu tentang kesucian, dan contoh mereka adalah terutama bercahaya karena mereka mendedikasikan hidup masa muda mereka kepada Allah.
“ St. St Tarcisius, Akolit dan Martir-Anak dari Ekaristi, doakanlah kami yang berjalan dengan iman bersamamu. Amin! “
Referensi
1. All-Merciful Savior Orthodox Mission. Home of the Western Saints Icon Project & Liturgical Texts Project. Protection of the Holy Mother of God Russian Orthodox Church, Austin, Texas. Церковь Покрова Пресвятой Богородицы Русской Православной Церкви. Icon of St. Tarsicius, martyr, Icon: by the hand of Aidan Hart, Oecumenical Patriarchate, UK. http://www.allmercifulsavior.com
2. CatholicBridge.com. Building Bridges - Healing Division. Is Jesus Present in the Eucharist (Bread). Why can't Protestants receive Communion? http://www.davidmacd.com
3. From Wikipedia, the free encyclopedia. Tarcisius. http://en.wikipedia.org/wiki/Tarcisius
4. Kirsch, Johann Peter. "St. Tarsicius." The Catholic Encyclopedia. Vol. 14. New York: Robert Appleton Company, 1912. 27 Jan. 2011
5. Museum of Learning. Explore a Virtual Museum of Knowledge. Tarcisius: Text Of The Poem By Damasus. http://www.museumstuff.com
6. New Advent. Catholic Encyclopedia. St. Tarsicius: http://www.newadvent.org
7. Rev. Clifford Stevens. St. Tarcisius. Taken from "The One Year Book of Saints" by Rev. Clifford Stevens, published by Our Sunday Visitor Books, Huntington, IN 46750. EWTN. Global Catholic Network. http://www.ewtn.com
8. St. Tarcisius or Tarsicius is on Facebook: http://www.facebook.com/pages/St-Tarcisius-or Tarsicius/48252012615?v=info
Minggu, 08 Mei 2011
Paschal Epistle of Metropolitan Hilarion (Surat Paskah Vladyka Metropolitan Hilarion)
Diterjemahkan oleh:
Presbiter Rm. Kirill J.S.L.
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
I greet you, fellow archpastors, and dear in Christ fathers, brothers, and sisters, with the luminous, universal, and eternal triumph of Holy Pascha. Along with you, I cry out with all my heart: Truly Christ is Risen!
(Saya menyampaikan salam pada Anda, sesama para gembala agung, dan para romo, saudara, dan saudari, terkasih di dalam Kristus, dengan terang, semesta alam, kemenangan abadi Paskah Kudus. Seiring dengan Anda, saya berseru dengan segenap hati saya: Sungguh Kristus telah Bangkit!)
Vladyka Hilarion, Metropolitan Amerika Timur dan New York, Hierarkhi Pertama dari Gereja Orthodox Rusia di Luar Rusia
How much bright joy these words contain! They destroy all sorrows, disappointments, hardships, and privations, while bestowing consolation and blessings.
(Seberapa banyak terang sukacita yang terkandung dalam kata-kata ini! Kata-kata “Sungguh Kristus telah Bangkit!” menghancurkan semua kesedihan, kekecewaan, kesulitan, dan penderitaan, sementara menganugerahkan penghiburan dan berkat-berkat).
Christ is Risen! If Christ be not raised, your faith is vain, says the Apostle Paul; our hope in Christ would be to no purpose. But Christ is risen, thereby demonstrating that He is truly God, that the doctrine preached by Him is true, and that our faith is true. He promised His Apostles that He would suffer, die, and rise again on the third day – and His word was fulfilled. He arose in our human flesh, which means, according to His veritable promise, that we too will be resurrected at the time determined by Him. He is “the first-born from the dead,” as He is called in the Divine Liturgy of St. Basil the Great that is served on Sundays during Great Lent. And we who believe in Him will also arise and be with Him.
(Kristus telah Bangkit! Jika Kristus tidak dibangkitkan, iman Anda adalah sia-sia, kata Rasul Paulus, pengharapan kita dalam Kristus akan tanpa tujuan. Tetapi Kristus telah bangkit, dengan demikian menunjukkan bahwa Dia benar-benar Allah, bahwa ajaran yang diberitakan olehNya adalah benar, dan bahwa iman kita adalah benar. Dia berjanji pada para RasulNya bahwa Ia akan menderita, mati, dan bangkit lagi pada hari ketiga - dan firmanNya ini sudah digenapi. Dia telah bangkit dalam daging kemanusiaan kita, yang berarti, menurut janjiNya yang sebenar-benarnya, bahwa kita juga akan dibangkitkan pada waktu yang ditentukan olehNya. Dia adalah "yang sulung dari antara orang mati, anak sulung dari maut, agar Dia menjadi yang pertama yang bangkit dari kematian" sebagaimana Ia disebut dalam Liturgi Suci St Basilius yang Agung yang dilayankan pada hari Minggu selama Masa Puasa Agung Catur Dasa. Dan kita yang percaya kepadaNya juga akan dibangkitkan dan berada bersamaNya).
