Sabtu, 01 Januari 2011

Teen Psykheen Sou Apaitousin Apo Sou (Sebuah Peringatan Bagi Teologi Kemakmuran dan Para Salesman Injil)

Oleh :
Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

Kemelekatan pada Uang dan Harta Melanda Gereja

Di Timur sudah lama disadari kalau kemelekatan adalah awal kemelaratan. Karena itulah dalam sebagian kearifan Timur, kemelekatan menjadi fokus spiritualitas, termasuk spiritualitas Kekristenan Orthodox Timur. Kemelekatan yang dimaksud di sini adalah kemelekatan pada uang dan harta, suatu cara hidup yang berfokus pada pemujaan dan bergelimang dengan berkat dan kemakmuran yang dipoles dengan slogan-jargon kesalehan Injil dan Iman pada permukaan hidup keagamaan.

Teologi Kemakmuran atau Doktrin Kemakmuran (bhs. Inggris: Prosperity theology), yang kadang-kadang disebut pula Teologi Sukses, adalah doktrin yang mengajarkan bahwa kemakmuran dan sukses dalam bisnis adalah tanda-tanda eksternal bahwa yang bersangkutan dikasihi Allah. Kasih Allah ini diperoleh sebagai sesuatu takdir (predestinasi), atau diberikan sebagai ganjaran untuk doa atau jasa-jasa baik yang dibuat orang tersebut. Teologi Kemakmuran adalah bagian yang cukup umum dari televangelis dan beberapa denominasi gereja-gereja kontemporer yang mengklaim bahwa Allah menginginkan agar orang Kristen sukses dalam segala hal, khususnya dalam segi keuangan mereka.

“Teologi” sukses menjadi satu fenomena tersendiri yang sangat mempengaruhi Kekristenan sejak abad ke 20. Hampir tidak ada orang Kristen yang tidak dipengaruhi oleh “teologi” sukses. Bahkan yang menolak teologi inipun sering kali tanpa sadar ataupun secara sadar sebenarnya mempraktikkan dan mengakui teologi ini. Tapi harus menolaknya, karena merasa teologi ini bertentangan dengan doktrin dan pengajaran di gereja/alirannya.

Para penganjur dogma ini mengklaim bahwa tujuannya adalah untuk pekerjaan misi atau mendanai pemberitaan Injil di seluruh dunia. Ajaran mereka didasarkan pada beberapa ayat di Alkitab yang ditafsirkan secara tidak kontekstual, sempit dan dangkal dan salah satunya adalah Ulangan 8:18 yang mengatakan: "Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini." Doktrin itu digunakan oleh para pengajurnya untuk memetik keuntungan dari orang-orang yang dimotivasi untuk memberi persembahan uang dan harta benda lain, kolekte dan perpuluhan dalam jumlah besar atau bahwa fokus doktrin itu pada kekayaan materi adalah keliru. Kekayaan materi malah justru bisa membuat orang percaya jatuh ke dalam rasa cinta dan serakah akan uang dan harta.

Teologi Kemakmuran dan Salesman Injil

Berikut adalah definisi pengertian kata salesman dari berbagai sumber:

Salesman is a person engaged in selling either customers in a shop or to shops, taken from the pocket English Dictionary, page 912.
Salesman adalah penjual barang-barang, pedagang, diambil dari Kamus Inggris Indonesia oleh John M. Echols dan Hassan Shadily, page; 498
Sedangkan pengertian dalam Oxford Pocket Dictionary, page; 364. salesman is a person who sells goods.
Definisi kata Sales ini menurut [thefreedictionary.com] kamus online adalah: “A man who is employed to sell merchandise in store or in designated territory”
Bahasa Indonesianya kurang lebih seperti ini:
“Seorang pria yang digunakan untuk menjual barang dagangan di toko atau di wilayah yang ditunjuk”
Menurut Omend (menuju) Amd dalam Pengertian Sales, Salesman, atau Salesmanship, Salesman adalah sebuah profesi dimana seseorang yang kerjanya berkeliling ke rumah-rumah, sok ramah tamah dan berniat menjual produknya ke konsumen (yang dilakukan kadang dan tak jarang) dengan cara menghasut konsumen agar tertarik dan membeli produknya.

Doktrin teologi kemakmuran di atas sejalan dengan waktu akan membawa orang pada cara hidup memuja harta dan kenikmatan hidup jasmani. Akibat lebih lanjutnya dalam hal-hal rohani, seperti pelayanan gereja menjadi bertolok-ukur dan berfokuskan pada berkat-berkat jasmani, bukannya karena kasih akan Allah dan sesama. Ibadah, kotbah dan jenis pelayanan-pelayanan lain baru berjalan jika ada imbalannya berupa berkat-berkat baik berupa uang dan berkat-berkat lain yang mengikutinya. Maka tak heran jika pewartaan Injil bukan lagi menjadi panggilan dan kewajiban, tetapi menjadi salah satu profesi bisnis diantara profesi-profesi bisnis lainnya sebagaimana seorang salesman, yaitu salesman Injil yang berfokuskan pada target penjualan dan salary-komisi-insentif yang menguntungkan.

Salesman Injil = ”teen psykheen sou apaitousin apo sou”, ”mereka akan menuntut jiwamu darimu”

Injil bukan diwartakan dengan cuma-cuma tapi Injil diperjual-belikan oleh para salesman Injil sebagaimana komoditi dalam dunia bisnis. Gereja menjadi ajang bisnis yang menjanjikan berkat-berkat kemakmuran yang menggiurkan dan melimpah! Padahal keselamatan diberitakan dan diberikan secara cuma-cuma: ”Hanya karena rahmat Allah saja yang diberikan dengan cuma-cuma, hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali; caranya ialah: manusia dibebaskan (ditebus) oleh Kristus Yesus” (Roma 3:24). Para Rasul dan Gereja Purba pada abad-abad berikutnya mewartakan Injil dengan cuma-cuma: ”karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?” (2 Korintus 11:7). Dan Tuhan Yesus sendiri memerintahkan: ”Pergilah dan beritakanlah ... Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Matius 10:7,8). Keadaan ini makin membudaya sehingga tak terasa semangat hedonisme (pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup) dan materialisme (pemujaan atas harta-benda) merasuki kehidupan orang Kristen. Inilah cara hidup musyrik yang ditentang oleh Allah dan Kitab Suci, sebab uang dan harta benda menjadi segala-galanya sehingga cinta-kasih dan pelayanan bagi Allahpun bukan menjadi sesuatu yang menjadi prioritas utama dan sakral, tidak dilakukan dengan rasa gentar dan kasih yang tulus. Rasa takut akan Allah sudah tidak ada lagi, karena Tuhan satu-satunya hanya uang dan harta benda. Tempat bagi Allah sudah digantikan oleh nafsu kemelekatan pada Mamon uang dan harta benda. Inilah bentuk pemujaan berhala modern dalam kekristenan, yaitu salah satu bentuk kemusyrikan (menyekutukan Allah dengan memuja uang dan harta benda).

Tauhid adalah Ajaran Pokok atau Hukum yang Terutama

Kata “Tauhid“, artinya “keesaan Allah“ [bhs. Arab: توحيد (“Tawhid” ; ”ke-Esa-an”)]. Sedang “Tauhidiah“ adalah “mengenai keesaan Allah“. Bersama dengan agama sebelumnya: Yahudi, dan agama sesudahnya: Islam, Iman Kristen Orthodox adalah keyakinan yang berlandaskan Tauhid (Keesaan Allah). Berdasarkan kebenaran yang paling mendasar dari pengakuan Kristiani tentang Tauhid inilah segenap ajaran Kristen berpangkal. Mengenai keyakinan akan Tauhid ini Alkitab tanpa ragu ragu lagi menyuarakan suara serentak dengan lantang. Sebagaimana dikatakan dalam ayat-ayat berikut ini:

Jawab Yesus: ”Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada Hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: ”Tepat sekali ,Guru, benar kataMu itu, bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia (Markus 12:29-32).

Pernyataan Yesus yang tegas tentang keesaan Allah ini, diambil dari Syahadat Yahudi yang disebut “shema“ ["shema yisrael Adonai elohanu Adonai echad"; "Hear, Israel, Yhwh is our God, Yhwh is one" (Ulangan 6:4)], untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menggantikan atau menyingkirkan pengajaran Taurat (Torah) dan para Nabi sebelumnya, namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini adalah merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus, baik dalam Taurat dan kitab para Nabi ataupun dalam ajaran Isa Almasih (Yesus Kristus) sendiri. Seiring dengan ajaran Almasih mengenai Tauhid ini, Alkitab secara keseluruhan memang memberitakan fakta keesaan Allah ini, misalnya: Ulangan 6:4; Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; I Korintus 8:4; 6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; I Timotius 2:5; Yakobus 2:19; Yudas 25. Jadi Tauhid Ini adalah kebenaran mutlak yang harus diyakini sepenuhnya dalam agama Kristen. Inilah agama Monolatreia (monolatry): ”worship of a single, "jealous" God”; Latreia adalah kebaktian dalam arti penyembahan yang hanya semata-mata ditujukan pada Allah.

Tuntutan Tauhid

Pengakuan akan keesaan Allah meskipun merupakan landasan fundamental bagi agama dan iman yang benar, belumlah cukup pada dirinya sendiri, sebelum kita mengerti secara benar tuntutan apa yang diminta dari pengakuan semacam ini. Sebab Iblispun mengakui akan Tauhid, namun dia tak bersikap me-Tauhid-kan Allah, sehingga Tauhidnya Iblis itu tak membawa dia ke dalam pengampunan Ilahi, sebagaimana yang dikatakan :

“Engkau percaya , bahwa hanya ada satu Allah saja ? itu baik ! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.”
(Yakobus 2:19)

Yang hendak ditegaskan oleh ayat ini adalah bahwa, memang pengakuan akan Tauhid itu baik pada dirinya sendiri, namun setan-setanpun percaya akan kebenaran fundamental ini dan mereka takut, tetapi kepercayaan mereka akan tauhid ini tidak membawa setan-setan itu kepada pengampunan ilahi dan keselamatan kekal. Berarti ada pengakuan yang salah dan tidak tepat akan Tauhid ini. Jadi ada tuntutan kongkrit agar Tauhid itu bersifat murni dan tak terkotori oleh yang musyrik (menyekutukan Allah, Polytheisme). Mengakui, percaya bahwa Allah itu Esa belumlah cukup sebelum kita berniat untuk meng-Esa-kan atau me-Tauhid-kan Allah dalam sikap hidup kita.

Tauhid versus Musyrik

”Musyrik” adalah keyakinan serta sikap hati dan ibadah yang membuat sekutu dan tandingan bagi Allah, sehingga dengan demikian keesaan Allah dalam keilahianNya (Tauhid Ilahiah), dalam kepenguasaanNya (Tauhid Rububiyah), dan dalam Ibadah kepadaNya (Tauhid Ubudiyah) mengalami pengrusakan dan perongrongan.

Sikap musyrik ini sangat membahayakan bagi keselamatan manusia sehingga diancam: ”Apabila kamu...beribadah kepada ilah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu...serta membinasakan kamu...” (Yosua 24:20). Juga tertulis: “Perbuatan daging telah nyata, yaitu....penyembahan berhala...barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah” (Galatia 5:19-20).

Karena demikian beratnya ancaman yang diberikan bagi para Musyrikin (orang-orang yang melakukan tindakan musyrik), adalah sangat penting bagi kita mengerti apa-apa yang dapat dikatakan sebagai musyrik itu, dan dengan mengetahuinya kita dapat menjauhkan diri daripadanya serta memurnikan diri kita dari kemusyrikan untuk menegakkan serta memurnikan tauhid itu dalam hidup kita.
Macam-macam bentuk kemusyrikan diantaranya:
1. Penyembahan kepada benda wadhag, yaitu patung-patung atau gambar yang disamakan dengan ilah dan disujud-sembahi (diibadahi).
2. Memuja Malaikat, termasuk para iblis yang menyamar sebagai malaikat terang
3. Memuja pemimpin agama
4. Memuja uang dan harta benda
5. Memuja hawa nafsu
Di bawah ini kita akan membahas salah satu bentuk musyrik, yaitu Memuja uang dan harta benda.

Memuja Uang dan Harta Benda

Memuja Harta Benda termasuk salah satu dari lima bentuk kemusyrikan di atas yang tak kalah pentingnya yang ditentang Kitab Suci. Dalam 3 bentuk kemusyrikan yang pertama yaitu penyembahan kepada benda wadhag, Memuja Malaikat, Memuja Pemimpin Agama, penekanan diletakkan pada bentuk keyakinan yang salah arah akan hal-hal yang bersifat Adi-Kodrati. Sedangkan bentuk kemusyrikan memuja harta benda dan hawa nafsu adalah tumpuan harap yang salah arah dalam sifat akhlak manusia. Manusia sebagai makhluk yang diciptakan, selalu mengharapkan untuk memuja sesuatu. Jika bukan Allah yang benar yang disembah, maka makhluk akan menjadi gantinya disembah manusia, sebagaimana dikatakan: “Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya, yang harus dipuji selama-lamanya, amin“ (Roma 1:25)

Diantara benda ciptaan (makhluk) yang mudah menjadi tumpuan harap atau pemujaan manusia adalah uang dan harta benda. Almasih mengajarkan: “Jangan kamu mengumpulkan harta di bumi...Karena hartamu berada, disitu juga hatimu berada...Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan...Kamu tak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. (harta benda, kekayaan, uang)” (Matius 6:19,21,24). Dan sekali lagi Sang Kristus bersabda: “Dan jikalau kamu tidak setia pada harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan...Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu...” (Lukas 16:12-14)

Dari pengajaran Almasih ini, jelas dinyatakan bahwa mengumpulkan uang dan harta sebagai tumpuan harap dan sebagai pujaan atau kemelekatan adalah merupakan perbuatan musyrik, karena merupakan penyembahan kepada makhluk, sehingga uang dan harta benda itu menjadi tuan atau sesembahan disamping Allah, dan manusia menjadi hamba dari harta, atau hamba dari uang. Mamon atau harta benda menjadi tandingan Allah dalam hidup manusia yang seperti itu. Manusia yang seharusnya hanya bertuankan Allah dan menjadi abdi dan hambaNya, sekarang bertuankan Mamon (harta) dan menjadi hamba dari harta dan uang itu. Itulah sebabnya Kitab Suci memberi peringatan sebagai berikut :“Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari Iman...” (I Timotius 6:10). Seruan peringatan lainnya mengatakan: “Peringatkanlah kepada orang-orang ... jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah...” (I Timotius 6:17).

