Kamis, 03 Desember 2009

[RUANG KADAVER] : TANATOLOGI, ILMU TENTANG KEMATIAN; PROSES KEMBALI MENJADI TANAH

Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

”...; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu” (Mazmur 104:29)

”manusia dari debu ... kembali kepada debu” (Pengkhotbah 3:20)

”kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya” (Pengkhotbah 12:7)

“Inna lillahi wa inna ilahi rajiun” (”Sesungguhnya kepada Tuhanlah segala sesuatu itu akan kembali”)

Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yaitu keadaan yang membedakan organisme (makhluk hidup), termasuk manusia dengan benda mati. Setiap manusia akan mengalami kematian karena disebabkan berakhirnya kehidupannya. Jadi kematian adalah bagian dari kehidupan setiap makhluk hidup, termasuk manusia.

Kematian adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan. Istilah lain yang sering digunakan adalah meninggal, wafat, tewas, atau mati.

Penyebab-penyebab kematian:


1. Seiring penuaan usia makhluk hidup, tubuh mereka akan perlahan-lahan mulai berhenti bekerja.
2. Jika tubuh tidak mampu melawan penyakit, atau tidak diobati.
3. Kecelakaan seperti tenggelam, tertabrak, dan terjatuh dari ketinggian.
4. Lingkungan dengan suhu yang sangat dingin atau yang terlalu panas.
5. Pendarahan yang diakibatkan luka yang parah.
6. Kekurangan makanan, air, udara, dan perlindungan.
7. Diserang dan dimakan (pembunuhan).
8. Infeksi dari gigitan hewan berbisa maupun hewan yang terinfeksi virus berbahaya.
9. Kematian disaat tidak terbangun dari tidur.
10. Kematian sebelum lahir, karena perawatan janin yang tidak benar.

Karena kematian adalah bagian dari kehidupan, maka dalam ilmu kedokteran juga dipelajari ilmu Tanatologi, selain ilmu-ilmu lain yang mempelajari, menunjang, mempertahankan, mengusahakan dan mengupayakan kehidupan. Tanatologi berasal dari kata thanatos (yang berhubungan dengan kematian) dan logos (ilmu). Tanatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kematian dan perubahan yang terjadi setelah kematian serta faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.

Dalam tanatologi dikenal beberapa istilah berikut:
1. Mati somatis (mati klinis)
2. Mati suri
3. Mati seluler
4. Mati serebral
5. Mati otak (batang otak)

1. Mati somatis


Mati somatis terjadi akibat terhentinya fungsi ketiga sistem penunjang kehidupan, yaitu susunan saraf pusat, sistem kardiovaskuler dan sistem pernafasan secara menetap (ireversibel).Secara klinis tidak ditemukan refleks-refleks, EEG mendatar, nadi tidak teraba, denyut jantung tidak terdengar, tidak ada gerakan pernafasan dan suara pernafasan tidak terdengar pada auskultasi.

2. Mati suri


Mati suri (suspend animation, apparent death) adalah terhentinya ketiga sistem penunjang kehidupan yang ditentukan oleh alat kedokteran sederhana.Dengan alat kedokteran yang canggih masih dapat dibuktikan bahwa ketiga sistem tersebut masih berfungsi.Mati suri sering ditemukan pada kasus keracunan obat tidur, tersengat aliran listrik dan tenggelam.

3. Mati seluler (mati molekuler)

Mati seluler (mati molekuler) adalah kematian organ atau jaringan tubuh yang timbul beberapa saat setelah kematian somatis.Daya tahan hidup masing-masing organ atau jaringan berbeda-beda, sehingga terjadinya kematian seluler pada tiap organ atau jaringan tidak bersamaan.Pengertian ini penting dalam transplantasi organ.
Sebagai gambaran dapat dikemukakan bahwa susunan saraf pusat mengalami mati seluler dalam empat menit, otot masih dapat dirangsang (listrik) sampai kira-kira dua jam paska mati dan mengalami mati seluler setelah empat jam, dilatasi pupil masih terjadi pada pemberian adrenalin 0,1 persen atau penyuntikan sulfas atropin 1 persen kedalam kamera okuli anterior, pemberian pilokarpin 1 persen atau fisostigmin 0,5 persen akan mengakibatkan miosis hingga 20 jam paska mati.
Kulit masih dapat berkeringat sampai lebih dari 8 jam paska mati dengan cara menyuntikkan subkutan pilokarpin 2 persen atau asetil kolin 20 persen, spermatozoa masih dapat bertahan hidup beberapa hari dalam epididimis, kornea masih dapat ditransplantasikan dan darah masih dapat dipakai untuk transfusi sampai enam jam pasca-mati.

4. Mati serebral

Mati serebral adalah kerusakan kedua hemisfer otak yang ireversibel, kecuali batang otak dan serebelum, sedangkan kedua sistem lainnya yaitu sistem pernafasan dan kardiovaskuler masih berfungsi dengan bantuan alat.

5. Mati otak (batang otak)

Mati otak (batang otak) adalah bila terjadi kerusakan seluruh isi neuronal intrakranial yang ireversibel, termasuk batang otak dan serebelum.Dengan diketahuinya mati otak (mati batang otak), maka dapat dikatakan seseorang secara keseluruhan tidak dapat dinyatakan hidup lagi, sehingga alat bantu dapat dihentikan.

Perubahan pada tubuh setelah kematian

Perubahan pada tubuh mayat adalah dengan melihat tanda kematian pada tubuh tersebut.Perubahan dapat terjadi dini pada saat meninggal atau beberapa menit kemudian, misalnya:
1. Kerja jantung dan peredaran darah terhenti,
2. Pernafasan berhenti,
3. Refleks cahaya dan kornea mata hilang,
4. Kulit pucat,
5. Terjadi relaksasi otot.

Tanda pasti kematian

Setelah beberapa waktu timbul perubahan paska mati yang jelas, sehingga memungkinkan diagnosa kematian menjadi lebih pasti.Tanda-tanda tersebut dikenal sebagai tanda pasti kematian berupa:
1. Lebam mayat (hipostatis/lividitas paska mati)
2. Kaku mayat (rigor mortis)
3. Penurunan suhu tubuh (algor mortis)
4. Pembusukan (dekomposisi)
5. Adiposera
6. Maserasi
7. Mummifikasi

1. Lebam mayat (Livor mortis, hipostatis/lividitas paska mati)


Livor mortis adalah salah satu tanda kematian, yaitu mengendapnya darah ke bagian bawah tubuh, menyebabkan warna merah-ungu atau bercak kelabu-kehitaman yang terjadi pada kulit mayat beberapa waktu setelah kematian. Karena jantung tidak lagi memompa darah, sel darah merah yang berat mengendap di bawah serum karena gravitasi bumi. Warna ini tidak muncul di daerah-daerah yang berhubungan dengan benda lain karena kapilari tertekan. Koroner dapat menggunakan hal ini untuk menentukan waktu kematian. Livor mortis dimulai sekitar 20 menit sampai 3 jam setelah kematian.

2. Kaku mayat (rigor mortis)

Rigor mortis atau kaku mayat terjadi akibat hilangnya ATP. ATP digunakan untuk memisahkan ikatan aktin dan myosin sehingga terjadi relaksasi otot. Namun karena pada saat kematian terjadi penurunan cadangan ATP maka ikatan antara aktin dan myosin akan menetap (menggumpal) dan terjadilah kekakuan jenazah. Rigor mortis akan mulai muncul 2 jam postmortem semakin bertambah hingga mencapai maksimal pada 12 jam postmortem. Kemudian setelah itu akan berangsur-angsur menghilang sesuai dengan kemunculannya. Pada 12 jam setelah kekakuan maksimal (24 jam postmortem) kaku jenazah sudah tidak ada lagi. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kaku jenazah adalah suhu tubuh, volume otot dan suhu lingkungan. Makin tinggi suhu tubuh makin cepat terjadi kaku jenazah. Rigor mortis diperiksa dengan cara menggerakkan sendi fleksi dan antefleksi pada seluruh persendian tubuh.
Hal-hal yang perlu dibedakan dengan rigor mortis atau kaku jenazah adalah:
1. Cadaveric Spasmus, yaitu kekakuan otot yang terjadi pada saat kematian dan menetap sesudah kematian akibat hilangnya ATP lokal saat mati karena kelelahan atau emosi yang hebat sesaat sebelum mati.
2. Heat stiffening, yaitu kekakuan otot akibat koagulasi protein karena panas sehingga serabut otot memendek dan terjadi flexi sendi. Misalnya pada mayat yang tersimpan dalam ruangan dengan pemanas ruangan dalam waktu yang lama.
3. Cold stiffening, yaitu kekakuan tubuh akibat lingkungan yang dingin sehingga terjadi pembekuan cairan tubuh dan pemadatan jaringan lemak subkutan sampai otot.

