Selasa, 09 Juni 2009

Pandangan Gereja Orthodox tentang Maria



Diantara beribu-ribu Orang Kudus dalam Gereja Kristus, Bunda Maria adalah yang terutama. Sebab dialah orang Kristen pertama yang “mendengar Firman Allah dan melakukannya”, terbukti dalam peristiwa pemberitahuan oleh Malaikat Gabriel (Luk.1:38). Oleh sikap rela Bunda Maria, Roh Kudus berkenan menaungi dan menguduskannya serta menjadikannya layak menerima rahmatNya bagi Inkarnasi Sang Sabda. Oleh karena itu ia disebut Theotokos, Sang Bunda Allah, sebab ia telah mengandung dan memberikan kelahiran kepada Sang Sabda Allah yang adalah Allah sendiri. Sekalipun demikian Gereja Orthodox tidak pernah menempatkan Bunda Maria berada di atas Gereja, melainkan di dalamnya. Gereja percaya bahwa Bunda Maria mewarisi kodrat dan keadaan yang sama yang diterima dan dialami oleh setiap manusia. Ia terlahir dalam keadaan yang sama dengan setiap bayi yang terlahir di dunia ini (kecuali Yesus Kristus). Ia tidak terkandung tanpa dosa, akan tetapi ia dikuduskan dan dijadikan Immaculata (Tanpa cacat cela) oleh Roh Kudus manakala dengan rela ia melakukan kehendak Allah bagi karya keselamatan oleh Allah dalam Kristus Yesus (Lih. Luk.1:38).
Penghormatan Gereja Orthodox terhadap Bunda Maria tidak pernah terlepas dari hubungannya dengan Kristus, tetapi selalu sebagai “Ibu Tuhan” (bdk. Luk.1:43). Bunda Maria adalah orang Kristen pertama yang sekaligus telah menjadi lambang Gereja (Pengantin Wanita Kristus). Demikianlah juga Gereja Orthodox menghormati para Orang Kudus. Mereka dihormati selalu dalam hubungannya dengan Kristus, sebab mereka hidup dan menang dalam Kristus, “bersama Kristus pergi ke Firdaus”. Karena mereka telah ambil bagian dalam kekudusan (Sanctify) Kristus (Ibr.12:10), dan “anggota tubuh yang sama” (syssmoi) dengan Kristus (Ef.3:6), “berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba” (Why.7:9).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HARAP MENCANTUMKAN NAMA, EMAIL(HP/TLPN RMH). WAJIB DICANTUMKAN