Senin, 02 November 2009

PANDANGAN ALKITAB & ALQURAN TENTANG YESUS

Siapakah Yesus itu??? Dia adalah Firman Allah yang turun kedunia melalui Maryam menjadi daging(manusia) dan mewartakan Injil(Kabar Gembira), jawab umat Kristiani. Bukan, Dia adalah nabi biasa yang diutus Allah SWT, dilahirkan Maryam dan diberikan Injil(Kitab), jawab umat Muslim.

Kedua statment ini saling bertentangan dan membuat orang binggung. Lalu manakah yang benar??? Jawabnya, TIDAK ada. Agama(kepercayaan/iman) adalah sesuatu yang didasari oleh hati nurani manusia. Tolak ukur suatu iman, bukanlah benar atau salah, asli atau palsu. Melainkan bertolakukur pada keyakinan masing-masing orang. Sebagai contoh, Yesus adalah Firman Allah, kata umat Kristiani. Akan tetapi kaum Muslimin menolaknya. Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan mendapat Kitab Suci(Al Quran). Akan tetapi kaum Kristiani menolaknya. Berarti tolak ukurnya bukan benar atau salah, melainkan iman dalam hati.

Lalu bagaimana pandangan Kitab Suci Kristen(Alkitab) dan Kitab Suci Islam(Al Quran) mengenai Yesus Kristus/Isa Almasih???
Berikut adalah penjelasannya.

Didalam agama Islam, Isa Almasih/Yesus Kristus adalah nabi biasa yang diciptakan dengan KalimatNya, dan di berikan Kitab Injil. Allah juga menyuruh Isa untuk menggembalakan suku Bani Israil dan meratakan jalan bagi nabi besar Muhammad SAW sebelum kedatangannya. Dalam agama Islam, Isa hanyalah salah satu nabi biasa(seperti nabi-nabi pada umumnya) yang diutus untuk menggembalakan Bani Israil. Isa dalam Al Quran adalan seorang yang saleh dan takut akan Allah. Segala hidupnya didedikasikan hanya pada Allah semata. Dalam agama Islam juga mempercayai bahwa nabi Isa diselamatkan dari penyaliban oleh Allah, diganti oleh Yahudza(Yudas bin Iskariot) dan juga akan diturunkan lagi sebagai imam Mahdi sekaligus menghancurkan semua salib orang Kristiani.
“Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari Ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara.”
(Penggalan surah An Nissa 171)

Berbeda terbalik dalam kepercayaan Kristiani Isa/Yesus bukanlah nabi biasa, melainkan nabi Agung dari Nazaret di Galilea, “Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea” (Matius 21:11). Akan tetapi Yesus juga adalah Ilahi, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”( Yohanes 1:1). Di dalam agama Kristen, Yesus adalah seorang pencipta(karena Allah menciptakan segala sesuatu dengan FirmanNya) alam semesta dan bukan diciptakan, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” & “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya”(Yohanes 1:3 & Yohanes 1:10) Yesus(jelmaan Firman Allah) diutus untuk menyelamatkan bangsa Israel dari dosa. Akan tetapi bangsa Israel menolak dan menyalibkanNya, jadi Yesus memberikan keselamatanNya untuk bangsa lain. Yesus di dalam Alkitab adalah seorang Pribadi yamg memiliki dua kodrat(manusia & Ilahi), bermukjizat dan penuh kuasa. Dia juga diutus oleh Bapa(Allah) untuk menyebarkan Injil(dalam agama Kristen, Injil adalah Kabar Gembira yang disampaikan melalui/secara lisan, jadi bukanlah sebuah kitab) untuk manusia. Dalam agama Kristen, percaya bahwa Yesuslah yang tersalibkan(bukan Yahudza/Yudas bin Iskariot) hingga tewas dan bangkit mulia pada hari ketiga. Dan juga orang Kristen percaya, bahwa Yesus pada Akhir zaman akan turun lagi kedunia untuk menjadi Iman Agung dan menghakimi perbuatan manusia serta menunjukan pada dunia bahwa Dialah Putra Yang Mahatinggi.

Dari deskripsi kedua agama tersebut dapat disimpulkan bahwa benar atau salah dalam suatu agama bukanlah dasar, melainkan iman dari hati nuranilah sebagai dasar orang beragama/berkepercayaan.
(Karya Konstantinus Rizky Wibisono, 2009-10-20. Dilarang keras megutip/menjiplak sebagian maupun keseluruhan dari tulisan ini, tanpa seizin penulis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HARAP MENCANTUMKAN NAMA, EMAIL(HP/TLPN RMH). WAJIB DICANTUMKAN