Selasa, 30 Maret 2010

Rusia Ungkap Foto Dua Perempuan Pengebom


Kepolisian Rusia memperlihatkan foto dua perempuan yang diduga menjadi pengebom bunuh diri di dua stasiun kereta bawah tanah kota Moskow. Insiden yang terjadi pada jam berangkat kerja Senin pagi waktu setempat itu menewaskan sedikitnya 39 orang.

Foto itu disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Rusia, yang juga dimuat oleh stasiun televisi CNN, Selasa 30 Maret 2010. Juru bicara kepolisian, Viktor Biryukov, mengungkapkan bahwa pasukan khusus sedang memburu tiga tersangka yang bersekongkol dengan dua perempuan pengebom itu.

Mereka memburu pria berusia 30 tahun dari Kaukasus Utara yang dalam kamera keamanan mengenakan pakaian gelap dan topi baseball warna hitam. Dua orang lagi yang sedang diburu adalah dua perempuan masing-masing berusia 22 dan 45 tahun, keduanya berasal dari etnik Slav, yang diduga membantu pria tersebut.

Para penyidik yakin bahwa tiga tersangka tersebut menemani perempuan pengebom bunuh diri saat mereka memasuki kereta metro. Selain mencurigai kelompok lain dari Kaukasus Utara, polisi Rusia juga menyatakan tidak tertutup kemungkinan bahwa kelompok pemberontak asal Chechnya, Chehen, bertanggungjawab atas serangan teror itu.

Chechnya terletak di wilayah Kaukasus Utara di Rusia, antara Laut Hitam dan Laut Kaspia. Konflik Rusia-Chechnya terakhir kali terjadi hampir 20 tahun lalu saat sebagian masyarakat di Chechnya memutuskan merdeka dari Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet. Ribuan orang tewas dan 500.000 warga Chechnya harus melarikan diri karena peperangan dengan pasukan pemerintah Rusia.

Ledakan pada Senin lalu terjadi di stasiun Lubyanka dan Park Kultury di pusat kota Moskow. Dua pengebom bunuh diri meledakkan bahan peledak dengan selisih waktu sekitar 40 menit.

Bom pertama meledak sesaat sebelum pukul 8 pagi waktu setempat. Sekitar 500.000 orang diperkirakan sedang berada di kereta-kereta bawah tanah saat peristiwa di jam sibuk pada hari Senin itu terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HARAP MENCANTUMKAN NAMA, EMAIL(HP/TLPN RMH). WAJIB DICANTUMKAN