Oleh :
Presbyter Rm.Kyrillos JSL
(Omeц Кирилл Джунан Сисваджа Легава)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Kekristenan bukanlah sesuatu yang asing di negeri Arab, bahkan sebelum kedatangan kaum Nestorian. Di tahun 225 terdapat keuskupan di Beth-Katraye di Wilayah Qatar. Kekristenan mengalir ke suku-suku Himyar, Ghassân, Taghlib, Tanũkh, Tayy dan Qudâ’a, jauh sebelum kedatangan agama Islam. Seorang ratu Arab, Maryam namanya, beragama Kristen. Dia pernah mengundang uskup Musa untuk tinggal di tengah bangsanya. Orang Ghassanid yang ada di bawah kuasa Byzantium adalah penganut monofisitisme, sedangkan orang Lakhmida dari Hira, yang ada kaitannya dengan Persia adalah penganut Nestorian.
Dalam abad kelima, terdapat lima keepiskopan di negeri Arab, yang di antaranya adalah keepiskopan Hira di bawah Uskup Agung Gereja Assyria Timur (Nestorian) Kashkar. Keepiskopan Nestorian juga terdapat di Bahrain, Qatar dan Oman. Ada juga gereja-gereja di San’a – sebuah katedral yang dibangun di sana oleh Abraha al Asman – Aden dan Dhofar. Seabad kemudian, persekutuan Kristen bergerak masuk ke wilayah Yaman. Pada umumnya, orang Arab Kristen ini adalah pengikut gereja Timur Nestorian. Mistikus terkenal dari paro kedua abad ketujuh, St. Iskhaq dari Niniwe atau St. Isak dari Syria (abad ke-7/ 660), lahir di Qatar adalah seorang Nestorian.
Dituturkan juga bahwa Katholikos-Patriarkh Mar Isho-Yab II (628-644) dari Seleukia, mula-mula pernah bersekutu dengan Nabi Muhammad dan kemudian dengan khalifah Umar, sehingga ia memperoleh sejumlah konsesi yang menguntungkan bagi kaum Nestorian. Para sahabat Muhamad pun tidak sungkan memanfaatkan orang Kristen dalam hal dagang dan politik. Para pengganti Muhammad memanfaatkan orang Nestorian dalam berbagai perkara penting di istana dan juga duduk dalam pimpinan beberapa provinsi Persia. Pada masa pemerintahan para khalifah, Persia terdiri dari Kerman, Balkh, Bukhara, Seistan, Khorasan, dan Afghanistan.
Umat Kristen dan Yahudi dianggap Muhamad sebagai "orang-orang yang dipenuhi ajaran kitab", dan bukan orang kafir. Al-Quran sendiri tidak melihat orang-orang ahlul kitab ini sebagai musuh, kecuali mereka yang memerangi tanpa alasan yang jelas. Status kafir, menurut Al-Quran, lebih ditujukan kepada orang-orang penyembah berhala. Dari sini, jelaslah sudah tiada konflik keagamaan di jazirah Arab. Masalah kemudian muncul setelah hasrat politik lebih dominan dikedepankan ketimbang idealisme ajaran agama. Hasrat politik ini mulai masuk di lingkar kekuasaan Islam setelah beberapa tahun sahabat Nabi, Umar bin al-Khattab mulai menjalankan misi penaklukan kawasan di luar Arab yang beragama Kristen. Suku Najran dipaksa masuk Islam dan dipaksa tinggal di Iraq. Pemimpin wilayah yang beragama non-Islam diganti pemimpin Islam tanpa alasan yang jelas. Hubungan Islam-Kristen makin buruk ketika Umar mengeluarkan kebijakan pajak (jizya) lebih besar kepada orang Kristen. Jizya atau jizyah (bhs. Arab: جزْية) adalah pajak per kapita yang dibebankan pada pria dewasa non-Muslim, yang dikenal sebagai ahlul dzimma (kelompok minoritas yang dilindungi), sebagai pertukaran untuk ijin praktek iman mereka, perlakuan kondisi-kondisi yang pasti, dan memiliki hukum otonomi umum yang dikenal sebagai perlindungan Muslim dari agresi dari luar dan dibebaskan dari wajib militer. Tetapi aturan itu tidak berlaku bagi anak-anak, perempuan dan tuna-karya. Juga orang-orang tua, para imam dan rahib dibebaskan, sehingga keinginan untuk menjadi rahib bisa dianggap sebagai tindakan untuk menghindari pembayaran pajak ini. Para tuan tanah harus membayar pajak tanah (kharaj). Kebijakan lain adalah melarang orang tua pemeluk Kristen membaptis anak-anaknya, dan mewajibkan mempelajari ajaran Islam. Merasa semakin terdesak, orang Kristen mencoba bertahan dengan segala upaya, termasuk meminta bantuan kekuasaan Byzantium. Suku-suku Kristen lalu bergabung dengan pasukan Yunani dan memberontak atas kebijakan Umar.
Setelah Nabi Muhamad wafat tahun 632 tampaknya hampir semua penerusnya lebih memaksimalkan dakwahnya melalui instrumen politik. Tentu tren politisasi ini sejalan dengan politisasi agama Kristen di luar Arab waktu itu. Perebutan kawasan, penaklukan suku-suku sedang menjadi tren pasukan-pasukan kenegaraan.
Pada tahun 633 kekuatan bangsa Arab, yang telah disatukan oleh Islam, dilepaskan terhadap kerajaan Persia. Ibukota jatuh ke tangan Khalifah Umar pada tahun 638 dan pada tahun 652 gerakan pembersihan sudah genap. Pengalaman Gereja Timur di bawah khalifah-khalifah termasuk suka dan duka. Gereja sendiri dilemahkan oleh perpecahan intern. Seorang uskup yang bertanggung jawab atas gereja di seberang Teluk Persia dan sepanjang pantai timur semenanjung Arabia tidak mau mengakui Patriarkus Isyu'-Yab III atau yang dikenal sebagai Mar Isho-Yab III (649-660) sebagai kepala Gereja atau Katholikos-Patriarkh Gereja Orthodox Assyria Timur atau Katholikos Seleukia-Ktesiphon dan Patriarkh dari Timur (Catholicoses of Seleucie-Ctesiphon and Patriarchs of the East). Inilah surat Patriarkus kepada uskup yang bersangkutan tertanggal tahun 650 sehubungan dengan pajak dengan tuntutan "separuh harta milik" yang memang jauh lebih berat daripada yang sah atau lazim menurut hukum jizya (pajak kepala yang dipungut dari umat bukan Islam).
