Minggu, 31 Oktober 2010

Asyik Minum, Belalai Gajah Digigit Buaya

KOMPAS.com — Selama ini sering terdengar betapa ganasnya macan atau singa Afrika memburu mangsa, seperti kuda, sapi, banteng, kerbau, dan rusa. Atau buaya yang mengintai hewan-hewan sedang minum dekat rawa persembunyiannya.
Tetapi, ada kejadian langka yang tertangkap kamera fotografer amatir bernama Johan Opperman (38) ketika mengunjungi Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan. Foto ini dipublikaskan harian The Sun, 28 Oktober 2010.
Asyik Minum, Belalai Gajah Digigit Buaya
Dalam foto itu tampak anak gajah sedang asyik meminum air rawa dengan belalainya. Tiba-tiba, muncul buaya besar dari dalam rawa dan langsung menjepit belalai itu dengan gerahamnya yang kuat dan bergigi tajam.
Tarik-menarik antara anak gajah dan buaya berlangsung beberapa saat. Anak gajah pun memiliki tenaga kuat sehingga mampu menarik buaya itu hingga ke daratan batas rawa.
Anak gajah meraung memanggil keluarganya dan tak berapa lama rombongan gajah datang membantu.
Para gajah itu berusaha menyelamatkan anak dengan meraung dan kakinya menginjak badan buaya. Adegan ini mirip seperti pertarungan antara gajah dan buaya.
Karena buaya dikeroyok kawanan gajah dan nyawanya terancam, akhirnya mangsa yang sudah di depan mata itu pun dilepaskannya.
Johan mengatakan, kejadian itu di siang hari dan tidak biasanya buaya berani main-main dengan hewan raksasa ini. Sudah bisa ditebak, buaya gagal makan siang. "Saya anggap ini hal sangat langka dan, setahu saya, buaya tidak biasanya mencoba untuk menangkap gajah," ujar Johan. (Widodo)

Sumber:
1. http://id.news.yahoo.com/
2. www.kompas.com

Ayat-ayat renungan:


Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi (Zabur Nabi Daud 124:8).

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Surat kepada orang Ibrani 4:16)

Minggu, 24 Oktober 2010

Berantas Nyamuk Ramah Lingkungan: Cara Mudah dan Murah Berantas Nyamuk

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan. Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak sampingan yang serius.

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba.
Cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, dll.
Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di sekolah dan di rumah masing-masing.

Yang dibutuhkan :
- 200 ml air
- 50 gram gula merah
- 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan,
warung, atau pasar)
- botol plastik 1,5 liter

Langkah-langkah pembuatan

1. Potong botol plastik di tengah.
Simpan bagian atas/mulut botol.


2. Campur gula merah dengan air panas.
Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.


3. Tambahkan ragi.
Tidak perlu diaduk.
Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.


4. Pasang/masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.


5. Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah Anda.


Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol.


Selain membersihkan habitat mereka, tempat berkembang biak nyamuk, kita dapat
menggunakan metode ini sangat berguna di sekolah-sekolah, TK, rumah sakit dan rumah.

Sumber:

http://suara-anda.com

http://berandakawasan.wordpress.com

Rabu, 13 Oktober 2010

SINAKSARION (Kisah Orang Kudus): St. Frumentius dari Ethiopia, Episkop Agung Abyssinia

Oleh :
Presbyter Rm.Kyrillos JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Jonah dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

Benua Afrika yang gelap menjadikan termashyur dua orang Inggris yakni Stanley dan Livingston. Kebesaran nama mereka dan keberanian mereka sudah tercatat dalam buku-buku dan filem-filem, Tetapi kalau kita kembali ke abad IV ada kisah tentang dua bersaudara yang kalau dibandingkan dengan apa yang dilakukan Stanley – Livingston kelihatannya dua orang Inggris ini seperti seorang pramuka yang sedang bertamasya di taman. Karena kepahlawanan dan kemuliaan bahkan prestasi-prestasi kepahlawanan dari Kolonel T. E. Lawrence tidak dapat menandingi petualangan-petualangan di Afrika dari dua orang Kristen bersaudara, yang salah seorang diantaranya menjadi orang kudus karena sumbangannya untuk perkembangan Kekristenan di Ethiopia, Afrika.