Terlekat dan Cinta pada Uang dan Harta = Penyembahan Berhala

Uang dan Harta dapat membuat orang menyimpang dari iman, dan harta serta kekayaan dapat menjadi tumpuan harap sebagai tandingan Allah, atau bahkan pengganti Allah. Itulah sebabnya tamak akan harta atau keserakahan itu dikatagorikan sama dengan penyembahan berhala:

“Karena itu matikanlah dalam dirimu... keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah...” (Kolose 3:5-6)

Dan karena terlekat-cinta pada uang dan harta itu disamakan dengan penyembahan berhala, maka kepada seorang muda yang kaya yang merasa dirinya cukup beragama, namun hatinya terlekat pada hartanya Yesus Kristus mengatakan: “...Jikalau kamu hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. maka engkau akan beroleh harta di sorga... mendengar perkataan itu pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya...sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk dalam Kerajaan Sorga...” (Matius 19:21-23)

Hidup beragama menjadi bubar hanya karena sayangnya pada uang dan harta, lebih dari pada sayang kepada orang miskin maupun harta di Sorga. Dia merasa sedih kehilangan harta, sebab harta itu menjadi ilah baginya, padahal: ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Keluaran 20:3). Bagi si orang kaya menyembah dan membaktikan dirinya hanya bagi harta materinya, padahal Tuhan Yesus mengingatkan: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:10; Lukas 4:8).

Itulah sebabnya orang kaya seperti ini memang dikatakan sukar masuk ke dalam Kerajaan Sorga, karena sesembahannya bukanlah Allah, namun berhala uang dan harta yaitu keserakahannya sendiri. Maka murka Allahlah yang akan diterimanya, bukan KerajaanNya. Untuk itulah dengan tegas Almasih memberi peringatan yang sangat tajam akan ketamakan itu:

“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun orang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari pada kekayaannya itu” (Lukas 12:15)

Akhirnya peringatan Nabi Kudus Musa (bhs. Ibrani: מֹשֶׁה‎, Modern: Moshe; bhs. Arab: موسىٰ, Mūsa) atau juga dipanggil Moshe Rabbenu (רַבֵּנוּ מֹשֶׁה, "Musa Sang Guru/Rabbi"), Pemberi Hukum dan Pelihat Allah (kira-kira tahun 1531 M.) tetap relevan untuk mereka yang menjadikan uang dan harta benda menjadi pusat hidup, berhala-berhala modern, yaitu allah lain, ilah-ilah zaman ini:

”Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal” (Ulangan 11:26 -28).

Akibat Keserakahan Uang dan Harta Benda (1): Menyimpang dari Iman, Kejahatan dan Penyembahan Berhala

Kitab Suci mengingatkan bahwa cinta akan uang dan harta adalah sumber segala kejahatan yang mendatangkan kebinasaan. Mengapa cinta dan serakah akan uang dan harta bisa membinasakan?

Keserakahan akan uang dan harta benda sehingga mengejar kekayaan dengan segala macam cara mempunyai efek negatif bagi kehidupan iman, dengan akibat mengancam keselamatan jiwanya sendiri maupun keselamatan jiwa orang lain. Karena keserakahan dan haus akan uang dan harta inilah, orang ini tidak akan pernah puas dengan kekayaan yang sudah didapatkannya. Ia akan mengejar uang dan harta lebih lagi.

”Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya” (Pengkhotbah 5:9).
Karena mengejar uang-harta secara lebih lagi, maka ini akan menjadi –isme dalam hidupnya sehingga ia menjadi penganut faham hedonisme dan materialisme. Inilah cara hidup yang bisa membuat setiap orang terjatuh dalam pencobaan dan jerat hawa nafsu, termasuk orang Kristen. Dan jika jerat ini sudah begitu erat mengikat orang Kristen, maka kejahatanlah yang mulai dirancang dalam hati seseorang. Bagi orang beriman dan aktif dalam lingkungan pelayanan gereja, maka ikatan jerat hawa nafsu keserakahan akan uang dan harta ini akan mulai membuat imannya menyimpang.

”Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman (sampai membuat ajaran-ajaran palsu-menyesatkan, memanipulasi umat, melayani dan berkhotah karena mengejar uang persembahan-perpuluhan) dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Timotius 6:9-10).

Seperti ayat di atas, inilah awal kejahatan dan kesesatan yang membinasakan bagi dirinya, maupun orang lain jika ajaran –isme cinta-melekat pada uang-harta ini mulai disebar-wartakan, sehingga mereka memalingkan telinga dari kebenaran dengan membuka diri dan membuat doktrin-doktrin palsu sesat penuh takhayul, dongeng nenek-nenek tua dan dongeng-dongeng isapan jempol (1 Timotius 4:7; 2 Timotius 4:4; 2 Petrus 1:16). Orang-orang semacam ini memalingkan telinga dari kebenaran Injil karena telah dibutakan oleh ilah zaman ini yaitu uang dan harta-benda:

”yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah” (2 Korintus 4:4).

Demikianlah sebenarnya, masih banyak lagi bukti-bukti dari Kitab Suci yang menunjukkan bahwa harta-benda dan kekayaan itu dapat menyimpangkan iman manusia kepada kemusyrikan, dengan menjadikannya sebagai tumpuan harap dan sebagai tandingan atau pengganti Allah sendiri.

Akibat Keserakahan Uang dan Harta Benda (2): Jiwa Diseret Roh-roh Jahat

Seperti dikatakan di atas, cinta dan serakah akan uang dan harta bagi Allah dikatagorikan sama dengan penyembahan berhala (Kolose 3:5-6). Dan ada hubungan antara berhala apapun bentuknya dengan Iblis dan segala roh jahatnya. Seperti kita ketahui, patung berhala dan arca pada dirinya sendiri memang hampa dan tidak ada realitanya, namun karena itu penyembahan kepada yang dusta, maka ”bapa segala dusta” (Yohanes 8:44) yaitu: Iblis dan segala roh jahatnya (I Korintus 10:19-20) menggunakan kesempatan itu untuk makin menipu dan menyesatkan manusia. Maka penyembahan berhala modern, yaitu keserakahan dan kemelekatan pada uang dan harta inipun akan berhubungan dengan Iblis dan segala roh jahatnya dengan efek yang lebih mengerikan pada akhir hidup seseorang.

Keserakahan dan kemelekatan pada uang dan harta yang sama dengan penyembahan berhala ini adalah kemusyrikan yang ditentang dan dibenci oleh Allah dan mendatangkan hukuman kebinasaan bagi pelakunya (Yosua 24:20; Galatia 5:19-20). Seperti disebutkan di atas, roh-roh jahat juga ikut berperan dalam kebinasaan yang lebih mengerikan lagi. Roh-roh jahat juga akan menyeret jiwa orang masuk ke tempat siksa kekal karena berhala uang-harta yaitu keserakahan akan uang dan harta benda. Dalam Kisah Orang Kaya yang Bodoh di injil Lukas 12:20, Kitab Suci menegur si orang kaya yang menumpukan hidupnya pada harta benda:

”Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti?” (Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Baru)

”Tetapi firman Allah kepadanya: Hai bodoh, bahwa malam ini juga nyawamu akan dituntut daripadamu; maka barang yang engkau sudah sediakan itu menjadi hak siapakah?” (Alkitab terjemahan lama)

”Namun, Allah berkata kepadanya: Hai orang bodoh, pada malam ini mereka menuntut jiwamu dari padamu, dan akan menjadi milik siapakah apa yang telah engkau persiapkan?” (Alkitab MILT)

ειπεν (eipen) δε (de) ο αυτω (autO) ο (ho) θεος (theos) αφρον (aphron) ταυτη (tautE) τη (tE) νυκτι (nukti) την (tEn; teen = the) ψ υ χην (psuchEn; psykheen = soul = jiwa) σου (sou = of you = mu) απαιτουσιν (apaitousin = they are from requesting = they are demanding = mereka meminta; mereka menuntut) απο (apo = from = dari) σου (sou = you = mu) α (ha) δε (de) ητοιμασας (hEtoimasas) τινι (tini) εσται (estai) (Robinson/Pierpont Byzantine Greek New Testament with Strong’s Numbers)

Mengapa si orang serakah akan uang dan harta ini disebut “bodoh”? Karena meskipun uang dan harta bisa ditimbun, ditabung, diinvestasikan untuk bertahun-tahun lamanya, namun jiwa itu tak selalu dapat ikut bertahan sampai bertahun-tahun lamanya. Karena jika orang materialistis yang serakah ini sewaktu-waktu harus meninggalkan dunia ini, harta bendanya tak dapat dibawa menyeberang ke alam baka dan tidak tahu siapa yang akan mewarisi. Dia berpikir bahwa uang, harta benda dan kekayaan jasmani itulah yang membuat jiwa beristirahat, makan-minum dan bersenang-senang Lukas (12:19). Padahal istirahatnya jiwa, kesenangan jiwa itu bukan terletak pada banyaknya berkat jasmani, uang dan harta, serta jiwa itu tak memerlukan makan dan minum untuk dapat bersenang-senang. Inilah kebodohan yang nyata dari manusia yang mengacaukan dan tidak bisa membedakan kebutuhan jiwa dengan kebutuhan jasmani. Orang-orang macam ini walaupun dianggap sukses, kaya, makmur, penuh berkat melimpah dimata manusia (karenanya layak menyandang gelar orang beriman yang dikasihi, diberkati Allah karena posisinya sebagai anak raja), namun ternyata ”bodoh” dan ”tidak kaya dihadapan Allah” (12:20, 21). Dia tidak kaya dihadapan Allah, yaitu tidak kaya secara rohani, sebab hatinya tak pernah diisi dengan hal-hal ilahi, karena pusat dan fokus kehidupannya hanyalah dalam hal bagaimana makin menumpuk uang-harta yang fana itu (melalui pelayanan gereja) agar ia dapat memuaskan keinginan hawa nafsunya serta membeli kenikmatan jasmaniah dengan uang dan hartanya itu, walaupun ini dilakukan dengan slogan-jargon Kristiani ”berkat” dan ”iman”.

Kekayaan itu justru dapat menjadi pemiskinan pribadi dan pemiskinan jiwa. Dan yang lebih mengerikan lagi, dikatakan: ”jiwamu akan diambil dari padamu”, dalam teks asli bahasa Yunani tertulis: την ψυχην σου απαιτουσιν απο σου (”teen psykheen sou apaitousin apo sou”), yang artinya: ”mereka akan menuntut jiwamu darimu”. Kata ”mereka” pasti bukanlah para malaikat, sebab pekerjaan malaikat bukanlah penuntut jiwa atau pencabut nyawa. Dalam Kekristenan tidak ada malaikat penuntut atau pencabut nyawa, malahan yang ada adalah malaikat yang mengantar jiwa waktu kematiannya (Lukas 16:22), malaikat yang melayani Allah bagi pemeliharaan dunia ini diberi tugas masing - masing untuk berkuasa atas air (Wahyu 16:5), malaikat yang menguasai api (Wahyu 14:18), ada malaikat yang menjaga sejarah bangsa-bangsa (Daniel 10:12-14), ada malaikat pelindung anak-anak (Matius 18:10), ada malaikat Petrus (Malaikat pelindung manusia biasa) (Kisah Rasul 12:15). Tugas para malaikat ini karena tujuan mereka diciptakan adalah untuk melayani Allah dan untuk melayani manusia yang diselamatkan (Wahyu 19:10; Ibrani 1:4), bukannya mencabut nyawa. Jadi kata ”mereka” dalam Lukas 12:20 ini adalah ”roh-roh jahat” yang akan menuntut jiwa itu dan menyeretnya ke dalam tempat siksa di Tartarus. Jadi Injil Lukas 12:20 ini berdasarkan teks aslinya berbunyi sebagai berikut:

”Tetapi firman Allah kepadanya: Hai bodoh, bahwa malam ini juga ”mereka (”roh-roh jahat”) akan menuntut jiwamu darimu”; maka barang yang engkau sudah sediakan itu menjadi milik siapakah?”

Bukankah ini miskin yang semiskin-miskinnya. Harta sudah tak punya, karena orang mati tak dapat membawa hartanya, malahan jiwanya sendiripun dituntut dan diseret roh jahat pula ke dalam siksa kekal.

Cara-cara Melawan Kemelekatan pada Uang dan Harta Benda

Mengapa kemelekatan pada uang dan harta benda ini harus dilawan dengan sekuat tenaga? St. Paulus dari Tarsus, Sang Rasul (bhs. Yunani Kuno: Σαούλ (Saul), Σαῦλος (Saulos), dan Παῦλος (Paulos); bhs.Ibrani: שאול התרסי‎ Šaul HaTarsi (Saul dari Tarsus) (kira-kira 5 - 67) menasehatkan, ketika seseorang menjadi percaya akan Kristus, hendaklah ia penuh dengan Roh Kudus (Efesus 5:18). Dan salah satu buah Roh karena percaya akan Kristus dan penuh dengan Roh ini ialah ”penguasaan diri” (Galatia 5:22-23). Penguasaan diri yang dimaksud adalah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, termasuk keinginan serakah akan uang dan harta. Orang dengan buah Roh, yang diantaranya penguasaan diri yaitu dengan menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya inilah yang berhak disebut sudah menjadi milik Kristus Yesus (Galatia 5:24).

”Tetapi buah Roh ialah: ... , penguasaan diri. ... Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (Galatia 5:22-24).

Bahkan Rasul Petrus (Bhs. Yunani: Πέτρος, Pétros, "batu karang"; kira-kira 1 SM – 67 M), kadang-kadang dipanggil Simon Kefas (Bhs. Yunani: Σιμων Κηφᾶς, Symōn Kēphas; bhs. Aramaik: Šimʕōn Kêfâ‎; bhs. Syriac: ܫܡܥܘܢ ܟܐܦܐ, Sëmʕān Kêfâ) menekankan pentingnya kesungguhan dan tekad untuk menambahkan pada iman Kristen kita yaitu penguasaan diri. Jika penguasaan diri ini tercapai barulah kita disebut orang Kristen yang berhasil dalam pengenalan kita akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

”Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri .... Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita” (2 Petrus 1:5-8).

Jadi demi penguasaan diri, yaitu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, termasuk keinginan serakah-melekat pada uang dan harta inilah maka kita harus melawan kemelekatan ini. Kitab Suci memberi pemecahan dan pengajaran bagaimana kita dapat menyucikan harta milik kekayaan kita itu agar bukan menjadi tandingan dan pengganti Allah serta tak menuntun kita kepada kemusyrikan yang mendatangkan murka Allah itu.

“Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu” (Amsal 3:9)

Karena harta itu juga benda ciptaan milik Allah, maka itupun harus tunduk kepada Allah (bukannya hidup dalam keserakahan dan kemelekatan akan uang dan harta, hingga melakukan manipulasi-manipulasi rohani dalam pelayanan demi uang), maka satu-satunya jalan agar manusia tidak jatuh dalam kemusyrikan melalui harta miliknya, adalah mengabdikan dan menghambakan uang dan harta tadi kepada Allah dengan menggunakannya untuk kemuliaan Allah. Dengan cara itu sajalah uang dan harta iitu menjadi suci dari beban kemusyrikan dan noda pemberhalaan. Sedangkan bagaimana kita memuliakan Allah dengan uang-harta dan menghambakan uang-harta kepada Allah itu dijelaskan demikian :

“Ikatlah persahabatan (lakukan perbuatan-perbuatan baik, saleh dan bajik semacam persahabatan itu) dengan mempergunakan Mamon (melalui harta kekayaan yang engkau miliki) yang tidak jujur (yang tidak tetap dan selalu berubah keadaannya), supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong (supaya jika harta kekayaan itu sudah tidak berfungsi dan tak kau butuhkan lagi, terutama pada saat kau mati) kamu diterima dalam kemah abadi (Sorgalah sebagai ganti kekayaan itu)” (Lukas 16:9).