3. Penurunan suhu tubuh (algor mortis)

Algor mortis adalah penurunan suhu mayat. Suhu mayat dapat berubah karena
- Ada beda suhu tubuh dengan suhu lingkungan
- Tubuh sudah tidak ada metabolisme
- Tidak ada sirkulasi yang meratakan suhu tubuh

Faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya penurunan suhu tubuh mayat :
• Besarnya perbedaan suhu tubuh mayat dengan lingkungan
• Suhu tubuh mayat saat mati
• Aliran udara makin mempercepat penurunan suhu tubuh mayat
• Kelembaban udara makin mempercepat penurunan suhu tubuh mayat
• Konstitusi tubuh pada anak dan orang tua makin mempercepat penurunan suhu tubuh mayat
• Aktivitas sebelum meninggal
• Sebab kematian
• Pakaian tipis makin mempercepat penurunan suhu tubuh mayat
• Posisi tubuh dihubungkan dengan luas permukaaan tubuh yang terpapar.

4. Pembusukan (dekomposisi)

Pembusukan jenazah terjadi akibat proses degradasi jaringan karena autolisis dan kerja bakteri. Mulai muncul 24 jam postmortem, berupa warna kehijauan dimulai dari daerah sekum yang isinya lebih cair dan penuh dengan bakteri serta terletak dekat dengan dinding perut,.menyebar ke seluruh dinding perut dan berbau busuk karena terbentuk gas seperti HCN, H2S dan lain-lain. Gas yang terjadi menyebabkan pembengkakan. Akibat proses pembusukan rambut mudah dicabut, wajah membengkak, bola mata melotot, kelopak mata membengkak dan lidah terjulur. Pembusukan lebih mudah terjadi pada udara terbuka suhu lingkungan yang hangat/panas dan kelembaban tinggi. Bila penyebab kematiannya adalah penyakit infeksi maka pembusukan berlangsung lebih cepat. Interpretasi: Lamanya kematian, tergantung pada derajat pembusukan.Lalat yang hinggap pada tubuh yang membusuk pada 18 jam post mortal dan bertelur setelah 8 jam kemudian.

5. Adiposera (saponifikasi)

Adiposera adalah proses terbentuknya bahan yang berwarna keputihan, lunak dan berminyak berbau tengik yang terjadi di dalam jaringan lunak tubuh postmortem. Lemak akan terhidrolisis menjadi asam lemak bebas karena kerja lipase endogen dan enzim bakteri. Terbentuk pertama kali pada lemak superfisial bentuk bercak, di pipi, di payudara, bokong bagian tubuh atau ekstremitas.
Faktor yang mempermudah terbentuknya adiposera adalah kelembaban dan suhu panas. Pembentukan adiposera membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan. Adiposera relatif resisten terhadap pembusukan. Manfaat : perkiraan saat kematian, perkiraan sebab kematian, posisi terakhir saat kematian.

6. Maserasi

Adalah perubahan yang terjadi pada mayat yang mati dalam kandungan yang mengandung dekomposisi protein steril akibat proses autolisis.

7. Mummifikasi


Mummifikasi terjadi pada suhu panas dan kering sehingga tubuh akan terdehidrasi dengan cepat. Mummifikasi terjadi pada 12-14 minggu. Jaringan akan berubah menjadi keras, kering, warna coklat gelap, berkeriput dan tidak membusuk.

Jadi proses manusia kembali menjadi tanah dapat dilihat dari skema sederhana sebagai berikut:

KEMATIAN ---> LEBAM MAYAT ---> KAKU MAYAT ---> PENURUNAN SUHU TUBUH ---> ADIPOSERA ---> PEMBUSUKAN

Kematian adalah batas kehidupan manusia di muka bumi, tetapi bukan merupakan ttik akhir kehidupan manusia. Menurut ajaran agama, kematian justru merupakan awal kehidupan baru, kehidupan yang kekal, sebab itu kematian merupakan bagian dari hidup, maka orang tidak akan merasa cemas dan takut.

Selain bagian dari kehidupan manusia, kematian sekaligus pintu, titian, jembatan menuju hidup kekal. Kita harus menghayati hidup yang kini dialami dan hidup abadi sesudah kematian sebagai satu kesatuan, dua tepian, dua seberang yang sesungguhnya merupakan dua belahan dari satu hidup yang sama. Dengan kematian kita berpindah dari hidup ”kini” menuju hidup ”seberang”, dari hidup ”sebelum” memasuki hidup ”sesudah” kematian, dari hidup ”sementara” ke dalam hidup ”abadi”.

Akhirnya karena kematian itu sendiri adalah hal alami dan akan dialami oleh setiap orang, maka kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan rohnya akan kembali kepada Allah, manusia hanya bisa berucap: ”dari debu kembali kepada debu”, ”Intaqala ilal amjadis samawati” (”telah berpulang kepada Kemuliaan Surgawi”).

Daftar pustaka

1. Dr. Med. Ahmad Ramali dan K. St. Pamoentjak, dalam Kamus Kedokteran, Arti dan Keterangan Istilah. Disempurnakan oleh: dr. Hendra T. Laksman. Lektor Kepala pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penerbit Djambatan. Cetakan keenam belas 1991.

2. Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia: Tanatologi, Pembusukan, Livor mortis, Rigor mortis, Mummifikasi, Adiposera

3. Web Sibermedik: http://sibermedik.files.wordpress.com/thanatologi-prest_ppt.pdf

Rabu, 02 Desember 2009

INFORMASI TENTANG KRISTEN TIMUR


Bila anda ingin mengetahui tentang Iman Orthodox, anda dapat menghubungi 081931619599 atau di goi_sby@yahoo.com. Kami siap sedia membantu anda. BILA ANDA MEM-POSTINGKAN KOMENTAR, HARAP MENCANTUMKAN NAMA DAN ALAMAT EMAIL. SUPAYA SAYA DAPAT MEMBANTU ANDA.

Selasa, 01 Desember 2009

MACAM-MACAM TASBIH KRISTEN

Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

Salah satu bentuk doa adalah berdzikir yaitu memuji dan mengingat Allah dengan cara mendaraskan doa tasbih dengan mengulang-ulang Nama Tuhan dengan khusyuk, penuh iman dan kasih untuk menyelam dalam hati dan mencapai keheningan batin. Di dalam keheningan batin inilah orang akan menemui Sang Khalik secara pribadi dan mengalami persatuan secara mistika denganNya. Untuk mendaraskan doa-doa ini, biasanya orang menggunakan tasbih.

Di dalam aspek esoterik agama-agama besar dunia, doa-doa tasbih juga digunakan. Sehingga Doa Tasbih adalah sistem doa universal sebab terdapat pada hampir semua agama-agama besar dunia. Inilah tapak-tapak jejak kebenaran universal, yang berasal dan bersumber dari Wahyu Umum Allah.

Para sarjana, berdasarkan riset sejarah, setuju bahwa doa tasbih pertamakali digunakan oleh agama Hindu. Tasbih doa agama Hindu dalam bahasa Sansekerta dinamakan “Japamala” berarti “tasbih pendarasan”, yang menunjuk pada tasbih doa. Orang Hindu mengenal tasbih untuk mendoakan “Doa Nama” untuk memuja-muja Tuhan. Orang Hindu yang saleh berusaha menghafalkan seribu Nama Tuhan dalam bahasa Sansekerta, setiap nama penuh makna dan mengungkapkan salah satu sifat Allah.

Agama Budha mengadopsi dari agama Hindu dalam penggunaan tasbih doa yang juga disebut “Mala” atau “Japamala”.

Dalam agama Yahudi (Yudaisme) tidak digunakan tasbih doa, tetapi menggunakan selendang doa Yahudi yang dikenal sebagai “Tallit” termasuk didalamnya sejumlah simpul yang sudah ditetapkan, Dengan tallit, haruslah kaum Israel “mengingat semua perintah-perintah Tuhan” (Bil. 15:39).

Tasbih Muslim dikenal sebagai “Misbaha” (bhs. Arab), “Tasbeeh” (bhs. Urdu) atau “Tespih” (bhs. Albania, Turki and Bosnia). Al-Qur’an secara berulang-ulang berbicara tentang “dzikir kepada Allah”, dengan mengingat Allah dengan berulang-ulang mendaraskan 99 Nama yang indah dari Allah (Al-Asma Al-Husna). Pendarasan ini sebagai suatu cara bagi mereka yang beriman untuk memperkuat keyakinan mereka, dan menemukan ketenangan ketika sedang dalam kesulitan besar.