Frumentius (bhs. Ge'ez : frēmnāṭōs) (meninggal sekitar tahun 383) adalah episkop (uskup) pertama Axum dan dihormati sebagai pembawa Kekristenan ke Ethiopia atau Rasul kepada bangsa Abyssinia. Ia adalah seorang Yunani Syro-Phoenician yang lahir di Tyre, Lebanon.

Frumentius dan saudaranya Edesius adalah filsuf-filsuf yang hidup selama pemerintahan Kaisar Konstantinus Agung (330 AD). Mereka berdua adalah penduduk asli dari kota Tyre di Lebanon. Mereka adalah orang Kristen yang taat, saleh dan mempunyai minat besar pada ilmu filsafat.

Menurut sejarahwan abad ke-4 Rufinus, yang menyebut saudara Frumentius, Edesius sebagai pengawasnya sebagai anak-anak (kira-kira tahun 316). Untuk kemajuan mereka dibidang filsafat ini, mereka ikut serta dengan dengan guru sekaligus paman mereka, Metropius, filsuf besar pada zaman itu dalam suatu perjalanan ke India guna melihat cara hidup di negeri yang jauh dan penuh rahasia itu.

Sesudah beberapa bulan di India, dimana diantara banyak hal yag lain, mereka melihat bahwa Kekristenan sudah berakar di India sejak rasul pertama St. Thomas atau Mar Thoma Shilkha (c. 33-c. 77) membawakan karya misi di sana. Kemudian mereka berlayar pulang ke Tyre. Tetapi kapal mereka tidk pernah berlabuh di Tyre. Kapal itu dibuat tidak berdaya karena angin taufan dan ditiup ke arah yang lain dan asing yakni pantai Afrika, yang sekarang dikenal sebagai Ethiopia.

Ketika kapal mereka dihentikan pada satu dari pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah, orang-orang di sekitar membantai kapten dan seluruh awak kapal, termasuk Metropius dengan pengecualian dua orang laki-laki muda, yang diambil sebagai budak untuk Raja Axum. Kedua laki-laki muda itu segera menghasilkan keuntungan bagi raja, yang mengangkat mereka dalam posisi orang kepercayaan, dan secara singkat sebelum kematian sang raja, memberi mereka kebebasan dengan syarat mereka tinggal di Ethiopia untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan keahlian-keahlian mereka itu kepada rakyat Ethiopia.

Akhirnya Frumentius diangkat menjadi Bendahara Kerajaan dan Edesius dijadikan Perwira Pelaksana. Keduanya mengatur negeri itu untuk membawa kemakmuran bagi kerajaan itu, termasuk perdagangan dengan pedagang-pedagang Kristen dari negeri lain.

Sepeninggal raja, sang janda ratu, juga membujuk mereka untuk tinggal di istana dan membantunya dalam pendidikan ahli waris muda, Ezana, dan dalam administrasi kerajaan selama masa kecil pangeran muda Ezana sampai ia mampu untuk memerintah sendiri. Karenanya untuk beberapa tahun Frumentius memerintah sebagai penguasa bayangan dibalik Kerajaan itu.

Mereka tinggal dan (khususnya Frumentius) menggunakan pengaruh mereka untuk menyebarkan Kekristenan. Pertama mereka menganjurkan pedagang-pedagang Kristen hadir di negeri ini untuk mempraktekkan iman mereka secara terbuka; kemudian mereka juga mempertobatkan beberapa penduduk asli.