None of our troubles or afflictions, neither sorrows nor the loss of loved ones, can overshadow the joy of the Resurrection of Christ. For our life is not here; here is but a temporary sojourn, a preparation for the real life, the life of eternal blessedness. There we will meet God, the saints, and all who were close to us. Celebrating “this chosen and holy day” of great joy in this earthly vale, let us recall the words of F. M. Dostoevsky who, while in exile in a labor camp, said: “I have not become despondent and low in spirit. Life is life everywhere: life is within us and not in externals. I am surrounded by people; to remain a man amongst men and to remain a Man forever, in whatever misfortune, not becoming despondent or falling into despair – this is what life is about, this is its goal.”
(Tak satu pun dari masalah-masalah atau penderitaan-penderitaan kita, baik dukacita maupun kehilangan orang yang dicintai, dapat menutupi sukacita Kebangkitan Kristus. Karena hidup kita bukan di sini, di sini hanyalah sebuah persinggahan sementara, sebuah persiapan untuk kehidupan yang sesungguhnya, kebahagiaan kehidupan kekal. Di sana kita akan bertemu Allah, orang-orang kudus, dan semua yang dekat dengan kita. Merayakan "hari terpilih dan kudus ini" karena sukacita besar di dunia ini, mari kita mengingat kata-kata Fyodor Mikhaylovich Dostoevsky yang, sementara di pengasingan di kamp kerja paksa, berkata: "Saya tidak menjadi putus asa dan kehilangan semangat. Hidup adalah hidup di mana-mana: hidup ada di dalam kita dan bukan tergantung dari keadaan luar. Saya dikelilingi oleh orang-orang, untuk tetap menjadi manusia di antara manusia lain dan untuk tetap menjadi Manusia selamanya, dalam kemalangan apapun, tidak menjadi putus asa atau jatuh dalam keputusasaan dan hilang harapan - ini adalah tentang apa hidup itu, ini adalah tujuan hidup itu").
May God, the Lover of Mankind Who arose on the third day, help the people of New Zealand and Japan, who continue to experience the terrible consequences of the disasters that have befallen them! May the joy of Pascha fortify and renew the inner strength of all us sinners, who are trying, each according to his strength, to follow Christ and to bear one’s cross!
(Semoga Allah, Pengasih umat Manusia yang bangkit pada hari ketiga, membantu orang-orang Selandia Baru dan Jepang, yang berlanjut mengalami dampak yang mengerikan dari bencana yang menimpa mereka! Semoga sukacita Paskah menguatkan dan memperbaharui kekuatan batin dari kita semua para pendosa, yang berusaha, masing-masing sesuai dengan kekuatannya, untuk mengikuti Kristus dan memikul salib dari kita masing-masing!)
May the Lord bless the work of the upcoming Council of Bishops, called upon to chart the future path of the saving ministry of our Russian Church Abroad! During these holy days, let us send up prayers to the Most Blessed Virgin Theotokos, our Hodigitria (Hodegetria (Greek: Οδηγήτρια, Russian: Одигитрия ; "She who shows the Way"), and to St. John, whose incorrupt relics rest in the Cathedral of the “Joy of All Who Sorrow” in San Francisco, that the Lord, Who is the Giver of Life, may pour out His grace-filled power on the Council of Bishops, that “all counsels be fulfilled,” by the grace and will of the Holy Spirit.
(Semoga Tuhan memberkati karya yang akan datang dari Konsili para Uskup, yang dipanggil untuk merencanakan jalan masa depan pelayanan keselamatan Gereja Orthodox Rusia di luar Negeri! Selama hari-hari kudus ini, mari kita menaikkan doa syafaat kepada Perawan yang Amat Sangat Terberkati Theotokos, Perawan Hodigitria (Hodegetria (Yunani: Οδηγήτρια, Rusia: Одигитрия ; "She who shows the Way", “Ia yang menunjukkan Jalan”) kita, dan kepada St. Yohanes, yang relikwinya sepenuhnya utuh beristirahat di Katedral dari "Sukacita dari Semua yang Berdukacita" di San Francisco, bahwa Tuhan, yang adalah Pemberi Kehidupan, semoga mencurahkan kuasa-Nya yang penuh rahmat pada Konsili para Uskup, bahwa "semua nasihat harus digenapi," oleh kasih karunia dan kehendak Roh Kudus.)