"Ke manakah anak-anakmu, hai bapa yang ketinggalan? Di manakah mezbah-mezbahmu, hai imam yang terbuang? Apakah yang telah terjadi dengan penduduk Oman yang begitu banyak? Mereka tidak dipaksakan dengan pedang atau api atau siksaan-siksaan lain, tetapi sekedar karena ingin mempertahankan separuh harta miliknya saja! Gila! Mereka langsung tertelan oleh kemurtadan sehingga mereka binasa untuk selama-lamanya. Hanya dua imam-imaman saja yang luput dari nyala keingkaran ... Wahai! Wahai! Dari sekian puluh ribu manusia yang disebut Kristen, kog tidak ada satupun yang mempersembahkan kurban kepada Allah sebagaimana yang layak menurut Iman kita yang benar ... !". Sebenarnya justru orang-orang Arab, yang kepadanya Allah telah menyerahkan kuasa atas tanah-tanah kita pada waktu ini - sebagaimana engkau tahu mereka adalah di daerah kami juga. Akan tetapi mereka bukan hanya menahan dirinya dari serangan terhadap agama kita, mereka malah memuji Iman kita, menghormati orang-orang kudus kita yang telah wafat. Mereka mengaruniakan jasa-jasa kepada gereja-gereja dan biara-biara kita."
"Jadi apa sebabnya umatmu di Oman telah menyerahkan imannya begitu saja dengan kedatangan penguasa-penguasa baru? Apalagi mengingat apa yang diakui benar oleh orang-orang Oman sendiri, yaitu bahwa penguasa-penguasa Arab tidak memaksakan orang untuk murtad, tetapi hanya menyuruh supaya separuh harta miliknya diserahkan jika orang mau mempertahankan imannya. Akan tetapi umatmu telah menyerahkan iman yang membawa manfaat kekal mengganti sebagian dari harta dunia ini yang akan lenyap! Iman kita yang telah dibeli dan masih dibeli oleh bangsa manapun dengan harga darah kemartiran ... ternyata tidak dapat dibeli oleh umatmu di Oman dengan separuh harta miliknya!".
Gereja Assyria Timur ini dikenal oleh para sarjana dan ahli sejarah dan juga dinyatakan oleh Paus Yohanes Paulus II (Karol Wojtyla) Wadowice, Polandia (16 Oktober 1978 - meninggal Sabtu 2 April 2005; orang Polandia) sebagai “Gereja Para Martir” (“The martyrs’ church”) karena tidak sebuah Gerejapun mengalami penderitaan sebanyak kemartiran Kekristenan Gereja Assyria Timur ini.
Pada masa kini umat Gereja Assyria Timur (Nestorian) yang sebagian besar sudah menyatu dengan Gereja Orthodox Rusia, dan yang masih sisa tinggal kira-kira 50.000 orang saja di seluruh dunia. Dan sejak revolusi Islam Iran, karena perlakuan yang keras dari Ayatollah Khomeini, Patriarkh mereka meninggalkan Iran, dan sekarang bermukim di kota Chicago, Amerika Serikat.
Referensi
1. Anton Wessels (Diterjemahkan oleh Ny. Tati S.L. Tobing – Kartohadiprojo). Arab dan Kristen. Gereja-gereja Kristen di Timur Tengah. PT BPK Gunung Mulia. Jakarta. Cetakan ke-2: 2002.
2. Faiz Manshur. Perdamaian Kristen - Arab Masa Lalu. http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/06/opi04.html
3. Ira C., Ph.D. Semakin Dibabat Semakin Merambat. PT BPK Gunung Mulia. Jakarta. Cetakan pertama, 1989.
4. From Wikipedia, the free encyclopedia. Jizya: http://en.wikipedia.org/wiki/Jizya
Jumat, 09 Oktober 2009
NILAI LUHUR SEBUTIR NASI
Diedit oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan …Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat. 25:35, 40)
"Jikalau saudaramu menderita kelaparan sementara engkau mempunyai kemungkinan untuk menolongnya, tetapi tidak menolongnya, engkau adalah seorang pencuri; dan jikalau dia mati kelaparan, engkau adalah seorang pembunuh"
[St. Ambrosius, Episkop Milan dan Pengaku Iman (340-397)]
Krisis Pangan Melanda Puluhan Negara di Belahan Dunia
Mari kita coba hitung berapa banyak nasi yang terbuang dalam satu hari :
Jumlah penduduk Indonesia +/- 250.000.000 orang.
Kalau 1 hari 3X makan dan sekali makan setiap orang membuang satu butir nasi saja, maka :
3 butir X 250.000.000 orang = 750.000.000 butir nasi terbuang setiap hari
(Benarkah kita hanya membuang 1 butir nasi saja setiap kali makan?).
Dalam 1 kg beras terdapat +/- 50.000 butir nasi, maka :
750.000.000/50.000 = 15.000 kg atau sama dengan 15 ton beras dibuang setiap hari.
Kalau 1 kg beras cukup untuk 10 orang makan, maka :
15.000 kg X 10 orang = cukup untuk 150.000 orang makan.
Artinya beras yang terbuang setiap hari di Indonesia sebenarnya bisa untuk memberi makan 150.000 orang.
Kalau seluruh penduduk dunia yang berjumlah 6,5 miliar. Dengan setiap orang membuang 3 butir nasi saja perhari, maka dalam sehari jumlah nasi yang terbuang adalah 390.000 kg (390 ton) atau cukup untuk memberi makan 3.900.000 orang.
Fantastik bukan?!?
Ironisnya, menurut data FAO PBB setiap hari 40.000 orang mati kelaparan di dunia ini.
Oleh karena itu, mari sama-sama kita selamatkan sumber daya alam kita !!! Dengan menyayangi sunber daya alam, kita baru bisa mencegah dan mengurangi krisis pangan bahkan bencana yang sedang melanda dunia ini.
Himbauan ini disampaikan oleh : INLA Indonesia (Sekretariat Sumatera Utara)
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan …Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat. 25:35, 40)
"Jikalau saudaramu menderita kelaparan sementara engkau mempunyai kemungkinan untuk menolongnya, tetapi tidak menolongnya, engkau adalah seorang pencuri; dan jikalau dia mati kelaparan, engkau adalah seorang pembunuh"
[St. Ambrosius, Episkop Milan dan Pengaku Iman (340-397)]
Krisis Pangan Melanda Puluhan Negara di Belahan Dunia
Mari kita coba hitung berapa banyak nasi yang terbuang dalam satu hari :
Jumlah penduduk Indonesia +/- 250.000.000 orang.