Ikon St. Frumentius dari Ethiopia,
Konfessor, Episkop, dan Rasul Bangsa Ethiopia


Ketika Ezana menjadi dewasa dan menjadi raja penuh, Frumentius meminta izin untuk kembali ke tanah airnya dan berangkat bersama saudaranya pulang ke Tyre. Dalam perjalanan tangan Allah memimpin Frumentius ke Alexandria, karena dengan tiba-tiba ia memutuskan untuk mengunjungi Patriarkh di sana, yang pada masa itu adalah Patriarkh St. Athanasius I Agung (328-339). Di sana Frumentius berpisah dengan saudaranya. Edesius kembali ke Tyre, dimana ia tinggal dan ditahbiskan sebagai imam. Frumentius, di sisi lain, mempunyai kerinduan mendalam untuk mempertobatkan bangsa Ethiopia, menemani Edesius sampai ke Alexandria, dimana ia meminta St. Athanasius, Patriarkh Alexandria, untuk mengirim episkop dan beberapa imam ke Ethiopia. Dari catatan Athanasius sendiri (Athanasius, Epistola ad Constantinum), ia percaya Frumentius adalah orang yang sangat tepat untuk karya misi ini dan ditahbiskan olehnya sebagai Episkop Agung Axum, secara tradisi dalam tahun 328, atau menurut sumber lain, antara tahun 340 – 346. Frumentius kembali ke Ethiopia, mendirikan takhta keuskupannya di axum, membaptis Raja Ezana dan ibunya, yang sementara menduduki takhta, membangun banyak gereja-gereja, dan menyebarkan Kekristenan ke seluruh Ethiopia. Rakyat menggelari Frumentius sebagai Kesate Birhan (”Orang yang mengungkap Cahaya”) dan Abba Salama (”Bapa Perdamaian”), dan ia menjadi Abuna pertama – sebuah gelar yang diberikan untuk kepala Gereja Orthodox Tewahedo Ethiopia Ethiopia, yaitu Abuna Salama I Kesatay Birhan (St. Frumentios), (c. 305-mid 300s) dan sebagai Patriarkh I/ Episkop Agung I Ethiopia dan Episkop Agung Axum dan Echegue Takhta Suci St. Teklehaimanot, Gereja Tewahedo Orthodox Ethiopia.

Pada saat ini Kaisar dari Kekaisaran Byzantium adalah Konstantius II, putera dari Konstantinus Agung dan salah satu pengikut bidat Arianisme yang sudah memecat Patriarkh-Patriarkh lain dalam usaha untuk membersihkan kekaisaran dari wakil-wakil Gereja yang melawan pandangan-pandangan bidatnya. Ada surat dari Kaisar Konstantius II untuk Raja Ezana dan saudara laki-lakinya Saizanas, yang mana ia dengan sia-sia meminta mereka untuk menggantikan Episkop Agung Frumentius dengan Episkop Arian Theopilus.

St. Frumentius meninggal pada tanggal 30 November 378/383. Tempat penguburannya menjadi tempat ziarah suci nasional.

Dalam edisi baru (2004) Roman Martyrology menetapkan, , "In Aethiopia, sancti Frumentii, episcopi, qui, primum ibi captivus, deinde, episcopus a sancto Athanasio ordinatus, Evangelium in ea regione propagavit [Di Ethiopia, (pesta) dari St. Frumentius, uskup, yang pertama ditawan di sana, dan kemudian, sebagai uskup ditahbiskan oleh St. Athanasius, ia menyebarkan Injil di wilayah itu].”

Gereja Orthodox Koptik merayakan pesta St. Frumentius pada 18 Desember, Gereja Orthodox Timur pada 30 November/13 Desember, dan Gereja Roma Katolik pada 27 Oktober. St. Frumentius, dihormati pada 1 Agustus di dalam Gereja Tewahedo Orthodox Ethiopia. Tradisi Ethiopia juga memberikan penghargaan padanya dengan terjemahan Ge’ez pertama dari Perjanjian Baru.

“St. Frumentius doakanlah kami yang berjalan dengan iman bersamamu. Amin!“

Referensi

1. Fr. George Poulos. Sinaksarion (Kisah Orang Kudus) St. Frumentios dari Ethiopia. Alih bahasa: Rm. Stephanos Boik Nino. Dikumpulkan oleh Rm. Kyrillos dari bulletin Gereja Orthodox Indonesia dan sumber-sumber lain. Malang. 2000.

2. Website Wikipedia , the free encyclopedia : "http://en.wikipedia.org/wiki/Frumentius"; “http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Abunas_of_Ethiopia”,

3. Dan lain-lain.

Selasa, 12 Oktober 2010

"Mama Mia ! ... tidur lagi, tidur lagiiiii....!!!"