“My joy, Christ is risen!” This is how Saint Seraphim of Sarov would welcome all who came to him. So do I, a sinner, welcome each of you.
("Sukacitaku, Kristus telah bangkit!" Ini adalah bagaimana Santo Serafim dari Sarov akan menyambut semua orang yang datang kepadanya. Begitu juga saya, orang berdosa, menyambut Anda masing-masing).
Christ has Truly Risen, fellow hierarchs, most honorable fathers, beloved in the Lord brothers and sisters!
(Sungguh, Kristus telah bangkit, sesama hierarkhi, para romo yang terhormat, saudara dan saudari terkasih dalam Tuhan!)
With Paschal joy in the Risen Christ, and asking your prayers,
+ Hilarion, Metropolitan of Eastern America and New York,
First Hierarch of the Russian Church Outside of Russia.
Pascha 2011
Dengan sukacita Paskah dalam Kebangkitan Kristus, dan memohon doa-doa Anda,
+ Hilarion, Metropolitan Amerika Timur dan New York,
Hierarkhi Pertama dari Gereja Orthodox Rusia di Luar Rusia.
Paskah 2011
Referensi
Paschal Epistle of Metropolitan Hilarion. St. Elizabeth the New Martyr, Russian Orthodox Church. 1703 Shull Street, West Columbia, SC 29169 (803) 600-0001. http://www.stelizabeth.net
Presbiter Rm. Kirill J.S.L.
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
I greet you, fellow archpastors, and dear in Christ fathers, brothers, and sisters, with the luminous, universal, and eternal triumph of Holy Pascha. Along with you, I cry out with all my heart: Truly Christ is Risen!
(Saya menyampaikan salam pada Anda, sesama para gembala agung, dan para romo, saudara, dan saudari, terkasih di dalam Kristus, dengan terang, semesta alam, kemenangan abadi Paskah Kudus. Seiring dengan Anda, saya berseru dengan segenap hati saya: Sungguh Kristus telah Bangkit!)
Vladyka Hilarion, Metropolitan Amerika Timur dan New York, Hierarkhi Pertama dari Gereja Orthodox Rusia di Luar RusiaHow much bright joy these words contain! They destroy all sorrows, disappointments, hardships, and privations, while bestowing consolation and blessings.
(Seberapa banyak terang sukacita yang terkandung dalam kata-kata ini! Kata-kata “Sungguh Kristus telah Bangkit!” menghancurkan semua kesedihan, kekecewaan, kesulitan, dan penderitaan, sementara menganugerahkan penghiburan dan berkat-berkat).
Christ is Risen! If Christ be not raised, your faith is vain, says the Apostle Paul; our hope in Christ would be to no purpose. But Christ is risen, thereby demonstrating that He is truly God, that the doctrine preached by Him is true, and that our faith is true. He promised His Apostles that He would suffer, die, and rise again on the third day – and His word was fulfilled. He arose in our human flesh, which means, according to His veritable promise, that we too will be resurrected at the time determined by Him. He is “the first-born from the dead,” as He is called in the Divine Liturgy of St. Basil the Great that is served on Sundays during Great Lent. And we who believe in Him will also arise and be with Him.
(Kristus telah Bangkit! Jika Kristus tidak dibangkitkan, iman Anda adalah sia-sia, kata Rasul Paulus, pengharapan kita dalam Kristus akan tanpa tujuan. Tetapi Kristus telah bangkit, dengan demikian menunjukkan bahwa Dia benar-benar Allah, bahwa ajaran yang diberitakan olehNya adalah benar, dan bahwa iman kita adalah benar. Dia berjanji pada para RasulNya bahwa Ia akan menderita, mati, dan bangkit lagi pada hari ketiga - dan firmanNya ini sudah digenapi. Dia telah bangkit dalam daging kemanusiaan kita, yang berarti, menurut janjiNya yang sebenar-benarnya, bahwa kita juga akan dibangkitkan pada waktu yang ditentukan olehNya. Dia adalah "yang sulung dari antara orang mati, anak sulung dari maut, agar Dia menjadi yang pertama yang bangkit dari kematian" sebagaimana Ia disebut dalam Liturgi Suci St Basilius yang Agung yang dilayankan pada hari Minggu selama Masa Puasa Agung Catur Dasa. Dan kita yang percaya kepadaNya juga akan dibangkitkan dan berada bersamaNya).