Kalau 1 hari 3X makan dan sekali makan setiap orang membuang satu butir nasi saja, maka :
3 butir X 250.000.000 orang = 750.000.000 butir nasi terbuang setiap hari
(Benarkah kita hanya membuang 1 butir nasi saja setiap kali makan?).
Dalam 1 kg beras terdapat +/- 50.000 butir nasi, maka :
750.000.000/50.000 = 15.000 kg atau sama dengan 15 ton beras dibuang setiap hari.
Kalau 1 kg beras cukup untuk 10 orang makan, maka :
15.000 kg X 10 orang = cukup untuk 150.000 orang makan.
Artinya beras yang terbuang setiap hari di Indonesia sebenarnya bisa untuk memberi makan 150.000 orang.
Kalau seluruh penduduk dunia yang berjumlah 6,5 miliar. Dengan setiap orang membuang 3 butir nasi saja perhari, maka dalam sehari jumlah nasi yang terbuang adalah 390.000 kg (390 ton) atau cukup untuk memberi makan 3.900.000 orang.
Fantastik bukan?!?
Ironisnya, menurut data FAO PBB setiap hari 40.000 orang mati kelaparan di dunia ini.
Oleh karena itu, mari sama-sama kita selamatkan sumber daya alam kita !!! Dengan menyayangi sunber daya alam, kita baru bisa mencegah dan mengurangi krisis pangan bahkan bencana yang sedang melanda dunia ini.
Himbauan ini disampaikan oleh : INLA Indonesia (Sekretariat Sumatera Utara)
Kamis, 08 Oktober 2009
BERDOA TAK KUNJUNG PUTUS

KOMBOSKINI ATAU CHOTKI DARI KAYU
Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
1 Tesalonika. 5:17:
*) “Pray without ceasing” (“berdoalah tak kunjung putus”) (King James Version Bible, Douay-Rheims Bible dan English Standart Version)
“Never stop praying” (Contemporary English Version & God’s Word Bible)
“Pray at all times” (Good News Bible)
“Berdoalah senantiasa” (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari)
“Tetaplah berdoa” (Alkitab Indonesia Terjemahan Baru)
*) “Berdoalah tak kunjung putus” dalam Gereja Orthodox Timur dikenal sebagai “Doa Yesus” atau “Doa Puja Yesus” (The Jesus Prayer), yaitu semacam “samadhi” atau “berdzikir dengan tasbih Orthodox” yang dirajut dari benang. Tasbih ini disebut dalam bahasa Yunani sebagai “komboskini” (“Komboschoinia” ; ”komvoschini”) atau “Chotki” (“Чётки“) dalam bahasa Rusia, yang dipintal dan berbiji 100, ada juga yang lebih pendek, terdiri dari 33 manik-manik. Mungkin untuk mengingat umur Yesus di muka bumi yaitu 33 tahun. Praktek “Doa Yesus” ini dilakukan oleh kaum “sufi” Kristen Orthodox yang disebut kaum “hesykhastis” (Quietists) atau para rahib Cipto Hening (para Penghening), yaitu para praktisi “hesykhasme” (“Sufisme Kristen Orthodox”). Rumusan doa Yesus ini berdasarkan seruan si buta di Yerikho (Luk. 18:38) dan doa si pemungut cukai (Luk. 18:13), yaitu: ”Ya Tuhan Yesus Kristus Putera Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini”. Doa ini bisa diucapkan dalam berbagai bahasa, misal Yunani: ”Kyrie Iesou Khriste Hyos Ton Theon, eleyson me ton amartolon” (“Κύριε Ἰησοῦ Χριστέ, Υἱέ τοῦ Θεοῦ, ἐλέησόν με τὸν ἁμαρτωλόν“), bahasa Rusia: ”Gospodi Iesuse Kristie, Tzinye Boziie, pamilui mya gresnago” (“Господи Иисусе Христе, Сыне Божий, помилуй мя грешнаго”), bahasa Arab: “Ya Robbu Yasu Almasih, ibnullah, arhamna ‘ana al-khoti’a” (ايها الرب يسوع المسيح ابن الله ارحمني انا الخاطىء), dan lain-lain bahasa. Juga bisa dalam bentuk rumusan pendek: ”Tuhan kasihanilah”, “Kyrie eleison” (”Κύριε ἐλέησόν”), “Ya, Robbu Arham”; ”Gospodi pamilui” (Господи, помилуй). Doa Yesus adalah suatu doa yang amat sederhana sehingga bisa dipraktekkan setiap orang tetapi juga amat dalam, sehingga mampu membawa kepada doa yang paling murni (pure prayer). Karena doa ini adalah doa yang murni itulah, maka Doa Yesus disebut juga Doa Batin/Doa Hati/Doa Qolbu (“Noera Prosevkhee”; doa “Budi Rohani”).