Oleh :
Presbyter Rm.Kirill JSL
(Omeц Кирилл Д.С.Л.)
Paroikia St. Jonah dari Manchuria, Surabaya
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

"Mama Mia !" teriak bos kepada seorang pegawai baru. "Kamu berjalan saja pelan, ngomong juga pelan,
berpikir juga pelan. Apa saja yang cepat pada kamu ?"
Dengan tangkas pegawai baru itu menjawab : "Saya cepat ngantuk."


Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" -- maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. (Amsal Nabi Sulaiman 6:9-11)

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:25)

Tidur ada 2 jenis: tidur jasmani & tidur rohani.
Maka bangunlah dari tidurmu, lebih-lebih tidur rohanimu ...
Bangun! ... bangun! ... udah siang!!!!

Chatting dengan Tuhan

Tuhan: kamu memanggilKu?

Aku: MemanggilMu? Tidak... Ini siapa ya?

Tuhan: Ini Tuhan. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

Aku: ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi skrg saya sedang sibuk, sibuk banget.

Tuhan: sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

Aku: enggak tahu ya... Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

Tuhan: Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu. Produktifitas membebaskan waktu.

Aku: saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya... Saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

Tuhan: aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era Internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada...mimpi, misalnya.

Aku: Ok, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

Tuhan: berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

Aku: tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika Ada begitu banyak ketidakpastian?

Tuhan: ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

Aku: kalau begitu, mengapa manusia tidak pernah merasa senang?

Tuhan: karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

Aku: tapi... Begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

Tuhan: rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

Aku: jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

Tuhan: intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dpt dimurnikan tanpa api. Orang baik tidak dapat melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

Aku: maksudnya, pengalaman pahit itu berguna?

Tuhan: Ya, dari segala sisi, pengalaman adalah guru yg keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

Aku: Tetapi, mengapa Kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa Kami tidak dapat hidup bebas Dari masalah?

Tuhan: masalah adalah rintangan yg ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar Dari perjuangan dan rintangan, bukan berleha-leha.

Aku: bagaimana saya bisa mendapat yg terbaik dalam hidup ini?

Tuhan: hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

Aku: pertanyaan terakhir... Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

Tuhan: tidak Ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah tidak.

Aku: terimakasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

Tuhan: ok, teguhlah dalam iman Dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu Cara untuk hidup.

Tuhan has signed out...

Sumber:
BUNDA PENOLONG ABADI on Tuesday, May 18, 2010 at 10:25am

Minggu, 10 Oktober 2010

PANGGILAN YANG TETAP SAMA: APAKAH TUHAN MEMANGGIL DAN MENGUTUSKU? (Bercermin pada Para Kudus & Kaum Beriman Gereja Timur)

oleh :
Presbyter Rm. Kirill J.S.L.
(Omeц Кирилл Д. С. Л.)
Paroikia St. Jonah dari Manchuria
SURABAYA
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

APAKAH TUHAN MEMANGGIL DAN MAU MENGUTUSKU? Apakah Tuhan memanggilmu untuk menjadi utusan-Nya? Jangan takut, Tuhan akan menyediakan segala sesuatu yang kamu perlukan dalam melaksanakan tugas perutusan-Nya. Orang mungkin akan berkata … ada banyak alasan mengapa Tuhan tidak mau memanggilmu, mengutusmu atau mengutusku…Tetapi, janganlah kuatir, sebab ...