Untaian biji-biji manik yang dipakai untuk menghitung dan membantu berkonsentrasi dalam berdoa dan memanjatkan puji-pujian kepada Allah atau tasbih dikenal juga dihampir semua bentuk Kekristenan. Dengan biji tasbih orang menghitung doa-doa atau mengulangi doa yang sama seperti "Tuhan kasihanilah kami", "Salam Maria", dan sebagainya.

Memang doa dengan tasbih sama sekali tidak memerlukan kecerdasan. Doa ini adalah doa bagi orang sederhana. Kesederhanaan di sini khususnya kesederhanaan batin yang dapat dimiliki tidak hanya oleh orang "kecil" tetapi juga oleh orang-orang terkemuka maupun cerdik-cendikiawan. Ada berbagai macam jenis tasbih Kristen. Di bawah ini dibahas secara singkat beberapa jenis tasbih Kristen.

TASBIH KEKRISTENAN ORTHODOX YUNANI


Komboskini Yunani Berbiji 100

Tasbih ini dalam Gereja-Gereja Orthodox dan Gereja-Gereja Katolik Ritus Timur (Gereja Uniat) dikenal sebagai komboskini, Komboschini, Komboschoinion, Komboschoinia, Komvoschini, Komvoschinon, Komvoschinion, Komvoschinia, Comboschini, atau Chomboschini. Kadang-kadang tasbih ini disebut juga sebagai ”Rosario Byzantin”. Saat ini tasbih Yunani juga tersebar secara luas dan digunakan di Gereja Roma Katolik. Tasbih ini terbuat dari wol hitam atau warna lain yang dipintal dan berbiji 100, ada juga yang lebih pendek, terdiri dari 33 manik-manik. Mungkin untuk mengingat umur Yesus dimuka bumi yaitu 33 tahun. Untuk yang berbiji 100, tidak ada keterangan lebih lanjut mengapa berbiji 100. Komboskini ini biasanya digunakan untuk mendaraskan "Doa Yesus" (”Doa Puja Yesus”; “Yesus Prayer”), suatu doa yang amat sederhana sehingga bisa dipraktekkan setiap orang tetapi juga amat dalam, sehingga mampu membawa kepada doa yang paling murni. Doa Yesus bersandarkan pada nasehat St. Paulus Sang Rasul untuk berdoa tak kunjung putus: “Pray without ceasing” (“berdoalah tak kunjung putus”) (King James Version Bible, Douay-Rheims Bible dan English Standart Version) (I Tes. 5:17) dan juga atas anjuran Tuhan Yesus sendiri pada para muridNya: "Waspadalah dan berdoalah tak henti-hentinya ... ". Rumusan doa ini berdasarkan seruan si buta di Yeriko (Luk. 18:38) dan doa si pemungut cukai (Luk. 18:13), yaitu: "Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah kasihanilah aku orang berdosa ini." Rumusan ini juga bisa diperpendek berupa: "Tuhan kasihanilah kami", "Kyrie Eleison" (Bahasa Yunani), "Ya, Robbu Arham" (Bahasa Arab), dan berbagai bahasa lokal/ daerah lainnya. Bahkan rumusan ini bisa diperpendek dengan hanya menyebut "Nama Yesus" saja. Doa ini seharusnya diulang dengan hening, dengan tidak tergesa-gesa, sementara menarik dan mengeluarkan napas mengikuti rumusan doa ini.

Tradisi doa ini sudah dijumpai pada para Bapa padang gurun (pertapa hermit), yaitu pada tradisi kerahiban di Mesir, Syria, Palestina sejak abad ke-2, walaupun pada mulanya rumusan doa ini tidak sistematis dan sama/seragam. Di Gunung Sinai dan Gunung Athos, para rahib memperkembangkan suatu sistem tafakur yang utuh dan luas dengan doa yang yang sederhana ini, dipraktekkan dengan keheningan yang mutlak. Di situlah hesykhasme, yaitu suatu aliran spiritualitas dan Kekristenan esoteris di Gereja Orthodox yang didasarkan atas hesykhia (keheningan) sebagai sarana untuk menjadi terpusat pada persatuan dengan Allah dalam doa tak kunjung putus, mendapat bentuknya yang definitif dan kemudian tersebar ke semua daerah Orthodox.

Menurut kebiasaan yang berasal dari abad pertengahan, doa Yesus didoakan para rahib dengan memakai tasbih komboskini, yang diserahkan kepada mereka pada profesi mereka. Metode tafakur berdasarkan nama Yesus ini dianggap berasal dari St. Simeon Sang Theolog Baru (949 - 1022). St. Gregorius Palamas (1296 - 1359), Bapa Gereja Agung yang terakhir, menjadi teladan utama dari kaum hesykhas, karena perjuangannya ia memenangkan suatu tempat yang tidak dapat dibantah untuk doa Puja Yesus ini.

Dalam Gereja Latin, Roma Katolik, doa ini tersebar luas berkat buku berjudul: "Kisah seorang peziarah." (The Way of Pilgrim), dalam bahasa Indonesia diterbitkan Kanisius (Seri Sumber Hidup). Sekarang doa ini banyak digunakan oleh Gereja Roma Katolik, Anglikan dan Protestan, walaupun dalam bentuk yang tidak mendalam. Jadi dalam Gereja Timur / Orthodox, sejak pada mulanya tidak pernah dikenal Doa Rosario dengan rumusan doa Salam Maria-nya, seperti yang ada di dalam Gereja Roma Katolik.

TASBIH KEKRISTENAN ORTHODOX RUSIA DAN GEREJA-GEREJA SLAVONIK


Chotki yang Dipintal dari Wol

Orang Rusia menggunakan tasbih yang terdiri dari 33, 50, 100, 101, 103, 150, 300 atau 500 manik-manik atau wol hitam yang dipintal. Selain angka 33 untuk mengingat umur Yesus dimuka bumi yaitu 33 tahun, tidak ada keterangan mengapa angkanya 50, 100, 101, 103, 150, 300 atau 500. Angka 103, terdiri dari 3 biji tasbih pembatas, untuk setiap 25 biji atau variasi jumlah lain. Tasbih doa ini di Gereja Orthodox Rusia digunakan untuk mendaraskan “Doa Yesus” (“Молитва Иисусова” ; “Molitva Iesusova” ; “Yesus Prayer”). Doa Yesus ini merupakan doa batin dalam Gereja Orthodox Rusia yang biasanya didaraskan dengan menggunakan tasbih Orthodox yang dalam bahasa Rusia disebut “Chotki” atau ”Tchotki” (“Чётки“), sedang dalam bahasa Serbia disebut ”Broyanitasa” atau ”Brojanica” dalam bahasa Romania disebut ”Matanie” atau ”Matanii”.

TASBIH ATAU ROSARIO SANTA BRIGITTA

Brigita atau Birgitta adalah seorang wanita suci dari Swedia. Dia hidup sekitar tahun 1300 - 1373. Salah satu dari delapan anaknya ialah Santa Katarina. Tasbihnya terdiri dari 63 butir atau 63 kali Salam Maria. Setelah tujuh kali Salam Maria lalu diselingi satu Credo atau Aku Percaya.
Mengapa 63 ? Menurut ceritera, Santa Maria meninggal pada usia 63 tahun.

TASBIH ATAU ROSARIO ORDO SERVORUM


Tasbih atau Rosario Ordo Servorum

Ordo Servorum adalah Serikat Biarawan imam atau disebut Pengabdi Maria. Tasbih Ordo ini terdiri dari 49 butir, atau 7 X 7 Salam Maria. Setiap tujuh kali Salam Maria lalu diselingi dengan satu kali Bapa Kami. Dasar hitungan tujuh kali tersebut ialah ketujuh duka cita Maria, yang digunakan bahan renungan waktu berdoa rosario.

TASBIH ATAU ROSARIO ROMA KATOLIK


Rosario Roma Katolik

Dikenal juga sebagai rosario. Dalam abad ke XI ada tradisi mendoakan seorang yang meninggal oleh imam-imam dengan doa Nabi Daud yaitu 150 mazmur-mazmur atau psalm. Orang awam lalu berdoa 150 Bapa Kami. Untuk menghitungnya digunakan suatu untaian manik-manik terdiri dari 150 butir. Sedang biarawati di Inggris berdoa 150 Salam Maria. Biasanya 150 mazmur dibagi menjadi tiga bagian menjadi 3 X 50. Pembagian ini diterapkan juga pada Bapa Kami dan Salam Maria, setiap bagian menjadi 50 kali Bapa Kami atau 50 Salam Maria. Perkembangan lebih lanjut ialah doa 50 X Salam Maria itu diselingi oleh Bapa Kami dan Kemuliaan, lalu menjadi 10 Salam Maria, satu kali Bapa Kami dan satu kali Kemuliaan, seperti kita kenal sekarang. Dan doa rosario ini mulai dikenal umum sejak abad ke XVI.