Selasa, 06 Oktober 2009
SOSOK YANG MULAI TERLUPAKAN
Sosok yang satu ini kadang sering kita lupakan atau acuhkan keberadaannya. Siapakah dia??? Bunda Maria. Adalah sosok ibu yang sangat sempurna yang pernah ada di dunia. Perannya sebagai ibu Sang Juruselamat begitu besar sehingga Gereja Timur(Orthodox) memberinya gelar mulia yaitu Sang Theotokos(Yang memberikan kelahiran pada Allah). Setelah kenaikannya ke surga, tugas Bunda Maria tidak begitu saja selesai. Melainkan memiliki tugas baru yang sangat penting, salah satunya adalah “Bunda Pelindung Para Pendosa”. Bunda Maria selalu mendoakan siapapun setiap pendosa yang memohon perlindungan melalui doa-doanya. Alkisah, ada seorang pemuda pendosa yang hidupnya dalam kekelaman. Dia bertemu dengan Bunda Maria dalam mimpinya 6 tahun yang lalu, dan Sang Bunda berkata pada pemuda itu, “Jangan menyembahku, aku hanya menjadi perantara(kepada Yesus)”. Sejak itu si pemuda menerima pesan sederhana Sang Bunda dan mau memanggul Salib Putra Yang Mahatinggi meskipun resikonya harus menderita. Seperti apa yang di katakan dalam Kitab suci, bahwa setiap orang yang mau mengikut Sang Juruselamat harus mau memanggul salib(menderita). Pemuda ini mengalami hal seperti apa yang dikatakan Kitab Suci, dia menderita secara fisik maupun mental. Meskipun penderitaannya luarbiasa sebagai remaja, pemuda ini dengan gagah tetap memanggul salibnya. Akan tetapi dosa selalu mengejarnya dan selalu menyeretnya sampai-sampai pemuda ini putus asa. Dia selalu ketakutan akan dosa-dosa yang selalu mendakwanya. Dia selalu melakukan Sakramen Pengampunan(Pengakuan Dosa) berkonsultasi pada bapa rohaninya di Gereja, dan nasihat bapa rohaninya selalu di lakukan. Akan tetapi semakin pemuda ini menuruti nasihat bapa rohaninya, semakin iblis menjerat. Sampai pada akhirnya pemuda ini mengalami kejatuhan rohani yang sangat mendalam. Pemuda itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia mulai jarang sembahyang dan datang menyambut Yang Mahakuasa dalam Perayaan Evkaristia(Perjamuan Kudus). Akan tetapi, satu pribadi datang dalam hatinya dan menyapanya penuh dengan kehangat, dialah Sang Bunda Surgawi, Bunda Sang Juruselamat, Maria. Doa-doa yang dia serukan kepada Sang Ibu tidak pernah sia-sia. Sang Ibu datang dan menyambutnya seperti ibu yang rindu akan anaknya. Pemuda ini sadar, apapun dosanya baik diketahui maupun tidak diketahui orang, baik dosa ringan sampai dosa yang najis sekalipun Allah Sang Sabda berkenan untuk mengampuninya bila kita mohon ampun dan terus berusaha melawan dosa karena Allah Sang Sabda pernah turun dari surga dan menjadi manusia, jadi Allah mengetahui kelemahan-kelemahan manusia. Doa-doa Sang Ibu akan terus berkumandang dalam hati si pemuda dikala hatinya dirundung duka maupun dosa mulai mendakwanya lagi. Inti dalam kiash nyata ini adalah jangan pernah melupakan pribadi gaib yang secara tidak sadar mendoakan anda. Ingatlah anak-anakku, Tidak Layak seorang yang “Percaya”, menyebut Allah sebagai Bapa bila dia tidak mau memanggil Maria sebagai ibu.
Kisah ini dibuat untuk memberikan pencerahan dan menguatkan iman anda.
Kidung Gereja Timur untuk sang Ratu:
Sunggulah patut dan benar memberkatimu ya sang Theotokos, yang selalu terberkati dan sangat termurni serta Bunda dari Allah kita,
lebih terhormat dari Kerubim dan tak terbanding lebih mulianya dari para Serafim, dan tanpa cacat cela melahirkan Allah Sang Sabda sungguh kaulah Sang Theotokos, engkau ku junjung tinggi.
(By Konstantinus Rizky Wibisono)
Kisah ini dibuat untuk memberikan pencerahan dan menguatkan iman anda.
Kidung Gereja Timur untuk sang Ratu:
Sunggulah patut dan benar memberkatimu ya sang Theotokos, yang selalu terberkati dan sangat termurni serta Bunda dari Allah kita,
lebih terhormat dari Kerubim dan tak terbanding lebih mulianya dari para Serafim, dan tanpa cacat cela melahirkan Allah Sang Sabda sungguh kaulah Sang Theotokos, engkau ku junjung tinggi.
(By Konstantinus Rizky Wibisono)
Minggu, 04 Oktober 2009
SEKARANG KITA SEMUA HINDU
Diedit dengan sedikit
tambahan oleh:
Presbyter Rm.Kyrill. JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Amerika bukanlah negara Kristen. Benar, kita, negara yang ditemukan oleh orang-orang Kristen, dan menurut survai 2008, 76 persen dari kita mengaku sebagai Kristen (ini persentasi terendah dalam sejarah Amerika).
Tentu saja kita bukan negara Hindu atau Muslim, Yahudi, juga bukan negara perdukunan. Lebih dari sejuta orang Hindu tinggal di Amerika Serikat, sebagian dari semilyar di dunia. Tetapi data angket baru-baru ini menunjukkan bahwa setidaknya secara konsep, kita pelahan-pelahan makin menjadi seperti orang Hindu dan kurang menjadi kristen tradisional dalam hal pemikiran kita mengenai Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan kekekalan.
Kitab Suci Hindu tertua Rig Veda, mengatakan: “Kebenaran itu SATU, namun disebut dalam banyak nama.” Orang Hindu percaya ada banyak jalan menuju Tuhan. Yesus adalah satu jalan, Quran jalan lainnya, praktek yoga adalah yang ketiga. Tidak satupun lebih baik dari lainnya; semua setara. Kristen konservatif yang paling tradisional tidak pernah diajar untuk berfikir demikian. Mereka belajar di sekolah minggu bahwa agama mereka benar dan yang lain salah. Yesus berkata, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorangpun datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”
Orang Amerika tidak lagi membelinya. Menurut survai Pew Forum di tahun 2008, 65 persen dari kita percaya bahwa “banyak agama dapat membawa kepada kehidupan kekal,” termasuk 37 persen kaum injili berkulit putih, kelompok yang umumnya percaya bahwa keselamatan hanya untuk mereka. Juga, jumlah orang yang mencari kebenaran spiritual diluar gereja bertambah. Tiga puluh persen orang Amerika menyebut diri mereka “spiritual, bukan beragama,” menurut angket Newsweek tahun 2009, naik dari 24 persen di tahun 2005. Stephen Prothero, profesor agama di Universitas Boston, sudah lama menggambarkan kemakmuran Amerika akan “warung agama yang menyukai yang ilahi” sebagai “sangat sesuai jiwa Hinduisme.” Kamu tidak memungut dan memilih dari agama yang berbeda, karena semuanya sama, ia berkata. ”Ini semua menyangkut ortodoksi. Ini menyangkut apapun yang jalan. Kalau pergi ke yoga jalan, baik – dan kalau pergi ke misa Katolik jalan, baik. Dan kalau pergi ke misa Katolik ditambah yoga ditambah retreat Buddhis jalan, itu juga baik.”
Maka tidak ada pertanyaan tentang apa yang terjadi bila kamu mati. Orang kristen tradisional percaya bahwa tubuh dan roh itu suci, dan bersama keduanya membentuk ”diri,” dan ”pada akhir zaman keduanya akan disatukan dalam kebangkitan”. Kamu membutuhkan keduanya, dengan kata lain, kamu membutuhkannya selama-lamanya. Orang Hindu tidak mempercayai hal itu. Dalam kematian, tubuh terbakar di atas api, sedangkan rohnya – dimana berada identitasnya – terlepas. Dalam inkarnasi, pusat ajaran Hinduisme, diri kembali ke bumi ke tubuh yang lain. Jadi ada jalan lain dimana orang Amerika menjadi makin Hindu: 24 persen orang Amerika percaya akan reinkarnasi, menurut angket Harris ditahun 2008. Jadi kita bersifat agnostik*) tentang nasib tubuh kita sehingga kita membakar mereka sesudah mati – seperti orang Hindu. Lebih dari sepertiga orang Amerika sekarang memilih kremasi, menurut Asosiasi Kremasi Amerika Utara, naik dari 6 persen ditahun 1975. “Saya pikir peran rohani yang lebih dari agama cenderung tidak lagi menekankan penafsiran harfiah atas kebangkitan,” diakui Diana Eck, profesor perbandingan agama di Harvard. Karena itu marilah kita semua berkata “om.” (catatan penerjemah: mantra tuhan Hindu).