Berdasarkan Lukas 16:9, secara konkrit cara-cara untuk melawan kemelekatan pada uang dan harta dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik, saleh dan kebajikan adalah dengan cara memberi makan orang yang kelaparan, memberi minum pada orang yang kehausan, memberi tumpangan orang yang terasing, memberi pakaian orang yang telanjang, melawat orang yang sakit, mengunjungi orang yang terpenjara (Matius 25:-40), singkat kata segala perbuatan yang bajik untuk kemanusiaan demi mengangkat dan menolong kehinaan si papa dengan menggunakan harta milik kita yang dilandasi iman kepada Kristus. Ini adalah bersedekah dan berbuat baik secara umum kepada “saudara yang paling hina” (segenap manusia papa dan sengsara di dunia ini). Itu adalah cara kita mengabdikan dan menghambakan harta kita atau milik kita kepada Allah dan memuliakanNya. Karena segala sesuatu yang kita lakukan itu dikatakan oleh Almasih sebagai melakukan untuk Dia sendiri. Selain hal-hal di atas cara yang lain untuk memerangi kemelekatan pada uang dan harta adalah dengan cara praktek zakat (perpuluhan) sesuai dengan perintah Yesus Kristus sendiri:

“Celakalah kamu hai ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, hai kamu orang orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan yaitu : keadilah dan belas-kasihan dan kesetiaan. Yang satu (persepuluhan) harus dilakukan dan yang lain (keadilan, belas-kasihan dan kesetiaan) jangan diabaikan” (Matius 23:23)

Menurut Almasih zakat dari sepersepuluhan dari penghasilan kita itu adalah sesuatu yang harus dilakukan, namun harus dilakukan dengan segala kerendahan hati, keadilan, belas-kasihan, dan kesetiaan. Dengan kita memberi zakat sepersepuluhan dari penghasilan kita, kita telah menyucikan harta milik kita itu dari noda kemusyrikan, ketamakan, dan keserakahan. Jadilah harta milik itu suatu berkat yang memuliakan Allah.

Senada dengan ayat-ayat di atas, maka kemelekatan seseorang pada uang-harta benda haruslah digantikan dengan kemelekatan pada Sang Bapa, Allah yang Esa (1 Korintus 8:6), yaitu Allah Sang Tritunggal Kudus (keberadaan yang ada di dalam diri Allah yang Esa yang sejak kekal memiliki “Firman” dan “Roh” yang berada satu di dalam Dzat-Hakekat Allah yang Esa itu; sebab Allah tanpa memiliki Firman adalah Allah yang bisu dan Allah tanpa memiliki RohNya adalah Allah yang mati) yaitu, Sang Bapa (Allah yang Esa), Sang Putera (Firman Allah), dan Sang Roh Kudus (Roh Allah), suatu kemelekatan pada Allah Sang Khalik melalui Firman yang menjadi manusia yang begitu nyata dalam hidup ini, yaitu Yesus Kristus, sebagaimana yang dilakukan juga oleh Rasul Paulus: ”Karena bagiku hidup adalah Kristus ...” (Filipi 1:21). Paulus tidak melekat pada segala sesuatu, termasuk uang dan harta yang bahkan dianggapnya sebagai sampah. Semuanya itu dilakukan supaya memperoleh dan hidup melekat pada Kristus.

”Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus ” (Filipi 3:8).

Karena tidak melekat pada segala sesuatu (termasuk pada uang dan harta) kecuali pada Allah yang Esa yang kita kenal di dalam Kristus Yesus itulah, sang Rasul kembali menasehati kita:

”Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu (cinta, keserakahan, kemelekatan pada uang dan harta benda), kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan” (1 Timotius 6:9-11).

Rasul Paulus memberi wejangan saleh itu karena dia mengetahui bahwa rahasia hidup kekal adalah mengenal dan melekat pada Tuhan Yesus Kristus, Firman Allah menjelma yang adalah Allah dan tidak melekat pada segala sesuatu termasuk materi, uang dan harta-benda:

”Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus ” (Yohanes 17:3).

Jadi berdasarkan ayat-ayat di atas, menurut Rasul Paulus cara melekat pada Tuhan Yesus adalah dengan cara mengejar, berbuat, melakukan cara-cara hidup yang menjunjung dan mendukung keadilan, ibadah dengan tulus, gentar dan takut akan Allah, penuh kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan terhadap Allah dan sesama. Bukannnya cara hidup yang mengejar, berbuat, melakukan cara-cara hidup yang menjunjung dan mendukung keserakahan akan uang dan harta, bukannya ibadah dengan tujuan tidak tulus, tidak takut akan Allah, hanya setia, kasih, sabar dan lembut jika pelayanan mendatangkan keuntungan secara materi.

Melawan Segala Kemelekatan dalam Tradisi Gereja Orthodox: Doa Yesus

Kitab Suci dan Gereja Orthodox Timur yang merupakan kesinambungan tanpa putus dengan Gereja Perjanjian Baru dan Gereja Purba, karena mengetahui bahaya-bahaya kemelekatan akan uang dan harta bagi keselamatan jiwa, selalu mengajarkan hidup mengosongkan - merendahkan diri, menyangkal diri, lepas tidak melekat pada uang-harta, agar bisa melekat pada Allah Sang Sumber Hidup Kekal yang Sejati. Hal ini bisa dilihat jelas seperti yang diteladankan oleh Yesus Kristus yang telah mengosongkan diri-Nya sendiri sampai mati di kayu salib (Filipi 2:7), ini senada dengan bunda Maria yang menyadari dirinya hanya seorang hamba sehingga terkenal dengan kata-kata ”fiat”-nya (Lukas 1:38), juga Rasul Paulus yang telah melepaskan semuanya yang dulu dianggap merupakan keuntungan dan menganggapnya sampah, demi memperoleh Kristus (Filipi 3:8), begitu juga para rasul lain, para orang kudus dan para martir yang tidak menyayangkan posisi dan prestasi duniawinya, bahkan nyawanya sekalipun. Itu semua mereka lakukan karena mereka telah menemukan harta kekayaan yang tidak dapat lapuk dan rusak yang sampai pada kehidupan kekal yaitu harta milik Allah yang ”kaya dengan rahmat” (Efesus 2:4), yaitu ”kekayaan kasih karuniaNya” (Efesus 2:7). Inilah kekayaan - keselamatan kekal (bukannya kekayaan uang-harta yang dikejar-kejar dengan keserakahan dan kemelekatan, padahal semuanya ini bersifat tidak kekal) yang menghidupkan dengan cara manunggal-melekat bersama Kristus (Efesus 2:5). Ini semua bisa diraih hanya dengan melekat-manunggal dengan Allah, sumber segala rahmat di dalam Kristus Yesus (1 Petrus 5:10).

Jika pada seseorang melekat penuh keserakahan pada uang dan harta, maka roh-roh jahat pada akhir hidup orang itu akan menyeretnya pada kebinasaan kekal di Tartarus. Hal sebaliknya kehidupan kekal diberikan pada seseorang yang melekat-manunggal pada Allah Yang Esa, yaitu Sang Bapa [...bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa... (1 Korintus 8:6)], Sang Sumber Kehidupan Kekal itu melalui FirmanNya (yang berada satu di dalam Dzat-Hakekat Bapa yang satu itu, karenanya pasti satu Dzat hakekat (satu essensi) dengan Allah Sang Bapa) yang sudah menjadi manusia, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang dikerjakan oleh Roh Allah [yang “keluar dari Bapa” (Yohanes 15:26), yang juga berarti berada satu di dalam Dzat-Hakekat Bapa bersama Firman Allah sendiri], yaitu Roh Kudus Sang Pemberi Hidup. Dalam Gereja Timur yang Orthodox, salah satu cara panunggalan-melekat ini dilakukan dengan melalui menyerukan Nama Sang Firman Menjelma yaitu Yesus Kristus melalui Doa Yesus.

Doa Yesus berasal dari Perjanjian Baru dan mempunyai tradisi penggunaan yang lama sekali. Doa Yesus bersandarkan pada nasehat St. Paulus Sang Rasul untuk Kaum Goyim (Bangsa non Yahudi), untuk berdoa tak kunjung putus: “Berdoalah tak kunjung putus” (“pray without ceasing”) (I Tesalonika 5:17) dan juga atas anjuran Tuhan Yesus sendiri pada para muridNya: "Waspadalah dan berdoalah tak henti-hentinya …” (Lukas 21:36). Rumusan doa ini berdasarkan seruan si buta di Yerikho (Lukas 18:38) dan doa si pemungut cukai (Lukas 18:13), yaitu: “Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah kasihanilah aku orang berdosa ini” atau dalam bahasa Yunani:“Kyrie Iesou Khriste Hyos Ton Theon, eleyson me ton amartolon” (“Κύριε Ἰησοῦ Χριστέ, Υἱέ τοῦ Θεοῦ, ἐλέησόν με τὸν ἁμαρτωλόν“). Tradisi doa ini dijumpai pada para Bapa Padang Gurun, yaitu para pertapa eremit, pada tradisi monastisisme (kerahiban) di Mesir, Syria, Palestina sejak abad ke-2, walaupun pada mulanya rumusan doa ini tidak sistematis dan tidak sama/seragam. Di Gurun Sinai dan Gunung Athos, para monakhos/rahib memperkembangkan suatu sistem tafakur yang utuh dan luas dengan doa yang sederhana ini, dipraktekkan dengan keheningan yang mutlak. Di situlah Hesykhasme, yaitu suatu aliran spiritualitas dan Kekristenan esoteris di Gereja Timur (Gereja Orthodox) yang didasarkan atas hesykhia (keheningan, teduh-diam, senyap) sebagai sarana untuk menjadi terpusat pada persatuan dengan Allah dalam doa tak kunjung putus, mendapat bentuknya yang definitif dan kemudian tersebar ke semua daerah Orthodox. Doa Yesus ditemukan pada pusat dari segala spiritualitas hesykhasme. Doa Yesus terutama disebarluaskan oleh para pengikut Hesykhasme, yaitu kaum Hesykhast (Quietists) atau para rahib Cipto Hening (para Penghening). Pengaruh Hesykhasme antara lain disebarluaskan oleh sebuah buku yang dikenal dengan nama “Philokalia”. Doa Yesus disebut juga Doa Batin/Doa Hati/Doa Qolbu (“Noera Prosevkhee”; doa “Budi Rohani”) yang secara khusus menunjuk kepada “Doa Puja Yesus” dari Gereja Orthodox Timur. Doa Yesus ini didaraskan dengan tasbih Orthodox Timur yang dikenal sebagai “komboskini” (“Komboschoinia”; ”komvoschini”) yang terbuat dari wol hitam yang dipintal sebagai biji manik-maniknya.

Keistimewaan dan kekuatan Doa Yesus ini terletak pada pendarasan Nama Yesus, sebab dikatakan oleh Kitab Suci bahwa barangsiapa mengenal, melekat dan menyerukan pada nama Yesus akan diselamatkan dan dibentengi dari si jahat sebab namaNya ajaib, menyelamatkan, kudus dan dahsyat (Hakim-hakim 13:18; Kisah Rasul 2:21; Roma 10:13; Mazmur 91:14-16; 111:9). Allah yang Maha Adil dan Maha Mengetahui menjanjikan benteng dan perlindungan dari si jahat, yaitu iblis dan roh-roh jahatnya bagi siapa yang melekat-cinta padaNya:

“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya (dari si jahat dan segala hawa nafsunya), sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya (dari si jahat dengan segala hawa nafsu kemelekatan, keserakahan akan uang dan harta-benda) dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku” (Mazmur 91:14-16).

Karena itu St. Theopan Sang Petapa (1815 - 1894) lebih lanjut mengatakan:

“Doa Yesus serupa dengan doa lain apa pun, namun lebih kuat daripada semua doa lain berkat Nama Yesus Yang Mahakuasa, Tuhan dan Penyelamat kita. Kita perlu menyeru Nama ini dengan iman yang penuh dan teguh – dengan benar-benar yakin, bahwa Yesus hadir … Doa Yesus bukanlah semacam mantra. Dayanya berasal dari iman akan Tuhan, dan dari persatuan mendalam hati serta budi kita denganNya”

Yang Terberkati biarawati skhima Macaria (29 Mei 1926 – 6 Juni 1993) yang begitu melekat pada Yesus Kristus dengan mendaraskan seruan Doa Yesus karena kasihnya pada Tuhan, sampai-sampai mengatakan bahwa ”roh jahat sangat takut pada komboskini yang digunakan untuk mendaraskan Doa Yesus, seakan-akan sudah siap mencambuk mereka”.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Nama Yesus hanya merupakan sarana, yang harus membawa kita kepada Pribadi Yesus sendiri. Nama Yesus adalah Nama Inkarnasi dari Sang Firman yang Menjelma menjadi manusia, Sang Firman yang adalah satu Dzat Hakekat dengan Allah sendiri. Karena dalam penjelmaan Sang Firman menjadi manusia inilah seluruh pewahyuan Allah yang sempurna dinyatakan, maka dengan menyebut Nama Yesus dengan mendaraskannya dalam Doa Yesus, bukan hanya sekedar mengenang nama seorang manusia saja, namun terangkum di dalamnya seluruh Pribadi Allah yang dinyatakan melalui SabdaNya, serta karya Pewahyuan, Penebusan dan Penyelamatan yang dilakukan Allah melalui FirmanNya yang menjelma itu. Berarti menyebut Nama Yesus adalah mengingat segenap realita dan karya Ilahi sebagaimana yang sudah dinyatakan dan diwahyukan di dunia ini. Nama Yesus bukan diberikan oleh manusia, tetapi dianugerahkan oleh Allah sendiri melalui Santo Gabriel, Malaekat Agung, suatu nama yang akan menyelamatkan mengampuni umatNya dari dosa, sebab Nama itu adalah Nama Anak Allah, yaitu Sang Firman yang satu Dzat Hakekat dengan Allah sendiri yang sudah menjelma menjadi manusia. Jadi nama Yesus bukanlah bunyi kosong. Nama Yesus bukan hanya melambangkan yang ilahi yang ditunjuknya. Nama itu seringkali mengandung kekuatan, rahmat dan kehadiran yang ilahi itu. Doa Puja Yesus ini didaraskan dengan iman penuh percaya bahwa di dalam Nama Yesus itu ada kuasa, serta tak ada keselamatan di luar Nama itu. Dengan demikian bukan pada pengulangan berkali-kali bunyi rumusan doa ini yang menjadi concerned dari Doa Yesus, namun penghadiran ingatan akan Yesus yang terus-menerus dalam pikiran dan batin. Sehingga batin dan pikiran tak sempat diisi dengan fantasi-fantasi berdosa yang menuntun kepada dosa, termasuk nafsu serakah kemelekatan akan materi: uang dan harta dengan segala akibat yang mengikutinya seperti sudah dijelaskan di atas, namun batin dan pikiran hanya diisi oleh hadirat Allah di dalam Nama Yesus. Dan dalam hampir semua agama kuno terdapat kepercayaan bahwa siapapun yang mempunyai Nama Ilahi, ia juga mempunyai kekuatan yang terkandung dalam nama itu. Maka mereka yang menang dari nafsu kemelekatan, termasuk diantaranya kemelekatan uang dan materi, harta benda dan hanya melekat penuh iman pada Allah Sang Tritunggal Maha Kudus melalui Sang Firman Menjelma, Yesus Kristus, di dalam Roh Kudus, di situlah kelak kita akan dikaruniakan Nama Ilahi yaitu Nama Sang Pribadi Kekal itu sendiri sehingga kitapun boleh menyandang hidup kekal.