None of our troubles or afflictions, neither sorrows nor the loss of loved ones, can overshadow the joy of the Resurrection of Christ. For our life is not here; here is but a temporary sojourn, a preparation for the real life, the life of eternal blessedness. There we will meet God, the saints, and all who were close to us. Celebrating “this chosen and holy day” of great joy in this earthly vale, let us recall the words of F. M. Dostoevsky who, while in exile in a labor camp, said: “I have not become despondent and low in spirit. Life is life everywhere: life is within us and not in externals. I am surrounded by people; to remain a man amongst men and to remain a Man forever, in whatever misfortune, not becoming despondent or falling into despair – this is what life is about, this is its goal.”
(Tak satu pun dari masalah-masalah atau penderitaan-penderitaan kita, baik dukacita maupun kehilangan orang yang dicintai, dapat menutupi sukacita Kebangkitan Kristus. Karena hidup kita bukan di sini, di sini hanyalah sebuah persinggahan sementara, sebuah persiapan untuk kehidupan yang sesungguhnya, kebahagiaan kehidupan kekal. Di sana kita akan bertemu Allah, orang-orang kudus, dan semua yang dekat dengan kita. Merayakan "hari terpilih dan kudus ini" karena sukacita besar di dunia ini, mari kita mengingat kata-kata Fyodor Mikhaylovich Dostoevsky yang, sementara di pengasingan di kamp kerja paksa, berkata: "Saya tidak menjadi putus asa dan kehilangan semangat. Hidup adalah hidup di mana-mana: hidup ada di dalam kita dan bukan tergantung dari keadaan luar. Saya dikelilingi oleh orang-orang, untuk tetap menjadi manusia di antara manusia lain dan untuk tetap menjadi Manusia selamanya, dalam kemalangan apapun, tidak menjadi putus asa atau jatuh dalam keputusasaan dan hilang harapan - ini adalah tentang apa hidup itu, ini adalah tujuan hidup itu").
May God, the Lover of Mankind Who arose on the third day, help the people of New Zealand and Japan, who continue to experience the terrible consequences of the disasters that have befallen them! May the joy of Pascha fortify and renew the inner strength of all us sinners, who are trying, each according to his strength, to follow Christ and to bear one’s cross!
(Semoga Allah, Pengasih umat Manusia yang bangkit pada hari ketiga, membantu orang-orang Selandia Baru dan Jepang, yang berlanjut mengalami dampak yang mengerikan dari bencana yang menimpa mereka! Semoga sukacita Paskah menguatkan dan memperbaharui kekuatan batin dari kita semua para pendosa, yang berusaha, masing-masing sesuai dengan kekuatannya, untuk mengikuti Kristus dan memikul salib dari kita masing-masing!)
May the Lord bless the work of the upcoming Council of Bishops, called upon to chart the future path of the saving ministry of our Russian Church Abroad! During these holy days, let us send up prayers to the Most Blessed Virgin Theotokos, our Hodigitria (Hodegetria (Greek: Οδηγήτρια, Russian: Одигитрия ; "She who shows the Way"), and to St. John, whose incorrupt relics rest in the Cathedral of the “Joy of All Who Sorrow” in San Francisco, that the Lord, Who is the Giver of Life, may pour out His grace-filled power on the Council of Bishops, that “all counsels be fulfilled,” by the grace and will of the Holy Spirit.
(Semoga Tuhan memberkati karya yang akan datang dari Konsili para Uskup, yang dipanggil untuk merencanakan jalan masa depan pelayanan keselamatan Gereja Orthodox Rusia di luar Negeri! Selama hari-hari kudus ini, mari kita menaikkan doa syafaat kepada Perawan yang Amat Sangat Terberkati Theotokos, Perawan Hodigitria (Hodegetria (Yunani: Οδηγήτρια, Rusia: Одигитрия ; "She who shows the Way", “Ia yang menunjukkan Jalan”) kita, dan kepada St. Yohanes, yang relikwinya sepenuhnya utuh beristirahat di Katedral dari "Sukacita dari Semua yang Berdukacita" di San Francisco, bahwa Tuhan, yang adalah Pemberi Kehidupan, semoga mencurahkan kuasa-Nya yang penuh rahmat pada Konsili para Uskup, bahwa "semua nasihat harus digenapi," oleh kasih karunia dan kehendak Roh Kudus.)
“My joy, Christ is risen!” This is how Saint Seraphim of Sarov would welcome all who came to him. So do I, a sinner, welcome each of you.