*) CATATAN TENTANG AGNOSTISISME:
Agnostisisme adalah bidat yang timbul dikawasan gereja-gereja Barat, suatu pandangan bahwa keberadaan Tuhan tidak mungkin diketahui oleh manusia. Pendirian kaum agnostik, bahwa baik keberadaan Tuhan, maupun asal mula alam semesta ini tidak diketahui atau tidak bisa diketahui. Si agnostik bukan sekedar berkata, ”Saya tidak tahu apakah Tuhan itu ada”. Ia membuat penilaian negatif yang umum bahwa, ”Saya tidak bisa tahu apakah Tuhan itu ada”. Agnostisisme percaya bahwa tidak mungkin ada pengetahuan yang pasti mengenai misteri Allah.
Ironis sekali, agar sebuah penilaian negatif yang umum semacam ini terbukti benar diperlukan semacam pengetahuan umum. Dengan kata lain, bagaimana si agnostik itu tahu bahwa ia tidak bisa tahu? Si agnostik itu sekedar mengganti sesuatu yang mutlak (Tuhan serta kebenaranNya) dengan sesuatu yang mutlak lainnya (pendapatnya sendiri bahwa ia tidak mungkin bisa kenal Tuhan).
Gereja Roma Katolik mengutuk bidat Agnostisisme, yaitu melalui Paus St. Pius X (Giuseppe Sarto) dari Riese (Treviso) (4 Agustus 1903 – 20 Agustus 1914) pada 8 September 1907 mengutuk Modernisme dalam ensikliknya Pascendi Dominici Gregis. Disebutkan bahwa yang termasuk Modernisme adalah Agnostisisme, Immanentisisme, dan Teori Evolusi. Dinyatakan bahwa Modernisme merupakan penggabungan dari segala bidat. Dalam ensiklikal Pascendi Dominici Gregis, beliau bukan saja membuat deklarasi bahwa ajaran modernisme adalah bersifat heretikal tetapi juga mengutuknya sebagai “ibu kepada semua ajaran sesat”.
REFERENSI
1. A.Sandiwan Suharto & Eddy Suhendro, Ziarah Sang Abdi. Bapa Suci Yohanes Paulus II. Panitia Penyambutan Sri Paus Jakarta, 1989.
2. Drs. F.D. Wellem, M.Th. Kamus Sejarah Gereja. PT BPK Gunung Mulia. Jakarta. 1994.
3. Lisa Miller. Sekarang Kita Semua Hindu.15 Agustus 2009, edisi 31 Agustus 2009:
www.newsweek.com/id/212155
4. Yabina. Sekarang Kita Semua Hindu: sekertariat@yabina.org. Monday, August 17,
2009 8:30 PM
tambahan oleh:
Presbyter Rm.Kyrill. JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Amerika bukanlah negara Kristen. Benar, kita, negara yang ditemukan oleh orang-orang Kristen, dan menurut survai 2008, 76 persen dari kita mengaku sebagai Kristen (ini persentasi terendah dalam sejarah Amerika).
Tentu saja kita bukan negara Hindu atau Muslim, Yahudi, juga bukan negara perdukunan. Lebih dari sejuta orang Hindu tinggal di Amerika Serikat, sebagian dari semilyar di dunia. Tetapi data angket baru-baru ini menunjukkan bahwa setidaknya secara konsep, kita pelahan-pelahan makin menjadi seperti orang Hindu dan kurang menjadi kristen tradisional dalam hal pemikiran kita mengenai Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan kekekalan.
Kitab Suci Hindu tertua Rig Veda, mengatakan: “Kebenaran itu SATU, namun disebut dalam banyak nama.” Orang Hindu percaya ada banyak jalan menuju Tuhan. Yesus adalah satu jalan, Quran jalan lainnya, praktek yoga adalah yang ketiga. Tidak satupun lebih baik dari lainnya; semua setara. Kristen konservatif yang paling tradisional tidak pernah diajar untuk berfikir demikian. Mereka belajar di sekolah minggu bahwa agama mereka benar dan yang lain salah. Yesus berkata, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorangpun datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”
Orang Amerika tidak lagi membelinya. Menurut survai Pew Forum di tahun 2008, 65 persen dari kita percaya bahwa “banyak agama dapat membawa kepada kehidupan kekal,” termasuk 37 persen kaum injili berkulit putih, kelompok yang umumnya percaya bahwa keselamatan hanya untuk mereka. Juga, jumlah orang yang mencari kebenaran spiritual diluar gereja bertambah. Tiga puluh persen orang Amerika menyebut diri mereka “spiritual, bukan beragama,” menurut angket Newsweek tahun 2009, naik dari 24 persen di tahun 2005. Stephen Prothero, profesor agama di Universitas Boston, sudah lama menggambarkan kemakmuran Amerika akan “warung agama yang menyukai yang ilahi” sebagai “sangat sesuai jiwa Hinduisme.” Kamu tidak memungut dan memilih dari agama yang berbeda, karena semuanya sama, ia berkata. ”Ini semua menyangkut ortodoksi. Ini menyangkut apapun yang jalan. Kalau pergi ke yoga jalan, baik – dan kalau pergi ke misa Katolik jalan, baik. Dan kalau pergi ke misa Katolik ditambah yoga ditambah retreat Buddhis jalan, itu juga baik.”
