Sabtu, 26 Desember 2009

Sejarah Gereja Orthodox


DALAM NAMA BAPA DAN PUTRA DAN ROH KUDUS. AMIN

Gereja Orthodox adalah Gereja Kristus yang asli dari Jaman Purba, dan bukanl termasuk dalam Gereja Katolik Roma maupun salah satu dari denominasi-denominasi Protestan. Dalam buku-buku yang ditulis oleh pihak Gereja Katolik Roma sesuai dengan dogma Roma Katolik mengenai Sri Paus di Roma sebagai satu-satunya Kepala Gereja Universal, Gereja Purba selalu dianggap berada dibawah ketundukan dengan Sri Paus, dan hanya merupakan bagian dari Gereja Roma Katolik saja.
Sebaliknya pihak Protestan yakin bahwa segala sesuatu sebelum munculnya Reformasi Protestan termasuk dalam Zaman Kegelapan. Ini disebabkan latar-belakang sejarah munculnya Protestantisme memang dari Gereja Roma Katolik yang mengajarkan bahwa Sri Paus adalah Kepala Gereja Universal, dan gerakan Protestanisme merupakan protes terhadap Gereja Roma Katolik yang dianggap menyeleweng itu.
Karena itu umumnya khalayak ramai tahunya bahwa Kekristenan itu memiliki hanya dua bentuk dan corak saja, yaitu bentuk dan corak Katolik Roma dan bentuk dan corak denominasi-denominasi Protestan. Akibatnya banyak orang bertanya-tanya mengenai tempat secara tepat dari Gereja Orthodox dalam spektrum diantara Roma Katolik dan Protestan ini.
Karena Gereja Orthodox berasal dari jaman purba dan dari awal Kekristenan itu sendiri sehingga keberadaannya jauh mendahului gerakan Protestanisme yang baru muncul pada tahun 1517 itu, maka Gereja Orthodox jelas bukan bagian dari sejarah Gerakan Reformasi, jadi Gereja Orthodox bukan termasuk denominasi Protestan.
Juga Gereja Orthodox tak pernah merupakan bagian sejarah dan pemikiran yang mempengaruhi benua Eropa Barat. Ajaran Santo Agustinus, filsafat Skolastikisme sebagaimana yang dikembangkan oleh Thomas Aquinas, Don Scotus, Petrus Lombardus, Anselm dari Canterbury, dan lain-lain sekitar antara tahun 1100-1500 dalam Gereja Roma Katolik. Prinsip skholastikisme ini juga dikembangkan oleh Martin Luther dan Calvin dalam sejarah Protestantisme. Dan inilah yang menjadi landasan pandang filsafat dan budaya intellektual barat.
Disamping itu, budaya barat juga dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa pemusatan lembaga kepausan, sejarah Rennaisance, Pencerahan, Reformasi Protestan dan Kontra-Reformasi Roma Katolik serta Revolusi Perancis. Berasal dari pengaruh-pengaruh inilah munculnya pemahaman-pemahaman Iman Gereja Barat baik yang berpusat di Roma maupun dalam komunistas Protestan.
Gereja Orthodox tak turut ambil bagian dari sejarah Gereja Barat itu, sehingga bukan merupakan bagian dari Gereja Roma Katolik ataupun komunitas Protestan modern. Jadi bukan termasuk kategori Gereja Barat. Apalagi secara geografis yang dimaksud Gereja Barat adalah wilayah Gereja sekitar Eropa Barat, baik sekitar daerah Mediterania maupun daerah-daerah Skandinavia. Sedangkan secara etnis yang termasuk dalam lingkup Gereja Barat adalah bangsa-bangsa Latin (Itali, Spanyol, Perancis) dan bangsa-bangsa Anglo-Saxon (Jerman, Belanda, Inggris) serta bangsa-bangsa Skandinavia (Denmark, Swedia, Skandinavia).
Dengan demikian Iman Kristen Orthodox bukan termasuk Gereja Barat baik secara geografis, etnis maupun historis dan aqidahnya. Gereja Orthodox berasal dari zaman awal munculnya Kekristenan itu sendiri. Gereja Orthodox adalah Gereja Purba yaitu Gereja Perjanjian Baru itu sendiri yang masih hadir di dunia ini tanpa berubah baik dalam ajaran, ibadah, maupun ethos dan cara pemerintahan Gerejanya sejak zaman para Rasul itu sendiri.