("Sukacitaku, Kristus telah bangkit!" Ini adalah bagaimana Santo Serafim dari Sarov akan menyambut semua orang yang datang kepadanya. Begitu juga saya, orang berdosa, menyambut Anda masing-masing).
Christ has Truly Risen, fellow hierarchs, most honorable fathers, beloved in the Lord brothers and sisters!
(Sungguh, Kristus telah bangkit, sesama hierarkhi, para romo yang terhormat, saudara dan saudari terkasih dalam Tuhan!)
With Paschal joy in the Risen Christ, and asking your prayers,
+ Hilarion, Metropolitan of Eastern America and New York,
First Hierarch of the Russian Church Outside of Russia.
Pascha 2011
Dengan sukacita Paskah dalam Kebangkitan Kristus, dan memohon doa-doa Anda,
+ Hilarion, Metropolitan Amerika Timur dan New York,
Hierarkhi Pertama dari Gereja Orthodox Rusia di Luar Rusia.
Paskah 2011
Referensi
Paschal Epistle of Metropolitan Hilarion. St. Elizabeth the New Martyr, Russian Orthodox Church. 1703 Shull Street, West Columbia, SC 29169 (803) 600-0001. http://www.stelizabeth.net
Pesan Paskah Yang Mulia Kirill Patriarkh Moskow dan Seluruh Rusia
Diterjemahkan oleh:
Hieromonk Joachim
Monasteri St. Yohanes Pembaptis, Australia
Gereja Orthodox Rusia di Luar Rusia
Pesan Paskah Yang Mulia Kirill Patriarkh Moskow dan Seluruh Rusia, Kepada para Gembala Agung, Gembala, Kaum biarawan dan Segenap Anak-anak beriman Gereja Orthodox Rusia
Yang Mulia Kirill Patriarkh Moskow dan Seluruh Rusia
Yang terkasih di dalam Tuhan para Gembala Agung, Yang terhormat segenap imam dan diakon, para pencinta Allah Biarawan dan Biarawati, yang terkasih para saudara dan saudari!
Dari hati saya yang dipenuhi rasa syukur-terimakasih kepada Allah, saya menyatakan kepada anda sekalian berita besar dan yang menyelamatkan:
KRISTUS BANGKIT !
Setiap tahunnya Gereja mempersaksikan melalui seruan Paskah ini peristiwa penting semesta yang terjadi hampir dua ribu tahun yang lalu. Demikianlah terjadi bahwa pagi-pagi sekali para perempuan yang membawa mur datang ke kubur tempat Guru mereka dan melihat bahwa kubur kosong. Kuasa ilahi Kristus telah menang atas hukum kematian. Dia telah bangkit, yang mempersaksikan kepada segenap umat manusia bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, bahwa kematian dikalahkan oleh kuasa Allah.
Kebangkitan Kristus, sebagai peristiwa unik di dalam sejarah dunia, oleh maksud Allah menjadi permulaan dari kebangkitan pribadi kita sendiri. Untuk maksud inilah Sang Penyelamat datang ke dunia, menderita, disalibkan dan bangkit dari kubur supaya setiap orang memiliki kesempatan untuk menjalani pengalaman kebangkitan dari yang mati, dan bukan dalam makna kiasan tetapi dalam makna langsung di dunia ini. Santo Paulus berbicara jelas tentang hal ini:
’Allah… akan juga membangkitkan kita dengan kuasaNya sendiri’ (1 Korintus 6:14).
Itulah sebabnya mengapa perayaan Paskah merupakan pesta kemenangan kehidupan atas kematian, karena melalui kebangkitan Kristus Sang Penyelamat kebangkitan dari yang mati telah dianugerahkan kepada kita semua. Dan apapun situasi-situasi sulit yang kita hadapi dalam kehidupan dunia kita, apapun cobaan-cobaan yang kita dapatkan, apapun ketakutan-ketakutan yang orang-orang coba tanamkan di dalam diri kita – karena mereka tak memiliki kekuatan rohani untuk melihat masa depan – pandangan kita akan dunia seharusnyalah tenang dan bersukacita, karena Kristus telah bangkit.