Maka tidak ada pertanyaan tentang apa yang terjadi bila kamu mati. Orang kristen tradisional percaya bahwa tubuh dan roh itu suci, dan bersama keduanya membentuk ”diri,” dan ”pada akhir zaman keduanya akan disatukan dalam kebangkitan”. Kamu membutuhkan keduanya, dengan kata lain, kamu membutuhkannya selama-lamanya. Orang Hindu tidak mempercayai hal itu. Dalam kematian, tubuh terbakar di atas api, sedangkan rohnya – dimana berada identitasnya – terlepas. Dalam inkarnasi, pusat ajaran Hinduisme, diri kembali ke bumi ke tubuh yang lain. Jadi ada jalan lain dimana orang Amerika menjadi makin Hindu: 24 persen orang Amerika percaya akan reinkarnasi, menurut angket Harris ditahun 2008. Jadi kita bersifat agnostik*) tentang nasib tubuh kita sehingga kita membakar mereka sesudah mati – seperti orang Hindu. Lebih dari sepertiga orang Amerika sekarang memilih kremasi, menurut Asosiasi Kremasi Amerika Utara, naik dari 6 persen ditahun 1975. “Saya pikir peran rohani yang lebih dari agama cenderung tidak lagi menekankan penafsiran harfiah atas kebangkitan,” diakui Diana Eck, profesor perbandingan agama di Harvard. Karena itu marilah kita semua berkata “om.” (catatan penerjemah: mantra tuhan Hindu).
*) CATATAN TENTANG AGNOSTISISME:
Agnostisisme adalah bidat yang timbul dikawasan gereja-gereja Barat, suatu pandangan bahwa keberadaan Tuhan tidak mungkin diketahui oleh manusia. Pendirian kaum agnostik, bahwa baik keberadaan Tuhan, maupun asal mula alam semesta ini tidak diketahui atau tidak bisa diketahui. Si agnostik bukan sekedar berkata, ”Saya tidak tahu apakah Tuhan itu ada”. Ia membuat penilaian negatif yang umum bahwa, ”Saya tidak bisa tahu apakah Tuhan itu ada”. Agnostisisme percaya bahwa tidak mungkin ada pengetahuan yang pasti mengenai misteri Allah.
Ironis sekali, agar sebuah penilaian negatif yang umum semacam ini terbukti benar diperlukan semacam pengetahuan umum. Dengan kata lain, bagaimana si agnostik itu tahu bahwa ia tidak bisa tahu? Si agnostik itu sekedar mengganti sesuatu yang mutlak (Tuhan serta kebenaranNya) dengan sesuatu yang mutlak lainnya (pendapatnya sendiri bahwa ia tidak mungkin bisa kenal Tuhan).
Gereja Roma Katolik mengutuk bidat Agnostisisme, yaitu melalui Paus St. Pius X (Giuseppe Sarto) dari Riese (Treviso) (4 Agustus 1903 – 20 Agustus 1914) pada 8 September 1907 mengutuk Modernisme dalam ensikliknya Pascendi Dominici Gregis. Disebutkan bahwa yang termasuk Modernisme adalah Agnostisisme, Immanentisisme, dan Teori Evolusi. Dinyatakan bahwa Modernisme merupakan penggabungan dari segala bidat. Dalam ensiklikal Pascendi Dominici Gregis, beliau bukan saja membuat deklarasi bahwa ajaran modernisme adalah bersifat heretikal tetapi juga mengutuknya sebagai “ibu kepada semua ajaran sesat”.
REFERENSI
1. A.Sandiwan Suharto & Eddy Suhendro, Ziarah Sang Abdi. Bapa Suci Yohanes Paulus II. Panitia Penyambutan Sri Paus Jakarta, 1989.
2. Drs. F.D. Wellem, M.Th. Kamus Sejarah Gereja. PT BPK Gunung Mulia. Jakarta. 1994.
3. Lisa Miller. Sekarang Kita Semua Hindu.15 Agustus 2009, edisi 31 Agustus 2009:
www.newsweek.com/id/212155
4. Yabina. Sekarang Kita Semua Hindu: sekertariat@yabina.org. Monday, August 17,
2009 8:30 PM
Sabtu, 03 Oktober 2009
GEREJA "PERTAMA" DITEMUKAN
Perisai.net - ARKEOLOG yang melakukan penggalian di Yordania menemukan apa yang mereka percayai sebagai gereja pertama di dunia, menurut sebuah laporan Senin lalu.
"Kami sudah membuka tentang apa yang kami percaya menjadi gereja pertama di dunia, tertanggal 33 M. sampai 70 M.," kata sejak Abdul Qader al Hussan, ketua Jordan Rihab Center for Archaeological Studies, kepada The Jordan Times.
Dia menambahkan bahwa penemuan tersebut sangat “menakjubkan.”
Gereja yang ditemukan di bawah tanah gereja Saint Georgeous di Rihab, Mafraq, di Yordania utara dekat perbatasan Suriah itu diperkirakan berusia hampir 2.000 tahun . St Georgeous didirikan pada 230 M., dan dianggap sebagai gereja "yang sesungguhnya" tertua di dunia.
Hussan mengatakan timnya mempunyai bukti yang dapat dipercaya bahwa gereja ini menjadi tempat perlindungan orang Kristen- 70 murid Yesus Kristus itu.
Ke-70 orang Kristen mula-mula ini sepertinya telah melarikan diri dari penganiayaan di Yerusalem, khususnya terhadap Rihab, dan gereja tersebut didirikan di Yordania utara. Sumber-sumber sejarah, menurut Hussan, mengisyaratkan ke-70 umat Kristiani pertama hidup dan menjalankan kepercayaan mereka di gereja bawah tanah dan hanya pergi ketika agama Kristen dipeluk oleh penguasa Roma. "Masa itulah St Georgeous dibangun, "kata Hussan mengamati.
Gereja bawah tanah digambarkan sebagai gua dengan beberapa tempat duduk batu yang dipercaya digunakan bagi pastoral dan sebuah bidang di sekelilingnya, diperkirakan sebagai apse-sebuah tempat yang biasanya altar diletakkan.
"Sebuah tembok dengan sebuah pintu masuk adalah satu-satunya sekat yang memisahkan altar dengan tempat tinggal," lapor Hussan. Ada juga sebuah terowongan dalam gua yang diperkirakan menuju ke mata air, katanya.
Uskup Deputi dari Greek Orthodox Archdiocese Archimandrite Nektarious menggambarkan penemuan tersebut sebagai tonggak bersejarah penting bagi orang Kristiani di seluruh dunia.
"Satu-satunya gua lain di dunia yang bentuk dan tujuannya mirip ada di Thessalonika, Yunani," kata uskup, menurut The Jordan Times.
Pejabat di Kementerian Pariwisata Yordania mengatakan mereka bermaksud mempergunakan penemuan tersebut untuk memajukan kepariwisataan di daerah tersebut dalam waktu dekat.