TASBIH ATAU ROSARIO PROTESTAN EPISKOPAL ANGLIKAN


Rosario Angklikan

Tasbih doa Anglikan yang disebut juga ”Rosario Anglikan” digunakan untuk bentuk doa tasbih yang relatif baru, yang merupakan gabungan doa tasbih Doa Yesus dari Orthodox dan doa tasbih Rosario Roma Katolik. Inilah Doa tasbih Anglikan (Anglican Prayer Beads), yaitu bentuk doa kontemplatif dalam gereja Anglikan. Tasbih Anglikan menggunakan tiga puluh tiga manik-manik yang dirancang oleh Rev. Lynn Bauman pada pertengahan tahun1980-an, melalui penyelidikan penuh doa dan penemuan kelompok doa kontemplatif. Jumlah manik 33 menunjukkan jumlah tahun Yesus hidup di bumi.

TASBIH PROTESTAN FRALSARKRANSEN ATAU KRISTUSKRANSEN


Tasbih Frälsarkransen atau Kristuskransen

Tasbih Frälsarkransen adalah tasbih doa yang digunakan oleh gereja Protestan Lutheran. Tasbih ini dirancang oleh Martin Lönnebo, seorang uskup emeritus Lutheran di Swedia, pada pertengahan tahun 1990an.
Ia menamakannya tasbih atau rosario "Frälsarkransen", yang berarti ”Rangkaian bunga Kristus berbentuk lingkaran” ("The Wreath of Christ", nama ini dalam bahasa Norway dan Denmark adalah "Kristuskransen"). Ia ingin menekankan arti dari keheningan dalam doa. Berdoa tidak hanya berbicara dalam kata-kata, tetapi juga hadir di hadapan Allah, dengan tangan dan pendengaran kosong. Hanya hadir. Memandang dan menyentuh dengan menggerakkan/mendorong perlahan manik-manik untuk berkonsentrasi dan mengingat sesuatu yang paling penting di dalam hidup.
Manik-manik "The Wreath of Christ" mempunyai banyak arti, mengandung banyak gambaran dan rahasia. Setiap satu manik menceritakan sesuatu tentang Allah dan tentang kita. Di manik-manik dari doa, orang dapat juga melihat hidup dari Kristus dari Betlehem – melalui Gurun Pasir – ke bukit dari kotbah “jangan kuatir” – melalui perjamuan akhir – menuju salib dan kubur kosong di taman – pagi sukacita kebangkitan.
Manik-manik tasbih Frälsarkransen menggunakan berbagai bentuk dan warna: manik warna keemasan “Allah”, manik-manik berbentuk oval tidak berwarna “Keheningan”, manik-manik - ”Ku” berbentuk mutiara kecil, manik putih “Baptisan”, manik berwarna “Gurun pasir”, manik merah “Pengorbanan”, manik-manik seperti mutiara kecil “Rahasia-rahasiaku”, manik hitam “Kegelapan”, manik putih “Kebangkitan”. Semuanya ada 18 manik-manik.

REFERENSI

1. Christine Huda Dodge. Memahami Segalanya Tentang Islam (The Everything Understanding Islam Book). Karisma Publishing Group. Batam Centre. 2004.

2. Majalah Ave Maria. No. 19. Br. Tethard. Macam-macam Tasbih. Mulanya Sebagai Pengganti Mazmur. Diterbitkan oleh Marian Center Indonesia. Jakarta. Januari 1999.

3. Majalah Ave Maria. No. 22. Dari Soul. Doa Salam Maria. Terdiri dari tiga bagian: Salam Malaikat, kata-kata Elisabeth dan tambahan Gereja. Diterbitkan oleh Marian Center Indonesia. Jakarta. Juli 1999.

4. Mother Alexandra (H.R.H. Princess Ileana of Romania) of the Holy Transfiguration Monastery. Introduction To The Jesus Prayer. Light and Life Publishing Company. Minneapolis, Minnesota 55426. 1997.

5. Anglican Prayer Beads. A Form of Contemplative Prayer: http://www.kingofpeace.org/prayerbeads.htm

6. Frälsarkransen - The Wreath of Christ/Pearls of Life - Lutheran rosary: http://www.rukoushelmet.net/English.htm

7. From Wikipedia, the free encyclopedia: Prayer beads.

Kamis, 26 November 2009

APAKAH KAUM ARAB SELALU MUSLIM DAN KAUM YAHUDI ITU SELALU BERAGAMA KRISTEN?

Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel: Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk… (Kel. 33:5)

Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! (Rm. 3:29)

Seringkali orang berpikir dan berpendapat bahwa orang Arab pasti beragama Islam, sedang orang Yahudi pasti kebanyakan beragama Kristen. Betulkah pandangan-pandangan di atas?



Dari atas-bawah: Sebuah Gereja Orthodox Koptik di Amman, Yordania dan Katedral Koptik St.Markus di Aleksandria, Mesir. Tampak penggunaan ikon-ikon di ikonostasis (sekat ikon)

Penyebutan orang-orang Kristen atau Kristianos (Arab, ‘Massihi-yyin’) semula adalah ejekan orang-orang Yahudi di Antiokhia (Syria) kepada murid-murid Yesus yang ada di sana. Murid-murid ini masih terikat kepada ibadah Yahudi seperti ke sinagoga-sinagoga Yahudi pada hari Sabat (Kis. 13:14-15; 15:21 dsb) dan masih berkewajiban mengunjungi Bait Allah pada hari-hari raya (Kis. 2:46; 21:26 dsb). Tetapi karena mereka juga memberitakan nama Yesus dan memecah-mecahkan roti (Sakramen Ekaristi Kudus) pada hari Minggu, kecurigaan orang-orang Yahudi semakin menjadi-jadi untuk mengusir mereka dari perkumpulan Yahudi (Kis. 4:2; 5:28). Sejak pembunuham diakon Stefanus di luar gerbang Yerusalem oleh orang-orang Yahudi (Kis. 7:54-60), maka resmilah murid-murid Yesus menerima cap ‘sekte’ orang Yahudi tetapi sekaligus penganut Jalan Yesus Kristus (Kis. 9:2).

Menurut William W. Haddad pada tahun sekitar 1977, jumlah orang-orang Kristen sekitar 7% dari seluruh penduduk yang mayoritas beragama Islam. Jumlah umat Kristen Orthodox di Timur Tengah pada masa itu adalah sekitar 20 juta orang. Perkiraan ini tentunya bersifat kasar. Perkiraan jumlah ini bisa saja berbeda, apakah jumlahnya lebih rendah dari 20 juta orang ataukah malah lebih besar dari 20 juta orang. Untuk jelasnya bisa dibaca buku Anton Wessel “Arab dan Christian” dan El Hasan bin Tallal “Christianity in the Arab World”.

Kebanyakan orang Kristen Arab yang tinggal di Timur Tengah berlokasi di negara-negara berikut ini:

Libanon (35-45% dari total populasi negeri)
Palestina (5-10%)
Yordania (6-12%)
Syria (10%)
Sudan (10%)
Mesir 6-12%
Iraq (3%)

Secara total sekitar 5-6% populasi negara-negara Arab adalah orang Kristen. Hal ini penting untuk dicatat bahwa TIDAK SEMUA ORANG ARAB ADALAH MUSLIM dan MUSLIM BUKANLAH SEMUA ORANG ARAB. Beberapa orang Kristen Arab yang tinggal di Arab akan menolak disebut sebagai Arab (dalam pengertian Muslim) karena mereka tetap mempertahankan warisan leluhur mereka yang mendiami tanah itu sebelum kemunculan Islam. Misalnya orang Kristen Libanon mempertahankan akar Phoenician kuno mereka. Koptik Mesir berakar pada Mesir kuno di bawah dinasti Firaun. Demikian juga dengan Chaldeans dan Asyur, Irak yang menganggap diri mereka sebagai penduduk asli dan penetap di Irak sekarang.

Menurut Wikipedia, the free encyclopedia, jumlah populasi orang Arab Kristen di seluruh dunia sekitar 30,000,000-35,000,000 orang, meliputi wilayah-wilayah:

Mesir : 4,500,000
Syria : 2,000,000
Lebanon : 1,300,000
Iraq : 1,000,000
Yordan : 370,000
Kanada : 350,000
Uni Eropah : 350,000
Australia : 140,000
Israel : 122,000
Palestina : 75,500

Kita selama ini menutup mata dengan adanya kenyataan eksistensi lebih dari 30 juta orang Kristen Arab di Dunia Arab. Pangeran Yordania, El Hasan bin Tallal menegaskan fakta eksistensi dan kehidupan rukun orang Kristen Arab dan Muslim Arab.