”Barangsiapa menang, ... padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru” (Wahyu 3:12).

Referensi

1. ______________. Pengertian Sales, Salesman, atau Salesmanship. http://planetto.blogspot.com

2. Arkhimandrit Rm. Daniel Bambang Dwi Byantoro. Gereja Orthodox dan Ajaran-ajarannya (Materi Katekisasi). Aqidah Tentang Ke-Esa-an Allah (Tauhid). Jakarta. 1997.

3. Arkhimandrit Rm. Daniel Bambang Dwi Byantoro. Khotbah-Khotbah dari Negeri Seberang (Kumpulan Kotbah-kotbah Hari Minggu dan Hari-hari Perayaan Gereja Orthodox). Apa yang Kau Cari Wahai Manusia? Team Penyusun: USA, Jatim, Jateng, Riau, Jakarta, Epiphania 2003. Supervising Editor, Lay Out & Publisher: Romo Arkhimandrit Daniel BDB, Ph.D, Editors & Publishing Staffs: Br. Kyrillos J.S. & Sdr.Methodios T.K, Kompilator: Sdri. Artemia, Pemprakarsa Kompilasi: Br. Dionysios S.H. Hari Raya Epifania 2003.

4. Ev. Ronald A. H. Oroh, M.Div. “Theologi” Sukses, Penderitaan, dan Theologi Kenikmatan. December 13, 2008.

5. From Wikipedia, the free encyclopedia. Prosperity theology.

6. Hendri Yanto. Kontroversi seorang salesman atau salesgirl. http://ekonomi.kompasiana.com. 19 November 2010

7. Dan lain-lain.

Sabtu, 18 Desember 2010

Para Martir Baru Kristen Orthodox pada Masa Penganiayaan Soviet terhadap Gereja pada tahun 1918 – 1939

Oleh:
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

I. Apa dan Siapakah para Martir Baru (Syuhada Baru)?

Gelar Martir Baru (Syuhada Baru) atau Neomartir (bhs. Yunani: νεο, neo, prefiks untuk "baru", dan μάρτυς, martis, "saksi") dari Gereja Orthodox Timur pada awalnya diberikan kepada para martir yang meninggal di bawah para penguasa bidat (sesat) [(mula-mula para martir yang di bawah kaum pagan (kafir)]. Kemudian Gereja Orthodox Timur menambahkan ke dalam daftar mereka yang syahid di bawah penguasa Islam dan berbagai rezim modern, terutama yang Komunis, yang didukung ateisme militan. Secara resmi, era dari para Martir Baru dimulai dengan jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453. Di antara mereka diperingati tidak hanya mereka yang memberikan hidup mereka dalam kemartiran, tetapi juga mereka yang dicatat sebagai Konfesor (Pengaku Iman) bagi Iman Orthodox.

Para Martir Baru Kristen Gereja Orthodox di negara-negara bekasUni Soviet adalah orang-orang kudus yang dibunuh oleh kaum Bolshevik atau Bolshevist merah (NKVD komunis) dan Tentara Merah (Red Army) selama pemerintahan Josef Stalin atau Iosif (Josef) Vissarionovich Stalin (Bahasa Rusia: Иосиф Виссарионович Сталин, Iósif Vissariónovich Stálin), nama asli Ioseb Jughashvili (Bahasa Georgia: იოსებ ჯუღაშვილი, bahasa Rusia: Иосиф Джугашвили, Iósif Dzhugashvíli) (Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet ke-1: 3 April 1922 – 5 Maret 1953) dan Vladimir Illich Lenin (huruf Sirilik: Влади́мир Ильи́ч Ле́нин). Nama aslinya adalah Vladimir Ilyich Ulyanov (huruf Sirilik: Влади́мир Ильи́ч Улья́нов) (Pemimpin partai Bolshevik, Perdana Menteri Uni Soviet pertama, Kepala Negara de facto pertama Uni Soviet: 30 Desember 1922 – 21 Januari 1924).

II. Bolshevik, NKVD dan Red Army: Para Pelaku Teror dan Pencabut Nyawa

Pihak-pihak yang berperan melakukan teror dan pembunuhan-pembunuhan hingga melahirkan banyak Martir Baru pada era Soviet ini adalah kaum Bolshevik, NKVD dan Red Army. Siapakah mereka itu?

Bolshevik, awalnya juga Bolshevists (bhs. Rusia: большевики, большевик (tunggal), berasal dari bol'shinstvo, "mayoritas", yang berasal dari bol'she, "lebih", bentuk perbandingan bol'shoi, "besar") adalah faksi dari Partai Buruh Sosial Demokrat Marxis Rusia (Marxist Russian Social Democratic Labour Party (RSDLP)) yang terpecah dari faksi Menshevik di Kongres Partai Kedua pada tahun 1903. Bolshevik adalah faksi mayoritas dalam pemungutan suara yang penting. Mereka akhirnya menjadi Partai Komunis Uni Soviet. Bolshevik berkuasa di Rusia selama fase Revolusi Oktober dari Revolusi Rusia tahun 1917, dan mendirikan negara Uni Soviet.

NKVD adalah Komisariat Rakyat untuk Urusan Dalam Negeri (bhs. Rusia: Народный комиссариат внутренних дел; Narodnyy komissariat vnutrennikh del, NKVD) (bahasa Rusia: НКВД) adalah organisasi polisi rahasia Uni Soviet yang secara langsung melaksanakan peraturan Negara adi-daya Uni Soviet, termasuk represi politik, pada era Joseph Stalin. NKVD berisi angkatan polisi reguler dari Uni Soviet (termasuk polisi lalu lintas, pemadam kebakaran, penjaga perbatasan dan arsip-arsip) tetapi lebih dikenal untuk kegiatan Gulag (bahasa Rusia: ГУЛаг; adalah singkatan untuk Главное управление исправительно—трудовых лагерей и колоний, "Glavnoye upravleniye ispravitelno-trudovykh lagerey i kolonii", atau "Direktorat (atau Administrasi) Kepala untuk Kamp dan Koloni-koloni Kerja Paksa Hukuman" dari NKVD.) dan Direktorat Utama Keamanan Negara (bhs Rusian: Glavnoe Upravlenie Gosudarstvennoi Bezopasnosti, Главное управление государственной безопасности, ГУГБ, GUGB), yang akhirnya menjadi Komite Keamanan Negara (KGB atau dalam bahasa Rusia: КГБ: Комитет государственной безопасности (Komitet gosudarstvennoy bezopasnosti). NKVD melakukan eksekusi ekstra-yudisial rakyat, menjalankan sistem Gulag kamp-kamp kerja paksa, menekan perlawanan bawah tanah, melakukan deportasi massal seluruh etnik yang ada dan para kulak (bhs. Rusia кула́к, adalah sebuah sebutan untuk petani yang relatif makmur yang terjadi pada akhir Kekaisaran Rusia dan juga pada awal-awal berdirinya Uni Soviet) ke daerah-daerah tidak berpenghuni dalam negara, menjaga batas-batas negara, melakukan spionase dan pembunuhan politik luar negeri, bertanggung jawab untuk mempengaruhi pemerintah asing, dan memberlakukan kebijakan Stalinis dalam gerakan komunis di negara-negara lain.

Tentara Merah (bahasa Rusia: Рабоче-Крестьянская Красная Армия, Raboche-Krest'yanskaya Krasnaya Armiya; RKKA (Tentara Merah Buruh-Petani) dimulai sebagai milisi revolusioner Uni Soviet selama Perang Saudara Rusia dari 1918-1922. Tentara Merah tumbuh. Menjadi tentara nasional Uni Soviet. Pada tahun 1930-an Tentara Merah merupakan salah satu pasukan terbesar dalam sejarah. Pada tanggal 25 Februari 1946, Tentara Merah berganti nama menjadi Tentara Soviet (Советская Армия, Sovetskaya Armiya).

III. Masa Penganiayaan dan Banjir Darah para Martir Baru

Dari bulan Oktober 1917, ketika kaum Bolshevik merebut kekuasaan, sampai sekitar tahun 1988, tahun dimana Kekristenan Orthodox Rusia merayakan ulang tahun ke-1000-nya, Gereja Orthodox di Uni Soviet berada dalam situasi penyerangan. Intensitas penganiayaan berbeda-beda selama masa 70 tahun kekuasaan komunis itu, tetapi sikap dasar petinggi-petinggi komunis tetap sama: keyakinan agama di dalam segala manifestasinya adalah suatu kesalahan yang harus ditekan dan dilenyapkan.

Maka komunisme Soviet membaktikan diri sepenuhnya terhadap prinsip-prinsip fundamentalnya bagi atheisme yang bersifat agresif dan militan. Negara komunis yang bersifat totaliter ini menggunakan semua bentuk propaganda anti agama, sementara tak mengizinkan Gereja mempunyai hak apapun untuk menjawab.

Maka pada sekitar tahun 1920 – 1930-an sejumlah besar bangunan gereja ditutup, dan sejumlah besar para Episkop (uskup) dan presbiter (imam), para monakh (rahib dan rahibah) serta orang awam dikirim ke penjara dan kamp-kamp konsentrasi. Berapa banyak orang yang dihukum atau mati karena perlakuan buruk tidak dapat dihitung. Nikita Struve menyediakan suatu daftar uskup martir yang daftarnya mencapai 130 nama dan bahkan inipun dia istilahkan sebagai ”bersifat sementara dan tidak lengkap”. Jumlah seluruhnya dari para imam martir tentu saja kan melebihi berpuluh-puluh ribu. Tentu saja para orang percaya yang beragama bukan satu-satunya yang menderita di bawah pemerintahan teror Stalin dan penguasa komunis lainnya, tetapi mereka menderita lebih dari pada orang yang lain. Tidak ada satupun yang skalanya dapat dibandingkan sama sekali yang pernah terjadi dalam penganiayaan-penganiayaan di bawah Kekaisaran Romawi. Dipercayai bahwa dalam masa 30 tahun sesudah Revolusi Rusia ini lebih banyak orang Kristen Orthodox yang mati karena iman mereka daripada masa 300 tahun sesudah Penyaliban Kristus.

Kata-kata dari Proto Presbiter Avvakum Petrov (Kondratiev) (bhs. Russian: Аввакум Петров (Кондратьев)) (20 November 1620 atau 1621 – 14 April 1682) yang diucapkan pada abad ke-17, tentu saja digenapi di bawah komunisme Soviet tiga ratus tahun kemudian:

”Setan telah merebut Rusia kita yang gemilang dari Allah, agar dia boleh menjadi merah oleh darah para martir”

IV. Para Martir Baru yang Jaya

Berikut ini adalah sebagian kecil dari para Martir Baru Kristen Orthodox pada Masa Penganiayaan Uni Soviet dan Kaum Atheis-Komunis terhadap Gereja pada tahun 1918 – 1939, Mereka adalah dari kalangan hirarkhi Gereja Orthodox, dari Katolikos-Patriarkh, para Episkop Agung (Uskup Agung), Uskup, para Presbiter monakh (Hieromonakh; Imam Rahib), Presbiter Menikah (Imam menikah), Monakh – monakhi (biarawan - biarawati) sampai kaum awam.

Santo Pimen (Belolikov)

Uskup Alma-Ata di Kazakhstan (wafat 1918)
Lahir di Cherepovets, Rusia; studi di Kyiv, Ukrania; misionaris di Iran.
Ditangkap oleh Tentara Merah (Red Army) dan dieksekusi dengan ditembak di hutan kecil Baum di Alma-Ata.
Sebuah bujur-sangkar menakjubkan dari lumut merah tumbuh di tempat dimana tubuh yang sudah dieksekusi dari Santo Pimen tergeletak.

Santo Petrus (Zverev)

Uskup Agung Voronezh (wafat 1929).
Ia ditangkap oleh penguasa Soviet pada tahun 1926 dan dijebloskan dalam penjara di kamp konsentrasi Solovki, dimana ia meninggal akibat penyakit tipus.
Ketika ia dikuburkan dan makamnya ditutup dengan tanah, sebuah pilar bercahaya terang berkilauan di atasnya dan orang kudus itu menampakkan diri di situ untuk memberkati setiap orang.
Sebuah pohon birch tumbuh berbentuk salib (!) dekat Skiti (monasteri / biara kecil dalam kehidupan monastik semi eremitik, dibawah pimpinan seorang ”Yeronda” atau ”Staretz”) Penyaliban Golgota, dimana Santo Petrus (Zverev) meninggal di pulau Anzer, Solovki, Rusia bagian Utara.

Santo Theopanus (Ilmenskiy)

Uskup Perm dan Solikamsk di Rusia (wafat 1918).
Ia ditenggelamkan dalam keadaan telanjang oleh kaum bolshevik di sungai Kama di Perm dalam suhu membeku minus 30 derajat Celsius. Sebelum ditenggelamkan, ia digantung dengan rambutnya berulang-kali diturunkan ke dalam air dingin membeku hingga tubuhnya tertutup es.

Santo Sergius (Florinskiy)

Seorang imam di Rakvere di Estonia (wafat 1918).
Ia dieksekusi oleh kaum komunis dengan ditembak mati di hutan Palermo dekat Rakvere. Pada tahun 2003 ketika digali tubuhnya ditemukan dalam keadaan utuh-tidak membusuk. Sekarang tubuh Santo Sergius ada di dalam Gereja Kelahiran Sang Perawan Maria dari Rakvere.

Santo Kirion II (Sadzaglishvili)

Katolikos-Patriarkh Georgia, martir (wafat 1918).
Pada 27 Juni 1918, Patriarkh Kirion II ditemukan dibunuh oleh kaum bolshevik di tempat tinggal patriarkhat di Monasteri (Biara) Martqopi, Georgia.