Sekitar 30 gereja sudah ditemukan di Rihab, menurut Hussan, dan Yesus dan Maria diperkirakan pernah melewati tempat tersebut. [krp]
REFERENSI
1. Dimasukkan pada: Kam, 12 Jun 2008 (17:47 UTC+07) oleh: Yoses, dimodifikasi ulang pada: Kam, 12 Jun 2008 (17:47 UTC+07)
2. www.perisai.net: http://www.perisai.net/berita/gereja_pertama_ditemukan
"Kami sudah membuka tentang apa yang kami percaya menjadi gereja pertama di dunia, tertanggal 33 M. sampai 70 M.," kata sejak Abdul Qader al Hussan, ketua Jordan Rihab Center for Archaeological Studies, kepada The Jordan Times.
Dia menambahkan bahwa penemuan tersebut sangat “menakjubkan.”
Gereja yang ditemukan di bawah tanah gereja Saint Georgeous di Rihab, Mafraq, di Yordania utara dekat perbatasan Suriah itu diperkirakan berusia hampir 2.000 tahun . St Georgeous didirikan pada 230 M., dan dianggap sebagai gereja "yang sesungguhnya" tertua di dunia.
Hussan mengatakan timnya mempunyai bukti yang dapat dipercaya bahwa gereja ini menjadi tempat perlindungan orang Kristen- 70 murid Yesus Kristus itu.
Ke-70 orang Kristen mula-mula ini sepertinya telah melarikan diri dari penganiayaan di Yerusalem, khususnya terhadap Rihab, dan gereja tersebut didirikan di Yordania utara. Sumber-sumber sejarah, menurut Hussan, mengisyaratkan ke-70 umat Kristiani pertama hidup dan menjalankan kepercayaan mereka di gereja bawah tanah dan hanya pergi ketika agama Kristen dipeluk oleh penguasa Roma. "Masa itulah St Georgeous dibangun, "kata Hussan mengamati.
Gereja bawah tanah digambarkan sebagai gua dengan beberapa tempat duduk batu yang dipercaya digunakan bagi pastoral dan sebuah bidang di sekelilingnya, diperkirakan sebagai apse-sebuah tempat yang biasanya altar diletakkan.
"Sebuah tembok dengan sebuah pintu masuk adalah satu-satunya sekat yang memisahkan altar dengan tempat tinggal," lapor Hussan. Ada juga sebuah terowongan dalam gua yang diperkirakan menuju ke mata air, katanya.
Uskup Deputi dari Greek Orthodox Archdiocese Archimandrite Nektarious menggambarkan penemuan tersebut sebagai tonggak bersejarah penting bagi orang Kristiani di seluruh dunia.
"Satu-satunya gua lain di dunia yang bentuk dan tujuannya mirip ada di Thessalonika, Yunani," kata uskup, menurut The Jordan Times.
Pejabat di Kementerian Pariwisata Yordania mengatakan mereka bermaksud mempergunakan penemuan tersebut untuk memajukan kepariwisataan di daerah tersebut dalam waktu dekat.
Sekitar 30 gereja sudah ditemukan di Rihab, menurut Hussan, dan Yesus dan Maria diperkirakan pernah melewati tempat tersebut. [krp]
REFERENSI
1. Dimasukkan pada: Kam, 12 Jun 2008 (17:47 UTC+07) oleh: Yoses, dimodifikasi ulang pada: Kam, 12 Jun 2008 (17:47 UTC+07)
2. www.perisai.net: http://www.perisai.net/berita/gereja_pertama_ditemukan
NATAL LIBUR RESMI IRAK, SEDIKIT TENTANG GEREJA UNIAT KATOLIK KHALDEA
Diedit oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Baghdad – Warga Kristen Irak, minoritas sangat kecil di negara yang mayoritas penduduknya Muslim itu, mendapat kado istimewa Natal kali tahun 2008. Untuk pertama kalinya Pemerintah Irak menjadikan Natal sebagai hari libur.
Secara umum perayaan Natal di Irak kali ini berlangsung relatif aman. Penjagaan keamanan terlihat di mana-mana. Hanya bom mobil di Baghdad yang terjadi Kamis (25/12) pagi yang membuat Natal di Irak masih memgkhawatirkan. Ledakan di sebuah restoran yang sering dikunjungi polisi itu menewaskan 4 orang dan melukai 25 lainnya di Pemukiman Shula yang mayoritas dihuni warga Syiah. Belum ada informasi pelaku dan motif serangan, namun diyakini tidak terkait Natal.
Sementara Karnimal Kaldea, Katolikos-Patriarkh Babylon dari Gereja Katolik Khaldean, Mar Emmanuel III Karim-Delly (2003- sekarang), memuji langkah Pemerintah Irak yang menjadikan Natal sebagai hari libur. "Saya berterima kasih atas hal itu dan berharap hal ini membuat kita lebih teguh dalam mempercayai satu dengan lainnya sebagai saudara,” katanya.
Seorang ulama Syiah, Ammar al-Hakim hadir dalam misa yang dipimpin Kardinal Emmanuel sebagai simbol toleransi dan kerja sama. ap, spd
Gereja Katolik Khaldea adalah salah satu Gereja Roma Katolik yang menggunakan Ritus dari Gereja Orthodox Timur, dikenal sebagai “Gereja Katolik ritus Timur”. Mereka adalah umat Orthodox yang dengan berbagai cara dimasukkan dalam persatuan dengan Roma. Karena di dalam Gereja Roma Katolik, persatuan berarti pertobatan dan pulang ke Gereja Roma Katolik (Conversio ad Ecclesiam). Mereka boleh menggunakan cara ibadah dan tradisi Orthodox, namun hierarkhinya dan ajarannya sama sekali harus tunduk pada Gereja Latin di Roma. Uniat dari Gereja Roma Katolik ini memiliki beberapa bentuk: Uniat model Orthodox Yunani disebut “Katolik Yunani”, Uniat model Orthodox Rusia, Slavia atau Yunani disebut “Byzantin Katolik”, Uniat model Nestorian disebut “Khaldea Katolik”, Uniat model Koptik, Uniat model Gereja Ethiopia, Uniat model Gereja Thomas-India, Uniat model Yakobit/ Orthodox Syria, dan Uniat model Armenia. Orang barangkali boleh menduga-duga apakah kira-kira “Gerakan Kharismatik Katolik” itu bukan “Uniat model Protestan”? Adanya kelompok-kelompok Uniat yang diciptakan oleh Gereja Roma Katolik inilah yang makin mempersulit dialog Orthodox-Katolik Roma. Karena ini dianggap oleh umat Orthodox sebagai ketidak-tulusan dan jebakan yang dilakukan oleh Gereja Roma Katolik atas umat Orthodox.