Masyarakat awam di Indonesia tidak banyak yang tahu, ada begitu banyak tokoh Kristen bangsa Arab yang terkenal, misalnya: Émile Jamil Lahoud yang adalah mantan Presiden Libanon; Mikhail Yuhanna, (bhs. Arab: ميخائيل يوحنا, Miha’ il Yūḥannā) kemudian dikenal secara populer sebagai Tariq Aziz atau Tareq Aziz (bhs. Arab: طارق عزيز) yang menjadi mantan Perdana Menteri Irak pada masa pemerintahan Saddam Hussein, seorang Katolik Khaldea (al-kanīsä 'l-kaldāniyyä 'l-kātholikiyyä); Boutros Boutros-Ghali (bhs. Arab: بطرس بطرس غالي), mantan Menteri Luar Negeri Mesir dan Sekretaris Jendral PBB yang keenam, seorang Kristen Orthodox Koptik Mesir; Hanan Daoud Khalil Ashrawi, seorang Kristen Anglikan dan George Habash (bhs. Arab: جورج حبش‎), seorang Kristen Orhodox Yunani di Palestina, keduanya pemimpin dan pejuang militan Palestina yang mendukung Yasser Arafat dalam menghadapi agresi Israel, serta Jenderal Michel Suleiman (bhs. Arab: ميشال سليمان‎), Presiden Libanon saat ini.

Di kalangan sastrawan, kita mengenal nama Gibran Kahlil Gibran bin Mikhā'īl bin Sa'ad (bhs. Arab: جبران خليل جبران بن ميکائيل بن سعد), dikenal juga sebagai Kahlil Gibran, dimana saat ini buku-bukunya sangat disukai dan membanjiri toko-toko buku di Indonesia. Sebelum itu, banyak penyair dan pencipta lagu Indonesia yang minimal cukup dipengaruhi oleh Kahlil Gibran, mulai dari Taufik Ismail, Katon Bagaskara, Dani “Dewa 19”” yang malah “dituduh mencontek” Gibran, hingga mimbar-mimbar Pengajian Ramadhan K.H. Abdullah Gymnastiar. Popularitas Gibran terus melambung, mengatasi batas-batas bahasa, bangsa bahkan perbedaan agama. Sedangkan dari kalangan akademisi, kita bisa menyebut Edward Wadie Saïd (bhs. Arab: إدوارد وديع سعيد‎, Idwārd Wadī’ Sa’īd) Edward Said, penulis buku “Orientalisme”” yang bukunya selalu dijadikan rujukan oleh beberapa penulis Muslim Indonesia untuk mengecam arogansi Barat. Lucunya, kedua sastrawan dan intelektual di atas dianggap oleh orang-orang Kristen dan umat Islam di Indonesia adalah orang Muslim, padahal keduanya adalah orang Kristen.

Tidak banyak pula orang Indonesia yang tahu, bahwa penulis Kamus Bahasa Arab berjudul “Al-Munjid” yang terkenal itu adalah 2 orang rahib dari tarekat Serikat Yesus (Ordo Yesuit; Latin: Societas Iesu) dari Gereja Roma Katolik bernama Louis Ma’luf al-Yassu’i dan Fr. Bernard Tottel al-Yassu’i; juga sebuah buku terkenal berjudul “Dictionary of Arabic Printed Books” ditulis oleh Yusuf Alian Sarkis, seorang Kristen Orthodox Koptik Mesir. Dan, hampir semua Kitab Kuning yang dipakai Pesantren-pesantren di Indonesia diterbitkan oleh Percetakan Kristen di Libanon.

Di bawah ini adalah daftar orang-orang Krsiten Arab (termasuk orang-orang Kopt dan Chaldeans dan Asyur) yang terkemuka:

• Suleiman Mousa, sejarahwan terkemuka dan penulis biografi Major T.E. Lawrence: An Arab View", orang Yordania, Kristen Katolik (Catholic Christian).
• George Wassouf, penyanyi Syria, Kristen Orthodox Syria (Syrian Christian).
• Edward Said, intelektual dan penulis terkemuka, orang Palestina, Kristen Protestan (Protestant Christian).
• Constantin Zureiq, intelektual dan akademisi terkemuka, orang Syria, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
• George Habash, pendiri Front Populer untuk Pembebasan Palestina [The Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) (bahasa Arab: الجبهة الشعبية لتحرير فلسطين, al-Jabhah al-Sha`biyyah li-Taḥrīr Filasṭīn], orang Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
• Nayef Hawatmeh, pendiri Front Demokrasi untuk Pembebasan Palestina [The Democratic Front for the Liberation of Palestine (DFLP) (bahasa Arab: 'الجبهة الديموقراطية لتحرير فلسطين', ditransliterasi Al-Jabha al-Dimuqratiya Li-Tahrir Filastin], orang Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
• Afif Safieh, duta besar Palestina untuk Amerika Serikat (tanpa status diplomatik), orang Palestina, Kristen Katolik Yunani (Greek Catholic Christian).
• Said Khoury, usahawan, rekan-pendiri dari Gabungan Perusahaan Kontraktor Internasional (the Consolidated Contractors International Company), orang Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Catholic Christian).
• Yousef Beidas, ahli keuangan dan pemilik modal terkemuka (orang Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
• John Sununu, pemimpin politik Amerika Serikat (orang Palestina -Lebanon, Kristen Katolik Yunani (Greek Catholic Christian).
• Hanan Ashrawi, sarjana dan aktivis politik Palestina, orang Palestina, Kristen Anglikan (Anglican Christian).
• Steve Bracks, Perdana Menteri Victoria, Australia, orang Lebanon, Kristen Katolik (Catholic Christian).
• René Angélil, produser Kanada dan suami dari Céline Dion, orang Lebanon-Syrian, Kristen Katolik Yunani (Greek Catholic Christian).
• Carlos Menem, presiden Argentina dari tahun1988-1999, orang Syria, menjadi Roma Katolik dari Islam.
• Emile Habibi, penulis Palestina warga negara Israel, orang Palestina warga Israel, Kristen Protestan (Protestant Christian).
• Azmi Bishara, orang Palestina warga Israel anggota Knesset (Parlemen Israel), Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
• Azmi Nassar, manager dari team sepak bola nasional Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian)
• Salim Tuama, atlit klub olah raga Hapoel Tel Aviv, orang Palestina warga Israel, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian)
• Simon Shaheen warga Israel-kelahiran Amerika Serikat, komposer, pemain oud dan violin, orang Palestina warga Israel, Kristen Katolik Yunani (Greek Catholic Christian)
• Salim Jubran, anggota Mahkamah Agung Israel, orang Palestina warga Israel, Kristen Maronit (Maronite Christian)
• Walid Shoebat, pejuang Palestina, orang Islam yang menjadi Kristen.
• Ralph Nader, aktivis hak-hak konsumen dan kandidat presiden Amerika Serikat (putera imigran Kristen Lebanon)
• Hani Naser, musisi, produser (putera seorang imigran Kristen Yordania).
• Aziz Suryal Atiya عزيز سوريال عطية Historian and Coptology pioneer.
• Boutros Ghali, Perdana Menteri Mesir بطرس غالي
• Monir Fakhri Abdel Nour, anggota Parlemen Mesir منير فخري عبد النور
• Youssef Boutros Ghali, Menteri Keuangan Mesir يوسف بطرس غالي
• Akhnoukh Fanous, Nasionalis Koptik اخنوخ فانوس
• Youssef Wahba Menteri Keuangan, Luar Negeri dan Perdana Menteri Mesir يوسف وهبى
• E. Kamel Ibrahim, Field Marshal, Mantan Kepala Angkatan Bersenjata, Kepala Pelatihan Fisik dan Psikologi Pasukan Khusus (Al Sa'Ka Regiment).
• Kamal Stino, Mantan Wakil Perdana Menteri Mesir كمال استينو
• Malik Cambar de Varda – Pemimpin dan Nasionalis Assyria, komandan Batalion Assyro Chaldean (1919-1922).
• Agha Petros, Jenderal Assyria di Iran
• Dan masih banyak lagi.