Santo Serafim dan Santo Theognostus

Para martir dari Kizil-Zhar (wafat 1921).
Serafim (Bogoslovsky), lahir di Ukraina, tiba di Kazakhstan dari pertapaan Hlynsky di Ukraina Timur. Ia ditembak di punggungnya oleh Tentara Merah.
Theognostus ditembak dijantungnya pada waktu tidur.
Cahaya supernatural nampak pada waktu ibadah sembahyang malam untuk menghormati Santo Serafim dan Theognostus di atas makam mereka di Kizil-Zhar dekat Alma-Ata di Kazakhstan. Sejumlah penyembuhan dan mukjizat tercatat terjadi di makam mereka.

Santo Konstantin (Podgorskiy)

Seorang imam menikah dan martir dari Kirzhemany (wafat 1918).
Ia disiksa dan disalibkan di pintu gerejanya!
Kaum komunis memukuli dia pada saat sembahyang harian (sholat), meretakkan tempurung kepalanya, memotong jarinya dan memaksa dia menarik kereta kuda melewati desa.
80 tahun kemudian tubuhnya digali dalam keadaan lengkap tidak membusuk!
Bahkan pakaiannya, sepatu and Kitab Injilnya tetap utuh seperti baru.

Santo Hermogen (Dolganev)

Uskup Tobolsk (wafat 1918).
Ia ditenggelamkan oleh bandit-bandit komunis di sungai Tura.
Pada pk. 00.30 AM dengan batu dilehernya ia dilemparkan ke dalam sungai dari kapal.
Pada tahun 1906 St. Yohanes dari Kronstadt menubuatkan kemartirannya dengan membandingkan kematiannya itu dengan kemartiran St. Stefanus Sang Martir Pertama.

Santo Konstantin dari Merkushino atau Konstantin Bogoyavlenskiy (wafat 1918)

Seorang imam Orthodox berusia 22 tahun yang dieksekusi oleh kaum bolshevik merah.
Ia melayani di sebuah gereja desa St. Mikael Sang Malaikat Agung di Merkushino.
Kaum komunis memaksa dia menggali lubang kubur untuk dirinya sendiri.
Mereka menembak dia di kepalanya dan melempar tubuhnya ke sana.
Pada tahun 2002 dengan secara tak sengaja tubuhnya ditemukan dalam keadaan tak membusuk, tetap utuh!
Relikwi-relikwi kudus utuh tak membusuk dari Santo Konstantin dari Merkushino ini ada di desa Merkushino, wilayah Yekaterinburg, Rusia.
Mereka menemukan relikwi itu waktu menjalankan mesin penggali di desa itu pada waktu restorasi gereja tua itu pada tahun 2002.

Yang Terberkati Alexy dari Yelnat atau Yurodiviy Alexei Voroshin (wafat 1937)

Yang Terberkati Alexy berasal dari Yelnat, distrik Yuryevets, wilayah Ivanovo di Rusia.
Ia dikaruniai karunia nubuat dan meramalkan masa depan dari banyak orang di desanya.
Ia menubuatkan datangnya Perang Dunia II sebagai hukuman dari Allah. Ia tahu hal-hal tersembunyi.
Ia ditangkap oleh orang-orang Soviet dan disiksa di penjara Kineshma dimana ia meninggal.
Relikwinya ada di Biara Sviato-Vvedensky di Ivanovo, Rusia.

Santo Serafim (Zvezdinskiy)

Uskup Dmitrov (wafat 1937).
Ia ditangkap oleh kaum komunis dan dieksekusi dengan cara ditembak di Ishim, wilayah Tyumen di Siberia.

Santo Kirill (Smirnov)

Metropolitan Kazan (wafat 1937).
Santo Kirill (Smirnov) dieksekusi dengan ditembak di Shymkent di Kazakhstan Selatan pada 20 November 1937 oleh keputusan NKVD Soviet.

Martir Veniamin (Troitskiy)

Uskup Ufa (wafat 1937).
Ia banyak memberikan pengaruh pada pemuda Orthodox.
Pada tahun 1922 ia ditangkap (oleh kasus dari Santo Piotr (Zverev), dideportasi selama 2 tahun ke Tashkent di Uzbekistan.
Ia dijatuhi hukuman pada tahuun 1930 selama 10 tahun di kamp-kamp konsentrasi.
Di eksekusi oleh NKVD Soviet dengan ditembak di rumah tahanan di Samara.

Santo Ilarion (Troitskiy)

Uskup Agung Vereya (wafat 1929).
Ia ditangkap oleh kaum komunis, dikirim ke kamp konsentrasi Solovki.
Ia seorang teolog terkemuka dan sekretaris Patriarkh Rusia St. Tikhon.
Ia meninggal karena tipus di penjara di St. Petersburg.
Tubuhnya ditemukan dalam keadaan utuh, awet, tidak membusuk, memancarkan bau wangi.
Relikwi-relikwi kudus dan awet dari Santo Ilarion Troitskiy ada di Biara Stretensky di Moskow.

Santo Theodore dari Tobolsk

Ia seorang lumpuh, penghibur banyak orang percaya, dihormati banyak orang tapi tidak demikian dengan kaum komunis.
Ia dibawah ke penjara dan dieksekusi dengan ditembak di punggungnya.

Tiga martir dari Krasnoufimsk (wafat 1918): Santo Lev (Yershov), Santo Alexander (Malinovskiy), Santo Alexander (Budrin)

Para imam di Gereja Allah Tritunggal Kudus di Krasnoufimsk, wilayah Yeterinburg di Rusia.
Pada tahun 2002, ketika relikwi-relikwi dari orang kudus terakhir ditemukan, sebuah tanda ajaib dari tiga salib nampak di langit!
Mereka dibunuh oleh kaum komunis pada tahun 1918.

Santo Faddey (Uspenskiy)

Uskup Agung Tver (wafat 1937).
Ia diperlakukan sebagai orang kudus semasa hidupnya. Dipenjarakan oleh kaum komunis.
Bunda Allah menampakkan diri satu kali pada malam hari kepada kepala penjara berpesan untuk tidak menyentuh laki-laki kudus ini. Ia terlihat dalam cahaya bersinar. Santo Faddey dieksekusi di penjara.
Relikwinya ditemukan pada tahun 1993 dan ditempatkan di Katedral Kenaikan Kristus di Tver, Rusia.

Para martir dari Puzo: Santa Maria, Santa Daria, Santa Evdokia, Santa Daria (wafat 1919)

Para biarawati kudus di desa Puzo (Suvorovo), wilayah Nizhniy Novgorod, Rusia.
Mereka dipukul, disiksa dan dieksekusi oleh para pemberontak komunis.
Merpati-merpati putih nampak di bahu-bahu mereka ketika mereka dipukul.
Ketika Evdokia ditembak, sebuah piala nampak naik di udara dan berjalan di udara di atas selnya. Kubur mereka mengeluarkan bau wangi yang kuat.
Relikwi-relikwi ajaib mereka ditemukan pada tahun 2001 dan disimpan di Gereja di Puzo.

Santo Victor (Ostrovidov)

Uskup Glazov dan Viatka (wafat 1934).
Ditangkap beberapa kali, dipenjarakan di kamp konsentrasi Solovki.
Pada tahun 1932 divonis 3 tahun deportasi ke bagian utara dari Komi dimana ia meninggal.
67 tahun kemudian relikwinya ditemukan utuh meskipun di tanah berpaya-paya.
Relikwinya mengeluarkan bau harum dan diketahui oleh mukjizat kesembuhan, tetap disimpan di Biara Tritunggal Kudus dari Viatka.

Para martir dari Vyshegorod: Santo Alexander (Smirnov) dan Santo Theodore (Remisov) (wafat 1918)

Mereka adalah imam-imam desa di Vyshegorod, Rusia. Mereka dieksekusi oleh pemberontak-pemberontak Tentara Merah pada hari pesta peringatan St. Kosmas dan St. Damianus.
Kepala Alexander dipenggal, ia ditembak dua kali, ditusuk benda tajam dua kali, tetapi secara mukjizat oleh kuasa Allah tetap hidup!
Hanya setelah jantungnya ditusuk, ia meninggal.

Lihat video:
Para Martir Baru Kristen Orthodox pada Masa Penganiayaan Soviet terhadap Gereja pada tahun 1918 – 1939 : http://www.youtube.com/watch?v=8jj1bepQgTw

Referensi

1. Episkop Timothy Ware (Penterjemah : Arkhimandrit Daniel Bambang PhD). Mari Mengenal Kekristenan Timur. Sejarah Gereja Orthodox. Satya Widya Graha. 2001.

2. Nikita Struve. Christian in Contemporary Russia. London. 1967.

3. Presb. DR. Daniel Bambang Dwi Byantoro. Garis Besar Sejarah Perkembangan Gereja Orthodoks. Gereja Orthodox Indonesia. Solo. 1989.

4. Zakharii New Orthodox Christian Martyrs of Soviet Persecutions of the Church in 1918. "Stikhari Paskhi" (Easter Verses), Orthodox chant by united choir of Kyiv Theological Academy and of Kyiv Caves Lavra in Ukraine. March 31, 2010 – 1939.

5. Dan lain-lain.
.

Minggu, 05 Desember 2010

[Ruang Kadaver] : Alexander Agung: Sang Penakluk yang Tertakluk dan Tiga Permintaan Terakhirnya

Oleh:
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

Ruang Kadaver adalah Ruang penyimpanan kadaver (mayat manusia yang telah di awetkan dengan diberi formalin) yang terletak di basement, yang terdiri dari rak-rak berisi kadaver, kantung mayat berwarna oranye, maupun kolam formalin yang berisi kadaver-kadaver yang masih terendam.

Setelah Allah, kematian juga bersifat adil. Kematian menegakkan keadilan bagi siapapun. Kematian tak terelakkan bagi siapapun, cepat atau lambat, walau tak diharapkan. Kematian akan menghampiri manusia tanpa pandang-bulu, tanpa pilih-kasih dan tak seorangpun bisa mencegah kedatangannya, yang dengan berbagai macam cara yang kadang tak terpikirkan, bahkan kadang seperti pencuri di tengah malam. Kematian bagian dari hidup setiap manusia! Di dunia ini, ”kehidupan” bersanding mesra dengan ”kematian”!

Artikel-artikel tentang kematian di ”Ruang Kadaver” ini bukan dimaksudkan untuk sekedar dibaca, tetapi lebih lagi untuk direnungkan. Merenungkan kematian tujuannya hanya satu: supaya kita selalu ingat (bhs. Jawa: ”eling”; dalam Kamus Besar Bahasa Indonesis Edisi ketiga (Balai Pustaka 2002) ”Eling” berarti berpikir sehat, bijaksana, pantas, ingat akan Tuhan Yang Maha Esa) dengan Sang Khalik, refleksi, mawas diri, akan kesementaraan hidup tubuh kita ini, bahwa kita semua akan mengalami kematian dan akan memasuki dunia keabadian dan masa penghakiman akhir. Karena itu sebaiknya mempersiapkan diri dan menggunakan waktu yang ada dalam hidup saat ini dengan hidup penuh hikmat (Efesus 5:16; Kolose 4:5).


Alexander Agung Sang Penakluk Tiga Benua

Alexander (yang) Agung (Alexander the Great; bahasa Yunani: Μέγας Ἀλέξανδρος ("Megas Alexandros") atau Alexander III dari Makedonia atau dikenal juga sebagai Iskandar Agung (20/21 Juli 356 - 10/11 Juni 323 sM) adalah seorang penakluk asal Makedonia. Gelar The Great atau Agung di belakang namanya diberikan karena kehebatannya sebagai seorang raja dan pemimpin perang lain serta keberhasilanya menaklukkan wilayah yang sangat luas hanya dalam waktu 10 tahun. Ia diakui sebagai salah seorang pemimpin militer paling jenius sepanjang zaman. Ia juga menjadi inspirasi bagi penakluk-penakluk seperti Hannibal, Pompey dan Caesar dari Romawi, dan Napoleon. Dalam masa pemerintahannya yang singkat, Alexander mampu menjadikan Makedonia sebagai salah satu kekaisaran terbesar di dunia. Dia adalah anggota paling terkenal dari Dinasti Argead dan pencipta salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah kuno. Alexander Agung hidup di masa yang disebut "inter-testamental period" (antara 400 sM - 1 M) disebut pula dengan istilah "Silent Ages!". Dan Alexander ini hidup 3 abad sebelum Yesus lahir.

Alexander Agung adalah salah satu tokoh yang dianggap sebagai Dzul Qarnain (Iskandar Zulkarnain) yang dapat ditemukan pula pada kitab suci Al Qur'an, Surah Al Kahfi 83-101. Dikisahkan ialah yang mengurung bangsa Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog) - yang menurut hadist shahih, bangsa tersebut akan keluar di akhir zaman. Riwayat ini bemula dari saat ia akan menaklukkan suatu daerah, penduduk tersebut tanpa disangka bersedia mengikutinya. Asal bangsa Yajuj dan Majuj dikurungnya. Maka Iskandar Dzulqarnain mengurung kedua bangsa tersebut. Dan para penduduk pun bersedia ditaklukkan dengan suka cita. Anggapan tersebut datang dari kisah Alexander Romance yang sudah ada sebelum Islam. Beberapa allamah Muslim menolak anggapan Alexander Agung adalah Dzul Qarnain, sebab Alexander Agung bukanlah monoteis, sedangkan Dzul-Qarnain adalah penyembah Allah dan hanya seorang penguasa.

Walaupun hanya memerintah selama 13 tahun, semasa kepemimpinannya ia mampu membangun sebuah imperium yang lebih besar dari setiap imperium yang pernah ada sebelumnya. Pada saat ia meninggal, luas wilayah yang diperintah Alexander berukuran 50 kali lebih besar daripada yang diwariskan kepadanya serta mencakup tiga benua (Eropa, Afrika, dan Asia). Di Afrika, Alexander menaklukkan Mesir dan mendirikan kota Alexandria atau dalam bahasa Arabnya, Iskandariah. Selama ekspansinya beberapa kota yang didirikannya semuanya dinamai berdasarkan namanya, seperti Alexandria atau Alexandropolis. Salah satu dari kota bernama Alexandria yang berada di Mesir, kelak menjadi terkenal karena perpustakaannya yang lengkap dan bertahan hingga seribu tahun lamanya serta berkembang menjadi pusat pembelajaran terhebat di dunia pada masa itu. Di benua Asia, dia menaklukkan Iran sampai ke India. Pada tahun 332 sM Alexander datang ke Yerusalem.

Penyatuan wilayah dari Makedonia hingga Persia oleh Alexander Agung menyebabkan terbetuknya perpaduaan kebudayaan Yunani, Mediterrrania, Mesir, dan Persia yang disebut dengan kebudayaan Hellenisme. Pengaruh Hellenisme ini bahkan sampai ke India dan Cina. Khusus di Cina, pengaruh kebudayaan ini dapat ditelusuri di antaranya dengan artefak yang ditemukan di Tunhuang. Terhadap semua daerah jajahannya Alexander mempersatukannya dengan membuat Koine Dialek, (istilah koine itu berarti umum); jadi Koine Yunani berarti bahasa Yunani yang berlaku untuk umum, untuk masyarakat luas. Sebelum Alexander berkuasa, bahasa Yunani merupakan campuran dari sejumlah dialek atau bahasa daerah. Ketika Alexander berkuasa, ia berupaya agar bahasa Yunani itu menjadi bahasa yang digunakan untuk umum atau masyarakat luas. Jadi salah satu dampak dari tokoh Alexander Agung ini ada dalam Perjanjian Baru, yang paling nyata adalah naskah bahasa asli Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.