Perayaan Paskah di Rusia suci selalulah agung dan meriah. Dan sekarang dalam beberapa dekade belakangan ini perayaan Paskah telah kembali lagi ke banyak rumah dan keluarga-keluarga. Paskah juga sekarang dirayakan di tempat-tempat di mana sebelumnya tidak ada salam Paskah: di rumah-sakit-rumah-sakit, di lembaga-lembaga pemasyarakatan, di lingkungan tentara angkatan darat dan laut, dan bahkan di luar angkasa. Bahwa lebih jauh lagi daripada perubahan-perubahan lahiriah yang sedang terjadi sekarang di negeri-negeri dunia Rusia semoga bolehlah Allah menganugerahkan tercapainya kelahiran kembali yang sejati dari jiwa-jiwa kemanusiaan, bahwa sukacita kebangkitan Kristus boleh memenuhi setiap hati dari setiap kita sekalian, bahwa cahaya kasih ilahi boleh menghangatkan bukan saja keluarga-keluarga dan sahabat-sahabat kita tetapi juga menghangatkan mereka yang tak memiliki kesempatan berada di dalam gereja, mereka yang usia lanjut, sakit dan dalam kesendirian.
Melalui kebangkitan Kristus orang yang percaya mendapatkan kesempatan untuk berhubungan dengan kuasa rahmat yang diturunkan dari atas supaya ia boleh hidup di dalam kebenaran dan seturut perintah-perintah Allah: menjadi baik dan berbelaskasihan, jujur dan berniat-baik dalam hubungan-hubungannya dengan orang-orang, menjadi mampu berbagi dengan mereka baik di dalam suka maupun di dalam duka.
Sikap kristiani ini kepada sesama kita termasuk juga keprihatinan akan negeri sendiri, akan bangsa sendiri, dan akan keluarga dan rumahnya. Dalam mengkotbahkan prioritas nilai-nilai rohani yang kekal, Gereja menyeru anak-anaknya untuk bersikap bijaksana terhadap nilai-nilai sementara namun nyata dari dunia ini yang diciptakan Allah: terhadap lingkungan dan terhadap warisan kekayaan budaya kita yang telah terjadikan selama berabad-abad oleh para pendahulu kita. Menjadi penjaga-penjaga kekayaan-kekayaan dan tradisi-tradisi rohani Orthodox bermakna mengubah diri sendiri dan dunia batin diri secara aktif, dan juga bermakna menjaga keindahan dan keharmonisan dunia yang mengelilingi kita dan membangun keindahan dan keharmonisan itu ditempat-tempat di mana keindahan dan keharmonisan itu telah dihancurkan oleh kehendak buruk manusia. Hal ini merupakan panggilan dan tanggungjawab orang kristen.
Tuhan tidak menuntut dari kita ikhtiar-ikhtiar yang melampaui kekuatan kita. Ia menyeru ke jiwa setiap individu dan lagi dan lagi memanggil kita: ’Datanglah kepadaKu, wahai engkau sekalian yang bekerjakeras dan berbeban berat, dan Aku akan menganugerahkanmu istirahat. Ambillah pikulanKu bagimu, dan belajarlah dariKu; karena Aku lemahlembut dan rendah hati: dan jiwamu akan disegarkan. Karena mudahlah pikulanKu, dan bebanKu ringan’ (Matius 11:28-30). Untuk merasakan dan memahami betapa bagus dan ringannya beban yang Tuhan letakkan atas kita, kita harus belajar bagaimana berbuat baik kepada sesama kita dan kepada mereka yang jauh dari kita. Dalam proses belajar ini hanya langkah-langkah pertamalah yang sulit: untuk berhenti pada waktunya dan tidak menjawab kekasaran dengan kekasaran, kejahatan dengan kejahatan, kepalsuan dengan kepalsuan, kutukan dengan kutukan. Dan sekurang-kurangnya merasa senang sebagai hasil tindakan yang benar dan jujur yang bermanfaat bagi orang lain, entah itu di dalam keluarga, di pekerjaan, di paroikia atau sekedar ketika berbicara kepada orang-orang lain dan kenalan-kenalan. Rasa menyenangkan ini kemudian dapat menjadi keadaan rohani yang bersukacita dan optimis apabila perbuatan-perbuatan baik dilakukan bukan demi keuntungan tetapi dari hati yang tulus dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Hanya dengan demikianlah kita akan merasakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat kita ketika kita menjadi sadar akan kehadiran kaitan yang tak terhancurkan antara hal baik yang kita telah lakukan dengan kesejahteraan masyarakat.
Motivasi injili tindakan-tindakan kita baik di dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan pekerjaan dan bermasyarakat kita mampu mengubah secara radikal baik diri kita sendiri maupun dunia tempat kita hidup.
‘Semoga Allah bangkit dan musuh-musuhNya diceraiberaikan!’ kita serukan pada malam yang mengandung cahaya itu. Semoga Allah bangkit di dalam hati kita dan semoga kepalsuan, permusuhan, kejahatan, pertengkaran dan segala perpecahan dalam kehidupan kita diceraiberaikan!