Anehnya, orang Kristen Indonesia yang karena dorongan “ideology pseudo-Biblikal” biasanya membabi buta membela Israel dalam kasus konflik Israel – Arab Palestina. Mereka tidak sadar, bahwa dengan sikapnya tersebut, indirectly, mereka menyetujui ribuan orang Kristen Arab harus dibantai oleh orang Israel dalam “konflik politik” itu (dan sama sekali bukan “konflik antar agama”). Sebab orang Kristen Arab Palestina itu berjumlah 27% sedangkan orang Yahudi-Israel yang menjadi Kristen hanya 3,2%. Lebih sedikit orang Yahudi yang beragama Kristen dibandingkan dengan orang Arab yang beragama Kristen. Hal ini karena orang Yahudi sejak dahulu dikenal sebagai bangsa yang ”tegar tengkuk” (”keras kepala”) [Kel. 32:9; 33:3, 5; 34:9, Ul. 9:6, 13; 2 Taw. 30:8; Yes. 48:4; Kis. 7:51]. Orang Yahudi bukan pemeluk agama Kristen, secara mayoritas mereka memeluk agama Yahudi (Yudaisme). Lihat saja bahkan untuk lambang dinas medis darurat, kecelakaan dan ambulans negara Israel bukannya Palang Merah (The Red Cross) yang dianggap lambang Salib Kristen, tetapi mereka memakai lambang ”Magen David Adom” (Bhs. Yahudi: מגן דוד אדום disingkat MDA atau Mada) atau "Red Shield of David" sering diterjemahkan juga sebagai "Red Star of David" (Bintang Daud Merah atau, terjemahan harafiahnya, Perisai Merah Daud) yang mulai dibentuk sejak tahun 1930. Sedang lambang Bulan Sabit Merah (The Red Crescent) pertama kali digunakan selama konflik bersenjata antara Rusia – Turki (1877–1878) dan dipakai secara resmi tahun 1929. Saat ini Bulan Sabit Merah digunakan oleh 33 negara Islam.


Mencium tangan imam setelah ibadah Khidmat al-Quddus (Liturgi Suci). Umat mencium tangan imam adalah tradisi rasuliyah yang masih ada di seluruh Gereja Orthodox di dunia.


Bersembahyang dengan menadahkan tangan mengenakan kerudung (jilbab) waktu beribadah dalam Liturgi Suci (Khidmat al-Quddus), maupun sembahyang harian (sholat) dalam sebuah Gereja Orthodox Assyrian Timur (pre-Kalsedonian), Irak. Suatu cara sembahyang yang tetap terpelihara di Gereja-Gereja Orthodox lainnya.


Membuat tanda salib dan berkerudung adalah ciri khas
wanita Kristen Arab dan wanita Orthodox pada umumnya


Juga orang Kristen Indonesia tidak sadar, ketika perang Amerika dan Irak pada tahun 1990-an. Negara Amerika, polisi sombong dunia itu telah menghantam dan menghancurkan komunitas Kristen Irak. Sebuah perkampungan Kristen Irak dimana Taman Eden beserta Adam dan Hawa, kehidupan manusia pertama itu bermula dan tempat dimana Abraham (Nabi Ibrahim), Bapa orang beriman itu berasal.

Palestina dikenal di dalam Alkitab dan dipandang sebagai tempat kelahiran kekristenan. Hal ini tidak boleh dilupakan. Ada beberapa negara Arab yang disebutkan sebagai ‘terlibat’ di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, jauh sebelum Islam muncul: Yordania, Mesir, Irak, dan Syria. Setelah kelahiran Islam barulah kekristenan hilang sama sekali dari negeri-negeri seperti Maroko, Algeria dan Tunisia dan Peninsula Arab.

Alkitab memberitahu kita, bahwa peranan bangsa Arab dalam mempersembahkan “emas dan kemenyan” (Yes. 60:6-7). Ini cocok dengan persembahan orang Majus (Arab), yaitu: kemenyan, emas dan mur (Mat. 2:1,11). Menurut J. Spencer Trimingham, orang Arab sudah ada di Palestina sejak zaman Perjanjian Lama, dan sudah ada yang mendengar Injil dan percaya sejak Yesus mulai melayani (Mrk.3:7-8) sehingga 3 tahun setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, sudah ada pengikut Yesus di tanah Arab yang menyambut Paulus yang baru bertobat (Gal.1:15-17). Menurut kesaksian Injil, Yesus berkarya di “Galilea, daerah bangsa-bangsa” yang pada abad pertama adalah tempat berbaurnya suku-suku bangsa Asyur dan Arab. Di wilayah Kaisarea Filipi (sekarang Banias), tempat dimana Yesus menyatakan ke-Mesiasan-Nya dihuni oleh 50% suku Arab Iturea. Juga, pada saat Pentakosta (Kis. 2:9-11), pada tahun 33 M, Roh Allah tinggal di dalam hati orang-orang Arab.

Pada Konsili (majma) Di Nicea (325) hadir 9 uskup Arab dan pada Konsili di Khalsedon (451) hadir 21 uskup Arab, ini menunjukkan bahwa saat itu sudah banyak orang Arab menganut kekristenan. Trimingham juga mengungkapkan bahwa dari inskripsi Arab Utara ditemukan bukti bahwa bahasa orang Arab berakar bahasa Aram (bandingkan bahasa orang Israel yang juga berakar bahasa Aram, Ul.26:5), kemudian Nabati-Aram, dan menjadi bahasa Arab, dan sudah lama nama ‘Allah’ menjadi padanan ‘El’ Semitik (Allah yang Esa dan Maha Tinggi) dan ‘Alaha’ Aram, dan sudah digunakan orang Arab Kristen jauh sebelum Islam lahir, bahkan pada Konsili Efesus (431) hadir uskup Arab bernama Abdellas (Abdullah) yang artinya ‘hamba Allah.’ Islam baru lahir pada tahun 622 yang menjadi awal tarikh Islam/Arab. Semua itu terjadi, jauh ketika suku bangsa Eropa dan Amerika masih primitif dan pemuja berhala.

Masyarakat Kristen Arab ini dianggap sebagai missing link antara dunia Kristen Barat dengan Dunia Islam. Karena, lewat masyarakat Kristen Arab inilah berbagai titik temu, contoh toleransi dan kesaling-pengertian nampak jelas terbangun .

Apa yang membuat masyarakat Kristen Arab istimewa adalah fakta bahwa selain mereka termasuk kelompok masyarakat paling awal yang memeluk ajaran Yesus, juga mereka mengalami dilema hidup yang tak kalah kompleksnya jika dibandingkan sejawatnya yang asli Yahudi. Mereka secara etnis adalah bangsa Arab, namun karena pilihan kepercayaannya menjadikan mereka semacam “alien” di tengah lautan masyarakat Arab lainnya yang memeluk Islam. Konflik berbasis agama ini telah berlangsung sejak awal keberadaan masyarakat Kristen Arab ini. Mulai jaman Romawi, bangkitnya Islam di bawah panji-panji Rasullulah dan dilanjutkan berbagai dinasti yang silih berganti menguasai wilayah yang mereka diami.

Tak terkecuali jaman sekarang. Konflik semakin memuncak dengan kacau balaunya kebijakan luar negeri negara-negara Barat - yang notabene juga identik dengan Kristen - dengan puncaknya pada kampanye perang global anti terorisme dibawah pimpinan Amerika Serikat. Masyarakat Kristen Arab semakin terjepit, karena keimanan mereka menempatkan mereka di titik penuh kecurigaan dari para tetangga muslimnya, namun di saat bersamaan mereka tak sepenuhnya setuju dan mendukung kebijakan perang yang dikampanyekan negara-negara Barat.

Namun, selain konflik berdarah, di sana juga terlihat wujud nyata toleransi beragama. Di mana biara-biara Kristen banyak berdiri dan dikunjungi tak hanya oleh pengikut ajaran Yesus namun juga kaum muslim, hingga kebiasaan untuk saling hadir dalam acara perkawinan, kematian, dan bahkan pada perayaan hari-hari besar keagamaan.

REFERENSI

1. Fr. Marc Dunaway. (Editor Rm. Arkhimandrit Daniel Bambang). Apakah Gereja Orthodox Itu? Suatu Gambaran Singkat Tentang Iman Orthodox. Satya Widya Graha. Jakarta. 2001.

2. J. Spencer Trimingham. Christianity Among the Arabs in Pre-Islamic Times. Librairie du Liban, Beirut, 1990

3. Kahlil Gibran. Yesus Yang Disalib. Introduksi dan Anotasi Bambang Noorsena. Komunitas Nisita. Jakarta. 2003.

4. BBC home uk version, international version: http://www.bbc.co.uk/

5. From Wikipedia, the free encyclopedia: Coptic Christianity, Eastern Orthodox Church, Oriental Orthodoxy, Holy Synod of the Assyrian Church of the East, Magen David Adom, List of Copts, List of Assyrians.