Pada masa penjajahannya Alexander juga membangun infrastruktur dengan pembangunan jalan-jalan yang menghubungkan daerah satu dengan yang lain pada wilayah jajahannya, dan kemudian ratusan tahun kemudian memberikan kemudahan bagi para Rasul untuk memulai mengabarkan Injil, tentu saja kita boleh memandang hal ini sebagai kemudahan karena Para Rasul tidak perlu ”babat alas”, dan dengan mudah melalui jalan-jalan yang sebelumnya telah dirintis mulai dari masa pemerintahan Alexander Agung itu.

Alexander dianggap besar kemungkinan berwajah rupawan, dan dia sering amat bermurah hati kepada musuh yang dikalahkannya. Di lain pihak, dia juga seorang ”egomaniac” dan bertabiat kejam. Pada suatu peristiwa, dalam suatu pertengkaran dalam keadaan slebor, dia membunuh teman akrabnya, Clertus, seorang yang pernah menyelamatkan jiwanya. Selama perjalanan ekspansi dan penaklukannya, ia mengeksekusi banyak satrap (semacam gubernur) dan pejabat yang bertindak melenceng sebagai contoh.

Dalam perjalanan ekspansi dan penaklukan-penaklukannya, sewaktu di Babilonia, Alexander tiba-tiba terkena sakit parah dan mengalami demam selama 11 hari sebelumnya akhirnya meninggal pada tanggal 10 Juni 323 sM, dalam usia sekitar 33 tahun. Penyebab kematian yang sesungguhnya tidak jelas.

Alexander Agung Sang Tertakluk dan Tiga Permintaan Terakhirnya

Ketika dalam perjalanan pulang dari menaklukkan beberapa negara, dia jatuh sakit. Pada saat ini negara yang ditaklukan, harta yang dikuasai dan pedang sakti yang dimiliki, kejayaan pasukan untuknya semua ini dirasakan tidak lagi berarti baginya. Dia tahu nyawanya segera akan dicabut oleh Tuhan, dia sudah tidak bisa kembali ke negaranya. Pada saat ini ia berpesan kepada Jenderalnya: ”Sebentar lagi saya akan meninggalkan dunia ini, saya mempunyai 3 permintaan, kalian harus mengabulkan permintaan yang saya sebut ini.” Jenderal dan para bawahannya menitikkan air mata.

“Permintaan pertama saya adalah peti mati saya harus dokter saya sendiri yang membawa pulang.” Alexander menghela nafasnya, melanjutkan perkataannya: ”Permintaan kedua saya adalah ketika peti mati saya diantar kekuburan, sepanjang jalan yang menuju ke kuburan harus meletakkan emas, permata dan harta karun yang saya miliki.” Setelah menyelimuti dirinya dengan selimut woolnya, memejamkan mata dan beristirahat sebentar, dia melanjutkan berkata:

”Permintaan terakhir saya ialah letakan kedua tangan saya diluar peti mati saya.” Semua orang yang terkumpul disana merasa heran, tetapi tidak ada yang berani bertanya. Jenderal kesayangan Alexander setelah mencium tangannya lalu bertanya:” Paduka, kami pasti akan mengabulkan semuanya sesuai dengan permintaan Paduka, tetapi dapatkah Paduka katakan maksud dibalik ketiga permintaan terakhir Paduka tersebut?”

Alexander menarik nafas panjang dan berkata :”Saya mau semua orang didunia ini mengerti saya baru mendapat 3 pelajaran yaitu saya menyuruh dokter saya sendiri membawa pulang peti mati saya, karena saya mau orang didunia ini tahu bahwa dokter tidak bisa benar-benar menyembuhkan penyakit, menghadapi kematian dia juga tidak berdaya. Saya harap orang di dunia ini benar-benar bisa menghargai nyawanya dengan tidak melakukan hal-hal berdosa.”

Permintaan kedua yaitu supaya orang didunia ini jangan seperti saya hanya mengejar harta, saya menghabiskan seumur hidup saya hanya untuk mengejar harta benda, tetapi terkadang sia-sia hanya menghabiskan waktu saja. Permintaan ketiga adalah supaya orang didunia tahu saya lahir dengan tangan kosong, ketika pergi juga dengan tangan kosong.” Setelah habis berkata sambil menutup matanya, Alexander menghembuskan nafas terakhirnya.

Referensi

1. _________________. Dzulqarnain bukan Alexander Agung. Majalah Asy Syariah Vol IV/2008. http://visipramudia.wordpress.com. Posted by: Dadan Gumbira Pramudia on: April 24, 2008

2. Erabaru.Net. Tiga Permintaan Terakhir Kaisar Alexander. Selasa, 13 April 2010: http://erabaru.net

3. From Wikipedia, the free encyclopedia. Alexander the Great. http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_the_Great

4. Dan lain-lain.

Kamis, 02 Desember 2010

St Nikolai Velimirovic tentang Puasa

Diterjemahkan oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)


St. Nikolai Velimirović [(Николај Велимировић], Uskup Ochrid dan Žiča, Serbia, 5 Januari 1880 - 18 Maret 1956]

Dengan puasa aku menggembirakan harapanku dalam Engkau, Tuhanku, yang datang lagi.

Puasa mempercepat persiapanku untuk kedatanganMu, harapan satu-satunya dari hari ke hari dan malam-malamku.

Puasa membuat tubuhku lebih kurus, sehingga apa yang tersisa dapat lebih mudah bersinar dengan roh.

Sambil menantikan Engkau, aku tidak ingin memberi makan untuk diriku dengan darah atau untuk mengambil hidup - sehingga binatang-binatang dapat merasakan sukacita harapanku..

Tapi sungguh, berpantang dari makanan tidak akan menyelamatkanku. Bahkan jika aku makan hanya pasir dari danau, Engkau tidak akan datang kepadaku, kecuali puasa menembus lebih dalam ke dalam jiwaku.

Aku datang untuk mengetahui melalui doaku, bahwa puasa jasmaniah lebih merupakan simbol puasa sejati, sangat bermanfaat bagi seseorang yang baru saja mulai berharap hanya padaMu, dan tetap sangat sulit bagi seseorang yang hanya sekedar mempraktekkan puasa itu.

Oleh karena itu aku telah membawa puasa ke dalam jiwaku untuk membersihkan dari banyaknya ketidaklayakan sang mempelai wanita dan untuk mempersiapkan diri bagiMu seperti seorang perawan.

Dan aku telah membawa puasa ke dalam pikiranku, untuk mengusir dari pikiran semua lamunan tentang hal-hal duniawi dan untuk menghancurkan semua khayalan kosong, yang dihasilkan dari lamunan dan mimpi-mimpi.

Aku telah membawa puasa ke dalam hatiku, sehingga dengan cara itu hatiku akan memadamkan semua nafsu dan keegoisan duniawi.

Aku telah membawa puasa ke dalam hatiku, sehingga damai surgawi yang tak terkatakan memerintah atas hatiku, ketika RohMu yang membadai menemui rohku.

Aku menentukan puasa untuk lidahku, untuk menahan diri dari kebiasaan obrolan kosong dan berbicara dalam keheningan, hanya kata-kata dalam keheningan itulah yang mencerahkan jalan bagiMu untuk datang.

Dan aku telah memberlakukan puasa pada kekhawatiranku sehingga mengusir semua kekhawatiran seperti angin yang berhembus mengusir kabut, agar kekhawatiran tidak berdiri seperti kabut tebal antara aku dan Engkau, dan agar kekuatiran tidak membuat tatapanku kembali ke dunia.

Dan puasa telah membawa ke dalam ketenangan jiwaku dalam menghadapi alam ciptaan dan bukan ciptaan, dan kerendahan hati terhadap sesama manusia dan segenap makhluk. Dan itu telah menanamkan dalam diriku keberanian, seperti yang aku tidak pernah tahu bilamana aku bersenjata dengan segala macam senjata duniawi.

Apakah harapanku sebelum aku memulai berpuasa kecuali hanya kisah lain yang diceritakan oleh orang lain, yang disampaikan dari mulut ke mulut?

Kisah yang diceritakan oleh orang lain tentang keselamatan melalui doa dan puasa itu telah menjadi kisahku sendiri.

Puasa yang salah menyertai harapan yang salah, seperti tidak puasa menyertai keputusasaan.

Tapi seperti roda mengikuti di belakang roda, puasa sejati mengikuti harapan yang benar.

Tolonglah aku berpuasa dengan sukacita dan berharap dengan gembira, bagiMu, Sang Pesta Kegembiraanku, mendekatlah padaku dengan senyum kemilauMu.

Catatan:

Bapa kami di antara para orang kudus, Uskup Nikolaj Velimirović (Николај Велимировић, 5 Januari 1880 - 18 Maret 1956, juga diterjemahkan Nicholas) adalah uskup dari Žiča di Serbia dan penulis beberapa buku Orthodox. Karyanya yang paling dikenal luas adalah “Prolog dari Ohrid” (Prologue from Ohrid). Nama pertamanya adalah diucapkan dan kadang-kadang ditulis Nikolai.

Referensi

Website: Contemporary Orthodoxy. St. Nikolai Velimirovic on Fasting (From Prayers by The Lake). http://www.contemporaryorthodoxy.com. Posted by Gregory Brecht at 9:04 AM. Saturday, November 29, 2008.

Sabtu, 20 November 2010

Status Facebook Binatang

Kalo binatang punya facebook kira2 statusnya kaya gini kali yaaa...

Anjing pudel : Nunggu di jemput chayangku mo ke salon neeh...

Kecoa : Baru aja selamet dari injekan maut...

Sapi : HuH sbel susuku di raba2 lg oleh majikanku, damn...

Kucing : Anak gw yg ke7 barusan nanya sapa bapaknya, gw bingung mw jwb apa, gw sendiri lupa bpknya siapa...

Nyamuk : Gw positif HIV AIDS, gra2 salah isep, hiks...

Ayam : Teman2 klo bsk gw ga update brati gw di goreng, luv u all...

Cumi-cumi : Abis isi ulang tinta neeh...

Babi : Gw difitnah nyebarin flu, sialan...

Kambing [bangga]: boss baru gw tajir book…, hobbinya makan gule lagi…wkwkwk


Allah, manusia dan binatang:

manusia dan hewan Kaupelihara, ya TUHAN. [Mazmur 36:7b]

sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. [Mazmur 50:10,11]

Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah [Mazmur 104:14]

Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil. [Mazmur 147:9]

Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam. [Amsal 12:10]

Selasa, 16 November 2010

Kisah Gereja Sebagai Trend Bisnis Masa Kini

Mon,06/14/10

Melihat situasi ekonomi yang sulit akhir-akhir ini, juga melihat pengajaran yang makin amburadol, dikarenakan penyalah gunaan jabatan dalam Gereja dan sebagainya maka dari pada malu malu dan malu maluin mending langsung aja deh,...

Hari hari ini semakin banyak juga jemaat yang gampang ketipu, dengan cerita cerita fantastis, gak perlu mikir banyak dengan buka buka Alkitab. Cuma seneng mendengar kotbah yang menyenangkan telinga. Apa lagi yang berbau "ngeroh", maksudnya yang bisa liat setan setan.

Bisnis gereja / gereja bisnis

Disinilah peluang baru kita dimana kita bisa menggabungkan bisnis dan sisi rohani. Secara bisnis kita untung banyak, dan bisa berlindung dibawah "payung "secara rohani. Kesimpulan nya, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui.

BISNIS GEREJA / GEREJA BISNIS

Buka bisnis gereja mau gak???
Kayak gereja "tetangga" sebelah. Masak cuma mereka aja yang boleh mengeruk keuntungan,.. he he he he

Modal 16.500.000 (murah kan?)

Sewa gedung = Rp 10juta, lengkap dengan fasilitas musik

Biaya pembicara = RP 500.000 (dikit banget kali, gak apa2. kan pelayanan)

Team musik + WL+ singer+ tamborin = 1juta

2 artis(@=1juta) = 2juta, malah mungkin bisa gratis. Dimanfaatkan aja. bilang aja pelayanan, he he he

Keamanan/ polisi ( supaya gak ada yang ganggu ) = yah, 1juta

Kartu undangan dan iklan = 1juta (wah gede banget)

Makan-makan= 2juta lah

Total pengeluaran = Rp 16.500.000,-

Estimasi pemasukan:

Jemaat yang hadir 1.000 orang

Kolekte @ 5000 = RP 5.000.000

Korban tantangan = 20 juta ( kok bisa,.. ya ialah masa ya iya dong. nama nya juga perkiraan )

Todong si pengusaha dan sponsor untuk investasi = 10juta (namanya aja gereja preman, eh gereja bisnis)

Total pemasukan = Rp 35.000.000

Catatan :

1. Pembicara nya harus lucu, bisa ngayal liat sorga, pinter cerita (PENDETA= Pendek pinter cerita, wkwkwkw) menarik (ganteng kayak saya lah minimal), trus bisa menghipnotis jemaat agar bisa memberi persembahaan dengan embel2 supaya dengan "memberi", si jemaat akan menjadi kaya raya.

2. Dijamin gak perlu susah susah cari jemaat deh,.. COLONG aja dengan embel embel ini. Dipastikan sebagian besar pindah ke "kolam" kita.

Total pemasukan - Total pengeluaran ( Rp 35.000.000 - Rp 16.500.000)

Jadi, total keuntungan bila buka bisnis seperti ini untuk sekali ibadah adalah Rp 18.500.000

Untungkan saya bilang,...

Hayo, siapa yang mau gabung,....

PRIHATIN, PRIHATIN !!!!!!!!!!!!!

Semoga ini hanya sebatas tulisannnnn......