Nabi Musa (1527-1408 s.M) seorang yang gagap.
Baju perang terlalu besar bagi Nabi Daud.
St. Markus (1-68 M) ditolak oleh St. Paulus.
Nabi Amos (pertengahan abad 8 s.M) hanyalah seorang peternak domba.
Nabi Sulaiman (1011-931 s.M.) terlalu kaya.
Nabi Ibraham (1998-1823 s.M) terlalu tua.
Nabi Daud (1040-970 s.M.) terlalu muda.
St. Timotius (17-80 M) punya borok.
St. Petrus (1 s.M-67 M) takut mati.
St. Lazarus (sejaman dengan Yesus) sudah mati.
St. Yohanes (6-100 M) mengganggap dirinya paling benar.
Naomi (sekitar 1100 s.M.)seorang janda.
St. Paulus (5-67 M) seorang pembunuh.
Nabi Musa juga.
Nabi Yunus (abad 8 s.M.)melarikan diri dari Tuhan.
Nabiah Miryam (sejaman dengan Nabi Musa) suka gosip.
Hakim Gideon (sekitar 1185 s.M.) dan St. Tomas (abad 1-72 M), keduanya ragu-ragu.
Nabi Yeremia (akhir abad 7-6 s.M.) terlalu cengeng.
Nabi Elia (abad 9 s.M.) lenyap ditelan api.
Nabi Yohanes Pembaptis (abad 2 s.M.-36 M) terlalu banyak bicara.
St. Marta terlalu khawatir.
St. Maria (saudara St. Marta dan St. Lazarus, sejaman dengan Yesus) seorang pelamun.
Hakim Samson (sekitar 1100 s.M.) rambutnya gondrong.
Apakah sudah saya sebutkan bahwa Nabi Musa itu emosional?
St. Petrus juga, St. Paulus juga, dan banyak orang juga.

Dan sekali lagi jangan takut dan janganlah hatimu gelisah sebab ...
pada era pasca para Rasul, Gereja Purba dan Gereja Timur..., lihatlah mereka ...

Rakyat biasa, kaum duafa, dan TKW ...

St. Ignatius dari Antiokhia (50-117), sebelumnya kafir yang anti Kristen.
St. Elevtherios (abad 2), anak dengan IQ tinggi yang mampu mengalahkan guru-gurunya dalam studinya.
St. Tykhon dari Siprus (abad 4), hanya tukang panggang roti.
St. Kiprianus dari Karthago (220-258), presenter untuk acara-acara seremonial duniawi.
St. Antonius Agung (251-356), hanya menguasai satu bahasa, buta huruf dan gaptek.
St. Kharitini (wafat 290), hanya seorang TKW, pembantu rumah tangga
St. Martinus dari Tours yang Murah Hati, (316-397) hanyalah seorang prajurit rendahan.
St. Maria dari Mesir (344-421) dan St. Pelagia (sekitar abad 2-5), mantan PSK (Pekerja Sex Komersial).
St. Alypius Sang Petapa Stylites (petapa di atas tiang/tugu yang menjulang) (552-640), anak yatim yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal.
St. Ioann Innokentius Veniaminov Sang Penerang Alaska dan Siberia (1797-1879), anak keluarga miskin, ayahnya hanya seorang koster (penjaga gereja).
St. Nektarios dari Aegina, Yunani, Sang Pelaku Mukjizat (1846-1920), masa mudanya biasa-biasa aja, ga ada yang kontroversial.

Mereka yang dari keluarga tajir ...

St. Anastasia dari Roma (wafat 258), sangat cantik dan anak keluarga tajir.
St. Myron Sang Syuhada (wafat 284) dan St. Patapius dari Thebes, Mesir (380-463), dari keluarga borju dan tajir.
St. Melania dari Roma (wafat 439), konglomerat yang suami dan orang tuanya sangat kecewa dan terpukul karena kedua anaknya meninggal setelah dilahirkan olehnya.
St. Filaretos Sang Pengasih (wafat 802), keluarga konglomerat yang bangkrut.

Mereka yang berkarir cemerlang dan masa depan menjanjikan ...

St. Theodore Stratelates (wafat 319), Jenderal yang tampan dan cemerlang dalam karir militernya.
St. Ambrosius dari Milan (337-397), diplomat karir, cendekiawan, orator, dan gubernur.
St. Hieronymus dari Stridonium (340-420), seorang kutu buku, ambisius, kadang-kadang sombong dan kurang sabar.
Yang Terberkati St. Agustinus dari Hippo (354-430), seorang playboy dan petualang, hidupnya penuh kegelisahan.
St. Kyrillos dari Iskandariyah (378-444), suka BT (bad temper) dan berangasan.
St. Yohanes dari Damaskus, Syria atau St. Yuḥannā Al Demashqi, dikenal juga sebagai Mansur ibn Sarjun (676-749), pegawai tinggi Kekhalifahan Bani Umayyah yang dekat sekali dengan sang khalifah.
St. Kassiani (810-865), seorang selebriti dan penyanyi yang cantik.