6. Hasto Suprayogo. Tragedi Kristen Arab : http://astayoga.wordpress.com/2009/05/29/tragedi-kristen-arab/

Rabu, 25 November 2009

MIRIP ORANG MUSLIM, PENDETA DIHAJAR

Tuesday, 24 November 2009 07:36

Orang Amerika semakin beringas kepada Muslim setelah peristiwa Fort Hood, orang yang mirip Muslim pun diserang dan difitnah. Eh, gak taunya malah pendeta

Hidayatullah.com--Senin malam (9/11) Jasen Bruce, seorang anggota marinir cadangan, sedang mengambil pakaiannya dari bagasi mobil ketika seorang pria berjenggot dan berjubah mendekatinya.

Pria itu, seorang pendeta Orthodoks Yunani bernama Alexios Marakis, hanya bisa sedikit bahasa Inggris dan tersesat. Ia ingin menanyakan arah jalan. Demikian keterangan polisi.

Namun, yang dia dapat adalah kunci ban besi yang dipukulkan ke kepalanya. Ia lalu dikejar sejauh tiga blok dan akhirnya dijepitkan ke tanah, sementara si marinir menelepon operator 911, mengatakan bahwa dia menangkap seorang teroris.

Polisi mengatakan, Bruce mengemukakan beberapa alasan mengapa dia melakukan hal itu.

Pria tersersebut berusaha merampoknya.

Pria itu menyentuh selangkangannya dan menawarkan hubungan seksual secara terang-terangan dalam bahasa Inggris yang fasih.

Pria itu meneriakkan "Allahu Akbar", kata yang sama, yang menurut sejumlah saksi peristiwa Fort Hood diucapkan oleh tersangka pelakunya.

"Itulah yang mereka katakan, sebelum akhirnya Anda marah," kata polisi memaparkan laporan Bruce.



Bruce akhirnya ditahan dengan tuduhan melakukan pemukulan dengan senjata mematikan. Ia dibebaskan esok harinya dengan jaminan USD 7.500. Tapi ia tidak mengucapkan kata maaf.

Sementara itu, Marakis terbaring di rumah sakit dengan beberapa jahitan. Katanya ia tidak ingin menuntut, seraya menyitir ayat dari Bibel tentang memaafkan.

Seusia

Bruce dan Marakis hanya berbeda usia satu tahun, namun mereka tinggal dan menjalani hidup di dunia yang berbeda.

Pendeta Michael Eaccarino dari Kathedral Yunani Orthodoks St. Nicholas di Tarpon Springs mengatakan, Marakis yang berusia 29 tahun memasuki biara Yunani sejak remaja dan menjadi pendeta sembilan tahun lalu. Ia belajar teologi di Holy Cross, sebuah sekolah Orthodoks Yunani di Massachusetts. Ia pergi ke Tarpo Springs dalam rangka menyelesaikan tesis gelar masternya. Marakis juga sudah mengucapkan sumpah untuk membujang.

Menurut Eaccarino, pemuda itu tersesat setelah memberikan ceramah kepada orang-orang jompo di sebuah panti.

Jasen Bruce, 28 tahun, mendaftar jadi marinir cadangan pada usia remaja. Ia diberhentikan dengan hormat setelah merampungkan masa kontraknya, tapi kemudian pada bulan Maret ia mendaftar lagi. Bruce belum pernah ditugaskan ke Irak atau Afghanistan, demikian menurut seorang jurubicara Korps Marinir. Ia menikah bulan lalu dengan mengenakan seragam militer lengkap.

Bruce bekerja sebagai seorang manajer penjualan perusahaan farmasi APS di Palm Harbor. Situs blognya dipenuhi dengan tulisan tentang berbagai manfaat hormon pertumbuhan dan testosteron. Tahun 2007 ia pernah didakwa melakukan tindakan kriminal ringan karena melompat ke sebuah truk derek dan menghajar pengemudinya. Di pengadilan ia tidak mengajukan pembelaan.

Bruce memamerkan otot-ototnya dalam banyak foto yang dipasang di blognya.

Lain versi

Laura McElroy, jurubicara kepolisian wilayah Tampa menjelaskan kejadian sebenarnya yang tertangkap kamera pengawas.

"Anda lihat seorang pria yang sangat pendek, kecil berlari, dan seorang laki-laki besar, berotot mengejarnya."

Polisi menceritakan peristiwa yang terjadi pada Senin pukul 6.35 malam itu.

Alat GPS yang dimiliki si pendeta menunjukkan arah yang salah, sehingga ia tersesat ke Interstate 275 menuju pusat kota Tampa. Ia mengikuti mobil-mobil hingga sampai di garasi apartemen Seaport Channelside, untuk meminta tolong.

Ia melihat ada Bruce, yang posisinya sedang menghadap ke belakang, merunduk ke bagasi mobilnya. Lalu Marakis menepuk pundak Bruce sebelum mengucapkan kata "please" dan "help" dalam bahasa Inggris yang terbata-bata.

Seketika itu pula Bruce meraih kunci ban besi. Kata polisi, setelah mengejar dan menangkap Marakis, Bruce memukul pendeta itu empat kali.

Beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara Orient Road pada hari Selasa, Bruce hanya berdiri dan diam ketika pengacaranya, Jeff Brown, memaparkan cerita menurut versinya.

Pria berjenggot itu mengenakan jubah dan sandal dan menerobos batas garasi. Tiba-tiba orang asing itu mengatakan ajakan melakukan hubungan seksual sambil meraba alat kelamin Bruce. Anggota marinir itu lalu berusaha membela diri. Ia kemudian menelepon 911 setelah mengejar pria asing tersebut.

Kata Brown, awalnya polisi menyebut Bruce sebagai "pahlawan" dan mengatakan pendeta itu "menderita gangguan jiwa."

Ia menilai polisi berpihak pada salah satu pihak, dan ia meminta agar kepolisian memeriksa seorang sersan yang mengeluarkan kata-kata hinaan menyangkut latar belakang Bruce sebagai anggota militer.

Polisi mengatakan, sersan yang dimaksud itu juga seorang veteran militer. Mereka mengatakan, pendeta itu dalam keadaan bingung kehilangan arah ketika ditemukan di pojok antara jalan Madison dan Meridian. Seorang penerjemah di Rumah Sakit Umum Tampa membantunya berkomunikasi. Alat GPS milik pendeta itu memperkuat cerita yang dikemukakannya.

Ketika polisi tiba di kediaman Bruce pukul 1.30 malam, sebelum mereka menjelaskan tuduhannya, ternyata Bruce sudah memanggil seorang pengacara.

Stasiun-stasiun televisi pada hari Selasa (10/11) menayangkan foto Marakis serta melaporkan cerita kejadian menurut versi Bruce. Jika pendeta itu menyaksikan, ia pasti tidak akan mengerti.

Seorang pria bernama Jerry Theophilopoulos mengunjungi Marakis di rumah sakit. Ia seorang pengacara, bisa bahasa Yunani dan dulu juga pernah menjadi anggota gereja yang sama. Ia menceritakan kepada Marakis apa yang telah dikemukakan oleh Bruce. Marakis hanya bisa tertegun. Matanya melotot. Ia bilang itu bohong. [di/bch/www.hidayatullah.com]

Catatan:
Sebutan rohaniwan untuk Gereja Orthodox dari dulu sampai sekarang tidak pernah disebut ”Pendeta” sebagaimana rohaniwan gereja-gereja Protestan, melainkan disebut: ”Imam”, ”Priest”, ”Romo”, ”Abouna” atau ”Presbyter”.

Kamis, 05 November 2009

[RUANG KADAVER] : TENTANG KEMATIAN: TITIAN HIDUP, KEMATIAN BAGIAN DARI HIDUP

Diedit:
Presbyter Rm.Kyrillos JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

Ada tulisan menarik tentang kematian dari seorang rohaniwan Kristen:

Pada hakekatnya sebuah titian menghubungkan dua tepian. Fungsinya sebagai jembatan, penghubung yang mempersatukan dua seberang yang terpisah oleh sungai atau alur yang dalam. Untuk mencapai seberang orang harus melewati, harus menapaki titian. Tanpa titian orang akan sulit mencapai tepian atau seberang yang lain.

Dalam konteks dan perspektif tertentu, titian dapat menimbulkan rasa cemas, apabila alur atau jurang itu dalam dan curam; apabila jarak antara tepian itu lebar, sebab titian sebagai titian, tidak terbuat dari batu beton, tetapi lebih merupakan hasil kreativitas manusia yang menghadapi suatu kesulitan, yang unik dan hanya sementara, sehingga bahan untuk titian memiliki sifat tidak bertahan lama. Semakin mendekati titian, para penyeberang merasa takut. Mereka saling mengingatkan supaya berjalan perlahan-lahan dan hati-hati agar tidak tergelincir dan jatuh.