Sumber :
Lambok A. Sitorus: http://www.cakka.web.id/blog/kisah-gereja-sebagai-trend-bisnis-masa-kini

Senin, 08 November 2010

SINAKSARION (Kisah Orang Kudus): St. Sergius dan St. Bacchus para Syuhada Agung dari Syria

Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Iona dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

I. Kisah Orang Kudus Sergius dan Bacchus


Santo Sergius dan Bacchus (juga dikenal sebagai Serge dan Bacchus atau Sergios kai Bakchos atau Sarkis wa Bakhos; bhs. Rusia: Святых мучеников Сергия и Вакха Сирийский (290-303), adalah tentara Romawi abad ketiga yang diperingati sebagai syuhada (martir) oleh Gereja-gereja Orthodox Timur, Orthodox Oriental dan Roma Katolik. Menurut hagiografi (kisah tentang kisah kehidupan orang suci) mereka, yang diceritakan dalam teks Yunani yang dikenal sebagai The Passion of Sergius and Bacchus (Penderitaan Sergius dan Bacchus), mereka adalah warganegara Romawi dan perwira tinggi bala tentara Romawi dari Kaisar Galerius Maximianus, dan disayangi sang kaisar dalam kemurahannya sampai mereka diketahui sebagai orang Kristen secara sembunyi-sembunyi dan rahasia mereka terbuka ketika mereka mencoba untuk menghindari menemani seorang pejabat Romawi masuk ke dalam kuil pagan dengan seluruh pengawalnya. Sergius dan Bacchus menolak untuk menyembah patung dewa-dewa Romawi di kuil berhala semasa kekuasaan Kaisar Maximianus setelah mereka menjadi penganut ajaran Yesus Kristus. Akibat ketidakpatuhan itu, mereka dibuang ke garis depan peperangan, untuk kemudian dianiaya dan dibunuh. Mereka dihukum berat, hingga Bacchus sekarat selama penyiksaan, dan Sergius akhirnya dipenggal. Gereja-gereja dan monasteri-monasteri (biara) untuk menghormati mereka telah dibangun di beberapa kota, termasuk Konstantinopel, Kairo dan Roma.

Ikon abad ke-7 dari St. Sergius dan St. Bacchus, para Syuhada Agung dari Syria (Мученики Сергий и Вакх)

Penderitaan Sergius dan Bacchus (The passion of Sergius and Bacchus) dimaksudkan untuk menggambarkan kematian dua anggota pengawal kekaisaran di bawah kaisar Romawi Timur Gaius Galerius Valerius Maximianus (305-311), Bacchus di Barbalissos, dan Sergius di Resafa. Walaupun arkeologi telah membuktikan bahwa Resafa menjadi fokus untuk kultus penting Sergius paling akhir sekitar tahun 425. Para arkeololog yang lain berpendapat bahwa para martir dieksekusi di bawah kolega yunior Maximianus, yaitu Maximinus. Namun, klaim bahwa Maximianus menghukum para martir dengan mengenakan mereka pakaian wanita menunjuk ke pemerintahan Julian yang Murtad (361-363) sebagai gantinya, kaisar satu-satunya yang pernah menjatuhkan siksaan yang menghinakan tersebut atas para tentaranya. Unsur-unsur lainnya dalam the passion memperkuat kesan ini, yang berkaitan dengan penderitaan dua Pengaku Iman (konfesor) di bawah Julian. Sarjana Italia Pio Franchi de Cavalieri berpendapat bahwa The Passion of Sergius dan Bacchus didasarkan pada semangat awal kehilangan St. Juventinus dan St. Maximinus, dua orang kudus martir di bawah Kaisar Julian yang murtad di tahun 363. Dia mencatat terutama bahwa hukuman diarak keliling dalam pakaian perempuan mencerminkan perlakuan tentara Kristen oleh Julian. David Woods lebih lanjut mencatat bahwa Historia Nova Zosimus mencakup uraian dari Julian menghukum desertir kavaleri hanya dalam sedemikian rupa.

Sergius dan Bacchus adalah saudara - bukan dari darah tetapi dari kemauan. Mereka telah membentuk persahabatan dan hubungan yang kuat sementara melayani satu sama lain di dalam tentara Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Maximianus. Keduanya perwira dan komandan dalam angkatan bersenjata dan tidak diketahui untuk sebagian besar tentara, mereka berdua adalah orang Kristen. Hidup mereka menjadi terjalin erat karena mereka lebih mengabdikan diri kepada Tuhan dan Juruselamat mereka sendiri. Mereka telah diangkat sebagai pemimpin dan dipanggil untuk memimpin dalam pasukan Kekaisaran Romawi, namun mereka juga telah dipanggil untuk melayani sebagai para saksi dan Pengaku Iman (konfesor) Kekristenan yang mereka peluk dan menjadi pengharapannya. Dengan pertobatan mereka, mereka telah menjauhi dari hal-hal cara hidup lama dan sebagai ciptaan baru di tempat kerjanya di kerajaan Romawi memerlukan hal-hal tertentu dari mereka bahwa mereka memberi diri dengan rela dan sepenuh hati bagi Allah Tritunggal Maha Kudus. Ujian terbesar menjulang di depan mereka karena sebagai abdi negara dan pemimpin militer mereka menarik perhatian lebih dari banyak orang.

Beberapa orang telah mengamati Sergius dan Bacchus dan mencurigai bahwa mereka mungkin menjadi anggota dari kelompok yang dibenci pada masa itu – yaitu orang-orang Kristen. Mereka melihat bahwa Sergius dan Bacchus sepertinya tak pernah mempersembahkan korban kepada dewa-dewa Romawi dan menilai bahwa tingkah-laku mereka mencurigakan. Orang yang dengki hati memberi informasi pada Maximianus bahwa dua orang penasehat dan pengawal terpercayanya tidak menghormati para dewa pagan. Hal ini dianggap sebagai kejahatan terhadap negara. Mungkin menyadari bahwa mereka berdiri untuk membuat kejatuhan atasan mereka, mereka berbalik dari Sergius dan Bacchus sebagai orang Kristen yang dicurigai. Hal ini tidak bisa diterima Maximianus yang memerintahkan kedua orang Kristen ini untuk muncul di hadapannya. Jantung mereka berpacu saat mereka berjalan melalui pintu dan mengetahui apa yang akan diminta dan apa yang diharapkan. Mungkin mereka takut bahwa Iman yang telah membawa mereka sejauh ini mungkin dipeluk dalam ketakutan.

Kaisar, ingin meyakinkan diri dari kebenaran tuduhan itu, Sergius dan Bacchus diperintahkan untuk mempersembahkan korban kepada dewa-dewa berhala. Namun, ketika mereka diminta untuk membuat pengorbanan untuk membuktikan kesetiaan mereka, mereka menolak untuk mempersembahkan kurban kepada Jupiter di bangunan-bangunan kuil pagan dari kaisar Galerius dan juga menolak untuk menyembah patung dewa-dewa Romawi lainnya di kuil berhala semasa kekuasaan Kaisar Maximianus. Ini terjadi setelah mereka menjadi penganut ajaran Yesus Kristus. Mereka bersikeras bahwa mereka adalah tentara yang baik tetapi mereka menyembah dan melayani Allah Yang Esa, Allah yang benar. Mereka mengaku Iman mereka akan satu Allah dan hanya menyembah Dia. Maximianus sangat kecewa dan marah. Ia memerintahkan Sergius dan Bacchus dilucuti dari simbol-simbol pangkat kemiliteran dan kebesaran mereka. Cincin, ikat pinggang, dan liontin emas mereka diambil dari mereka, tetapi mereka tetap mempertahankan iman mereka. Melihat bahwa ini tidak memiliki efek melemahkan pengharapan iman mereka, mereka telah melucuti pakaian mereka juga. Mereka terus mengakui dan berbagi Iman yang mengilhami dan menuntun mereka. Maximianus, dalam serangan dari kemarahan, memerintahkan agar mereka dikenakan pakaian wanita dan diarak melalui jalan-jalan. Dengan rantai di leher mereka, mereka diseret di depan massa untuk ditelanjangi dari martabat dan kehormatan diri mereka sendiri, dan orang-orang mengejek mereka. Lalu ia memanggil Sergius dan Bacchus padanya lagi dan dengan cara yang ramah menyarankan mereka untuk tidak terpengaruh oleh dongeng-dongeng Kristen, tetapi untuk kembali ke para dewa Romawi. Namun, mereka tidak berpaling ke kultus kaisar. Orang-orang kudus ini membantah kata-kata kaisar, dan menunjukkan kebodohan dari menyembah para dewa pagan. Penghinaan dan fitnah itu menyakitkan tapi tidak berhasil membujuk mereka untuk murtad dari imannya. Bahkan permohonan Kaisar dan janji-janji dikembalikannya kekuasaan mereka tidak membuahkan hasil.

Kaisar memerintahkan bahwa mereka akan dikirim ke gubernur bagian timur Syria, Antiokhus, yang sangat membenci orang Kristen. Galerius kemudian mengirim mereka ke Barbalissos di Mesopotamia untuk diadili oleh Antiokhus, komandan militer di sana dan seorang teman lama Sergius. Mereka dicap pengkhianat dan pemberontak dan dikirim ke Syria untuk menjalani hukuman mereka. Di sana, mereka diserahkan kepada gubernur: Antiokhus - orang yang terkenal karena kebrutalannya (baca: kekejamannya) terhadap kaum Kristiani. Antiokhus tak lupa, bagaimanapun, bahwa Sergius dan Bacchus telah menjadi orang-orang yang telah membantu dia menerima penempatan sebagai Gubernur Syria. Antiokhus telah menerima posisinya dengan bantuan Sergius dan Bacchus. "Bapakku dan pendukungku!" katanya. "Kasihanilah dirimu, dan juga aku, aku tidak ingin mengutuk pendukungku untuk penyiksaan kejam". Para martir kudus menjawab, "Bagi kami hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan." Ia meminta mereka untuk menyerahkan Iman mereka sehingga ia tidak akan membunuh mereka, tetapi mereka menolak dan malah menyatakan Iman yang membuat Antiokhus jengkel. Dia menjanjikan pada mereka kekuasaan dan mengembalikan gemerlap pengaruh kekaisaran tetapi mereka tetap tidak berpaling terhadap Injil Kerajaan. Dengan cara apapun, Antiokhus tidak bisa meyakinkan mereka untuk melepaskan iman mereka. Marah dengan upaya mereka yang berkhotbah kepadanya dan kegagalan untuk meyakinkan mereka, ia memukuli Bacchus berulang kali sampai dia meninggal akibat luka-lukanya. Sang Gubernur bertanya pada Bacchus sementara ia tergeletak sekarat, ia bertanya "Di mana Allahmu, sekarang?". Bacchus tersenyum penuh kasih dan menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Tuhan yang Antiokhus tidak bisa melihat. Ini terjadi sekitar tahun 296. Setelah itu Sergius dipaksa untuk melihat saudaranya yang terkasih mati.

St. Bacchus Syuhada Agung dari Syria (святой мученик Вакх Сирийский)

Hari berikutnya Bacchus menampakkan diri pada Sergius dan mendorong dia untuk tetap kuat. Selama hari-hari berikutnya, Sergius juga secara brutal disiksa. Ia kemudian dipaku pelat logam pada bagian bawah kaki Sergius dan memaksanya untuk berlari sembilan mil ke kota lain. Ketika Sergius tiba - dalam keadaan sangat menderita kesakitan - ia dipenggal di Resafa, di mana kematiannya ditandai dengan kejadian ajaib. Makamnya di Resafa menjadi tempat suci yang sangat terkenal, yang mana para peziarah datang dari jauh seperti dari Eropa Barat; Resafa kemudian dinamakan menjadi Sergiopolis untuk menghormatinya. Cerita berlanjut bahwa Antiokhus dan Maximianus marah bahwa mereka dapat melakukan penyiksaan yang mengerikan dan menyakitkan tersebut pada keduanya, namun hanya menerima balasan cinta-kasih dan pengampunan dari mereka. Dalam menghadapi pertobatan sejati dan penebusan, Kerajaan Allah tidak bisa berlalu - dan tidak bisa bahkan sampai saat ini – untuk memahami apa yang sedang terjadi. Bahkan masih, kasih Allah adalah lebih dalam daripada kebencian atau kutukan.

II. Popularitas, Penghormatan dan Kontroversi St. Sergius dan St. Bacchus

Penghormatan dari dua orang kudus itu dimulai pada abad ke-5. Sebuah tempat suci untuk Sergius dibangun di Resafa sekitar tahun 425, tetapi tidak ada bukti yang pasti untuk penghormatan Bacchus yang jauh lebih tua dari itu. Tempat suci ini dibangun dari mudbrick, ternyata atas perintah uskup Alexander dari Hierapolis. Passion itu yang bertanggal pertengahan abad ke-5 adalah karya yang menggambarkan pembangunan seperti sebuah tempat suci seolah-olah itu adalah kejadian yang relatif baru. Struktur ini diganti dengan batu yang lebih kokoh pada tahun 518;. situs baru ini dilindungi oleh tokoh politik penting termasuk Kaisar Romawi Justinian I, Raja Khosrau II dari Sassanid Persia, dan Al-Mundzir, penguasa Ghassanids.

Popularitas penghormatan Sergius dan Bacchus tumbuh pesat selama awal abad ke-5, sesuai dengan pertumbuhan kultus para martir, terutama para martir militer, selama periode itu. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen telah dimulai pada angkatan bersenjata jauh sebelum penganiayaan keseluruhan dari abad ke-4 awal, sangat mungkin bahwa bahkan kaum Kristen yang secara sembunyi-sembunyi bisa meningkat jumlahnya melalui jajaran pengawal kekaisaran. Pada zaman kekaisaran Byzantium, kedua orang kudus ini dihormati dan dimuliakan sebagai "pelindung prajurit perang atau angkatan bersenjata". Sebuah gereja biara besar, Hagia Sophia Kecil, didedikasikan untuk St. Sergius dan St. Bacchus di Konstantinopel oleh Justinian I, mungkin pada tahun 527. Sergius adalah orang suci sangat populer di Syria dan Kekristenan Arab.

St. Sergius dan St. Bacchus para Syuhada Agung dari Syria (Святых мучеников Сергия и Вакха Сирийский), Pelindung para Prajurit atau Angkatan Bersenjata

Di bagian kota Kairo lama, Mesir ada gereja tertua yaitu Gereja Abu Serga (The Church of Saint Sergius and Bacchus), yang dibangun sekitar abad ke 4. Gereja ini didedikasikan kepada 2 orang martir abad awal bernama St. Sergius dan Bacchus yang juga secara tradisi gereja ini didirikan di tempat kediaman dari Keluarga Kudus (Yusuf, Maria dan bayi Yesus Kristus) selama mereka mengungsi di Mesir dikarenakan pengejaran dari Raja Herodes (Mat 2:13). Kemungkinan besar bangunan gereja didirikan pada sekitar abad ke 5 dan sempat rusak akibat kebakaran yang terjadi pada tahun 750. Setelah itu bangunan direstorasi kembali pada abad ke 8. Dan juga direnovasi secara berkelanjutan selama abad pertengahan. Dari bentuk dan gaya bangunannya, sangatlah mudah menentukan bahwa bangunan gereja ini merupakan gaya gereja Koptik awal, dengan bentuk atapnya menyerupai Bahtera Nuh serta ada 12 tiang kolum yang menyangga gereja (melambangkan 12 rasul Kristus). Di bawah gereja terdapat Gua yang secara tradisi dipercaya sebagai tempat tinggal Keluarga Kudus pada saat mereka berada di Mesir. Gereja ini terus dikunjungi oleh para peziarah dan turis dari seluruh dunia mengingat peristiwa pengungsian Yesus, Maria dan Yusuf ke Mesir. Setiap tahunnya pada kalendar Gereja Koptik (hari ke 24, bulan Bachons) di gereja ini diadakan liturgi suci untuk memperingati peristiwa tersebut, yang terus diadakan sampai hari ini.