Yang dulunya kaum Ismael ...

St. Abu dari Tiflis (wafat 786), seorang Arab dari Bagdad, Irak, ahli terbaik buku-buku Islam, Al Quran dan Hukum Islam.
St. Christopher Sabbait (wafat 789), seorang Arab Palestina, pertapa dalam lavra St Sabbas (Mar Saba).
St Antony-Ruwah (wafat 799), seorang Arab Damaskus dari suku Quraisy.
St Pachomy (wafat sekitar 800), keponakan khalifah, petapa di monasteri St. Katarina dekat Gunung Sinai.
Sekitar 820 St Barbar, Afrika Utara Arab dan prajurit dalam tentara Islam.
Tahun 1229 pedagang Bulgar St Ibrahimi memberitakan kekristenan kepada kaum Bulgars.
St. Petrus dan St. Stephan dari Kazan (wafat 1552)
St. Serapion dari Kozheozero orang Tatar (diperingati 27 Juni/10 Juli 1611) yang mendirikan theofani / biara Epiphany di Kozheozero di Rusia utara dan membesarkan tujuh orang Suci bagi Gereja Russia.
St Hodja Amiris Sang Prajurit (wafat 1614), yang melihat keajaiban turunnya cahaya suci di Yerusalem,
St. Akhmad Kalphas, Sang Deftedar (Kepala Sekretaris) Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman), Turki (1600-1682),
St. Alexandros dari Izmir, Turki (wafat 1794), bang Haji dan pengikut kaum sufi tariqah Darwish.
Pada awal abad ke-19 St Constantine Hagarit ( 2 / 15 Juni 1819) 22 dan St John (23 September / 6 Oktober 1814), anak seorang syekh Albania.

Sebelumnya pengikut atau simpatisan marxisme, atheisme dan komunisme ...

Rm. Sergei Nikolaevich Bulgakov (1871-1944), protopresbiter dan pakar teologi Rusia.Nikolai
Alexandrovich Berdyaev (1874-1948), tokoh keagamaan dan filsuf politik Rusia.
Mikhail Sergeyevich Gorbachyov (1931-sekarang), politikus Rusia. mantan pimpinan Uni Soviet, dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet.
Vladimir Vladimirovich Putin (1952-sekarang), Perdana Menteri Rusia sejak 7 Mei 2008, mantan Presiden Federasi Rusia, mantan pejabat teras KGB lalu FSB, dinas intelijen Rusia.

Dan masih banyak lainnya ...

Baiklah ..., mungkin bagimu.ada begitu banyak alasan mengapa Tuhan tidak menginginkan kita. Namun demikian, Tuhan tetap memanggil kita, tanpa peduli dari mana asal kita, latar belakang kita atau bagaimana wajah kita atau apa saja kelemahan-kelemahan kita.

Ayo keluarlah dari batasan-batasanmu dan serahkanlah segala ketakterbatasanmu dalam Tuhan.

Bakatmu adalah hadiah dari Tuhan untukmu. Bagaimana kamu mendayagunakan bakatmu adalah balasanmu untuk Tuhan.

Tuhan tidak melihat kelemahan-kelemahanmu, kekurangan-kekuranganmu, atau apapun latar belakangmu, karena ”Yesus datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa....dengan segala kekurangannya" (Matius 9:13).

Tuhan bisa memanggilmu dan mengutusmu sebagai imam, katekis, pewarta Injil, putera altar, pekerja sosial karya karitas, guru, dan beragam panggilan lainnya ...

Atau dengan kata lain Tuhan memanggilmu untuk menjadi orang beriman, orang yang tunduk patuh, berserah diri kepada Tuhan, bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan tidak digeser dari pengharapan Injil (Kolose 1:23), sebagaimana teladan ...