Dari dasar hatiku saya mengucapkan selamat kepada anda sekalian, orang-orang terkasihku, pada perayaan Paskah Suci ini. Semoga pertolongan dan berkat Tuhan yang benar telah bangkit menyertai setiap kita di dalam kerja keras kita selanjutnya demi kemuliaan Gereja, kesejahteraan negeri di mana kita hidup, dan bagi kebaikan sesama kita yang dekat dan yang jauh dari kita. Amin.
+KYRILL
Patriarkh Moskow dan Seluruh Rusia
Paska Suci 2011
Hieromonk Joachim
Monasteri St. Yohanes Pembaptis, Australia
Gereja Orthodox Rusia di Luar Rusia
Pesan Paskah Yang Mulia Kirill Patriarkh Moskow dan Seluruh Rusia, Kepada para Gembala Agung, Gembala, Kaum biarawan dan Segenap Anak-anak beriman Gereja Orthodox Rusia
Yang Mulia Kirill Patriarkh Moskow dan Seluruh RusiaYang terkasih di dalam Tuhan para Gembala Agung, Yang terhormat segenap imam dan diakon, para pencinta Allah Biarawan dan Biarawati, yang terkasih para saudara dan saudari!
Dari hati saya yang dipenuhi rasa syukur-terimakasih kepada Allah, saya menyatakan kepada anda sekalian berita besar dan yang menyelamatkan:
KRISTUS BANGKIT !
Setiap tahunnya Gereja mempersaksikan melalui seruan Paskah ini peristiwa penting semesta yang terjadi hampir dua ribu tahun yang lalu. Demikianlah terjadi bahwa pagi-pagi sekali para perempuan yang membawa mur datang ke kubur tempat Guru mereka dan melihat bahwa kubur kosong. Kuasa ilahi Kristus telah menang atas hukum kematian. Dia telah bangkit, yang mempersaksikan kepada segenap umat manusia bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, bahwa kematian dikalahkan oleh kuasa Allah.
Kebangkitan Kristus, sebagai peristiwa unik di dalam sejarah dunia, oleh maksud Allah menjadi permulaan dari kebangkitan pribadi kita sendiri. Untuk maksud inilah Sang Penyelamat datang ke dunia, menderita, disalibkan dan bangkit dari kubur supaya setiap orang memiliki kesempatan untuk menjalani pengalaman kebangkitan dari yang mati, dan bukan dalam makna kiasan tetapi dalam makna langsung di dunia ini. Santo Paulus berbicara jelas tentang hal ini:
’Allah… akan juga membangkitkan kita dengan kuasaNya sendiri’ (1 Korintus 6:14).
Itulah sebabnya mengapa perayaan Paskah merupakan pesta kemenangan kehidupan atas kematian, karena melalui kebangkitan Kristus Sang Penyelamat kebangkitan dari yang mati telah dianugerahkan kepada kita semua. Dan apapun situasi-situasi sulit yang kita hadapi dalam kehidupan dunia kita, apapun cobaan-cobaan yang kita dapatkan, apapun ketakutan-ketakutan yang orang-orang coba tanamkan di dalam diri kita – karena mereka tak memiliki kekuatan rohani untuk melihat masa depan – pandangan kita akan dunia seharusnyalah tenang dan bersukacita, karena Kristus telah bangkit.
Perayaan Paskah di Rusia suci selalulah agung dan meriah. Dan sekarang dalam beberapa dekade belakangan ini perayaan Paskah telah kembali lagi ke banyak rumah dan keluarga-keluarga. Paskah juga sekarang dirayakan di tempat-tempat di mana sebelumnya tidak ada salam Paskah: di rumah-sakit-rumah-sakit, di lembaga-lembaga pemasyarakatan, di lingkungan tentara angkatan darat dan laut, dan bahkan di luar angkasa. Bahwa lebih jauh lagi daripada perubahan-perubahan lahiriah yang sedang terjadi sekarang di negeri-negeri dunia Rusia semoga bolehlah Allah menganugerahkan tercapainya kelahiran kembali yang sejati dari jiwa-jiwa kemanusiaan, bahwa sukacita kebangkitan Kristus boleh memenuhi setiap hati dari setiap kita sekalian, bahwa cahaya kasih ilahi boleh menghangatkan bukan saja keluarga-keluarga dan sahabat-sahabat kita tetapi juga menghangatkan mereka yang tak memiliki kesempatan berada di dalam gereja, mereka yang usia lanjut, sakit dan dalam kesendirian.