MANUSIA ADALAH PEZIARAH YANG HARUS MELEWATI TITIAN HIDUP YANG RAPUH DAN TIDAK BERTAHAN LAMA

Hidup merupakan satu penyeberangan yang terus-menerus. Satu perpindahan dari kemarin ke hari ini, dari hari ini ke besok. Dan setiap perjalanan hidup pada prinsipnya harus maju, melangkah ke depan. Maka orang harus melewati batas antara kemarin dan hari ini, antara hari ini dan besok. Hidup yang melangkah maju berarti melepaskan satu seberang untuk mencapai seberang yang lain. Setiap saat, setiap melepas hari, bulan, dan tahun sebenarnya kita berpindah dari satu seberang ke seberang lain dan serentak juga semakin mendekati tujuan akhir hidup kita!

Kematian adalah batas kehidupan manusia di muka bumi, tetapi bukan merupakan ttik akhir kehidupan manusia. Menurut ajaran agama, kematian justru merupakan awal kehidupan baru, kehidupan yang kekal, sebab itu kematian merupakan bagian dari hidup, maka orang tidak akan merasa cemas dan takut.

Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, (Ibr. 9:27)

Apabila orang Kristen memandang peristiwa kematian dari perspektif kebangkitan Kristus dan yakin bahwa kematian adalah gerbang menuju hidup abadi, maka dia kan hidup dengan tekun, tabah, tanpa tekanan dan rasa cemas. Memang, hari penghakiman membawa juga rasa cemas bagi siapa saja, sebab orang akan berpikir apakah hidupnya sudah berhasil dalam menyongsong saat terakhir dan penting ini. Namun hakim kehidupan adalah Dia yang kita imani, yakni Kristus, Penebus, dan Penyelamat. Selama hidup di dunia, kita merasa seperti dalam pembuangan, dan sedang dalam perjalanan ziarah. Maka kematian bagi kita justru merupakan ”Jalan pulang ke Rumah Bapa”, setelah ”mengakhiri perjalanan ziarah di dunia yang melelahkan ini”, ”meninggalkan kemah tubuh yang sudah tua, usang, untuk memasuki kemah baru” karena itu kematian adalah ”keuntungan” dan karena itu sebagai orang beriman kita semestinya menghadapinya dengan hati gembira dan penuh kerinduan.

Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. (2 Kor. 5:1)

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Flp. 1:21)

Kita harus menghayati hidup yang kini dialami dan hidup abadi sesudah kematian sebagai satu kesatuan, dua tepian, dua seberang yang sesungguhnya merupakan dua belahan dari satu hidup yang sama. Dan kematian, adalah ”Titian”, lewat mana kita berpindah dari hidup ”kini” menuju hidup ”seberang”, dari hidup ”sebelum” memasuki hidup ”sesudah” kematian, dari hidup ”sementara” ke dalam hidup ”abadi”.

Artikel-artikel tentang kematian di web blog terang dari timur bukan dimaksudkan untuk sekedar dibaca, tetapi lebih lagi untuk direnungkan. Merenungkan kematian tujuannya hanya satu: supaya kita selalu ingat (eling) dengan Sang Khalik, refleksi, mawas diri, akan kesementaraan titian hidup tubuh kita ini, kita semua akan mengalami kematian tubuh dan akan memasuki dunia keabadian dan masa penghakiman akhir.

Selamat berpadang pasir, bersaat teduh & semoga berguna!

Senin, 02 November 2009

BENCANA BUKAN KIAMAT MELAINKAN TANDA

(Sebelumnya Komunitas Gereja Orthodox Paroki St Jonah Manchuria Surabaya mengucapkan bela sungkawa atas terjadinya gempa di Sumatra Utara dan wilayah-wilayah lain di Indonesia)

Akhir-akhir ini di Indonesia sering terjadi gempa, dan banyak orang yang menafsirkan bahwa akan terjadi kiamat(terutama tahun 2012). Gempa merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari atau ditolak oleh siapapun. Banyak masyarakat Indonesia yang mulai berspekulasi bahwa akan terjadi kiamat. Apakah itu benar??? Mari kita lihat apa yang dikatakan dalam Al Quran tentang kiamat:

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilahkah terjadi?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia……” (Al A’raaf 187),

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat” (Luqman 34)

Penggalan dua ayat tersebut menyebutkan, bahwa hari kiamat hanya diketahui oleh Allah. Al Quran menegaskan dengan jelas, tidak ada satu orangpun yang mengetahui akan kedatangannya(kiamat)

Adapun ayat dalam Alkitab yang mengatakan demikian:

“Tetapi hari dan saat itu(kiamat) tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak(Yesus Kristus/Firman Allah/Kalimatullah)pun tidak, hanya Bapa(Allah) sendiri.” (Matius 24:36 & Markus 13:32)

Penggalan ayat dalam Alkitab juga mengatakan bahwa hanya Allah Sang Bapa sajalah yang mengetahui Hari Kiamat. Bahkan Sang Putra(Firman Allah) tidak mengetahuinya.

Dari penggalan kedua ayat tadi, baik dari Alkitab maupun Al Quran menegaskan, bahwa tidak ada satupun orang di dunia ini yang mengetahui kapan terjadinya kiamat. Lalu kenapa banyak orang yang berspekulasi bahwa akan terjadi kiamat??? Ini terjadi karena ada beberapa faktor yaitu:
1. Kurangnya pengetahuan tentang agama dan Kitab Suci
2. Kegelisahan hati manusia dikarenakan iman akan Allah yang kurang
3. Sifat manusia yang mudah percaya dengan ramalan paranormal yang secara lancang meramalkan kiamat

Adapun tanda-tanda kiamat yang ada dalam Alkitab maupun Al Quran:

Dalam Al Quran: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi, sebelum kamu melihat 10 tanda”
1. Asap
2. Dajjal
3. Binatang melata di bumi
4. Terbitnya matahari dari arah terbenamnya
5. Turunnya Nabi Isa Almasih(Yesus Kristus)
6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
7. Gerhana di timur
8. Gerhana di barat
9. Gerhana di jazirah Arab
10. Keluarnya api dari kota Yaman, menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.

Sedangkan tanda-tanda yang diberikan Allah dalam Alkitab ada 10 tanda yaitu;
1. Penyebaran Injil yang bersifat Orthodox ke seluruh dunia (Matius 24:14)
2. Orang Yahudi secara nasional akan bertobat kapada Sang Kristus (Roma (11:25-26)
3. Nabi Elia & nabi Henokh akan kembali ke bumi (Markus 9:11; Wahyu 11:1-12)
4. Munculnya Anti Kristus(Dajjal) (Matius 24:15, 1Yohanes 2:18; 2 Tesalonika 2:3-9, Wahyu 13)
5. Kekacauan alam, dalam politik, dalam moral, penderitaan manusia yang luar biasa (Matius 24; Markus 13; Lukas 21)
6. Dunia akan dihancurkan oleh api (2 Petrus 3:5)
7. Kedatangan Yesus Kristus(Isa Almasih) yang kedua dan Kebangkitan orang mati (1 Tesalonika 14-17; 1 Korintus 15:51 dst)
8. Penghakiman segenap manusia oleh Kristus berdasarkan perbuatan masing-masing dalam kasih sebagai buah iman di dalam Kristus, atau kejahatan sebagai ketiadaan iman (Matius 25:31-46)
9. Perpisahan kekal antara mereka yang terhilang dalam siksa neraka(gehennah), dan mereka yang mengalami pemuliaan dalam panunggalan dengan kemuliaan Allah (Theosis). Serta akhir dari semuanya itu adalah Kristus akan mendirikan “KerajaanNya” yang “tak akan ada akhirnya” yaitu kerajaan mulia dan kekal.
10. Munculnya langit baru dan bumi baru yangpenuh kemuliaan sebanding dengan kemuliaan meraka yang telah mencapai “Theosis”, karena bumi baru dan langit baru itu akan menjadi tempat tinggal mereka (2 Petrus 3:12; Wahyu 21:1-22) dimana Kristus akan memerintah sebagai raja kekal selama-lamanya serta Allah menjadi semua di dalam semua (1 Korintus 15:28)

Dari penggalan beberapa ayat dari Alkitab maupun dari Al Quran, marilah kita sebagai hamba-hamba Allah tetap beriman akan hari kiamat dan tidak berspekulasi secara sembrono akan datangnya hari tersebut(kiamat).

(Karya Konstantinus Rizky Wibisono, 2009-10-20. Dilarang keras megutip/menjiplak sebagian maupun keseluruhan dari tulisan ini, tanpa seizin penulis)