Kota Resafa, yang menjadi takhta uskup, mengambil nama Sergiopolis dan melindungi relikwinya di sebuah benteng basilika. Resafa diperbaiki oleh Kaisar Justinianus, dan menjadi salah satu pusat ziarah terbesar di Timur. Banyak gereja dibangun didedikasikan dalam nama Sergius, kadang-kadang dengan Bacchus. Sebuah gereja yang didedikasikan untuk Santi Sergio e Bacco dibangun di Roma pada abad ke-9. Seni Kristen mewakili dua orang kudus sebagai prajurit dalam pakaian militer dengan cabang-cabang palem di tangan mereka. Pesta mereka diadakan pada 7/20 Oktober (Kalender baru Gregorian)/Kalender Lama Yulianus), dan misa agung dipersembahkan untuk mereka dalam "Sacramentarium" Paus Gelasius. Kaum nomaden padang pasir memandang Sergius sebagai santo pelindung khusus mereka.

Beberapa monasteri (biara) di Syria, Lebanon dan Turki yang didedikasikan untuk Mar Sarkis dan Bakhos (St. Sergius dan St. Bacchus, bhs. Arab: مار سركيس و باخوس).

Monasteri-monasteri (biara-biara) ini termasuk:

* Biara Mar Sarkis dan Bakhos - Nahr Al Ras di Ehden, Libanon. Biara ini termasuk dalam Ordo Maronit Antouniyah Lebanon dikenal juga sebagai (Antonins atau Rahib-rahib Mar Chaya) sejak 1736.
* Biara Mar Sarkis - Bsharri. Biara ini sejak abad ke-16 di bawah imam-imam Karmelit. Pada tahun 1931, biara ini diakuisisi oleh keluarga Khalil Gibran, penulis, penyair, dan pelukis terkenal Lebanon sebagai tempat pemakaman. Pada tahun 1975, Komite Nasional Gibran merubah biara itu menjadi Museum Gibran untuk karya-karya Gibran.
* Biara Mar Sarkis, Maaloula, Syria.
* Biara Hagia Sophia Kecil, Istanbul, Turki.

Sebuah ikon modern dari St. Sergius dan St. Bacchus, Syuhada Agung dari Syria

Sergius dan Bacchus dicatat sebagai contoh klasik dari orang-orang kudus yang berpasangan. Persahabatan yang erat antara Sergius dan Bacchus sangat ditekankan dalam hagiografi dan tradisi tentang mereka, membuat mereka salah satu contoh yang paling terkenal dari pasangan orang-orang kudus. John Boswell (20 Maret 1947– 24 Desember 1994) - ahli sejarah dari Yale University, menganggap mereka untuk menjadi contoh yang paling berpengaruh seperti pasangan, bahkan contoh lebih baik seperti pola dasar dari Santo Petrus dan Paulus. Kedekatan ini telah memimpin John Boswell, yang dalam studi-studinya berfokus pada persoalan homosexual, untuk mengajukan usulan kontroversial bahwa hubungan mereka adalah romantis, namun pendapat ini telah ditentang oleh banyak sarjana lain. Dalam. bukunya Same-Sex Unions in Premodern Europe (Penyatuan Jenis-Kelamin Sama di Pra-Modern Eropa), Boswell lebih lanjut mengatakan bahwa hubungan Sergius dan Bacchus bisa dipahami sebagai memiliki dimensi romantis. Di dalam teks Martyrologi kuno, seperti yang diterjemahkan oleh John Bosswell dari teks berbahasa Yunani "Passio antiquior SS.Sergii et Bacchi Graece nunc primum edita" AB 14 (Brussels, 1859), tercatat bahwa hubungan antara Sergius dan Bacchus sangat dekat, bahkan dipercayai adalah sepasang kekasih. Dalam teks tertua Martirologinya menggambarkan mereka sebagai erastai, yang dapat diterjemahkan sebagai "kekasih". Dia menyarankan secara kontroversial bahwa keduanya bahkan bersatu dalam ritus yang dikenal sebagai adelphopoiesis atau (membuat saudara), yang ia berpendapat adalah jenis dari penyatuan jenis kelamin sama pada masa Kekristenan mula-mula atau pemberkatan, memperkuat pandangannya tentang sikap toleran terhadap homoseksualitas pada Kekristenan awal. Namun, metodologi dan kesimpulan Boswell telah dengan kritis ditantang oleh para sejarawan termasuk David Woods, Robin Darling Young, dan Brent Shaw.

'Menjadi satu dalam kasih mereka bagi Kristus, mereka juga tak terbagi dari satu sama lain dalam angkatan bersenjata dunia, bersatu bukan dengan cara alam, tapi dengan cara iman, selalu bernyanyi dan berkata, "Lihatlah, bagaimana baik dan bagaimana menyenangkannya itu untuk saudara-saudara untuk tinggal bersama dalam kesatuan!" (Passio antiquior SS.Sergii et Bacchi Graece nunc primum edita)

Janganlah berkecil hati, hai jiwaku...
Biarlah dunia menistamu dengan standar moral dan etika,
Asalkan aku masih mempunyai-Mu, ya Allahku...
Itu sudah lebih dari semua yang kupinta

Karena kutahu Engkau menyelidik sampai ke dalam hati,
Walaupun banyak perkara yang tak kupahami di dunia ini,
Ku tahu Engkau adalah Bapa yang mengiringi...

III. Novena dan Troparion di Gereja Barat Roma Katolik dan Gereja Orthodox Timur untuk menghormati St. Sergius dan St. Bacchus

Di Gereja Barat Roma Katolik ada jenis doa terkenal yang disebut Doa Novena. Kata Novena adalah bentuk feminim dari kata bahasa Latin abad Pertengahan, "novenus" (ke-sembilan), yang merupakan angka ordinal dari "novem" yang berarti "sembilan." Ini adalah doa yang didaraskan selama sembilan hari berturut-turut. Sebuah Novena mungkin merupakan devosi spiritual pribadi atau bersama-sama untuk tujuan mendapatkan bantuan khusus dari surga, baik itu rahmat khusus, memohon bantuan atau untuk membuat doa-permohonan khusus. Selain pesta peringatannya, sebagai bentuk penghormatan dari Gereja Roma Katolik kepada St. Sergius dan St. Bacchus, ada bentuk doa novena yang juga dipersembahkan bagi kedua orang kudus ini.

Novena kepada St. Sergius dan St. Bacchus

Oh Syuhada mulia,
St Sergius dan Bacchus St,
keberanian dan kasihmu
merupakan inspirasi dan sukacita bagiku.
Saya meminta engkau sekarang
dan memohon padamu
untuk bersyafaat bagiku pada Tuhan kita,
Allah, Kristus Mahakuasa.
Engkau adalah dua hamba Tuhan kita,
yang percaya kepada Satu Allah,
dan Tritunggal Mahakudus,
begitu besar,
bahwa baik penghinaan masyarakat umum,
maupun penyiksaan,
atau bahkan ancaman kematian
bisa menggoncangkanmu di depan umum
pernyataan imanmu
dalam Putera Bapa, Yesus.
Allah kita menunjukkan betapa bangga Dia
terhadap kasih dan keteguhan hatimu,
saat setelah kematian Bacchus,
ketika Sergius,
berada di terendah dan kesepian,
mulai kehilangan hati,
dan sehingga Tuhan mengirim
semangat Bacchus untuk Sergius
untuk mengizinkan dia untuk menghibur Sergius
dengan janji bahwa keduanya
akan kembali bersama-sama di Surga.

Aku memohon padamu sekarang
untuk memohonkan dengan sangat kepada Tuhan Allah kita
dan berdoa

(Nyatakan niat Anda di sini ...)

dan bahwa semoga aku di akhir perjalanan hidup ini
bergabung denganmu dan semua orang kudus
dan para malaikat dan orang pilihan di Surga
untuk memandang wajah Allah
dan untuk memuji Allah di sepanjang kekekalan.
Sebagai imbalan atas bantuan dan perantaraanmu,
Aku berjanji untuk menyebarkan berita
kasih dan keteguhan hati dan devosimu
kepada Allah Tuhan kita.
Dan satu hal terakhir,
Aku berdoa bahwa engkau berada di sisiku
bersama dengan malaikat pelindungku
untuk membimbing dan menjaga dan mendorongku
di sepanjang hari-hari dalam hidupku,
tetapi terutama pada saat-saat
ketika hidup tampaknya paling sulit
dan penderitaanku tampaknya terbesar.
Berdoalah untukku dan awasilah aku
St Sergius dan St. Bacchus.

Amin.

Mengakhiri dengan mendaraskan:
3x Bapa kami ...,
3x Salam Maria ...,
3x Kemuliaan pada ..., dan
1x Pengakuan Iman Rasuli ....

Salah satu cara memperingati dan menghormati orang-orang kudus dalam Gereja Orthodox adalah dengan kidung-kidung (himne) atau troparion. Dimana dalam kidung-kidung itu kisah hidup mereka dibacakan dan dilagukan agar kita dapat mencontoh iman mereka selama hidup mereka itu, bagi memuliakan Allah yang dimuliakan di dalam diri orang-orang kudusNya itu (Ibrani 12:23; 13:7). Sebuah troparion (Yunani: τροπάριον, jamak: troparia, τροπάρια; Gereja Orthodox Slavia: тропарь, tropar) dalam musik Bizantium dan dalam musik agama Kristen Orthodox Timur adalah sebuah himne pendek dari satu bait, atau salah satu dari serangkaian bait. Kata ini mungkin berasal dari suatu kecil dari tropos Yunani ("sesuatu yang diulang," "cara," "mode").

Macam kidung-kidung itu adalah Apolytikion dan Kontakion. Apolytikion (Yunani: Ἀπολυτίκιον) atau Himne/Kidung Pembubaran (Dismissal Hymn) adalah troparion (himne) yang diucapkan atau dinyanyikan pada ibadah dan sembahyang-sembahyang Gereja Orthodox, yaitu kidung utama pertama untuk hari itu. Apolytikion ini adalah ringkasan pesta yang sedang dirayakan hari itu. Hal ini dikidungkan pada sembahyang senja (Vesper), ibadat penutup Sembahyang Singsing Fajar (Matins) dan Liturgi Suci; dan dibaca pada setiap sembahyang jam 'kecil' karena struktur mereka lebih pendek dan sederhana (Little Hours). Nama ini berasal dari fakta bahwa dikidungkan untuk pertama kali sebelum pembubaran (Yunani: apolysis) dari Vesper. Di Gereja Orthodox, hari liturgis dimulai saat matahari terbenam, sehingga Vesper merupakan sembahyang harian pertama hari itu. Sedang sebuah Kontakion (juga kondakion, kondak, dan Kontak; kontakia jamak, kondakia) adalah jenis himne tematis di Gereja Orthodox Timur, yaitu kidung utama kedua untuk hari itu. Awalnya, kontakion itu adalah homili diperpanjang dalam ayat terdiri dari satu atau dua proemia (bait awal) diikuti oleh beberapa bait disebut oikoi (juga ikoi; oikos tunggal, ikos), biasanya antara 18 dan 24. kontakia itu begitu lama bahwa teks adalah digulung pada sebuah tiang untuk digunakan dalam ibadah – asal-usul dari nama kontakion, yang berarti "dari tiang" dalam bahasa Yunani. Hal ini khas dalam bentuk bahwa setiap akhir dan bait proemia dengan pengulangan yang sama. Sanjak atau susunan kata-katanya juga merupakan ciri khas dari bentuk himnografi. Di bawah ini adalah kidung Apolytikion dan Kontakion untuk memperingati dan menghormati St. Sergius dan St. Bacchus.

Apolytikion Irama 4

MartirMu, ya Tuhan, dalam perjuangan berani mereka untuk Engkau menerima sebagai hadiah mahkota yang tidak dapat binasa dan kehidupan dariMu, Allah kita yang kekal. Karena mereka memiliki kekuatanMu, mereka merobohkan para tiran dan sepenuhnya menghancurkan kepongahan kekuatan hampa setan-setan. Ya Kristus Allah, oleh doa-doa mereka, selamatkan jiwa kami, karena Engkau penuh belas kasihan.

Kontakion Irama 3

Saat kita berkumpul, mari kita bermahkotakan dengan kidung-kidung suci dari puji-pujian dua saudara dalam Iman, para martir besar dan gagah: Sergius adalah prajurit-pejuang Allah Tritunggal Maha Kudus yang paling setia dan dengan dia, Bacchus dengan berani menderita siksaan, dan mereka berdua mengakui Kristus Juruselamat sebagai Allah, Pencipta dan Penggembeleng suci dari semua.

“St. Sergius dan St. Bacchus doakanlah kami yang berjalan dengan iman bersamamu. Amin! “

Referensi

1. __________ . The Liturgikon. The Book of Divine Services For The Priest and Deacon. By The Antiochian Orthodox Christian Archdiocese of North America. 358 Mountain Road. Englewood, New Jersey 07631. U.S.A. 1989. Antakya Press. Second Edition 1994.

2. Catholic Doors Ministry. Novena to Saint Sergius and Saint Bacchus. http://www.catholicdoors.com/prayers/novenas/p00086.htm.

3. From Wikipedia, the free encyclopedia: Saints Sergius and Bacchus: "http://en.wikipedia.org/wiki/Saints_Sergius_and_Bacchus"

4. Greek Orthodox Archdiocese of Amerika, Sergius & Bacchus the Great Martyrs of Syria. Reading courtesy of Holy Transfiguration Monastery. Apolytikion courtesy of Narthex Press. Kontakion courtesy of Holy Transfiguration Monastery. Icon courtesy of St. Isaac's Skete: http://www.goarch.org/chapel/saints/231

5. Jadilah Kekal Cintaku. Story of Sergius and Bacchus: http://dennymonintja.blogspot.com/2006/10/story-of-sergius-and-bacchus.html. Sunday, October 22, 2006.

6. Orthodox Church in America. Martyr Sergius in Syria: http://ocafs.oca.org/FeastSaintsViewer.asp?FSM=10&FSD=7

7. PT. Stella Kwarta Wisata. Gereja Abu Sirga. http://www.stellatours.com/abu_sirga.html. Rabu, 03 November 2010 11:12:09 PM. Rabu, 03 November 2010

8. Telling The Stories That Matter. Sergius and Bacchus, Martyrs, Soldiers, Brothers:
http://www.ttstm.com/2010/10/october-3-sergius-and-bacchus-martyrs.html. Sunday, October 3, 2010.

9. The Lives of Sts. Sergius and Bacchus from the official Website of the Orthodox Church in America (OCA). Martyrs Sergius And Bacchus: http://www.iconograms.org/sig.php?eid=231.

10. Православный Календарь. Православие.ru: http://days.pravoslavie.ru

11. Dan lain-lain.