Melalui kebangkitan Kristus orang yang percaya mendapatkan kesempatan untuk berhubungan dengan kuasa rahmat yang diturunkan dari atas supaya ia boleh hidup di dalam kebenaran dan seturut perintah-perintah Allah: menjadi baik dan berbelaskasihan, jujur dan berniat-baik dalam hubungan-hubungannya dengan orang-orang, menjadi mampu berbagi dengan mereka baik di dalam suka maupun di dalam duka.
Sikap kristiani ini kepada sesama kita termasuk juga keprihatinan akan negeri sendiri, akan bangsa sendiri, dan akan keluarga dan rumahnya. Dalam mengkotbahkan prioritas nilai-nilai rohani yang kekal, Gereja menyeru anak-anaknya untuk bersikap bijaksana terhadap nilai-nilai sementara namun nyata dari dunia ini yang diciptakan Allah: terhadap lingkungan dan terhadap warisan kekayaan budaya kita yang telah terjadikan selama berabad-abad oleh para pendahulu kita. Menjadi penjaga-penjaga kekayaan-kekayaan dan tradisi-tradisi rohani Orthodox bermakna mengubah diri sendiri dan dunia batin diri secara aktif, dan juga bermakna menjaga keindahan dan keharmonisan dunia yang mengelilingi kita dan membangun keindahan dan keharmonisan itu ditempat-tempat di mana keindahan dan keharmonisan itu telah dihancurkan oleh kehendak buruk manusia. Hal ini merupakan panggilan dan tanggungjawab orang kristen.
Tuhan tidak menuntut dari kita ikhtiar-ikhtiar yang melampaui kekuatan kita. Ia menyeru ke jiwa setiap individu dan lagi dan lagi memanggil kita: ’Datanglah kepadaKu, wahai engkau sekalian yang bekerjakeras dan berbeban berat, dan Aku akan menganugerahkanmu istirahat. Ambillah pikulanKu bagimu, dan belajarlah dariKu; karena Aku lemahlembut dan rendah hati: dan jiwamu akan disegarkan. Karena mudahlah pikulanKu, dan bebanKu ringan’ (Matius 11:28-30). Untuk merasakan dan memahami betapa bagus dan ringannya beban yang Tuhan letakkan atas kita, kita harus belajar bagaimana berbuat baik kepada sesama kita dan kepada mereka yang jauh dari kita. Dalam proses belajar ini hanya langkah-langkah pertamalah yang sulit: untuk berhenti pada waktunya dan tidak menjawab kekasaran dengan kekasaran, kejahatan dengan kejahatan, kepalsuan dengan kepalsuan, kutukan dengan kutukan. Dan sekurang-kurangnya merasa senang sebagai hasil tindakan yang benar dan jujur yang bermanfaat bagi orang lain, entah itu di dalam keluarga, di pekerjaan, di paroikia atau sekedar ketika berbicara kepada orang-orang lain dan kenalan-kenalan. Rasa menyenangkan ini kemudian dapat menjadi keadaan rohani yang bersukacita dan optimis apabila perbuatan-perbuatan baik dilakukan bukan demi keuntungan tetapi dari hati yang tulus dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Hanya dengan demikianlah kita akan merasakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat kita ketika kita menjadi sadar akan kehadiran kaitan yang tak terhancurkan antara hal baik yang kita telah lakukan dengan kesejahteraan masyarakat.
Motivasi injili tindakan-tindakan kita baik di dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan pekerjaan dan bermasyarakat kita mampu mengubah secara radikal baik diri kita sendiri maupun dunia tempat kita hidup.
‘Semoga Allah bangkit dan musuh-musuhNya diceraiberaikan!’ kita serukan pada malam yang mengandung cahaya itu. Semoga Allah bangkit di dalam hati kita dan semoga kepalsuan, permusuhan, kejahatan, pertengkaran dan segala perpecahan dalam kehidupan kita diceraiberaikan!
Dari dasar hatiku saya mengucapkan selamat kepada anda sekalian, orang-orang terkasihku, pada perayaan Paskah Suci ini. Semoga pertolongan dan berkat Tuhan yang benar telah bangkit menyertai setiap kita di dalam kerja keras kita selanjutnya demi kemuliaan Gereja, kesejahteraan negeri di mana kita hidup, dan bagi kebaikan sesama kita yang dekat dan yang jauh dari kita. Amin.
+KYRILL
Patriarkh Moskow dan Seluruh Rusia
Paska Suci 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