Maryam Al ’Adzro (20 s.M.-45 M), ibunda Yesus yang taat dengan panggilannya

"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38).

Dan juga Yesus putera Maryam (Isa bin Maryam) (sekitar 4-33 M) sendiri ...

"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)

”Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Filipi 2:8).

Hal yang sama dilakukan oleh para kudus dan kaum beriman lainnya yang taat pada panggilan dan tugas pengutusannya bagi dunia ini.

Itulah ketaatan pada firman iman, yaitu ketaatan pada panggilan Allah untuk beriman kepada Isa Sang Mesiha, Sang Tersalib yang sudah bangkit, Kepala Gereja yang diberitakan para Rasul dan TubuhNya, Gereja yang Orthodox, Katolik dan Apostolik (1 Korintus 1:18; Roma 10:8), yang menuntun engkau kepada keselamatan dan hidup kekal (2 Timotius 3:15).

Sekarang ...
Dengan menjelajah waktu, abad demi abad,
Tuhan yang sama hingga kini terus memanggil dan mau mengutusmu ...
melalui Tubuh Kristus, Gereja terus mewartakan, menyerukan, memanggil dan mengutus engkau ...
Maukah engkau mau mendengar panggilan dan menerima tugas pengutusanNya?
Jangan keraskan hatimu, buka hatimu ...
Jika mendengar panggilan itu di hatimu ...,
jangan gelisah, tenangkan diri, berdiam dirilah sejenak dan dengar ...
Dia memanggilmu dan akan mengutusmu.

Referensi:

1. ____________, Sinaksarion (Kisah Orang Kudus). Dikumpulkan oleh Rm. Kyrillos dari bulletin Gereja Orthodox Indonesia dan sumber-sumber lain. Malang. 2000.

2. P.E. Burroughs. Outlines of Bible History (Ikhtisar Sejarah Alkitab). Penterjemah: Linda Gani. Lembaga Literatur Baptis. Edisi Ketiga. 1979.

3. P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

4. From Wikipedia, the free encyclopedia.

5. Dan lain-lain.

Allah bukan Kristen

Oleh:
Sadiq Alam

Diterjemahkan oleh :
Presbyter Rm. Kirill J.S.L.
(Omeц Кирилл Д. С. Л.)
Paroikia St. Jonah dari Manchuria
SURABAYA
GEREJA ORTHODOX INDONESIA
(THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

Allah bukan Kristen.
pahami hal ini, setidaknya
demi Kristus.

Allah bukan Yahudi.
semua adalah anak-anakNya,
tidak hanya beberapa.

Allah bukan Muslim.
hanya mengurungmu
membual dengan imanmu.

Tuhan bukan Hindu.
di luar patung-patung berwarna
melebihi sifat-sifat-Nya.

Allah tidak pernah menciptakan agama,
tetapi umat manusia.

datanglah! kebenaran
semua kita rangkul

Sadiq | Singapore. 28 Dec, 2006

Inspirasi dan Dedikasi: dalam sebuah iklan tv saluran Al Jazeera, ada klip Uskup Agung Desmond Tutu (pemenang hadiah nobel perdamaian 1984) di mana ia berkata baris ini, adalah 'God is not a Christian' (‘Allah bukan Kristen '). Menjadi Uskup Agung Anglikan dan mengucapkan mengatakan perkataan indah ini 'Allah bukan Kristen’ mengilhami saya, dan karenanya puisi ketidaklayakan ini lahir.

Saya mendedikasikan puisi ini untuk yang terhormat Desmond Mpilo Tutu; dia visioner Afrika Selatan yang indah, aktivis yang berdiri melawan sistem apartheid yang tidak adil, untuk hak asasi manusia dan yang berbicara kebenaran dari kesadarannya sendiri. Kehidupan dan karyanya merupakan inspirasi perdamaian melalui Yayasan Perdamaian Desmond Tutu.

Referensi

Sadiq Alam. Inspirations and Creative Thoughts. MysticSaint Poetry. God is not a Christian: http://www.mysticsaint.info/2006/12/god-is-not-christian_29.html