Senin, 18 Januari 2010

PENYALIBAN KRISTUS MEMATAHKAN DOGMA API PENYUCIAN

DALAM NAMA BAPA DAN PUTRA DAN ROH KUDUS. AMIN

Sebagai seorang penaganut Roma Katolik pastilah percaya pada dogma Purgatorium(Api Penyucian). Apa itu Api Penyucian? Api Penyucian adalah tempat di mana umat Roma Katolik yang beriman harus terlebih dahulu menderita akibat dosa yang dilakukan semasa hidup sebelum masuk kedalam Kerajaan Allah. Darimanakah dogma Api Penyucian? Sebenarnya dogma Api Penyucian tidaklah ada di dalam Alkitab Kristen. Itu merupakan kepercayaan Gereja Roma yang dikutip dari kitab Deuterakanonika

2 Makabe
12:45: Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

Makna dari 2 Makabe 12:45 bukanlah tentang api penyucian. Tidak ada satu katapun yang menjelaskan ada tempat yang bernama api penyucian. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka, dari ayat inilah Gereja katolik Roma mengangkat dogma api penyucian. Akan tetapi perhatikanlah ayat tersebut. Tidak ada kata yang menunjuk tentang api penyucian atau sebuah tempat penyiksaan. Makna dari ayat ini adalah kita diperintahkan untuk mendoakan arwah orang mati dalam Liturgi/Misa Requem(untuk mendoakan orang mati), jadi bukan berdoa bagi jiwa yang sedang menderita di api penyucian, melainkan mendoakan orang yang sudah mati agar dilepaskan dari dosa mereka, diampuni dan Tuhan berkenan mengirimkan malaikatNya untuk menemani dalam perjalanan ke alam baka dan sebagai pelindung dari roh-roh jahat yang mendakwa. Sebgai orang Orthodox dan Katolik Roma, sudah umum mendoakan orang yang sedang mati bukan. Lain lagi dalam Protestan yang tidak ada tradisi mendoakan orang mati.
Dalam Iman Kristen Timur, dogma Api Penyucian telah mengaburkan makna Penyaliban Tuhan kita Yesus Kristus. Kenapa demikian? Karena dalam dogma ini, mempercayai adanya tempat pemberhentian orang yang sudah mati untuk pemurnian dari dosa. Sedangkan kita semua tahu, bahwa Tuhan Yesus Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita. Setelah kita mati, kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita dalam Tahkta Pengadilan Kristus sendiri. Siapa yang hidupnya berkenan pada Allah, dan melaksanakan

2 Tesalonika 2:15, “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan(Tradisi Rasuliyah), maupun secara tertulis(Alkitab).”

Akan masuk dalam Kerejaan Allah meskipun masih ada sedikit dosa(dosa yang masih ada akan dibersihkan dengan sendirinya dalam Firdaus tanpa penyiksaan). Dan tidak akan masuk Api Penyucian. Lalu pertanyaannya, untuk apa Tuhan kita Yesus Kristus turun kedunia menebus dosa kita, bila sudah ada Api penyucian? Bukankah bila ada dogma Api Penyucian membuat Penyaliban Tuhan seakan tidak ada gunanya? Dogma Api Penyucian sangat ditolak oleh Gereja Orthodox Timur, karena tidak sesuai dengan Kitab Suci maupun Tradisi Rasuliyah. Dogma ini baru ada pada abad 16 M. Jadi tidak sesuai dengan ajaran Gereja Timur yang sudah berdiri sejak Hari Raya Pentakosta(33 M). Kaum Protestanpun pada zaman Martin Luther juga menolak dan menyerang dogma ini. Maka dari itu untuk menguatkan dogma ini, Gereja Roma mengkanonkan kitab sejarah yang sejaman dengan Perjanjian Lama(orang Protestan menyebut Alkitab yang ada tengahnya) dan disebut kitab Deuterakanonika.

Sesungguhnya, kedatanagan Tuhan Yesus kedunia telah menegaskan bahwa hanya ada Satu jalan menuju Surga, yaitu Dia yang terpaku di atas kayu salib dan pada hari ketiga bangkit dengan mulia. Bukanlah melalui Api Penyucian atau apapun. Hanya Tuhan Yesuslah satu-satunya jalan menuju Bapa. Amin

Oleh: Konstantinus Rizky Wibisono
FB: Konstantin Hideaki Rizuki
HP: 085645019141
FLEXI: (031) 83885510
Tanggal: 13-01-2010
Pukul: 17:37

Dilarang keras megutip/menjiplak sebagian maupun keseluruhan dari tulisan ini, tanpa seizin penulis/Gereja)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HARAP MENCANTUMKAN NAMA, EMAIL(HP/TLPN RMH). WAJIB DICANTUMKAN