Gereja Katolik Khaldea sendiri terpisah dari Gereja Orthodox Assyria Timur dan dibentuk oleh Roma tahun 1551 dengan Katolikos-Patriarkh pertamanya Mar Yohanan Soulaqa (Mar Shimun VIII Sulaqa) (1552-1555). Sedang Katolikos-Patriarkh Gereja Orthodox Assyria Timur saat ini adalah Katholikos-Patriarkh Mar Dinkha IV Khanania (Bhs. Syriac: ܡܪܝ ܕܢܚܐ ܪܒܝܥܝܐ) (1976-sekarang), pengganti ke-107 Rasul Mar Thoma Shilkha, (St. Thomas Sang Rasul – th. 33-77) dan Mar Addai, (St. Thaddeus Sang Rasul, salah satu dari ketujuh puluh Utusan - th. 33-66).
Referensi:
1. Episkop Timothy Ware (Penterjemah : Arkhimandrit Daniel Bambang PhD). Mari Mengenal Kekristenan Timur. Sejarah Gereja Orthodox. Satya Widya Graha. 2001.
2. From Wikipedia, the free encyclopedia: Mar Dinkha_IV: http://en.wikipedia.org/wiki/Mar_Dinkha_IV
3. From Wikipedia, the free encyclopedia: Catholic Chaldean Patriarchs of Babylon: http://en.wikipedia.org/wiki/Catholic_Chaldean_Patriarchs_of_Babylon.
4. Harian Surabaya Pos, Jumat, 26 Desember 2008 | 08:36 WIB:
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=f065d878ccfb4cc4f4265a4ff8bafa9a&jenis=8f14e45fceea167a5a36dedd4bea2543&PHPSESSID=f1fa8b21d13bde2f5607533ce415cefe
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)
Baghdad – Warga Kristen Irak, minoritas sangat kecil di negara yang mayoritas penduduknya Muslim itu, mendapat kado istimewa Natal kali tahun 2008. Untuk pertama kalinya Pemerintah Irak menjadikan Natal sebagai hari libur.
Secara umum perayaan Natal di Irak kali ini berlangsung relatif aman. Penjagaan keamanan terlihat di mana-mana. Hanya bom mobil di Baghdad yang terjadi Kamis (25/12) pagi yang membuat Natal di Irak masih memgkhawatirkan. Ledakan di sebuah restoran yang sering dikunjungi polisi itu menewaskan 4 orang dan melukai 25 lainnya di Pemukiman Shula yang mayoritas dihuni warga Syiah. Belum ada informasi pelaku dan motif serangan, namun diyakini tidak terkait Natal.
Sementara Karnimal Kaldea, Katolikos-Patriarkh Babylon dari Gereja Katolik Khaldean, Mar Emmanuel III Karim-Delly (2003- sekarang), memuji langkah Pemerintah Irak yang menjadikan Natal sebagai hari libur. "Saya berterima kasih atas hal itu dan berharap hal ini membuat kita lebih teguh dalam mempercayai satu dengan lainnya sebagai saudara,” katanya.
Seorang ulama Syiah, Ammar al-Hakim hadir dalam misa yang dipimpin Kardinal Emmanuel sebagai simbol toleransi dan kerja sama. ap, spd
Gereja Katolik Khaldea adalah salah satu Gereja Roma Katolik yang menggunakan Ritus dari Gereja Orthodox Timur, dikenal sebagai “Gereja Katolik ritus Timur”. Mereka adalah umat Orthodox yang dengan berbagai cara dimasukkan dalam persatuan dengan Roma. Karena di dalam Gereja Roma Katolik, persatuan berarti pertobatan dan pulang ke Gereja Roma Katolik (Conversio ad Ecclesiam). Mereka boleh menggunakan cara ibadah dan tradisi Orthodox, namun hierarkhinya dan ajarannya sama sekali harus tunduk pada Gereja Latin di Roma. Uniat dari Gereja Roma Katolik ini memiliki beberapa bentuk: Uniat model Orthodox Yunani disebut “Katolik Yunani”, Uniat model Orthodox Rusia, Slavia atau Yunani disebut “Byzantin Katolik”, Uniat model Nestorian disebut “Khaldea Katolik”, Uniat model Koptik, Uniat model Gereja Ethiopia, Uniat model Gereja Thomas-India, Uniat model Yakobit/ Orthodox Syria, dan Uniat model Armenia. Orang barangkali boleh menduga-duga apakah kira-kira “Gerakan Kharismatik Katolik” itu bukan “Uniat model Protestan”? Adanya kelompok-kelompok Uniat yang diciptakan oleh Gereja Roma Katolik inilah yang makin mempersulit dialog Orthodox-Katolik Roma. Karena ini dianggap oleh umat Orthodox sebagai ketidak-tulusan dan jebakan yang dilakukan oleh Gereja Roma Katolik atas umat Orthodox.
Gereja Katolik Khaldea sendiri terpisah dari Gereja Orthodox Assyria Timur dan dibentuk oleh Roma tahun 1551 dengan Katolikos-Patriarkh pertamanya Mar Yohanan Soulaqa (Mar Shimun VIII Sulaqa) (1552-1555). Sedang Katolikos-Patriarkh Gereja Orthodox Assyria Timur saat ini adalah Katholikos-Patriarkh Mar Dinkha IV Khanania (Bhs. Syriac: ܡܪܝ ܕܢܚܐ ܪܒܝܥܝܐ) (1976-sekarang), pengganti ke-107 Rasul Mar Thoma Shilkha, (St. Thomas Sang Rasul – th. 33-77) dan Mar Addai, (St. Thaddeus Sang Rasul, salah satu dari ketujuh puluh Utusan - th. 33-66).
Referensi:
1. Episkop Timothy Ware (Penterjemah : Arkhimandrit Daniel Bambang PhD). Mari Mengenal Kekristenan Timur. Sejarah Gereja Orthodox. Satya Widya Graha. 2001.
2. From Wikipedia, the free encyclopedia: Mar Dinkha_IV: http://en.wikipedia.org/wiki/Mar_Dinkha_IV
3. From Wikipedia, the free encyclopedia: Catholic Chaldean Patriarchs of Babylon: http://en.wikipedia.org/wiki/Catholic_Chaldean_Patriarchs_of_Babylon.
4. Harian Surabaya Pos, Jumat, 26 Desember 2008 | 08:36 WIB:
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=f065d878ccfb4cc4f4265a4ff8bafa9a&jenis=8f14e45fceea167a5a36dedd4bea2543&PHPSESSID=f1fa8b21d13bde2f5607533ce415cefe
Langganan:
Postingan (Atom)

