Sabtu, 26 Desember 2009

PERUMPAMAAN YANG SALAH TENTANG TRITUNGGAL DAN ANAK ALLAH


Saya melihat banyak sekali orang Kristen(terutama Protestan) yang masih sembrono dalam mengkiasakan/memperumpamakan Allah. Salah satu contohnya adalah Tritunggal diperumpamakan seperti matahari yang keberadaanya adalah satu, yang mempunyai sinar(diperumpamakan sebagai Bapa), panas(diperumpamakan Putra), dan radiasi(diperumpamakan Roh Kudus). Dan juga ada yang memperumpamakan Tritunggal seperti segitiga. Segitiga memiliki tiga sisi, akan tetapi tidak disebut tiga segitiga melainkan satu segitiga. Ada pula yang mengumpamakan Anak Allah seperti anak tangga atau anak kunci. Itu merupakan perumpamaan yang tidak Alkitabiah. Tidak ada dalam Alkitab pada bagian manapun yang mengumpamakan Tritunggal ataupun Anak Allah seperti itu. Sudah banyak artikel yang saya tulis mengenai Tritunggal Mahakudus pada artikel-artikel sebelumnya. Tritunggal merupakan satu Allah yang mempunyai Tiga Pribadi besar dalam Dzat/Hakekat/EsensiNya. Bila membahas Tritunggal, bukanlah membahas tentang jumlah(seperti tafsiran kaum Muslimin) tapi lebih membahas kearah keberadaan Allah. Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Allah mempunyai keberadaan yang jelas(tubuh kemuliaan), memiliki Firman dalam mulutNya sehingga Dia bisa berfirman dan tidak bisu, juga memiliki Roh dalam diriNya sehingga Dia Hidup dan berkuasa. Allah(Bapa), Firman(Putra/Yesus), dan Roh Allah(Roh Kudus) merupakan satu keberadaan dalam DzatNya. Seperti pula manusia memiliki keberadaan yang jelas(tubuh jasmani), memiliki kata-kata/suara(firman)di dalam mulutnya sehingga manusia tersebut bisa berbicara dan tidak bisu, dan juga memiliki roh dalam dirinya sehingga manusia tersebut bisa hidup dan bergerak. Adakah manusia bisa berbicara bila tidak memiliki firman dalam mulutnya? Adakah manusia bisa hidup tanpa roh? Adakah firman(kata-kata) dan roh bisa berkumpul bersama bila tidak ada tubuh? Jawabannya adalah tidak bisa. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa roh, dan tidak bisa berbicara tanpa firman, dan firman ataupun roh tidak bisa berkumpul bila tidak ada tubuh. Hal ini sama seperti Allah. Allah tidak bisa dipisahkan dari Firman ataupun RohNya. Allah sudah bersabda dalam kitab Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Jadi kita diciptakan memiliki konsep yang sama dengan Allah, maka hendaknya kita memperumpamakan Tritunggal sama dengan manusia. Bukannya malah meperumpamakan Allah seperti matahari atau yang lainnya, karena Allah telah bersabda dalam kitab Kejadian 1:26. Bila orang Kristen(terutama Protestan) masih saja memperumpamakan Allah dengan yang lainnya, maka sesungguhnya orang itu masih belum memahami isi kitab suci dan melanggar kitab Kejadian 1:26.
Mengenai Anak Allah, kenapa Allah(Firman) disebut anak? Berarti Allah beranak? Itu adalah hal yang keliru dan salah. Sejatinya Allah tidak beranak maupun diperanakan. Istilah “Anak” Allah adalah kiasan/perumpamaan. Perumpamaan ini diambil dari seorang ibu yang sedang mengandung. Seorang ibu yang mengandung akan melahirkan/memperanakkan seorang anak dan anak itu keluar dari tubuh ibu. Sama seperti Allah(Bapa) mempunyai Firman yang Hidup di dalam diriNya(mulut Allah). Pada saat Allah berfirman maka keluarlah Firman Allah itu dari dalam diri Allah. Keluarnya Firman dari diri/mulut Allah disebut dalam bahasa kiasan/perumpamaan “memperanakkan” dan yang di keluarkan Allah dalam diri/mulutnya adalah Firman yang dalam bahasa kiasan/perumpamaan disebut “Anak”. Jadi istilah Anak Allah bukan berarti Allah mempunyai seorang anak secara jasmani melainkan gaya bahasa/kiasan/perumpamaan secara rohani yang menggabarkan Firman Allah yang keluar dari Allah. Mungkin bagi beberapa orang Kristen(Protestan) penjelasn ini sedikit rumit. Akan tetapi ini merupakan penjelasan yang Alkitabiah dan sesuai dengan Tradisi Apostolik(para Rasul). Jadi untuk menjelaskan tentang Anak Allah atau apapun, dibutuhkan sebuah Theologi. Dari Theologilah kita mengenal keselamatan yang dibawa oleh Yesus Sang Juruselamat. Alkitab merupakan Theologi dalam tulisan (yang tertulis) dan ikon(gambar) Kekristenan juga merupakan Theologi dalam warna (yang dilukiskan). Memperumpamakan Tritunggal Mahakudus dan Anak Allah haruslah berdasrkan Alkitab. Sangatlah sembrono mengkiaskan Tritunggal dengan matahari ataupun Anak Allah dengan anak kunci/anak tangga. Haruslah memperumpamakan Tritunggal dan Anak Allah seperti manusia supaya tidak menyalahi kitab Kejadian 1:26. Amin

(Oleh Konstantinus Rizky Wibisono, 16-12-2009. Dilarang keras megutip/menjiplak/menggandakan sebagian maupun keseluruhan dari artikel ini, tanpa seizin penulis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HARAP MENCANTUMKAN NAMA, EMAIL(HP/TLPN RMH). WAJIB DICANTUMKAN