Sejarah Gereja Orthodox lebih berlatar-belakangkan zaman Patristik Purba, Zaman Konsili-Konsili Ekumenis dalam lingkup Kerajaan Byzantium, Munculnya Islam, Penyebaran ke Eropa Timur dan Rusia, Penjajahan Turki, Penyerangan Bangsa Tartar, Penjajahan Komunis, Kemerdekaan negara-negara Balkan, dan sampai kepada zaman modern ini.

Yang ikut ambil bagian dalam latar-belakang sejarah Gereja Orthodox di Timur ini adalah Gereja-Gereja Timur lainnya yaitu Gereja-Gereja yang dulu disebut Monofisit dan sekarang disebut sebagai Oriental Orthodox atau Non-Kalsedon, yaitu: 1) Gereja Koptik, 2) Gereja Syria-Yakobit (Gereja Orthodox Syria) yaitu yang bertradisi Syria Barat : di Indonesia ini dipromosikan dengan Nama Kanisah Orthodox Syria oleh “YAYASAN Study Orthodox Syria” pimpinan sdr. Bambang Noorsena S.H. yang tadinya adalah mantan anggota Gereja Orthodox Indonesia, 3) kemudian Gereja Armenia, sejak jaman Belanda sampai tahun 1960-an Gereja Armenia ini pernah hadir di Indonesia, Gerejanya di Surabaya berada di Jalan Pacar 6, dan di Jakarta di tanah yang sekarang dibangun Bank Negara Indonesia, di Jalan Thamrin. Sesudah kepergian etnis Armenia ini dari Indonesia gedung Gereja uyang di Surabaya itu dijadikan gereja Protestan oleh komunitas Kristen Tionghoa, 4) Gereja Ethiopia atau Abessynia, yaitu tempat dimana pernah orang-orang Islam perdana mengungsi atas anjuran Nabi Muhammad ketika mereka dianiaya oleh kaum Quraish di Mekkah, 5), dan Gereja Thomas India. ang didirikan akibat karya penginjilan langsung Rasul Thomas pada abad pertama, yang mati sahid di daerah Bombay..

Disamping itu Gereja Timur lainnya yang tadinya adalah bagian dari wilayah Patriarkh Gereja Orthodox Antiokhia yang bertradisi Syria Timur yaitu Gereja yang disebut Nestorian (“Gereja Timur Assyria "). Gereja inilah yang pernah hadir pada abad ketujuh di Indonesia di Pancur dan Barus, Sumatra Utara. Dikabarkan ada tiga Episkop/Uskup etnis Syria terkenal yang bertanggung-jawab atas Gereja ini pada Jaman Sriwijaya dan Majapahit yaitu: Mar Abdisho, Mar Yabalaha, dan Mar Denha. Dengan umat Kristen Syria Timur maupun Syria Barat inilah Nabi Muhammad waktu hidupnya banyak berinteraksi, disamping dengan umat Ethiopia atau Abessynia, dan umat Koptik dimana salah satu isterinya :Marya al-Qybti adalah wanita Koptik, maupun umat Orthodox Timur lalur utama lainnya.

Istilah “Orthodox” bukanlah nama aliran Gereja, karena sebenarnya Gereja Orthodox tak mempunyai nama. Orthodox berasal dua kata Yunani “orthos = lurus, benar” dan “doxa = pengajaran, pendapat, kemuliaan.” Jadi “orthodoxa” artinya adalah “ajaran yang lurus.”

Untuk mengetahui Gereja Orthodox ini secara baik kita harus melacak 2000 tahun sejarah Gereja itu sampai kini. Dengan demikian kita dapat melokasikannya secara benar dalam spektrum Roma Katolik-Protestan itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HARAP MENCANTUMKAN NAMA, EMAIL(HP/TLPN RMH). WAJIB DICANTUMKAN